Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in Bahasa ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 1989 times, 2 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 1989 times, 2 today [ in Bahasa ]

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years of Being 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that arises out of love so deep in his own nation's culture are: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts-assembled warriors by some elders in Silat Padepokan, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri The goal was sederahana: hold documentation of traditional martial arts to be widely known to the public and eventually became martial arts master in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the youth.

Nama yang dipilih adalah The name chosen was Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and martial arts enthusiast tradsional.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, silat elders Bandrong; see also Mr. Bambang Sudrajat Tubagus, Traditional silat coach Cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong pancer Earth, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the establishment of this forum; and the other warriors, including those not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or who just want to know.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With opened by Uda Amtha Alda, coordinator-general who replaced Mas Eko Hadi that because of busy life no longer had the opportunity take part together in this forum-; the memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda came to congratulate and thank all the attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. This warning is really just a kind of milestone reminder that not what we do in two years: an arena for self-reflection made; thus keeping the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. by the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the website / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation and also improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A contribution which may be still relatively small and may be less significant but done with great keihklasan, spirit and self-help with the cost of their own pockets, aka potluck.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders forum Iwan Setiawan, who was also a pioneer 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he ..:)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit to make the journey this forum still exist to tread the age of two years, an age which for humans is a very small stage (infant), who is just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing list or discussion forum Sahabatsilat.com; all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] Number of members only mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not wrong two thousand four hundred men) / Similarly hits (they are open to access this site) per day against www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also showed graphs and trend upward.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. A feat that is not small because the site is viewed as the primary reference source and information on the Internet about traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also pretty demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain and increase quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; exception of the traditional martial art we've ever visited or invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII since the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with these silat friends.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with the straightforward-half-jokingly said "Only two years yes ... it is nothing ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Nothing kapoknya! ", Which was greeted with applause the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gave his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me it's martial arts fight to worship," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a house, land, property runs out .. not be a terrible burden. Karena semua semata ibadah saja. Since all simply worship only. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. So we should appreciate the second anniversary of this martial arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture of the nation: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is a cone cutting by Alda Uda forum Coordinator and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented that this cone is made by the desert (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Dear horns cuman one" she said, laughing. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Authors: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTO by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-01 07:03] - Powered by BING [2012-02-01 07:03]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 1995 times, 3 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 1995 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-06 01:53] - Powered by BING [2012-02-06 01:53]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2013 times, 3 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2013 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-10 10:21] - Powered by BING [2012-02-10 10:21]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2035 times, 6 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2035 times, 6 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-14 06:39] - Powered by BING [2012-02-14 06:39]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2069 times, 9 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2069 times, 9 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-18 02:01] - Powered by BING [2012-02-18 02:01]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2105 times, 6 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2105 times, 6 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-22 03:00] - Powered by BING [2012-02-22 03:00]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2121 times, 4 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2121 times, 4 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-26 03:57] - Powered by BING [2012-02-26 03:57]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2138 times, 2 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2138 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-05 04:26] - Powered by BING [2012-03-05 04:26]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2159 times, 3 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2159 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-09 11:02] - Powered by BING [2012-03-09 11:02]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2178 times, 4 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2178 times, 4 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-13 08:18] - Powered by BING [2012-03-13 08:18]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2192 times, 6 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2192 times, 6 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-17 04:38] - Powered by BING [2012-03-17 04:38]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2215 times, 5 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2215 times, 5 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-21 04:26] - Powered by BING [2012-03-21 04:26]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2238 times, 3 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2238 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-25 03:47] - Powered by BING [2012-03-25 03:47]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2263 times, 2 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2263 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-02 02:22] - Powered by BING [2012-04-02 02:22]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2290 times, 5 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2290 times, 5 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-06 05:10] - Powered by BING [2012-04-06 05:10]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2306 times, 2 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2306 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-10 14:13] - Powered by BING [2012-04-10 14:13]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2332 times, 3 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2332 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-14 05:52] - Powered by BING [2012-04-14 05:52]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2385 times, 3 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2385 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-05-01 04:56] - Powered by BING [2012-05-01 04:56]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Hut Sahabat Silat ke II. Friends Hut Silat II.

[ in English ] [ in English ]

Jun 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Liputan Khusus Visited 2405 times, 7 today [ in English ] June 27th, 2008 | By | Category: Cover Story , Special Coverage Visited 2405 times, 7 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dua Tahun Menjadi 'Gila' Two Years Become a 'Mad'

Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. That day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'. Kegilaan yang timbul karena kecintaan yang demikian mendalam pada budaya bangsa sendiri yaitu : pencak silat khususnya yang masih beraroma tradisional. Madness that can result from such a deep love for the nation's own culture is: martial arts in particular are still traditional flavorful. Kiprah para 'penggila' pencak silat tradisional. The exploits of 'enthusiast' traditional martial arts.

