Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Warning : fopen(/home/silatind/public_html/id/wp-content/db-config.ini) [ function.fopen ]: failed to open stream: Permission denied in /home/silatind/public_html/id/wp-content/plugins/db-cache-reloaded/db-module-wrapper.php on line 114 Warning: fopen (/ home / silatind / public_html / en / wp-content / db-config.ini) [ function.fopen ]: failed to open stream: Permission denied in / home / silatind / public_html / en / wp-content / plugins / db-cache-reloaded / db-module-wrapper.php on line 114
Silat Bantam Coral Flow - Silat Indonesia

Silat Banten Aliran Terumbu. Bantam Silat Flow Coral.

[ in English ] [ in Bahasa ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 4856 times, 2 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 4856 times, 2 today [ in Bahasa ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Kiyai Coral is a great scholar of Banten on Century 15 before the sultan Hasanudin become emperor in the kingdom of Banten and Jakarta at that time work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama the Islamic empire, and he settled in a village, which has 5 children and first child named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because of fear of old age do not like his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find a female jinn islam was not easy to menemukanknya and to find Ki Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu advised to make a well in the bath at a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female genie Islam, Abdul Fatah will have to take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Beliaupun run Coral Ki advice for making a well in the first bathhouse in the village kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of a genie, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for advice again and Ki Ki Coral Reef suggested that to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (kp now. Coral), after 3 days finally made hose Abdul Fatah found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun took one female genie outfit, but the two others genie immediately recognize and immediately took his clothes and disappeared while the other woman jin still bathing in the well can not be disappeared because her clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn in pari so as not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly provide human clothes to wear by the genie in the woman. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live a normal life like a human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed djinn back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results marriages with the jinn ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named jasmine, the third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo board meeting will take his son Sultan Hasanuddin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while sharif Hidayatullah Meeting with Walisongo in Demak and KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return Demak Mosque takes 3 days 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are several important events including:

1. 1. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day trip Ki Beji found dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji was weeping white and said: "O God I wish this white live eels can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by tread the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji request was agreed that white eels and white eels is directly vanish.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found large dead fly before him and wept for Ki Beji too big flies and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by tread the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies, big flies and disappears.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Bantam, Ki Beji found dead in front of bird Garuda and Garuda Ki Beji dead were weeping and said: "O God I wish this life Garuda dead can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Eagle rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by tread the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda was immediately disappeared.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Ki Beji Arriving at his house, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji directly to his house his wife asked for the whereabouts of Coral Kiyai missing. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Reminiscent of coral Ki Ki Beji before departure, in order to lock the warehouse (barn) a place to store clothes jinn wife so as not to be given to his wife Beji Ki, Ki besus (guard house Beji Ki) which in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. It turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji cues should have known at the time of his way home to find dead birds eagle could bring into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately Ki Beji immediately called Garuda and immediately came, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Came to the land Jin Ki Beji with Garuda, the gate keeper to find the country Beji Ki Jinn dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and prohibit people entering the country, but insisted Ki Beji will bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of jinns

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water with a perforated basket while the basket - perforated, and beliaupun remembered the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green beans discarded by guards countries into the world of the jinn in order to bring it back in one piece into a sack again. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and insert bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the sack to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji told to find his wife were the Jinn palace while hundreds of floor and got to know where his wife was tampat locations. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also have recourse to the pigeon in order to find the location where she was and then immediately report the pigeons ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that had found his wife was.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to find the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji ordered these flies upon the face of his wife's face and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Jin asked the woman in the country by the custodian genie, "right you are married with Ki Beji human race?" And the genie is confirmed in the words of Ki Beji then bring his wife back to kp. Coral and lead a normal life like a human being to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he be iron or Beji who defied the Company and will not expelled by the occupiers of the Company (the Netherlands) from ground coral Banten village. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts are taught from a child - child to adult to resist the occupation dutch turum until now martial arts is still maintained its preservation for generations in the village of coral, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent into 4 or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the 4th son of Ki Ki Zunedil Qubro bin Coral), namely H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherit martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop the flow of this martial art to cilegon and surrounding area to fight the Dutch and Japanese colonization, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited the martial arts and his coral reef settled in villages in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding area to fight the Dutch and Japanese colonization.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / magic Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if it is stored in the tree then there will be a sea of ​​blood at the spot, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and forces kompenipun fooled by the strength and Jong magic singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long lifespan of up to 300 years.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta castle fortress is now a field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, every fort his troops through the field is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the tiger's stealth will be rewarded with land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise yoke nut. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearances on H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Discard as simple pakaianya not look like champions, end H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth at the fort, soon H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Discard can beat the tiger's stealth easily. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the troops of the Company can pass safely castle area and the reward he promised land.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http: / / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Bantam reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-01 04:31] - Powered by BING [2012-02-01 04:31]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 4880 times, 2 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 4880 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named the Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki white Beji was crying and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-06 01:15] - Powered by BING [2012-02-06 01:15]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 4925 times, 5 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 4925 times, 5 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-02-14 15:45] - Powered by BING [2012-02-14 15:45]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 4987 times, 7 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 4987 times, 7 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:

    Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia

    Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia ... The flow of Coral Silat Banten - Indonesia Silat ... Oleh : Nasrudin Attijani. By: Attijani Nasrudin. Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi ... Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin be ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2008/09/silat-banten-aliran-terumbu/ Sources: http://silatindonesia.com/2008/09/silat-banten-aliran-terumbu/

    Faisal Bantani Faisal Banteni

    Seperti pada umumnya aliran silat asli Banten, Perguruan Silat Haji Salam ... Like most native arts stream Banten, University Silat Haji Salam ... Silat Bandrong adalah seni beladiri tertua asli Banten bersamaan dengan Pencak Silat Terumbu ... Silat is a martial art oldest Bandrong original Bantam Pencak Silat along with Coral ...
    Sumber: http://www.faisalbantani.com/ Sources: http://www.faisalbantani.com/

    Studi tentang Kharisma Kyai & Jawara di Banten The study of charisma Kyai & Jawara in Banten

    untuk silsilah / script asli silsilah ataupun surat tentang aliran silat Banten dapat ditemui di kampung terumbu kab.serang saya pernah melihatnya dan masih bertuliskan ... for genealogy / genealogy original script or a letter about the flow of martial arts can be found in the village of Banten kab.serang coral I've seen it and still read ...

    Cimande Banten [Archive] - Martial Arts Planet Cimande Banten [Archive] - Martial Arts Planet

    Here in Indonesia Cimande (silat) players call it an 'aliran'. Here in Indonesia Cimande (silat) players call it an 'flow'. Aliran literally ... The flow of literally ... founder of a very famous bantenese style called Terumbu - oldest style from Banten ... founder of a very famous style bantenese called Coral - oldest style from Banten ...
    Sumber: http://www.martialartsplanet.com/forums/archive/index.php/t-44857.html Sources: http://www.martialartsplanet.com/forums/archive/index.php/t-44857.html

    DEBUS BANTEN ( SENI SILAT APA BELADIRI SILAT ?) Debus BANTEN (APA SILAT martial ARTS SILAT?)

    DEBUS BANTEN ( SENI SILAT APA BELADIRI SILAT ?) ... Debus BANTEN (APA SILAT martial ARTS SILAT?) ... Pencak Silat Tertua Betawi "Silat Gombel aliran ... sebelum jadi sultan Banten beliau nyantri ama kiayi terumbu ... Pencak Silat Oldest Betawi "Silat Gombel flow ... before becoming sultan of Banten he nyantri kiayi ama coral ...
    Sumber: http://sahabatsilat.com/forum/index.php?topic=120.0 Sources: http://sahabatsilat.com/forum/index.php?topic=120.0


- Powered by BING [2012-02-26 08:29] - Powered by BING [2012-02-26 08:29]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5045 times, 10 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5045 times, 10 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-05 02:45] - Powered by BING [2012-03-05 02:45]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5066 times, 2 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5066 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-09 07:11] - Powered by BING [2012-03-09 07:11]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5102 times, 5 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5102 times, 5 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-13 04:27] - Powered by BING [2012-03-13 04:27]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5139 times, 3 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5139 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-17 02:44] - Powered by BING [2012-03-17 02:44]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5191 times, 3 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5191 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-03-25 03:49] - Powered by BING [2012-03-25 03:49]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5213 times, 3 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5213 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-02 08:19] - Powered by BING [2012-04-02 08:19]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5259 times, 4 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5259 times, 4 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-06 01:38] - Powered by BING [2012-04-06 01:38]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5287 times, 6 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5287 times, 6 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-14 03:28] - Powered by BING [2012-04-14 03:28]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5313 times, 2 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5313 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-18 00:56] - Powered by BING [2012-04-18 00:56]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5361 times, 4 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5361 times, 4 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-04-30 08:11] - Powered by BING [2012-04-30 08:11]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5399 times, 2 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5399 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:

    Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia

    Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia ... The flow of Coral Silat Banten - Indonesia Silat ... Oleh : Nasrudin Attijani. By: Attijani Nasrudin. Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi ... Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin be ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2008/09/silat-banten-aliran-terumbu/ Sources: http://silatindonesia.com/2008/09/silat-banten-aliran-terumbu/

    Silat Banten Aliran Bandrong - Silat Indonesia Silat Flow Bandrong Banten - Indonesia Silat

    Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia. The flow of Coral Silat Banten - Indonesia Silat. Silat Banten Aliran Bandrong - Silat Indonesia. Silat Flow Bandrong Banten - Indonesia Silat. Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia. The flow of Coral Silat Banten - Indonesia Silat. Silat Banten Aliran Bandrong ... Bantam Silat Flow Bandrong ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2008/06/silat-banten-aliran-bandrong/ Sources: http://silatindonesia.com/2008/06/silat-banten-aliran-bandrong/

    Para Leluhur Orang Sunda dan Makamnya - blogkaya - Zimbio The Ancestors and tomb Sunda - blogkaya - Zimbio

    Terumbu, Banten. Coral, Banten. Silat Banten Aliran Terumbu Oleh : Nasrudin Attijani Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di ... Bantam Silat Flow Coral By: Nasrudin Attijani Kiyai Coral is a great scholar of Banten on Century 15 before the sultan Hasanudin became sultan in ...

    Tabloid dbuz: PERGURUAN PENCAK SILAT BANDRONG Tabloid dbuz: EDUCATION PENCAK SILAT BANDRONG

    Pencak Silat Bandrong adalah seni beladiri tertua asli Banten bersamaan dengan Pencak Silat Terumbu ... Pencak Silat is a martial art oldest Bandrong original Bantam Pencak Silat along with Coral ... penambahan gerak dan variasi dari unsur silat betawi dan aliran silat ... the addition of motion and variation of the Betawi arts elements and arts stream ...
    Sumber: http://www.tabloiddbuz.com/2011/01/perguruan-pencak-silat-bandrong.html Sources: http://www.tabloiddbuz.com/2011/01/perguruan-pencak-silat-bandrong.html

    sejarah pencak silat di jawa barat « segara ilmu history of martial arts in western Java «ocean science

    Bahwasanya dalam aliran2 silat Minang terdapat aliran silat tenaga dalam ... That the flow there Minang aliran2 silat martial power in the ... Silat Banten Aliran Terumbu; ilmu leak Bali; Diproteksi: ilmu gaib bali 3; Diproteksi ... Bantam Silat Flow Coral; science leak Bali; Protected: magic bali 3; Protected ...
    Sumber: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/ Sources: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/


- Powered by BING [2012-05-08 01:47] - Powered by BING [2012-05-08 01:47]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Banten Aliran Terumbu. Coral Silat Flow Banten.

[ in English ] [ in English ]

Sep 2nd, 2008 | By | Category: Aliran Silat , Featured Articles Visited 5462 times, 7 today [ in English ] September 2nd, 2008 | By | Category: Flow Silat , Featured Articles Visited 5462 times, 7 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Oleh : Nasrudin Attijani By: Nasrudin Attijani

Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di Kerajaan Banten dan pada masa tersebut kerjaan Banten belum Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin became sultan in the Kingdom of Banten and Jakarta at the time the work has not been menjadi kerajaan islam dan beliau bermukim di suatu kampung, yang mempunyai 5 orang anak dan anak pertama bernama into the kingdom of Islam and he lived in a village, which has 5 children and the first named Abdul Fatah. Abdul Fatah.

