Silat Banten Aliran Bandrong. Bantam Silat Flow Bandrong.
[ in English ] [ in Bahasa ]Jun 27th, 2008 | By admin | Category: Featured Articles , Information Visited 4260 times, 2 today [ in English ] June 27th, 2008 | By admin | Category: Featured Articles , Information Visited 4260 times, 2 today [ in Bahasa ]
Bandrong, Si Ikan Sakti Bandrong, The Fish Way
Pernah lihat Ikan Sakti beraksi membanting manusia? Fish galaxy ever seen in action slamming the man? Ada di Padepokan Pencak Silat, taman Mini Indonesia Indah, tanggal 21 Juni 2008 di Hall terbuka. There are at Padepokan Pencak Silat, park Mini Indonesia Indah, June 21, 2008 in Hall open. Tentu saja Ikan Sakti alias bandrong adalah nama aliran pencak silat yang dimainkan oleh para pendekar yang datang langsung dari pedepokan Karang Tunggal, Desa Bojonegara, Serang, Banten. Of course Fish Sakti bandrong alias is the name of the flow of martial arts that is played by the warriors who came directly from pedepokan Coral Singles, Village Bojonegara, Serang, Banten. Tidak tanggung-tanggung, rombongan pesilat bandrong ini berjumlah tidak kurang dari 30 orang, satu bis penuh. No half-hearted, this bandrong fighter group numbered no less than 30 people, one full bus. Mereka datang memang atas undangan Forum Pecinta dan Pelestari Pencak Silat Tradisional (Komunitas Sahabat Silat) untuk mengisi acara rutin “Diskusi Sahabt Silat' untuk mengangkat dan mengenalkan kembali pencak silat pada kaum muda Indonesia. They come indeed at the invitation of Lovers and Conservation Forum Traditional Pencak Silat (Silat Community Companions) to fill a regular event "Discussion Sahabt Silat 'to lift and revive the martial arts in young people of Indonesia.
Yang datang tidak hanya para praktisi silat bandrong saja, tapi lengkap dengan musik pengiringya yang disebut petingtung. That comes not only martial arts practitioners bandrong alone, but complete with music pengiringya called petingtung. Sebuah musik khas Banten yang unik dengan terompet dan kendang besar dan kecil, gong beberapa buah dan sebuah gong unik yang suaranya didapat dari gema yang dipantulkan ke dalam semacam tong kecil yang disemen namun berongga ditengahnya. A typical Bantam unique music with trumpets and drums large and small, some fruit and a gong gong unique sound derived from the reflected echoes into such a small barrel which cemented but hollow in the middle. Itulah Petingtung. That Petingtung.
Tentu sja hal ini ditanggapi dengan semangat oleh komunitas Sahabat Silat. Sure sja this community responded with enthusiasm by the Friends of Silat. Tidak kurang dari 70 orang mendatangi diskusi terbuka ini. No fewer than 70 people came to this open discussion. Sebagian dari mereka bahkan membawa keluarganya berikut anak-anaknya, para istri atau teman-teman lainnya.. Some of them even took his family following his children, wives or friends ..
Acara diskusi dibuka oleh MC yaitu Kang Kiki dan dilanjutkan oleh moderator yang bersuara meyejukkan jiwa yaitu Bang Rasyid alias Ochid. The discussion was opened by the MC Kiki Kang and continued by the moderator who voiced soul meyejukkan namely Rashid alias Ochid Bang. Ketua dan sesepuh rombongan Bandrong kemudian memperkenalkan satu demi satu per anggota rombongannya; yang sangat bervariasi mulai dari anak-anak hingga kakek gaek berusia di atas 70 tahun (tapi jangan tanya kemampuan silatnya!). Chairman and party elders Bandrong then introduced one by one by members of his entourage; a highly variable ranging from children to grandparents geeks over the age of 70 years (but do not ask silatnya ability!).
Pemaparan sejarah singkat dilakukan oleh Team Bandrong (Bpk Haji Satibi dan Bpk Astare) mengenai aliran unik ini. A brief history of exposure conducted by Team Bandrong (Mr. Haji and Mr. Satibi Astare) about this unique flow. Bandrong ternyata adalah nama ikan yang biasa terdapat di daerah Banten. Bandrong it is the name of the fish commonly found in Banten. Dengan karakter yang khas, gerak pencak ini banyak diilhami –minimal dalam penamaannya—oleh si ikan yang memiliki gigi bergerigi dan panjang serta bisa terbang dari dalam laut ke udara. With a distinctive character, martial movement is many-at least in its name inspired by the fish-which has serrated teeth and long, and can fly from the sea into the air.
