Sejarah Singkat Silat Bandrong – Banten. A Brief History of Silat Bandrong - Bantam.
[ in English ] [ in Bahasa ]Jul 3rd, 2008 | By Yanweka | Category: Aliran Silat Visited 3950 times, 2 today [ in English ] July 3rd, 2008 | By Yanweka | Category: Flow Silat Visited 3950 times, 2 today [ in Bahasa ]
Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani
Pada waktu Sultan Maulana Hasanudin dinobatkan menjadi sultan di Banten At the time of Sultan Maulana Hasanudin crowned emperor in Punjab ( 1552-1570 ), beliau mempunyai seorang patih (1552-1570), he had a meek yang bernama kiayi semar ( Ki semar ), beliau berasal dari kampong kemuning Desa tegal luhur . named kiayi semar (Ki semar), he came from the village of Kampong yellow tegals sublime. Sang patih pada hari jum'at selalu izin kepada sultan untuk kembali ke kampungnya karena pada hari tersebut ia berdagang daging kerbau di pasar Balagendong Desa Binuangeun ( dulu Kecamatan ). The duke on Friday always permit the Sultan to return to his village since the day he traded buffalo meat in the market Balagendong Binuangeun Village (formerly District). Pada suatu hari ketika Ki semar On a day when Ki semar sedang berjualan dilapaknya tiba – tiba datanglah seseorang yang akan membeli dagangannya, orang itu bernama Kiayi Asyraf ( Ki Sarap ) tujuannya untuk membeli limpa atau sangket. 're selling dilapaknya arrived - there came a person who will buy the merchandise, the man named Ashraf Kiayi (Ki breakfast) aim to buy the spleen or sangket. Tapi oleh Ki Semar keinginan si pembeli di sepelekan karena dianggapnyaorang miskin tak akan mampu membeli sangket yang harganya sangat mahal, padahal Ki sarap sebenarnya ingin untuk membelinya. But by Ki Semar granted the wishes of the buyers because of poor dianggapnyaorang sangket will not be able to buy a very expensive, whereas Ki breakfast actually want to buy it. Karena Ki sarap memaksa untuk membeli sedangkan Ki semar tetap bertahan tidak mau menjualnya, sehingga suasana menjadi tegang, kemudian terjadilah pertangkaran mulut, dan akhirnya terjadilah bentrokan fisik. Because the garbage Ki Ki forced to buy while staying semar not want to sell, so the atmosphere became tense, then there pertangkaran mouth, and finally there was a physical clash.
Tangan Ki Sarap di kelit ditekuk dibelakang punggung, dan dengan angkuh serta melecehkan, Ki Semar mengatakan “ tak mungkin orang miskin seperti kamu mampu membeli barang daganganku ini”. Ki hand rubbish in kelit bent behind his back, and with the arrogant and insulting, Ki Semar says "can not be poor like you can buy this daganganku goods". Ki sarap sangat marah disebut sebagai orang miskin tapi diam saja menahan amarah karena kejadian tersebut di tempat umum. Ki breakfast was very angry referred to as the poor but silent anger since the incident in a public place. Akhirnya dia pulang dengan tangan hampa tanpa membawa sangket yang diinginkannya, saat pikirannya dipenuhi perasaan tersinggung oleh ucapan Ki semar yang sangat menyakitkan hatinya, kemudian timbulah rencana untuk menghadang Ki semar dalam perjalanan pulang kerumahnya nanti. Finally he came home empty-handed without bringing sangket wants, as his mind filled with the feeling offended by the greeting Ki semar a very painful heart, then plan to head off the Ki timbulah semar the way back to his house later.