Hari itu sabtu 21 Juni 2008; dua tahun lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2008; belasan anak muda—yang bukan kesemuanya adalah praktisi/pendekar silat—berkumpul dengan beberapa sesepuh di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan bersepkat kata untuk mendirikan sebuah komuntas pencak silat. The day was Saturday June 21, 2008; two years ago, exactly on June 10, 2008; dozens of young children who are not all of whom are practitioners / arts warrior-assembled with a few elders in Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta and bersepkat words to establish a komuntas martial arts. Berangkat dari keprihatinan akan nasib dan kondisi pencak silat tradional di Indonesia yang diambang kepunahan. Departing from the concern for the fate and condition of Indonesia's premier martial arts are on the verge of extinction. Tujuan pun sederahana : mengadakan dokumentasi pencak silat tradisional agar bisa dikenal masyarakat luas dan pada akhirnya pencak silat menjadi tuan di rumah/negeri Sederahana any purpose: make the documentation of traditional martial arts to be widely known martial arts and eventually become masters in the house / land sendiri; dengan dicintai oleh kaum mudanya . itself; with loved by the young.

Nama yang dipilih adalah The selected name is Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI). Lovers and Conservation Forum Traditional Silat Indonesia (FP2STI). FP2STI yang lebih sering hanya disebut “Forum”, berjalan dengan seadanya dan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat; tanpa duit banyak di kantong atau fasilitas lainnya yang menjanjikan. FP2STI more often simply called "Forum", run by the sober and capitalize spirit and strong determination, without much money in a bag or other facilities that promise. Forum yang terus berjalan dan berkembang dengan semangat yang lebih mengedepankan Forum continues to run and develop a spirit that emphasizes sebagai komunitas, komunitas SAHABAT SILAT. as a community, community SILAT FRIENDS.

Dan kini, di tempat yang sama pula; dari hanya belasan orang yang dulu pernah hadir dalam pembentukan 'forum'; pada peringatannya yang kedua, dihadiri oleh tidak kurang dari 50 orang para penggiat, pemerhati, pecinta dan penggila silat tradsional. And now, in the same place anyway; of only a dozen people who had been present in the formation of 'forum'; on the second warning, attended by no less than 50 activists, observers, lovers and arts enthusiasts traditionally.

Hadir pada kesempatan ini adalah para tamu dari Banten, sesepuh pencak silat Bandrong; terlihat juga Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pelatih silat Tradisional cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana dan Pak Haji Azis dari Cikalong Pancer Bumi, Cianjur ; juga ada Pak Edward Lebe, sesepuh Baringin Sakti/SMI yang juga memiliki andil ketika pembentukan forum ini; serta para pendekar lainnya, termasuk yang bukan pendekar, pekerja kantoran, professional muda, pengangguran, Present on this occasion were the guests of Banten, elder martial arts Bandrong; see also Pak Bambang Sudrajat Tubagus, traditional martial arts trainer cingkrik Goning; Pak Haji Ceng Suryana and Pak Haji Aziz of Cikalong Pancer Bumi, Cianjur; also Mr. Edward Lebe, elders Baringin Sakti / SMI who also has a share when the formation of this forum; and the other warriors, including those that are not warriors, office workers, young professionals, unemployed, penggembira atau yang sekedar ingin tahu saja. cheerleaders or are just curious.

Dengan dibuka oleh Uda Alda Amtha, Koordinator umum –yang menggantikan Mas Eko Hadi yang karena kesibukannya tidak lagi berkesempatan berkiprah bersama pada forum ini–; acara peringatan pun dibuka. With Alda Amtha opened by Uda, coordinator-general who succeeded Mas Eko Hadi is because his work is no longer a chance to take part together in this forum-; memorial was opened. Uda Alda mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada semua hadirin yang hadir sebagai bentuk kepedulian pada pencak silat tradisional. Uda Alda welcome and thank you to all attendees who are present as a form of awareness on the traditional martial arts. Peringatan ini sebenarnya hanyalah semacam tonggak pengingat bahwa belum apa-apa yang kita lakukan dalam dua tahun ini; sebuah ajang agar refleksi diri dilakukan ; sehingga dengan tetap semangat terus melangkah dan berjuang bagi kelestarian pencak silat tradisional. Warning this is actually a kind of milestone reminder that not what we do in two years; an arena for self-reflection made; so to keep the spirit to move on and fight for the preservation of traditional martial arts.