Seperti dituiskan oleh Nasrudin dalam makalahnya “Sejarah Singkat Pencak Silat Bandrong”” : As dituiskan by Nasrudin in his paper "A Brief History of Pencak Silat Bandrong" ":
Bandrong diambil dari nama jenis ikan terbang yang sangat gesit dan dapat melompat tinggi, jauh, atau dapat menyerang kerang dengan moncongnya yang sangat panjang dan bergerigi tajam sekali, sehingga ia merupakan ikan yang sangat berbahaya, sekali serang dapat membinasakan musuhnya. Bandrong taken from a species of flying fish are very agile and can jump high, remote, or can attack the shells with a very long snout and sharp serrated once, so it is a fish that is very dangerous, can kill the enemy in one blow. Ki Patih Jaga laut atau patih yang selalu melanglang buana menjaga laut, sangat menyukai dan sering memperhatikan ikan tangkas gesit ini dan juga jangkauan lompatan jarak jauhnya dan hal itu benar – benar mempesonanya. Keep Patih Ki sea or duke who always crossed the globe to keep the sea, very fond of and often pay attention to these nimble agile fish and also reach its long-distance jumps and it's true - really charming. Sehingga akhirnya beliau mengambil nama ikan itu untuk memberi nama ilmu ketangkasan beladiri yang dimilikinya dengan nama ” PENCAK SILAT BANDRONG” karena tangkas dan gesit serta berbahaya seperti ikan Bandrong So finally he took the name of the fish to give the name of science of martial dexterity he has with the name "PENCAK SILAT BANDRONG" as agile and nimble and dangerous, such as fish Bandrong
Asal muasalnya, konon dari seorang pendekar pada jaman Sultan Maulana Hasanudin yang Origin, supposedly from a warrior in the reign of Sultan Maulana Hasanudin menjadi Sultan di Banten became Sultan in Banten ( 1552-1570), yaitu Ki Sarap. (1552-1570), namely Ki breakfast. Singkat kata, setalah Ki Sarap mengalahkan salah seorang In short, After breakfast Ki beat one of his senopati banten yaitu Ki Semar; dengan berbagai kondisi dan pertimbangan, akhirnya Sultan mengangkat Ki Sarap Sebagai senopati dengan Gelar Senopati Nurbaya (Ki Urbaya). Senopati offerings namely Ki Semar; with various conditions and considerations, the Sultan finally lifted Ki breakfast with a degree Senopati As Senopati Nurbaya (Ki Urbaya). Dari ilmu Ki Sarap-lah bandrong bermula. From science Ki bandrong breakfast was started. Dalam pelaksanaan tugas sebagai In the performance of duties as Senopati, Ki Sarap banyak berhadapan dengan para perompak yang beroperasi di sekitar teluk/laut Banten. Senopati, Ki breakfast a lot to deal with the pirates who operate in around the bay / sea Banten. Karena banyak tugasnya menjaga laut Ki Sarap juga Since many tasks to keep the sea Ki breakfast also dijuluki : Ki Patih Jaga Laut. dubbed: Ki Patih Keep Sea. Disinilah ilmunya semakin berkembang dan akhirnya diwariskan secara turun termurun di Banten, hingga saat ini. This is where the science is growing and eventually inherited termurun in Banten, until today.
Menurut Nasrudin (masih dari makalah yang sama) yang juga adalah salah satu Pengurus Perguruan Silat Padepokan Karang Tunggal, According Nasrudin (still from the same paper), which also is one of the Board of Education Silat Padepokan Coral Single, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan; JURUS DASAR PADA SILAT BANDRONG adalah sebagai berikut : Coordinator of Research and Development; basic steps of AT SILAT BANDRONG are as follows:
- JURUS PILIS Kick PILIS
- JURUS CATROK Kick CATROK
- JURUS TOTOG Kick TOTOG
- JURUS SELIWA Kick SELIWA
- JURUS GEBRAG Kick GEBRAG
- JURUS KURUNG Kick Brackets
Sedangkan Gerakan dasar langkah silat Bandrong Ada berjumlah 27 buah . While the basic movement silat steps Bandrong There are 27 numbered pieces.
Bandrong dan Petingtung Bandrong and Petingtung
Tidak lengkap rasanya jika hanya sekedar mendapat keterangan tanpa praktek nyata. Not complete it if only just found out without actual practice. Maka acara pun dilanjutkan dengan pertunjukkan jurus. Then the event was followed by performances stance. Mulai dari pesilat cilik tampil dengan yakin dan indahnya namun tangkas dan bertenaga menampilkan jurus-jurus bandrong. Starting from little fighter look with confidence and beauty, but agile and powerful display moves bandrong. Jurus bandrong terlihat banyak memiliki karekter tangkapan dengan jangkauan langkah panjang dan serangan tangan yang juga panjang-panjang. Kick bandrong have seen a lot of the character catches with the long range step and attack the hand that is also a long-term. Bantingan dengan menangkap kaki lawan, kemudian dilemparkan adalah permainan yang disukai. Dings by capturing the opponent's legs, then thrown is the preferred game. Banyak sekali aplikasi bantingan yang dimiliki bandrong. Lots of applications owned bandrong kickback. Sehingga muncul pameo: “mau minta dibanding telungkup atau terlentang”. So it appears slogan: "want to ask than your stomach or your back". Sekilas terlihat persamaan dengan maen pukulan dari betawi yaitu cingkrik. At first glance looks equations with a blow from betawi ie maen Cingkrik.
