Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Senjata Tradisional Betawi. Traditional weapons Betawi.

[ in English ] [ in English ]

Jul 4th, 2008 | By | Category: Featured Articles Visited 16757 times, 13 today [ in English ] July 4th, 2008 | By | Category: Featured Articles Visited 16 757 times, 13 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Gusman Natawidjaja By: Gusman Natawidjaja
Senjata merupakan alat kepanjangan tangan manusia dalam pembelaan diri, dalam setiap perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan lingkungan alam. Weapons are tools of human arm in self-defense, in each of its development is strongly influenced by the culture and natural environment. Oleh karenanya sering ditemukan kesamaan model senjata antara satu daerah dengan daerah lain yang letak geografisnya berdekatan. Therefore often found in common models of weapons from one area to another area that is geographically close together. Tidak sedikit dari senjata-senjata itu berakar dari alat pertanian dan perkakas sehari-hari, Not a few of those weapons is rooted in agricultural implements and tools of everyday life,

Proses asimilasi dan tranformasi kebudayaan pada suatu daerah, yang meski letak geografis saling berjauhan, memegang peranan yang cukup penting dalam perkembangan model senjata tradisional. The process of assimilation and cultural transformation in an area, which although geographically far from each other, plays a fairly important role in the development of models of traditional weapons. Proses ini terjadi pada satu kebudayaan yang mempunyai karakter terbuka, seperti pada kebudayaan Melayu yang dalam perkembangannya banyak dipengaruhi oleh kebudayaan India (abad 1M) dan Cina (abad 16 M). This process occurs in a culture that has an open character, as in the Malay culture in its development is heavily influenced by the culture of India (1M century) and China (16th century AD).

Bagi masyarakat Betawi yang menurut arkeologi Uka Tjandrasasmita sebagai penduduk natif Sunda Kelapa (Monografi Jakarta Raya dan Sekitarnya Dari Zaman Prasejarah Hingga Kerajaan Pajajaran (1977), memiliki senjata tradisional yang belum terpengaruh kebudayaan asing sejak zaman Neolithikum atau zaman Batu Baru (3000-3500 tahun yang lalu). Hal ini dapat ditemukan pada bukti arkeologis di daerah Jakarta dan sekitarnya dimana terdapat aliran-aliran sungai besar seperti Ciliwung, Cisadane, Kali Bekasi, Citarum pada tempat-tempat tertentu sudah didiami oleh masyarakat manusia. For the Betawi people who think archeology Uka Tjandrasasmita as Sunda Kelapa native population (Jakarta Raya Monographs and Surrounding From Prehistoric Times Until Pajajaran Kingdom (1977), traditional weapons are not affected by foreign cultures since ancient times Neolithikum or New Stone (3000-3500 years last). It can be found at the archaeological evidence in Jakarta and surrounding areas where there is a large river flows like Ciliwung, Cisadane, Kali Bekasi, Citarum in certain places are inhabited by human society.

Beberapa tempat yang diyakini itu berpenghuni manusia itu antara lain Cengkareng, Sunter, Cilincing, Kebon Sirih, Tanah Abang, Rawa Belong, Sukabumi, Kebon Nanas, Jatinegara, Cawang, Cililitan, Kramat Jati, Condet, Pasar Minggu, Pondok Gede, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Kelapa Dua, Cipete, Pasar Jumat, Karang Tengah, Ciputat, Pondok Cabe, Cipayung, dan Serpong. Some places it is believed that humans inhabited among others Cengkareng, Sunter, Cilincing, Kebon Sirih, Tanah Abang, Rawa Belong, Sukabumi, Kebon Nanas, Jatinegara, Cawang, Cililitan, Kramat Jati, Condet, Sunday Market, Pondok Gede, Western Cape, Lenteng Agung, Coconut Two, Cipete, Friday Market, Middle Reef, Ciputat, Pondok Cabe, Cipayung, and analytical ability. Jadi menyebar hampir di seluruh wilayah Jakarta. So spread almost all over the Jakarta area.

Dari alat-alat yang ditemukan di situs-situs itu, seperti kapak, beliung, pahat, pacul yang sudah diumpam halus dan memakai gagang dari kayu, disimpulkan bahwa masyarakat manusia itu sudah mengenal pertanian (mungkin semacam perladangan) dan peternakan. Of the tools found at these sites, such as axes, picks, chisels, hoes already diumpam smooth and wear of the wooden handle, it was concluded that human society was already familiar with agriculture (perhaps a kind of farming) and farm. Bahkan juga mungkin telah mengenal struktur organisasi kemasyarakatan yang teratur. Might even have to know the structure of community organizations that regularly.