Sekitar pukul 10.00 siang ketika itu para pedagang dipasar mulai bubar dan Ki semar mulai beranjak pulang menuju rumahnya di kampong kemuning, ia berjalan tergesa – gesa karena pada hari itu ia harus mengejar sholat jum'at berjamaah. Around 10:00 pm when the market traders began to disperse and Ki semar started to move back to her house in the village yellow, he hurried - hurried because that day he had to chase Friday congregational prayers. Di tempat yang sepi antara Balagendong dan kampong kemuning, tiba – tiba muncul Ki Sarap di tengah jalan menhadang Ki Semar, saat itu Ki Sarap yang hatinya sudah dipenuhi kemarahan tanpa basa – basi In a quiet place between Balagendong and yellow village, arrived - suddenly appeared in the middle of the road rubbish Ki Ki menhadang Semar, then Ki breakfast whose heart is filled with anger without base - stale lagi langsung menyerang Ki Semar berusaha membela dirinya sehingga terjadilah adu kekuatan ilmu kemonesan / kesaktian. again directly attacked Ki Semar try to defend himself so there was a power struggle kemonesan science / magic.
Kemudian masing – masing mengeluarkan ilmu ketangkasan dan kehebatannya, memang mereka berdua sama – sama kuat, tangkas dan sakti kanuragan. Then each - each issue of science dexterity and prowess, they are both the same - the same powerful, agile and powerful kanuragan. Perkelahian antara keduanya itu berlangsung sejak jam 11.00 siang sampai jam 18.00 sore menjelang magrib. A fight between them lasted from 11:00 pm to 18:00 pm hours before sunset. Ki sarap telah mengeluarkan seluruh kemampuannya, semua jurus, kelit, seliwa kurung, lima pukul, sepak kombinasi, sodok dan seribu satu langkah telah dikeluarkannya. Ki rubbish has issued all his ability, all the moves, kelit, seliwa brackets, five o'clock, kick combinations, shovel and a thousand and one step has been issued. Tapi Ki Semar juga sama tangguhnya, setiap kali kena benturan pukulankeras Ki Sarap, setiap kali itu pula benturannya mengeluarkan suara seperti gendring dan juga mengeluarkan kilatan api dari tubuh Ki Semar. But Ki Semar as well as tough, every time the subject collision pukulankeras Ki breakfast, every time it also sounds like gendring The impact issue and also issued a flash of fire from the body Ki Semar.
Begitu pula Ki sarap yang tangguh, beliau menguasai ilmu pencak silat bandrong, tubuhnya sama sekali tak dapat di sentuholeh serangan – serangan Ki semar yang datang beruntun seperti air bah. Similarly, Ki breakfast is tough, he mastered the science of martial arts bandrong, his body was not able at sentuholeh attacks - attacks that come straight Ki semar like a flood. Pencak silat bandrong sangat ampuh sebab dalam langkah dan jurusnya terdapat banyak versi dan variari pukulan, mampu berkelit dari pukulan atau tendangan musuh, bacokan golok, tusukan pisau atau senjata apapun, seorang pesilat bandrong akan dapat berkelit dengan sangat indah, licin dan gesit luar biasa. Pencak silat bandrong very powerful because the steps and there are many versions and jurusnya variari punch, capable of dodging punches or kicks enemy, stab machete, knife or any weapon, a fighter bandrong will be able to get around with very beautiful, slick and agile incredible. Bahkan serangan baliknya sangat membahayakan bagi lawan – lawanya. Even behind the attack is very dangerous for the opponent - lawanya.
Semakin keras serangan musuhnya, semakin keras pula jatuhnya, bahkan pesilat bandrong dapat menawarkan kepada musuhnya ingin jatuh terlentang atau telungkup bahkan terpelanting, hal seperti ini akan membuat musuh – musuhnya kewalahan. The harder the enemy attack, the harder the fall anyway, even fighters bandrong can offer to his enemies want to fall back or face down even bounced, something like this would make the enemy - the enemy overwhelmed. Peristiwa itu memang luar biasa, keduanya ternyata sama – sama sakti Ki semar sangat kebal pukulan, Ki sarap sangat licin bagai belut dan tangkas menyerang seperti ikan bandrong yang melesat terbang dan menukik. That event was remarkable, both were the same - the same powerful punch Ki semar very resistant, Ki breakfast very slippery as an eel like fish and agile attacking bandrong a shot off and dived. Ketika alam mulai gelap mendekati waktu magrib, tiba – tiba Ki sarap menghadapkan tubuhnya kearah kiblat kepalanya menengadah kelangit bermunajat dan istighosah kepada Allah SWT, setelah selesai berdo'a terlihat kakaknya When the natural darkening dusk approached, arrived - arrived Ki breakfast exposes her head tilted back towards the Qibla and istighosah bermunajat sky to God, pray look after her sister yang bernama Ki ragil sedang duduk di pelepah pohon aren yang tinggi, agaknya sudah lma dia memperhatikan pertarungannya. named Ki Ragil was sitting on midrib high palm trees, seems to have LMA she watched the fight.
