Keris sebagai warisan INDONESIA. INDONESIA Keris as a legacy.
[ in English ] [ in English ]Sep 22nd, 2008 | By admin | Category: Traditional Ethnic Visited 2089 times, 4 today [ in English ] September 22nd, 2008 | By admin | Category: Traditional Ethnic Visited 2089 times, 4 today [ in English ]
DENPASAR, RABU – UNESCO yang merupakan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan DENPASAR, Wednesday - which is a UNESCO Educational, Scientific and Cultural United Nations (UN) confirmed the keris Indonesia as the masterpiece heritage of humanity
milik seluruh bangsa di dunia. belongs to all nations of the world.
“Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia sekaligus mendapat "The world has recognized the existence of Indonesia as well get a dagger
penghargaan dunia sejak 25 November 2005,” kata pendiri sekaligus appreciation of the world since 25 November 2005, "says founder and
Direktur Museum Neka Ubud Pande Wayan Suteja Neka, Kamis (17/7). Neka Ubud Museum director Pande Wayan Neka Suteja, Thursday (17/7).
Ia mengatakan, sejumlah negara, antara lain Singapura, Brunei He said a number of countries, including Singapore, Brunei
Darussalam, dan Filipina, hingga kini belum berhasil mengukuhkan Darussalam and the Philippines, has yet managed to establish
kerisnya untuk diakui dunia. dagger to be recognized the world.
Keris Indonesia, termasuk Bali, diakui sebagai karya agung warisan Keris Indonesia, including Bali, recognized as the masterpiece heritage
dunia, dan ini mendorong Suteja Neka menambah koleksi museum yang world, and this encourages Suteja Neka museum collections add to the
telah dirintisnya sejak 26 tahun silam. has blazed since 26 years ago.
“Sejak tahun 1970 saya telah memburu dan mengoleksi keris, namun baru "Since 1970 I have been hunting and collecting keris, but new
ada keinginan untuk dijadikan koleksi museum bersama 413 koleksi there is a desire to be a collection of the museum with a collection of 413
lukisan dan patung,” tutur Suteja Neka. painting and sculpture, "said Suteja Neka.
Penambahan 218 keris tersebut merupakan hasil seleksi ketat yang The addition of 218 kris is the result of a rigorous selection
dilakukan pakar dan pejuang keris (Mpu) Indonesia, Ir Haryono conducted expert and fighter kris (MPU) of Indonesia, Ir Haryono
Haryoguritno dan Sukoyo Hadi Nagoro. Haryoguritno and Sukoyo Nagoro Hadi.
Keris merupakan senjata tradisional yang sangat berperan dalam Kris is a traditional weapon that was instrumental in
kehidupan manusia pada zaman dahulu hingga sekarang. human life in the ancient times until now. Kebiasaan Habit
memanfaatkan keris sebagai senjata, benda berwasiat, dan kelengkapan kris use as a weapon, object intestate, and completeness
upacara keagamaan telah membudaya dalam kehidupan masyarakat Religious ceremonies have been entrenched in people's lives
Indonesia, khususnya masyarakan Hindu di Bali. Indonesia, particularly the communities of Hinduism in Bali.
“Keris yang dijadikan koleksi museum karena unsur keindahan dan seni, "Kris is used as a museum collection because of their beauty and art,
bukan karena berwasiat,” ujar Suteja Neka. not because the intestate, "said Suteja Neka.
Ia adalah pewaris pembuat peralatan perang, khususnya keris bertuah, He is the heir to the armaments manufacturer, especially the magical dagger,
bahkan leluhurnya, Pande Pan Nedeng, adalah mpu keris dari Kerajaan even his ancestors, Nedeng Pan Pande, mpu keris is of the Kingdom
Peliatan-Ubud semasa Raja Peliatan ke-3 Ida Dewa Agung Djelantik yang Peliatan, Ubud during the three Peliatan King Ida Dewa Agung Djelantik the
menduduki takhta pada abad ke-19 (1823-1845). occupied the throne in the 19th century (1823-1845).
Pande Wayan Neka (1917-1980), ayah Pande Wayan Suteja Neka, dikenal Pande Wayan Neka (1917-1980), father Suteja Pande Wayan Neka, known
sebagai seniman patung dengan karya-karya yang unik dan bermutu, as an artist with works of sculpture that is unique and quality,
antara lain patung garuda yang dibuat setinggi tiga meter untuk New Among other eagle sculptures are made as high as three meters for the New
York World Fair, Amerika (1964). York World's Fair, USA (1964).
Suteja Neka berharap, melalui museum ini mampu melestarikan dan Suteja Neka hope, through the museum is able to preserve and
mengembangkan keris sebagai karya agung yang keberadaannya kini telah develop the keris as a masterpiece whose existence has been
diakui dunia. is recognized worldwide.
MBK MBK
Sumber : Antara Sources: Reuters