Senjata Tradisional Betawi Genre Awal Traditional weapons Betawi Initial Genre

  • Rotan Rattan

Rotan adalah jenis senjata tradisional Betawi yang digunakan pada permainan Seni Ketangasan Ujungan, termasuk kategori senjata alat pemukul. Rattan is a type of weapon used in traditional Betawi Art Ketangasan Ujungan game, including weapons categories bat. Disinyalir dari Seni Ujungan inilah awal beladiri berkembang. Allegedly this is the beginning of Ujungan martial art developed. Pada masa awal terbentuknya Seni Ketangkasan Ujungan, rotan yang digunakan mencapai panjang 70-100cm. In the early days of the Art Stunt Ujungan, rattan is used to reach 70-100cm long. Pada ujung rotan disisipkan benda-benda tajam seperti paku atau pecahan logam, yang difungsikan untuk melukai lawan. At the end of the rattan insert sharp objects like nails or shards of metal, which functioned to injure an opponent.

Pada perkembangannya rotan yang digunakan hanya berkisar 70-80cm, selanjutnya paku dan pecahan logam di ujung rotanpun tidak lagi digunakan untuk pertandingan yang sifatnya hiburan, rotan jenis ini dipakai hanya ketika berperang menghadapi musuh sesungguhnya. In the development of rattan used only about 70-80cm, then nails and metal shards at the end of rotanpun no longer be used to match the nature of entertainment, this kind of rattan is used only when fighting the real enemy. Tubuh lawan yang menjadi sasaranpun dibatasi hanya sebatas pinggang ke bawah, utamanya tulang kering dan mata kaki. Sasaranpun opponent's body to be limited only to the extent the waist down, especially the shins and ankles.

  • Punta Punta

Punta adalah senjata tajam jenis tusuk, dengan panjang sekitar 15-20cm. Punta is a sharp weapon type plugs, with a length of about 15-20cm. Senjata ini lebih berfungsi sebagai senjata pusaka yang menjadi simbol strata sosial pada waktu itu, karena senjata tajam ini tidak pernah digunakan untuk bertarung. This weapon functions as a heirloom weapon that became a symbol of social strata at the time, because these weapons are never used for fighting. Di Jawa Barat mungkin dikenal sebagai Kujang, namun Kujang lebih variatif dari segi bentuk dan motif ciung. In West Java may be known as Kujang, but Kujang more varied in terms of form and motif Ciung.

  • Beliung Gigi Gledek Dental picks Gledek

Beliung adalah sejenis kapak dengan mata menyilang kearah gagang pegangan, umumnya digunakan sebagai perkakas untuk membuat kayu. Hurricane is a type of ax with crossed eyes towards the handle grip, commonly used as a tool to make the wood. Beliung Gigi Gledek merupakan jenis kapak dengan mata kapak terbuat dari batu, merupakan teknik pembuatan senjata sisa peninggalan zaman batu baru di Betawi yang masih tersisa antara abad 1-3M. Gigi is a kind of pickaxe Gledek ax with eyes made of stone ax, a weapons manufacturing techniques remnants of the new stone age in Batavia remained between 1-3M century. Beberapa tokoh yang diketahui pernah menggunakan ini sebagai senjata andalannya adalah Batara Katong (Wak Item) dan Salihun pemimpin kelompok Si Pitung. Some figures are known to have used this as a flagship weapon is Batara Katong (Wak Item) and Si Pitung Salihun group leader. Beliung digunakan Salihun sebagai sarana dalam melakukan aksi perampokan maupun pelarian dengan memanjat pagar tembok. Salihun pickaxe used as a means of doing the robbery and escape by climbing the wall.

  • Cunrik (Keris Kecil Tusuk Konde) Cunrik (Konde Plugs Small Keris)

Cunrik merupakan senjata tradisional para perempuan Betawi, biasa digunakan oleh para resi perempuan yang tidak ingin menonjolkan kekerasan dalam pembelaan dirinya, terbuat dari besi kuningan dengan panjang kurang dari 10cm. Cunrik are women Betawi traditional weapons, used by the sages of women who do not want to highlight the violence in her own defense, made of brass with a long iron is less than 10cm. Salah seorang resi perempuan yang terkenal menggunakan cunrik ini adalah Buyut Nyai Dawit, pengarang Kitab Sanghyang Shikshakanda Ng Karesiyan (1518). One of the famous sage of women using this cunrik Buyut Nyai Dawit, author of Sanghyang Shikshakanda Karesiyan Ng (1518). Dimakamkan di Pager Resi Cibinong. Buried in the Pager Resi Cibinong.