Melihat itu Ki Sarap pun berteriak ” kakak ! Seeing that Ki breakfast was shouting 'sister! sudah sejak pagi hingga sore aku bertarung melawan orang ini, tapi belum ada yang kalah” . was from morning until evening I fought against this man, but no one has lost ". Ki Ragil pun bertanya : ” Apa kamu sudah lelah atau kewalahan ?”, hai adikku, ini ambillah golokku tebaslah leher musuhnmu ” ujar Ki ragil sambil menjatuhkan goloknya. Ki Ragil asked: "Have you been tired or overwhelmed?", O my brother, this take golokku tebaslah neck musuhnmu "said Ki Ragil, dropping his machete. Kemudian Ki sarap mengambil golok itu dan menebas leher Ki semar, dengan sekali tebas kepala Ki semarpun terpental puluhan meter, lalu kepala itu berputar seperti gangsing kemudian menghujam kedalam tanah. Then Ki breakfast took a machete and cut the throat of Ki semar, with a single slash head bouncing Ki semarpun tens of meters, then the head was spinning like gangsing then pierced through into the ground. Hingga saat ini tempat kepala terkubur yaitu dipinggir sungai di tepi hutan antara balagendong dan kampung kemuning menjadi tempat yang sepi dan kabarnya angker Until now the head is buried alongside a river on the edge of the forest between the village balagendong and yellow into a quiet place and reportedly haunted banyak gangguan mahluk halus hingga sekarang ini. much disturbance of spirits until now.
Usai sudah pertandingan hebat itu yang dimenangkan oleh Ki sarap, kemudian masyarakat yang menyaksikan adu kekuatan itu segera mengangkat tubuh Ki semar yang tanpa kepala dibawa kekampung untuk di urus sebagaimana mestinya dan kemudian dimakamkan dikampung kemuning desa tegal luhur. After it's been a great match which was won by rubbish Ki, then the people who witnessed the fighting forces was quickly picked up the body of a headless Ki semar kekampung brought to the care of properly and then buried the village kampong yellow tegals sublime. Ter siarnya kabar tentang kematian Ki semar yang saat itu menjabat sebagai senopati tanah banten, merupakan berita yang menghebohkan dan berita itu dibicarakan dihampir semua tempat orang berkumpul membicarakan tentang kejadian tersebut dan sampailah berita tersebut kepada Sultan Maulana Hasanudin di Banten. Ter siarnya news of the death of Ki semar then served as ground Senopati offerings, is the horrendous news and the news was discussed in almost every place where people gather to talk about the event and the news came to the Sultan Maulana Hasanudin in Banten. Mendengar berita tersebut Sultan sangat terkejut dan marah, kemudian memerintahkan kepada punggawanya untuk menangkap Ki Sarap yang di anggap sebagai pembunuh Ki Semar Hearing the news of the Sultan was very surprised and angry, then ordered the arrest Ki punggawanya for breakfast which is considered as the killer Ki Semar sang senopati Banten. Senopati the Bantam.
