Meneropong Perkembangan Silat tahun 2009. Telescoped development of Silat in 2009.
[ in English ] [ in English ]Sep 22nd, 2008 | By Yanweka | Category: Sahabat Silat Visited 1493 times, 1 today [ in English ] September 22nd, 2008 | By Yanweka | Category: Friends of Silat Visited 1493 times, 1 today [ in English ]
Meneropong Perkembangan Silat tahun 2009 Telescoped development of Silat in 2009
Hujan baru saja turun membasahi sebagian wilayah jakarta, udara sejuk malam ini membuat kami sedikit bersemangat untuk berbincang-bincang santai dengan beberapa orang anggota komunitas sahabat silat. The rain had soaked down parts of Jakarta, the cool evening air made us a little excited to chat casually with some friends of members of the arts community. Tidak ada pembicaraan yang serius hanya saja saya dan kawan-kawan mencoba menerka-nerka atau istilah kerennya “meneropong” tanpa ada alat bantu sehingga terkesan lebih mengarah pada kata “menerawang”. No serious talks just me and my friends try to guess or fancy term "telescoped" without any assistive devices that seem more directed at the word "dreamy".
Sejak hadirnya FP2ST dengan debutnya pertama kali tahun 2006, komunitas Silat seolah mendapatkan angin segar dengan nuansa yang lebih kompromi karena umumnya anggota komunitas itu sendiri memiliki cita-cita yang sangat mulia. Since the presence of FP2ST with first debuted in 2006, Silat community as a breath of fresh air with the feel of a compromise because most members of the community itself has ideals that are very precious. Gelaran acara bahkan ide – ide cemerlang menyeruak menembus batas tanpa ragu-ragu, perjuangan inilah yang disebut dengan semangat komunitas, dimana setiap anggota memiliki visi dan misi yang sama tidak lagi memandang siapa dan apa yang dikerjakan, semua berbaur menjadi satu tujuan yang mulai dan besar. Carpet event even ideas - good ideas burst through the boundaries without doubt, the struggle is called the spirit of community, where every member has the same vision and mission are no longer looking at who and what is done, all blend into one big goal that started and .
Setidaknya tahun 2006 hingga 2007 menjadi bukti dan unjuk gigi para volentir yang rela bekerja tanpa menilai uang dibalik semua misi tersebut, bukti tertulis bisa kita lihat di situs silatindonesia.com dan juga di beberapa media seperti koran dan juga televisi. At least 2006 to 2007 into evidence and show off the volentir who are willing to work without assessing all the money behind the mission, the written evidence we can see on the site silatindonesia.com and also in several media such as newspapers and television.
Semangat volentir tersebut mendapatkan nilai plus bagi perkembangan komunitas pencaksilat saat itu, karena tidak sebatas pada komitmen yang kuat akan tetapi juga pada kemauan dan tujuanyang ingin di capai tanpa harus bergerak sendiri-sendiri. Volentir spirit is a plus for the community development pencaksilat time, because it is not limited to a firm commitment but also on the willingness and want to achieve a goal without having to move on their own.
“optimesme” begitulah jawaban sebagian anggota sahabat silat yang hadir pada malam itu saat kita mendiskusikan perkembangan komunitas dan khususnya silat itu sendiri di tahun yang akan datang. "Optimesme" was the answer most of the members present at a martial arts friend that night when we discuss the development of the arts community itself and in particular in the years to come. rasa optimis menjadikan satu kunci jawaban bahwa kita masih semangat memperjuangkan silat menjadi tema pokok untuk mengangkat derajat silat sebagai olahraga yang menyenangkan dan digemari oleh lapisan masyarakat khususnya anak muda di kota-kota besar yang tentunya lebih realistik dalam menilai pencak silat tidak sebatas pada beladiri semata. sense of optimism to make a key answers that we are still fighting spirit of the martial arts became the main theme to raise the degree of martial arts as a fun sport and society, especially favored by young people in big cities are certainly more realistic in assessing the martial arts are not limited to mere self-defense.

Satu catatan yang harus kita pegang teguh bahwa “bergerak sendiri-sendiri” bukanlah sifat dari berkomunitas, karena kita tahu bahwa di dalam komunitas kita adalah salah satu element di dalamnya tanpa kehadiran kita maka semua kegiatan akan pincang bahkan mungkin tidak jalan sama sekali. One should note that we hold dear that "moving on their own" is not the nature of the in community, because we know that in our community is one element in it without us then all activity may not be crippled even the road at all.
Catatan lainnya adalah janganlah berfikir sepihak, karena komunitas itu banyak kepala di dalamnya kadang ide-ide baik belum tentu bisa direalisasikan dengan sempuran dan disinilah kita butuh dukungan agar wacana tersebut tidak berhenti saat di lontarkan akan tetapi bisa di realisasikan. Other records are not one-sided thinking, because many of the community in which the head is sometimes good ideas can not be realized with sempuran and this is where we need the support that the discourse does not stop when the catapult but it can be realized.
Keterbatasan Sumber daya manusia menjadi hal yang pokok, karena kalau boleh jujur ( please jangan marah neeh) sebagia dari anggota komunitas masih sebatasa pada “penikmat” kepanitiaan masih orangnya itu-itu juga, padahal tongkat estafet harus berputar agar terus bergerak dan berpindah, dan pada tahun 2008 hal ini nyaris terjadi SDM yang biasanya bergerak karena ada kesibukan dalam pekerjaannya menjadikan tongkat estafet tersebut tidak ada yang melanjutkan dan bahkan terhenti. Human resource limitations become a staple, because if I may be honest (please do not be angry neeh) partially from community members still sebatasa the "connoisseur" is the person's committee, it also, but the baton must be spinning in order to keep moving and moving, and the In 2008 this was narrowly human resources to move because there is usually busy at work making the baton is not there a continuing and even stopped.
Tulisan, Foto Kergiatan, Liputan, Silaturahmi, diskusi bulanan dan masih beberapa kegiatan lainnya yang sempat terhenti, karena komunitas ini memang sangat terbatas pada volentir yang setia mengerakkan, dan SDM di komunitas ini pun teryata masih dibawah angka yang normal. Posts, Photos Kergiatan, Reuters, Gathering, and monthly discussions are still some other activities that had been halted, because this community is very limited volentir motioned with his faithful, and human resources in this community was teryata still below the normal rate.