Uda Alda kemudian meneruskan dengan mengungkapkan apa saja yang telah dilakukan Uda Alda then went on to reveal what has been done oleh forum selama ini—walau belum banyak dan berarti—sebuah upaya pelestarian pencak silat tradisional mulai dari diskusi rutin bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan aliran; publikasi di situs/website/milis internet, wisata silat, mengisi acara di TV/radio, juga pubikasi di Koran/majalah, mengadakan pelatihan silat tradsional, terlibat dalam pendataan/pendokumentasian serta juga memperbaiki organisasi pencak silat tradisonal. the forum for this, though not many, and means-an effort to preserve traditional martial arts ranging from monthly discussions by inviting the various figures and flow; publication on the site / website / internet mailing list, martial arts tour, a show on TV / radio, also pubikasi in newspapers / magazines, martial arts training traditionally, involved in data collection / documentation as well as improve the organization's traditional martial arts. Sebuah sumbangsih yang mungkin masih tergolong kecil dan mungkin kurang berarti namun dilakukan dengan penuh keihklasan, semangat dan dengan biaya swadaya alias seadanya dari kantong sendiri. A possible contribution is still relatively small and may be less meaningful, but done with great keihklasan, spirit and with the cost of self-help alias pickup from their own pockets.

Kesempatan selanjutnya kemudian diambil oleh salah seorang sesepuh forum yaitu Iwan Setiawan yang juga pelopor 'gila silat' sekaligus ketua umum IPTI (Ikatan takut istri he he he..:)). The next opportunity is then taken by one of the elders of the forum is also a pioneer Iwan Setiawan 'crazy martial arts' as well as general chairman IPTI (Association of fear of the wife he he he .. :)). Kang Iwan mengisahkan sejarah berdirinya forum yang semula hanya belasan orang, namun terus berusaha untuk melanjutkan visi dan misinya. Kang Iwan tells the history of the forum which was originally only a dozen people, but keep trying to continue the vision and mission. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat perjalanan forum ini tetap eksis hingga menapak usia dua tahun, sebuah usia yang bagi manusia adalah tahap yang sangat kecil (bayi); yang baru belajar merangkak… With hard work and unyielding spirit of this forum to make a trip retracing exist until two years of age, an age for men is a very small stage (babies) who are just learning to crawl ...

Kang Kiki alias nagapasa, juga menuturkan meningkatnya para anggota baik dari milis maupun forum diskusi Sahabatsilat.com; yang kesemuanya menunjukkan bahwa saat ini di dunia maya; kita (forum) adalah acuan utama untuk informasi tentang pencak silat. Nagapasa aka Kiki Kang, also said increasing both members of the mailing lists and discussion forums Sahabatsilat.com, all of which indicate that the current in cyberspace; we (forum) is the primary reference for information about martial arts. Jumlah anggota milis saja( [email protected] The number of members of any mailing list ( [email protected] ) saat ini berjumlah ribuan orang (berapa tepatnya Kang? Lupa neh..dua ribu lebih ya kalo gak salah dua ribu empat ratus orang )/ Demikian juga hit (mereka yang membuka mengakses situs ini) per hari terhadap www.sahabatsilat.com atau www.silatindonesia.com juga menunjukkan grafik dan trend yang menanjak. ) Now consists of thousands of people (how exactly Kang Forgot neh .. yes two thousand more if not one of the two thousand four hundred men) / Similarly hit (they are open to access the site) per day to www.sahabatsilat.com or www . silatindonesia.com also shows a graph and a rising trend.

Sebuah prestasi yang tidak kecil karena situs ini dipandang sebagai sumber dan acuan utama informasi di internet tentang pencak silat tradisional. An achievement of no small because the site is viewed as the primary reference source and information on the internet on traditional martial arts. Prestasi yang juga sekaligus menuntut Achievement is also at the same time demanding kerja keras dan tanggung jawab lebih lanjut untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap dunia pencak silat (tradisional). hard work and more responsibility to maintain while improving the quality of service to the world of martial arts (traditional).

Acara kemudian beranjak ke perkenalan anggota atau para hadirin. The show then moved to the introduction of the members or the audience. Satu per satu para hadirin memperkenalkan dirinya juga nama mereka di dunia maya. One by one the audience to introduce themselves as well their names in cyberspace. Memang kebanyakan para peserta mengenal forum ini lewat dunia internet; terkecuali para silat tradisonal yang pernah kita datangi atau diundang secara khusus. Indeed most of the participants of this forum know the world through the Internet; the exception of the traditional martial art we have ever attended or been invited specifically.