Sepasukan tentara lengkap segera di berangkatkan ke gudang batu untuk menangkap Ki Sarap yang kemudian Complete army immediately in berangkatkan to stone barn for breakfast and then catch Ki dihadapkan kepada sultan karena akan diadakan pengusutan lebih lanjut tentang pembunuhan itu. presented to the sultan for further investigation will be held about the murder. Selanjutnya atas perintah Sulatan Banten, Ki Sarap di masukkan kedalam penjara dan akan dihukum mati di tiang gantungan. Next on orders Sulatan Bantam, Ki rubbish put into prison and sentenced to death on the gallows. Selama dalam penjara Ki sarap selalu bermunajat kepada Allah SWT untuk mendapat perlindungan Nya, disamping itu juga ia juga mengamalkan ilmu asihannya ( Aji – aji pengasih ) agar dia diampuni dan dikasihani oleh Sultan Maulan Hasanudin. While in prison Ki breakfast always bermunajat to Allah SWT for his patronage, besides that he also is also the practice of science asihannya (Aji - aji loving) so he was forgiven and pitied by the Sultan Maulan Hasanudin. Berkat pertolongan Allah SWT, aji – aji pengasih Ki sarap bukan hanya berpengaruh kepada sultan, tapi juga manjangkau hati sanubari permaisuri Sultan Maulana Hasanudin. Thanks to the help of Allah SWT, Aji - aji Ki gracious breakfast not only affect the sultan, but also manjangkau heartstrings consort of Sultan Maulana Hasanudin.
Dalam suatu musyawarah mengenai hukuman yang akan dijatuhkan kepada Ki Sarap, permaisuri Sultan mengemukakan pendapatnya bahwa hukuman mati untuk Ki Sarap sangat tidak tepat dengan alasan : In a discussion regarding the punishment to be meted out to Ki breakfast, consort of the Sultan expressed the opinion that the death penalty for Ki breakfast is not exactly a reason:
Ki Sarap Ki breakfast dan Ki semar bertarung mengadu kesaktian dan yang hidup adalah karena membela diri sendiri berarti hal itu bukanlah pembunuhan. and Ki semar fight pitting his supernatural powers and that life is for defending yourself means it is not murder.
Kerajaan Banten sangat membutuhkan orang – orang yang gagah berani, kuat dan banyak ilmunya seperti Ki Sarap untuk menghadapi musuh yang lebih besar lagi, hal ini jelas Ki Sarap lebih kuat dengan berhasilnya dia mengalahkan Ki Semar yang saat itu menjabat Senopati Banten. Kingdom of Banten urgently need people - people are brave, strong and a lot of knowledge such as Ki breakfast to face an even greater enemy, it is obviously more powerful Ki breakfast with the success he beat Ki Semar who was then Senopati Bantam.
Dengan adanya usul permaisuri tersebut Sulatan tidak langsung menerima begitu aja, tapi saran itu di renungkannya lagi dan dimusyawarahkan bersama para pembantu Sultan yang lainnya, dan akhirnya pendapat permaisuri itu dapat di terima oleh Sultan. With this proposal the empress did not immediately accept Sulatan wrote, but the advice is in renungkannya again and discussed with other aides Sultan, and finally the empress's opinion can be accepted by the Sultan. Selanjutnya Ki Sarap dipanggil menghadap Sultan Maulana Hasanudin dan dijelaskan oleh sultan bahwa hukuman mati untuknya dibatalkan kemudian Ki Sarap diberi tugas untuk menggantikan Ki Semar sebagai senopati Kesultanan Banten dengan syarat harus mau melalui ujian ketangkasan yaitu menembak anting – anting ( gegombel ) tudung permaisuri Sultan tanpa melukainya sedikitpun. Furthermore Ki Maulana Sultan summoned to breakfast Hasanudin and described by the sultan that the death penalty for her breakfast Ki canceled later given the task to replace Ki Semar as Senopati Sultanate of Banten on condition should want to go through the agility test shoot earrings - earrings (gegombel) hood consort of Sultan without harming it slightest. Persyaratan tersebut diterima oleh Ki Sarap, walaupun dia tahu resikonya sangat tinggi mengingat dia bukanlah seorang ahli dalam hal menembak. Requirement is accepted by Ki breakfast, even though he knows the risk is very high considering he was not an expert in terms of shooting.
