Perkembangan Pencak Silat di sekolah. Pencak Silat developments in schools.
[ in English ] [ in Bahasa ]Sep 24th, 2008 | By Sudirman Yan | Category: Sahabat Silat Visited 3023 times, 2 today [ in English ] September 24th, 2008 | By Sudirman Yan | Category: Friends of Silat Visited 3023 times, 2 today [ in Bahasa ]
Akhir-akhir ini Pencak Silat di DKI Jakarta sangat sulit mendapatkan anggota barunya. Lately Pencak Silat in Jakarta is very difficult to get new members. Hasil bincang-bincang dengan para pelatih, pengurus dan pemerhati Pencak Silat . The results of a talk with the coaches, officials and observers of Pencak Silat. Ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain : There are several obstacles faced include:
- Kurang dikenal masyarakat luas karena kurang promosi Less widely known to the public due to lack of promotion
- kurang kemasan less packaging Adanya unsur magis . Any element of magic.
- Lebih senangnya masyarakat dengan produk luar negeri. More happy people with foreign products.
- Tidak ada kerjasama dengan Pihak DIKDAS, DIKMENTI. There is no cooperation with the Parties Dikdas, DIKMENTI.
Saat ini DKI Jakarta, berkembangan Pencak Silat bagai kerakap diatas batu, hidup segan mati tak mau. Jakarta currently, berkembangan Pencak Silat like kerakap on rock, life would not hesitate to die. Perguruan-perguruan berkembang sendiri-sendiri tanpa ada pembinaan dari IPSI. Universities develop their own without any guidance from the IPSI. Sudah banyak perguruan-perguruan tradisional yang managementnya dikelola seada yang punah. There have been many traditional universities are managed seada managementnya extinct. Sekarang perguruan-perguruan yang masih ada, mengelola perguruan dengan mengandalkan Pelatih- pelatih yang kebetulan menjadi Guru disekolah-sekolah. Now the universities are still there, managing the college by relying on coaches who happened to be a teacher in schools. Selain itu sulit sekali mendapat anggota baru. Also difficult to get new members.

Perguruan-perguruan yang sudah sempat membuka latihan disekolah sebagai kegiatan Ekstra Kurikuler tapi Pelatih bukan Guru disana,menjadi sulit berkembang karena faktor : Universities that had already been opened as a training school Extracurricular activities but not a teacher trainer there, it becomes difficult to develop because of factors:
- Ganti Kepala Sekolah ganti kebijakan, jika senang Pencak Silat maka majulah Silat disana dan jika tidak, ya sebaliknya. Replace principal policy change, if it pleased Silat Pencak Silat so forth there and if not, yes otherwise.
- Guru Sekolah dari Ekstra Kurukuler lain merasa bersaing dengan Pencak Silat, sehingga kesehariannya Pencak silat dianak Tirikan dan siswa akan lebih memilih kegiatan yang dibina oleh Gurunya sendiri yang berakibat Pencak Silat akan kekurangan siswa dan bahkan mati School teachers from other Kurukuler Extras Pencak Silat was competing with, so the daily Pencak silat dianak Tirikan and students will prefer activities that are supervised by the teacher himself Pencak Silat will result in shortage of students and even death
- Guru Pembina baru yang kebetulan Pelatih Pencak Silat tapi lain perguruan dengan Pencak Silat yang ada disekolah tersebut, membuka lagi kegiatan Pencak Silat yang berakibat Perguruan yang lama akan kekurangan siswa dan bahkan mati. Teachers new coach who happens to coach another college but Pencak Silat Pencak Silat with the existing school, opened again Pencak Silat activities that result will lack the old university students and even death.
- Tidak adanya Perguruan-perguruan mempunyai program, materi latihan yang standard. The absence of university-colleges have a program, a standard training materials.
Melihat perkembangan Pencak Silat yang begitu pesat di Jawa Barat, Banten , Sumatera Barat dan Sulawesi Barat , Ternyata tidak lepas dari usaha-usaha Pemerintah Daerah disana memasukan Pencak Silat dalam muatan lokal di pelajaran disekolah dari SD, SMP, SMA/SMK sampai Perguruan Tinggi serta membentuk PPLP untuk atlit Pencak Silat. Seeing the development of Pencak Silat is so rapid in West Java, Banten, West Sumatra and West Sulawesi, It can not be separated from local government efforts there include Pencak Silat in the local content in the lessons in school from elementary, junior high school / vocational school to higher education and PPLP form for athletes Pencak Silat.

Foto : Ian Syamsudin Photo: Ian Syamsudin
Hal ini perlu dilakukan juga di Jakarta, apalagi Bapak Fauzi Bowo Gubernur DKI Jakarta terpilih dan juga sebagai Ketua Umum IPSI DKI Jakarta yang juga Putra Betawi. This needs to be done also in Jakarta, let alone Mr. Jakarta Governor Fauzi Bowo and also elected as Chairman IPSI Jakarta is also the Son of Betawi. Pencak Sebagai Budaya Betawi pada khususnya ( Lihat acara Buka Palang Pintu saat upacara perkawinan, Latihan silat setelah selesai mengaji, dll ) dan Budaya Indonesia pada umumnya perlu dilestarikan dengan memasukan Pelajaran Pencak Silat di Muatan Lokal (MULOK) dari SD,SMP,SMA/SMK Pencak As Betawi culture in particular (See Cross Doors Open events during the wedding ceremony, martial arts training after completion of the Koran, etc.) and the Culture of Indonesia in general needs to be preserved by including Pencak Silat Lessons in Local Content (Mulok) from elementary, junior high school / vocational school
hingga Perguruan Tinggi.Perlu diketahui juga, di Malaysia Pencak Silat sudah dicanangkan sebagai olahraga Kebangsaan disana dan wajib dipejalari. Education is also known to Tinggi.Perlu, Pencak Silat in Malaysia was launched as a sport and there obligatory dipejalari Nationality.
Dengan adanya hal ini kita sudah dapat melestarikan Pencak Silat dan sekaligus memberikan lapangan pekerjaan kepada Pelatih pelatih Pencak Silat.Jangan sampai ada pertanyaan Apakah Pelatih Pencak Silat Siap? Given this we are able to preserve Pencak Silat and provide employment opportunities to coach coach Pencak Silat.Jangan until there is a question Is Coach Pencak Silat Ready? Tapi berikan kesempatan dulu sehingga dapat dijalankan karena sudah ada Perguruan-perguruan yang dapat melakukan hal ini. But give it a chance first, so that can be run as an existing university-college that can do this.
Insan Pencak Silat DKI Jakarta sangat berharap besar kepada Bapak Fauzi Bowo dan saya yakin Bang Foke akan memperhatikan hal ini dan beliau sangat peduli atas perkembang Pencak Silat dan ini pernah beliau sampaikan saat membuka MUSDA PSN.Perisai Putih DKI Jakarta tahun 2003 di Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Insan Pencak Silat Jakarta is hoping to Mr. Bowo great and I am sure Bang Foke will notice this and he is very concerned over developments Pencak Silat and he had to say this when opening the White PSN.Perisai Musda Jakarta in 2003 in South Jakarta Srengseng Sawah .
Kita tunggu. We wait.
Wassalam Yours respectfully
Sudirman Yan. Sudirman Yan.
Pengurus dan Pelatih PSN.Perisai Putih DKI Jakarta Managers and Coaches PSN.Perisai White Jakarta
Foto By …… Photo By ... ...