Semuanya adalah Semata Ibadah Everything is Simply Worship

Usai acara perkenalan, Pak Eddy Nalapraya pun tiba di pertemuan. After introductions, Mr. Eddy Nalapraya arrived at the meeting. “Saya dipanggil oleh gubernur yang sedang akekah-an anaknya”, ujar Pak Eddy sambil minta maaf pad ahadirin; sebenarnya beliau sudah berada di PAdepokan TMII sejak pagi hari sebelum panggilan mendadak itu. "I was called by the governor who was akekah's son", said Mr Eddy said sorry ahadirin pad; in fact he was in the hermitage TMII from the morning before the sudden call. Kemudian setelah acara selesai, Pak Eddy pun meluncur kembali ke Padepokan untuk menghadiri acara dengan komunitas sahabat silat ini. Then after the show finished, Mr. Eddy was rolled back to the Hero's mansion to attend a community event with friends is silat.

Dalam sambutannya Pak Eddy dengan lugas—setengah berseloroh–mengatakan “Baru dua tahun ya…itu belum apa-apa …Ane sudah 30 tahun. In his speech Mr. Eddy with a straightforward, half-jokingly said "it was only two years ... it's not okay ... Ane was 30 years old. Gak ada kapoknya!”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin. Kapoknya not exist! ", Which was greeted with loud applause of the audience. Memang pengabdian ikhlas pada pencak silat yang ditunjukkan oleh Pak Eddi Nalapraya sungguh patut diteladani. It's sincere devotion to the martial arts is shown by Mr. Eddi Nalapraya truly exemplary. Mengapa bia demikian lama berkecimpung pada dunia pencak silat? Why bia so long engaged in the world of martial arts? Beliau pun memberikan rahasianya. He also gives his secret. “Bagi saya berjuang untuk pencak silat itu ibadah”, ujar Pak Eddy, “saya melakukannya semata untuk Allah dan hasilnya biarlah nanti di Surga”. "For me to fight for the worship of martial arts," said Mr. Eddy, "I do it only to God and let the results later in Heaven". Dengan semangat inilah maka demikian banyak pengorbanan yang dilakukan hingga puluhan tahun termasuk menjual rumah, tanah, harta habis ..tidaklah menjadi beban yang berat. With this spirit, then so many sacrifices made to tens of years, including selling a home, land, property runs out .. not a very heavy weight. Karena semua semata ibadah saja. Since all alone worship it. Tidak lebih. Nothing more.

Demikianlah kita hendaknya menghayati ulang tahun kedua komunitas sahabat silat ini; sebagai semata ibadah pada Sang Khalik dengan melestarikan budaya leluhur bangsa: pencak silat tradisional. This is how we should live up to the second anniversary of this arts community friends; as mere worship the Creator to preserve the ancestral culture: traditional martial arts.

Tumpeng Orang Awak The crew of the cone

Puncak acara adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Koordinator forum Uda Alda dan diberikan kepada Pak Eddy Nalaparaya serta sesepuh dari Pencak silat Bandrong, Haji Satibi. The highlight is the cone cuts made by the Coordinator of the forum Uda Alda and given to Mr. Eddy Nalaparaya and elders of Pencak Silat Bandrong, Haji Satibi. Ada yang unik dengan tumpeng ini, seorang rekan berkomentar karena tumpeng ini dibuat oleh orang padang (orang awak), maka bentuknya lebih mirip dengan pucuk rumah gadang. There are unique to this cone, a colleague commented as cone is made by the field (the crew), then the shape is more similar to the top of the house gadang. “sayang tanduknya cuman satu”ujarnya sambil tertawa lepas. "Love the horns cuman" he said with a laugh. Tawa dan canda macam ini adalah hal yang lumrah dalam komunitas ini Laughter and jokes of this kind are common in this community

Acara pun diakhiri dengan poto bersama dan makan siang seadanya. The event was ended with a photograph together and potluck lunch.

Penulis : Ian Samsudin ( Silatindonesia.com) Author: Ian Samsudin (Silatindonesia.com)
FOTO by : princeofbatavia.multiply.com PHOTOS by: princeofbatavia.multiply.com



Artikel Hut Sahabat Silat ke II yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hut article to a friend Silat II that 'might' be linked at other sites:

    Hut Sahabat Silat ke II - Silat Indonesia Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia

    Hut Sahabat Silat ke II - Silat Indonesia ... Friends of Silat Hut II - Silat Indonesia ... Dua Tahun Menjadi 'Gila' Hari itu, dua tahun sudah kiprah anak muda yang menyatakan dirinya 'gila'. Two Years Become a 'Crazy' On that day, two years had gait of young people who claim to be 'crazy'.
    Sumber: http://silatindonesia.com/2008/06/hut-sahabat-silat-ke-ii/ Sources: http://silatindonesia.com/2008/06/hut-sahabat-silat-ke-ii/

    video silat - Acara Kramasan PS Bandrong Karang Tunggal - Anak #2 video arts - Events Kramasan PS Bandrong Coral Single - Child # 2