Ki Sarap meminta waktu selama tiga hari sebelum ujian tersebut dilaksanakan, ia memohon izin agar dibolehkan pulang ke kampungnya di Gudang batu. Ki rubbish requested time during the three days prior to the tests carried out, he begged permission to be allowed to return to his village in stone warehouse. Setelah sampai di kampungnya, Ki Sarap segera menghadap kepada kakaknya yaitu Ki Ragil dan memberi tahukan masalah yang sedang dihadapinya, maksud Ki Sarap menceritakan Having reached the village, immediately overlooking the breakfast Ki is Ki Ragil brother and told the problem at hand, mean Ki told breakfast tentang ujian dari sultan tersebut untuk meminta petunjuk atau bantuan saran dari kakaknya. about the exam from the sultan to ask for directions or assistance advice from his brother. Ki Ragil mengatakan ” pergilah dan bawalah benda ini, untuk dimasukan kedalam senapan saat pelaksanaan ujian itu nanti”. Ragil ki said "go and bring this thing, to be included into the rifle when the implementation of the exam was later".
Kemudian Ki Ragil memberi beberapa petunjuk tata cara menembakkan senjata sebagai berikut : Then Ki Ragil give some clues firing weapons ordinance as follows:
” Jika sang permaisuri berada di daerah timur menghadap ke arah barat, berbaliklah ke arah yang sama dan arahkan senapanmu ke arah barat pula dan jika permaisuri di arah utara "If the empress was in the area facing east toward the west, turn in the same direction and point your rifle towards the west as well and if the empress in the north menghadap keselatan, maka kamu pun harus demikian pula arahnya”. keselatan facing, then you must as well as its direction ". Setelah semua pesan dari Ki Ragil dimengerti dengan sebaik – baiknya, maka Ki Sarap memohon doa dari kakaknya untuk segera kembali menghadap Sultan Maulana Hasanudin di Banten. After all messages from Ki Ragil well understood - well, then Ki breakfast prayer request from her brother to get back to the Sultan Maulana Hasanudin in Banten. Sore hari itu Ki Sarap telah sampai di Banten dan langsung menghadap Sultan, saat itu Sultan Maulana Hasanudin tercengang Ki afternoon breakfast has arrived at Bantam and directly to the Sultan, Sultan Maulana Hasanudin was stunned kagum dan gembira menyaksikan Ki Sarap yang konsekwen dengan permintaan izinnya untuk pulang hanya tiga hari, itupun ditepatinya dengan baik. amazed and delighted to see Ki breakfast is consistent with the request for permission to go home just three days, and even then ditepatinya well.
Pada hari yang telah ditentukan, tibalah saat yang dinanti – nantikan oleh seluruh masyarakat Banten, karena pada hari itu sultan akan menguji ketangkasan seorang calon Senopati Banten. On the appointed day, it was time that anticipated - the whole community forward by Bantam, because on that day the sultan will test the agility of a candidate Senopati Bantam. Di alun – alun kesulatanan Banten, sejak pagi hari masyarakat sudah memenuhi arena tempat pengujian, mereka sangat antusias untuk menyaksikan peristiwa yang sangat menegangkan dan hal ini mereka anggap sebagai peristiwa langka dan belum pernah terjadi. On the square - square kesulatanan Bantam, since the early days where the community has met the test arena, they are very enthusiastic to witness the event were very stressful and this they consider to be a rare event and has never happened. Di tengah – tengah alun – alun sang permaisuri duduk dikursi yang berada disebelah timur menghadap ke arah barat, dengan jarak sekitar 30 meter, Ki Sarap berdiri berhadapan dengan permaisuri. In the middle - the middle of the square - the square of the empress seated in a chair located on the east side facing west, a distance of about 30 meters, Ki breakfast stood face to face with the empress. Kemudian Then Ki Sarap mulai membidikan senapannya ke arah sasaran, tapi secara tiba – tiba dengan gerakan yang cepat Ki Sarap membalikan tubuhnya kearah barat, bidikan senapannya ditujukan ketempat kosong, dengan hati hati dia menarik pelatuknya kemudian terdengarlah letusan senapanya. Ki breakfast start membidikan rifle toward the target, but it arrived - arrived with a rapid movement of his body towards reversing Ki western breakfast, shooting his rifle aimed at the empty place, with caution he pulled the trigger and then there was an eruption senapanya.