Kekekhasan lainnya, bandrong banyak lompatan-lompatan dengan jangkauan tangan (pukulan) yang panjang dan langkah kaki lebar-lebar. Other Kekekhasan, bandrong many leaps with a range of hands (punches) long and feet wide. Sangat kontras In sharp contrast dengan aliran silat sunda umumnya yang tangan/lengannya umumnya senantiasa menempel di ketiak atau tidak mau jauh dari badan. a Sundanese arts stream are generally the hand / arm is generally always stuck in the armpit or not far from the body. Bandrong sangat percaya diri untuk membuka tanganya hingga membentuk sudu 90 derajat dengan tubuhnya. Bandrong very confident to open by hand to form the blade 90 degrees to the body. Serangan tanganpun tidak hanya kepalan, tapi juga tusukan dan totokan. Tanganpun attack not only the fist, but also puncture and totokan. Tidak ada tendangan tinggi; satu dua kali terlihat para praktisi mengangkat satu kakinya seprti posisi burung bangau sedang angkat kaki, namun tetap tidak ada tendangan yang spektakuler. There are no high kicks; one looks twice practitioners bleak position lift one foot crane was lifting the foot, but still nothing spectacular kick.
Pada kesempatan ini juga ditampilkan “sambutan” atau permainan jual beli yang merupakan aplikasi dari jurus yang dimainkan oleh dua orang baik tangan kosong maupun menggunakan golok. On this occasion also featured "welcome" or buying and selling game which is the application of the step that is played by two people either bare hands or using a machete. Terlihat didalamnya apa yang dinamankan : ngebandrong; menutup serangan; colok, gedog dan gendring yang demikian unik dan khas bandrong dari Banten. Look inside what dinamankan: ngebandrong; close attack; plug, Gedog and gendring so unique and distinctive bandrong from Bantam.
Dan tetap saja musiknya yaitu petingtung menjadika semuanya semarak. And still the music that is petingtung menjadika everything lively. Sehingga seorang sesepuh dari Cikalong meminta untuk diajari ibingan yang demikian memukau tersebut. So an elder from Cikalong asked to be taught such ibingan those stunning. Maka peserta pun ramai-ramai diajak mengibing ala bandrong. Then the participants were invited mengibing noisy bandrong style. Soal musik ini Pak Eddy Nalapraya, sesepuh pencak silat, berkomentar “lestarikan pula alat musik ini, jangan cuman silatnya”, ujarnya “ liat suling panjang ini, sekarang siapa yang bisa memainkannya?”. Problem is Mr. Eddy Nalapraya music, martial arts elder, commented "preserve all this instrument, do not cuman silatnya", he said "this long clay flute, now who can play it?". Benar saja, berbagai alat musik tradisonal petingtung tergolong semakin sedikit orang yang Sure enough, a variety of traditional musical instruments petingtung relatively fewer and fewer people bisa memainkannya. can play it. Pelestarian pencak silat, bandrong misalnya seyogyanya juga meliputi budaya lainnya semisal alat musiknya, pakainnya, serta tradisi-tradisi lainnya… Preservation of martial arts, for example bandrong should also include other cultural tools such as music, clothes, and other traditions ...
Demikianlah dalam suasana kekeluargaan, acara diskusi ditutup menjelang sore di hari sabtu yang agak panas itu… Selalu terbayang,: seekor ikan terbang, Ikan bandrong, meluncur gagah diangkasa, setelah keluar dari laut nan biru di lautan sekitar Banten. Thus, in a family atmosphere, a discussion was closed ahead of Saturday afternoon in a little hot ... Always imagined it,: a flying fish, Fish bandrong, dashing off diangkasa, after leaving the distant blue sea in the ocean around Banten. Ikan Fish yang mengilhami para pendekar dahulu akan keperkasaan alam, kekuatan dahsyat Sang Pencipta Alam Semesta. that inspire the warriors would advance the might of nature, the tremendous power of the Creator of the Universe.
Kita belajar dari Alam, untuk mengenal Sang Pencipta Alam melalui budaya warisan leluhur pencak silat tradisional We learn from Nature, to get to know the Creator of Nature through the cultural heritage of traditional martial arts
Oleh : Ian S yamsudin ( silatindonesia.com ) By: Ian S yamsudin (silatindonesia.com)