Senjata Tradisional Betawi yang dipakai dalam Maenpukulan Betawi Traditional weapons used in Maenpukulan

  • Kerakel (Kerak Keling) / Blangkas Kerakel (crust Keling) / Blangkas

Kerakel (Kerak Keling) merupakan jenis senjata pemukul, merupakan perkembangan dari senjata rotan Ujungan. Kerakel (Keling crust) is a type of gun clubs, an outgrowth of Ujungan rattan weapons. Orang Betawi Rawa Belong lebih mengenalnya dengan sebutan Blangkas. Rawa Belong Betawi people get to know her as Blangkas.

Batang pemukul pipih memiliki panjang lebih pendek dari rotan (40-60cm), terbuat dari hasil sisa pembakaran baja hitam (kerak keling) yang dicor. Flat beater rod has a length shorter than rattan (40-60cm), made of black steel combustion results (crust rivets) are casted. Ujung gagang lancip yang difungsikan juga sebagai alat penusuk. Pointy end of the handle which also functioned as a piercer. Pada gagang dibuat lebih ringan dengan bahan terbuat dari timah. The handle is made lighter with materials made of tin. Agar tidak licin para jawara zaman dulu melapisinya dengan kain. In order not to smooth the warlords of old coating with a cloth. Sekilas bentuk Kerakel mirip dengan Kikir, sejenis perkakas yang difungsikan sebagai pengerut besi. Glance Kerakel form similar to griping, which functioned as a kind of tool steel Shriveling.

Pada akhir abad 17 orang-orang peranakan cina di luar kota memodifikasi kerakel menjadi sebuah bilah dengan dua mata tajam, di sebut Ji-Sau (Ji, berarti dua-Sau, berarti bilah). In the late 17th century Peranakan Chinese people outside the city to modify kerakel into a bar with two eyes, called Ji-Sau (Ji, meaning two-Sau, meaning the blades). Seiring dengan perkembangan waktu, lidah masyarakat Betawi memetaforkan kata ji-sau menjadi pi-sau, sekalipun pi-sau hanya bermata satu. Over the years, the Betawi people memetaforkan tongue-sau ji said to be the knife, the knife even if only one eye.

  • Golok Cleaver

Golok merupakan jenis senjata tajam masyarakat Melayu yang paling umum ditemukan, walaupun dengan penamaan yang berlainan berdasarkan daerahnya. Machete is a type of bladed Malay community is most commonly found, although with different names according to their regions. Sebagian besar masyarakat di pulau Jawa sepakat menamakan senjata tajam jenis “bacok” ini dengan golok. Most communities on the island of Java, called an edge agree this type of "jab" with a machete.

Pada masyarakat Betawi keberadaan golok sangat dipengaruhi kebudayaan Jawa Barat yang melingkupinya. In the presence of a machete Betawi society strongly influenced the surrounding culture of West Java. Perbedaan diantara keduanya dapat dilihat dari model bentuk dan penamaannya, sedangkan kualitas dari kedua daerah ini memiliki kesamaan mengingat kerucut dari sumber pande besi masyarakat Betawi mengacu pada tempat-tempat Jawa Barat, seperti Ciomas di Banten dan Cibatu di Sukabumi. The difference between them can be seen from the model form and its name, while the quality of both these regions have in common considering the cone of the source blacksmith Betawi people refer to places in West Java, Banten and the like Ciomas in Cibatu in Sukabumi.

  • - Golok Gobang - Machete Gobang

Golok Gobang, adalah golok yang berbahan tembaga, dengan bentuk yang pendek. Gobang cleaver, cleaver is made from copper, with a short form. Panjang tidak lebih dari panjang lengan (sekitar 30cm) dan diameter 7cm. The length of no more than arm's length (about 30cm) in diameter and 7cm. Bentuk Golok Gobang yang pada ujung (rata) dan perut melengkung ke arah punggung golok, murni digunakan sebagai senjata bacok. Machete Gobang the form at the end (flat) and the abdomen curved toward the back of a machete, used as a weapon of pure jab. Di Jawa Barat model Golok Gobang ini dinamakan Golok Candung. In West Java, the model is called the Machete Machete Gobang Candung. Bentuk gagang pegangan umumnya tidak menggunakan motif ukiran hewan, hanya melengkung polos terbuat dari kayu rengas. Form of the handle grip generally do not use animal motif carved, curved just plain wooden Rengas. Masyarakat Betawi tengah menyebutnya dengan istilah “Gagang Jantuk”. Midst the Betawi people call it "The handle Jantuk".