Dan apa yang terjadi ? And what happened? ” ternyata peluru yang ditembakkan tepat mengenai ” gegombel ” kerudung sang permaisuridan terdengar ” pluk” suara gegombel yang jatuh ke tanah tetapi permaisuri Sultan tetap ditempatnya semula tak tersentuh oleh peluru yang ditembakkan oleh Ki Sarap. "Bullets were fired by the right of" gegombel "veils the sound permaisuridan" pluk "gegombel voice that fell to the ground but the consort of the Emperor remained in place previously untouched by the bullets fired by Ki breakfast.
Jatuhnya Fall gegombel kerudung permaisuri diiringi oleh suara sarak sorai yang gemuruh dari seluruh masyarakat yang menyaksikannya. gegombel veil empress accompanied by a rumbling sound sarak cheers from people who witnessed it all. Tepuk tangan yang berkepanjangan menggambarkan kepuasan dan kegembiraan masyarakat karena telah memiliki senopati baru yang gagah, hebat dan tinggi ilmunya. Prolonged applause describe the satisfaction and joy of the community because it has a new Senopati handsome, intense and high knowledge. Permaisuri menitikkan air mata bahagia karena saran pendapatnya sudah menjadi kenyataan bahwa kesultanan Banten Kini telah diperkuat oleh seorang senopati sakti yang berasal dari daerah Gudang batu yaitu Ki Sarap. Empress shed tears of joy because of suggestions that his opinion has become a reality now Banten sultanate has been strengthened by a Senopati magic that comes from the stone warehouse of Ki breakfast. Kemudian Ki Sarap diberi gelar kehormatan yaitu ” SENOPATI Then Ki rubbish given the honorary title of "Senopati NURBAYA ”. Nurbaya ". Senopati Nurbaya yang kemudian dikenal Ki urbaya menjalankan tugas utamanya untuk mengamankan wilayah laut jawa terutama teluk banten dan pelabuhan karang antu. Senopati Nurbaya later known Ki urbaya primary duty to secure the Java Sea region, especially the bay and harbor reef offerings enthusiasm.
Beliau bermarkas di ” BOJO – NAGARA ” untuk menghadapi para bajak laut yang mereka sebut BAJAG – NAGARA, para bajak laut itu bermarkas di Tanjung Bajo dan biasanya hasil rampokan mereka disembunyikan atau ditunda dulu di ” Pulo tunda ” sebelum dibawa kedaerahnya He is based in "Bojo - Nagara" to confront the pirates who they call BAJAG - Nagara, the pirates were based in Cape Bajo and usually they are hidden or robbery results postponed on "Pulo delay" before being taken kedaerahnya masing – masing. respectively - each. Kini tempat – tempat tersebut menjadi terkenal dan namanya dikekalkan dengan peristiwa yang terjadi disana kini menjadi nama yang mengandung kenangan abadi. Now the place - the place became famous and his name is perpetuated by events that happened there is now a name that includes a lasting memory. Selama bertugas di Kesultanan Banten, Ki Patih Nurbaya atau panggilan lainnya Ki Jagabaya atau Ki Jagalaut menjaga wilayah yang dikuasainya sehingga wilayah tersebut menjadi aman dan tentram tak pernah ada gangguan dari para pengacau terutama para bajak laut yang dulu berkeliaran menguasai Laut Jawa dan Teluk Banten. During duty in the Sultanate of Banten, Ki Patih Nurbaya or constable or other call Ki Ki Jagalaut keep the area under their control so that the area be safe and secure was never any interference from the vandals, especially the pirates who once roamed mastered the Java Sea and the Bay of Banten. Karena tugasnya selalu menjaga laut, akhirnya nama k\Ki Sarap lebih populer dengan gelarnya : ”KI JAGABAYA” Because his job is always to keep the sea, eventually the name k \ Ki breakfast is more popular with his title: "RIC constable" atau ”KI JAGA LAUT”. or "KI KEEP SEAS". Dunia terus berputar sejarah berjalan sesuai dengan kehendak tuhan, lama juga Ki Jagabaya menjalankan tugasnya mengamankan daerah yang di amanatkan kepadanya. The world continues to spin history run in accordance with the will of god, long time too Ki constable duties mandated to secure areas at him.