Hasil penelurusan berdasrkan data – data saja bahwa ternyata komunitas silat di dunia maya berjumlah kurang lebih 1000 orang, yang aktif mencapai angka 500 orang, anggota ini sebagian ada di sahabatsilat.com, tapi tidak semua anggota disini berlokasi di Jakarta, jadi kira-kira yang ada di jakarta sekitar 100-200 orang, volentir yang aktif kira-kira berjumlah hanya 50 orang saja. Results penelurusan berdasrkan data - any data that was in the virtual world arts community numbered approximately 1000 people, who actively reached 500 people, members of the majority is in sahabatsilat.com, but not all the members here are located in Jakarta, so roughly that there are about 100-200 people in jakarta, active volentir totaled only about 50 people. dan kadang2 50 orang ini saat sibuk maka kegiatan juga bisa berhenti. and kadang2 50 people are currently busy, the activities can also be stopped.
padahal menurut data lainnya komunitas pencak silat di dunia maya bisa melebihi angka 2000 atau paling banyak adalah 3000 orang, sebagian adalah anggota milis dari perguruan tertentu yang kemungkinan tidak ada niat/belum mau bergabung denga komunitas silat seperti sahabatsilat ini, satu jawaban yang pernah kami dapatkan adalah karena mereka lebih berfokus pada kegiatan perguruan yang ia ikuti dan ini menjadi catatan kami bahwa teryata pembatas – pembatas atau jarak komunikasi sesama pesilat masih kurang baik, bahkan undangan yang kami kirimkan tidak di gubris sama sekali karena anggapan “itu bukan kegiatan perguruan kami”. whereas according to other data martial arts community in the virtual world can exceed the number 2000 or 3000 most of the people, the majority are members of a particular mailing list of colleges that may have no intention / not willing to join such premises sahabatsilat arts community, one we've got answers is because they are more focused on college events he contested, and this became our records that teryata barrier - a barrier or distance communication is still not good fellow fighters, even the invitations we sent in gubris not at all because of the assumption "that's not our school activities".
Setidaknya ada dua milis perguruan besar yang kami pelajari, sehingga wajarlah bila kita amati kegiatan yang sifatnya komunitas belum bisa diterima oleh sebagian pesilat yang umumnya masih berorientasi pada perguruannya. There are two big colleges mailing list we studied, so it is natural if we observe the activities of its community can not be accepted by some fighters that are still largely oriented perguruannya. beberapa tulisan juga menyayangkan sebagai perguruan besar tersebut masih mendoktrin anggotanya padahal Indonesia membutuhkan SDM mereka tidak sebatas pada kegiatan internal mereka. some writing as well as a college major regret is when Indonesia was still indoctrinating its members require their HR internal activities are not limited to them. akan tetapi biarlah mungkin saat ini belum kelak suatu saat banyak pendekar yang mampu menyadari kebersamaan ini tanpa harus jalan sendiri-sendiri. however, let the future may yet one day many who are able to realize this together without having their own way.

Lalu bagaimana dengan jumlah pesilat dari perguruan yang ada di Jakarta, tentunya setiap perguruan punya stok anggota yang beragam, SHT, MP, PD, KPS, PDJ, TS, dan lain-lain masih memiliki anggota yang mencapai ribuan anggota, padahal bila saja anggota yang jumlahnya ribuan ini bisa ikut meramaikan kegiatan komunitas maka suasananya makin semarak, walaupun penggerakknya adalah volentir dari komunitas silat Indonesia. And what about the number of fighters of the college who is in Jakarta, of course, every college has a diverse stock of a member, SHT, MP, PD, KPS, PDJ, TS, and others still have members who are reaching thousands of members, but if any member of the This amount can be thousands of community activities enliven the atmosphere is more lively, though penggerakknya is volentir of Indonesian arts community. dan setidak-tidaknya apa yang ingin di share melalui kegiatan di komunitas akan memberikan wahana baru bagi pesilat muda kita, agar mereka memahami teryata Indonesia adalah sumber dari ilmu beladiri ini tidak semata-mata dari buku akan tetapi ia bisa melihat dari kaca mata dirinya sendiri(YwK). and at least what you want in the share through the activities in the community will provide a new vehicle for our young fighters, so they understand teryata Indonesia is a source of martial arts is not merely from books but he could see from the standpoint of his own ( YwK).