Bilah golok gobang polos tanpa pamor atau wafak yang umum dipakai sebagai golok para jawara, dengan diameter 6cm yang tampak lebih lebar dari golok lainnya Gobang cleaver blade without the prestige or wafak plain commonly used as a dagger of the champions, with a diameter of 6cm that looks wider than the other cleaver

  • - Golok Ujung Turun - Machete Edge Down

Golok jenis ini adalah golok tanding dengan ujung yang lancip, panjang bilah sekitar 40cm, dengan diameter 5-6cm. This type is cleaver cleaver duel with a pointed tip, blade about 40cm long, 5-6cm in diameter. Umumnya golok Ujung Turun ini menggunakan wafak pada bilah dan motif ukiran hewan pada gagangnya. Generally cleaver uses wafak Edge Down in the bar and carved animal motif on the handle. Gagang dan warangka golok lebih sering menggunakan tanduk, hal ini dimaksudkan sebagai sarana mengurangi beban golok ketika bertarung. Dagger hilt and sheath more often use the horn, it is intended as a means of reducing the burden when a machete fight. Di Jawa Barat golok jenis ini merupakan perpaduan antara jenis Salam Nunggal dan Mamancungan. In West Java a machete type is a combination of types and Mamancungan Nunggal Salam.

  • - Golok Betok & Badik Badik - Machete Betok & dagger dagger

Golok Betok adalah golok pendek yang difungsikan sebagai senjata pusaka yang menyertai Golok Jawara, begitupun Badik Badik yang berfungsi hanya sebagai pisau serut pengasah Golok Jawara. Betok short machete machete is the weapon that functioned as a heritage that accompanies Machete Champions, as well as the dagger dagger which serves only as a knife sharpener Machete Champions drawstring. Kedua senjata tajam ini digunakan paling terakhir manakala sudah tidak ada senjata lagi di tangan. The second weapon was used most recently when there is no longer a weapon in hand.

Siku Elbow

Orang Betawi menyebutnya sebagai Siku, karena bentuknya yang terdiri dari dua batang besi baja yang saling menyiku atau menyilang. Betawi people call it a square, because of its shape consisting of two steel rods that form a rectangle or cross each other. Ujung tajam menghadap ke lawan. Sharp edge facing the opponent. Dalam setiap permainan siku selalu digunakan berpasangan. In each game of the elbow is always used in pairs. Dalam istilah lain senjata tajam jenis ini disebut Cabang atau Trisula. In other terms this type of weapon called a branch or Trident.

Dirgahayu Jakarta, Juni 2008 Long live Jakarta, June 2008

Jali Jengki Jali jeans

————-Wawancara, Narasumber, Koresponden: ----- Interview, Resource Persons, Correspondent:

-H. -H. Nunung (Sesepuh Maenpukulan Betawi Rawa Belong) Nunung (Elders Maenpukulan Betawi Rawa Belong)

-A. -A. Sanusi (Sesepuh Maenpukulan Pusaka Jakarta dan PPS Putra Betawi) Sanusi (Elders Maenpukulan Heritage Son Betawi Jakarta and PPS)

-Baba Nahali (Sesepuh Maenpukulan Bongkot-Sinan Kampung Makasar) Baba-Nahali (Elders Maenpukulan Bongkot-Sinan Village Makati)

-Ki Dalih (Sesepuh Maenpukulan Pi Atu dan mantan Praktisi Ujungan tahun The excuse-Ki (Pi Atu Maenpukulan Elders and former practitioners Ujungan years

50an di Bekasi) 50s in Calcutta)

Sumber tulisan: Source of text:

-JJ. -JJ. Rizal, Sejarah Orang Betawi Rizal, Betawi People History

-Ridwan Saidi, Eksistensi Melayu Betawi, Glosari Betawi -Ridwan Saidi, Existence Betawi Malay, glossaries Betawi

-Senjata Tradisional Nusantara Traditional Weapons Net-



Artikel Senjata Tradisional Betawi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Traditional Weapons Betawi article that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-05-15 01:26] - Powered by BING [2012-05-15 01:26]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.