Beliau memusatkan pertahanannya di PULO KALIH ( pulau dua ) apabila beliau mengintai musuh dilakukannya dari puncak gunung Santri seban dari tempat ini mudah baginya untuk melihat kearah laut lepas, dapat melihat kapal yang datang dan pergi dari bojonegara dan juga dapat berkomunikasi dengan Pulo kalih dan menara Banten. He focused his defense on PULO kalih (two islands) if he is stalking the enemy did seban Students from the mountain top from where it is easy for him to look towards the open sea, can see the ships coming and going from Bojonegara and can also communicate with the tower Pulo kalih and Bantam . Ki Jagabaya atau Ki Jaga laut menggunakan isyarat – isyarat bahaya dengan cara sebagai berikut : Ki Ki Keep constable or marine use cues - signals danger in the following way:
Apabila bahaya terjadi disiang hari mereka menggunakan sinar matahari yang dipantulkan melalui cermin. If the hazard occurred in the daytime they use the sun's rays are reflected through a mirror.
Apabila bahaya terjadi malam hari mereka menggunakan isyarat If the hazard occurred at night they use cues kobaran api unggun. campfire flame. Semua itu dilakukan dari puncak gunung santri dan dapat dipantau dari Pulo kalih dan Menara Banten. It was all done from the mountain top students and can be monitored from Pulo kalih and the Tower of Banten.
Saat usianya menjelang senja, Ki Patih Nurbaya menyadari tentang pentingnya kaderisasi atau generasi penerus. When he was around dusk, Ki Patih Nurbaya aware of the importance of regeneration or generation. Beliau berniat menurunkan ilmunya terutama ketangkasan khusus yaitu ilmu beladiri ” Pencak Silat Banten” yang disebutnya ” Bandrong” , ilmu itu secara khusus diturunkan kepada putra Sultan Maulana Hasanudin, selanjutnya para punggawa dan prajurit serta murid – muridnya yang berada di pulo kalih dan Gudang batu waringin kurung. He intends to reduce the special dexterity of his knowledge, especially martial arts "Pencak Silat Bantam" which he called "Bandrong", science is specifically revealed to the son of Sultan Maulana Hasanudin, then the courtier and soldier as well as students - students who are in Pulo kalih and stone warehouse waringin parentheses.
Selanjutnya pendidikan ketangkasan dan kedigjayaan itu dipusatkan di pulo kalih dan dibina langsung oleh kedua kakak beradik Ki Sarap dan Ki Ragil. Further education and kedigjayaan dexterity was concentrated in Pulo kalih and supervised directly by the two sisters and Ki Ki Ragil breakfast. Disanalah mereka berdua menghabiskan masa tuanya, kemudian setelah dipanggil menghadap Tuhan Nya, mereka berdua dimakamkan di pemakaman umum di daerah Kahal wilayah kecamatan bojonegara. That's where they both spend his old age, then after the Lord summoned him, they were both buried in public cemeteries in the district area Bojonegara Kahal. Hingga sekarang tempat itu dikenal dengan sebutan Until now it was known as ” MAKAM KI KAHAL” "TOMB KI KAHAL" dan alhamdulillah sampai sekarang banyak masyarakat yang datang mengziarahinya terutama para pesilat Bandrong yang saat ini sudah menyebar di lima propinsi di indonesia. and thank God until now many people who come mengziarahinya Bandrong especially the fighters who are now spread across five provinces in Indonesia.
Asal Usul nama Silat Bandrong Origin of name Silat Bandrong
Mengingat kesetiaan masyarakat di kawasan gunung santri, Gudang batu, dan Pulo kalih terhadap Kesultanan Banten, maka diresmikanlah Bojonegara artinya Bojone Negara ( istri negara ). Given the loyalty of the people in the mountain area students, Warehouse stones, and Pulo kalih of the Sultanate of Banten, then diresmikanlah Bojonegara means Bojone State (wife of the country). Sedangkan silat asli banten diberi nama BANDRONG, While the original martial art is named BANDRONG offerings, diambil dari nama jenis ikan terbang yang sangat gesit dan dapat melompat tinggi, jauh, atau dapat menyerang kerang dengan moncongnya yang sangat panjang dan bergerigi tajam sekali, sehingga ia merupakan ikan yang sangat berbahaya, sekali serang dapat membinasakan musuhnya. taken from a species of flying fish are very agile and can jump high, remote, or can attack the shells with a very long snout and sharp serrated once, so it is a fish that is very dangerous, can kill the enemy in one blow. Ki Patih Jaga laut atau patih yang selalu melanglang buana menjaga laut, sangat menyukai dan sering memperhatikan ikan tangkas gesit ini dan juga jangkauan lompatan jarak jauhnya dan hal itu benar – benar mempesonanya. Keep Patih Ki sea or duke who always crossed the globe to keep the sea, very fond of and often pay attention to these nimble agile fish and also reach its long-distance jumps and it's true - really charming. Sehingga akhirnya beliau mengambil nama ikan itu untuk memberi nama ilmu ketangkasan beladiri yang dimilikinya dengan nama ” PENCAK SILAT BANDRONG” karena tangkas dan gesit serta berbahaya seperti ikan Bandrong. So finally he took the name of the fish to give the name of science of martial dexterity he has with the name "PENCAK SILAT BANDRONG" as agile and nimble as well as fish Bandrong dangerous.
JURUS DASAR PADA SILAT BANDRONG Basic steps of AT SILAT BANDRONG
- JURUS PILIS Kick PILIS
- JURUS CATROK Kick CATROK
- JURUS TOTOG Kick TOTOG
- JURUS SELIWA Kick SELIWA
- JURUS GEBRAG Kick GEBRAG
- JURUS KURUNG Kick Brackets
- Gerakan dasar langkah silat Bandrong Basic movements silat steps Bandrong
Geleng / Head / giling minced Cawuk Cawuk Wiyak Wiyak Rawus Rawus Rambet Rambet Pentil Teat Keprak Keprak Sendok Spoon Jingjing Jingjing Colok Plug Badug Badug Tejeh Tejeh Pukul O'clock Depok Depok Goco Goco | Sentak Hitch Sabet Sabet Sepak Kick Dupak Dupak Dedeg Dedeg Bulang baling Headdress propeller Gendong Wear Gedog Gedog Gunting Scissors Sapu Broom Sangsut Sangsut Gedrig Gedrig |
Sumber – sumber : Source - the source:
” Ngagurat Tapak Leluhur Banten "Tread Ngagurat Bantam Ancestors Pencak Silat Bandrong ” , Dewan Pimpinan Pusat Pencak Silat Bandrong Pencak Silat Bandrong ", Central Board of Pencak Silat Bandrong
Hasil Wawancara dan diskusi dengan Bapak Satibi dan Bapak Astare sesepuh Bandrong perguruan Padepokan Silat Karang Tunggal, Kp. The results of interviews and discussions with Mr. and Mr. Astare elders Satibi Bandrong college Padepokan Silat Coral Singles, Kp. Karang Dalan Desa Karang Kepuh Kec. Coral Reefs Kepuh Dalan village district. Bojonegara – Serang Banten Bojonegara - Attack Bantam
Riwayat Penulis : Nasrudin History Writer: Nasrudin
Temtala Temtala : Serang, 18 Juli 1979 : Attack, July 18, 1979
Alamat Address : Kp. : Kp. Luwung Sawo Blok Masjid No.41 Rt.03/09 Sapodilla Luwung Block Mosque No.41 Rt.03/09
Kel. Kel. Kotabumi Kota Cilegon – Banten Kotabumi Cilegon - Bantam
URL URL : http://silatbanten.multiply.com : Http://silatbanten.multiply.com
Aktifitas : Activity:
- Anggota Forum Pecinta Pelestari Silat Tradisional Indonesia Forum members Lovers Conservation of Traditional Silat Indonesia
- Anggota Forum sahabatsilat.com Forum members sahabatsilat.com
- Anggota Milis Silatindonesia Mailing List Members Silatindonesia
- Pengurus Perguruan Silat Padepokan Karang Tunggal Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan College Board Silat Padepokan Coral Single Coordinating Research and Development
- Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Banten Lovers and Conservation of Traditional Silat Bantam