Menjelang usia dewasa Abdul Fatah pernah mempunyai istri dari manusia dan usianya tidak lama dan Abdul Fatah ingin mencari seorang istri lagi tetapi tidak ada yang mau di peristri oleh Abdul Fatah karena takut usianya tidak lama seperti istri sebelumnya dan Abdul Fatah mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya tapi belum juga mendapatkan jodoh. Akhirnya beliaupun menghadap kepada Ki Terumbu untuk meminta saran agar cepat mendapatkan seorang istri. Towards adulthood Abdul Fatah never had a wife of the man and the old age and Abdul Fatah did not want to look for another wife but no one wants in peristri by Abdul Fatah because he was not afraid as long as his previous wife and Abdul Fatah wander from one village to another village but not also get a mate. Finally beliaupun overlooking the Coral Ki for advice in order to quickly get a wife. Ki terumbupun memberikan saran, agar menjadi seorang Aulia Allah harus menikah dengan bangsa jin islam. Ki terumbupun provide advice, in order to become a Aulia Allah should marry the jinn islam. Dan untuk menemukan jin islam perempuan pun tidak mudah untuk menemukanknya dan untuk menemukannya Ki Terumbu And to find jin islam was not easy for women and to find Ki menemukanknya Coral menyarankan untuk membuat suatu sumur pemandian di suatu well advised to make a bath in a kampung yang terdapat alasnya ( hutan ) contained base village (forest) yang tidak jamah oleh manusia apabila sumur tersebut digunakan mandi oleh jin perempuan islam, maka Abdul Fatah harus mengambil salah satu pakaian jin tersebut . that is not touched by man when the well was used bath by female jinn islam, then Abdul Fatah must take one of those genie outfit.

Beliaupun menjalankan saran Ki Terumbu untuk membuat suatu sumur pemandian pertama di kampung kasemen, tapi setelah beberapa waktu dilihat ternyata belum ada tanda – tanda adanya jin tersebut, Abdul Fatahpun membuat lagi sumur pemandian di kampung pontang sekarang tirtayasa tetapi belum juga berhasil. Coral Beliaupun Ki's advice to make a well in the first bath at home kasemen, but after some time had not yet seen any sign - a sign of the Arab, Abdul Fatahpun make more wells in the village bathhouse Tirtayasa helter now but has not been successful. Dan akhirnya beliau meminta saran Ki Terumbu lagi dan Ki Terumbu menyarankan agar membuat sumur yang bernama sumur pulauan di kampung yang ditempati oleh ki terumbu kp. And finally he asked for suggestions again and Ki Ki Coral Reefs advised to make a well in the village named wells islands occupied by coral kp ki. Padadaran ( sekarang kp. Terumbu ), setelah dibuat selang 3 hari akhirnya Abdul fatah menemukan tanda – tanda bahwa sumur pemandian yang di buatnya terlihat keruh pada malam hari dan keesokan harinya beliau mengintip sumur tersebut dan menemukan tiga jin perempuan sedang mandi pada sumur pemandian tersebut. Padadaran (now kp. Coral), made the hose 3 days after Abdul Fatah finally found a sign - a sign that the well bathing in her looks cloudy in the evening and next day he peered wells and found three female genie in the well was in the shower baths. Dan beliaupun mengambil salah satu baju jin perempuan tersebut, tetapi kedua jin yang lainnya langsung mengetahui dan langsung mengambil pakaiannya dan menghilang sedangkan jin perempuan yang satunya lagi masih ada di sumur pemandian tersebut tidak bisa menghilang karena pakaiannya dipegang oleh Abdul fatah dan di sembunyikan di lumbung pari agar tidak ditemukan oleh jin tersebut. And beliaupun genie outfit took one woman, but the genie of direct knowing and direct others to take his clothes and disappeared while the other female genie is still bathing in the well can not disappear because the clothes are held by Abdul Fatah and hide in the barn on Stingrays that are not found by the jinn.

Dan Abdul Fatahpun langsung memberikan pakaian manusia untuk di kenakan oleh jin perempuan tersebut. And Abdul Fatahpun directly to clothing worn by men for women jin. Jin tersebut langsung dibawanya kerumah Ki Terumbu untuk langsung dinikahkan dengan wali hakim. Jin Ki was immediately brought home to Coral guardian married to the judge directly. Dan dinikahkan oleh ki terumbu dan ki terumbu memberi pesan bahwa kedua mempelai bisa hidup normal seperti manusia biasa dengan catatan jangan sampai istri Abdul Fatah mengenakan baju jinnya kembali, apabila mengenakannya akan langsung hilang. And were married by ki ki coral reef and giving the message that both families could live like a normal human being with a note not to Abdul Fatah wife dressed in his genie back, when wearing it will instantly disappear. Dan Abdul Fatah pun mengikuti nasehat Ki Terumbu. And Abdul Fatah had followed the advice Ki Coral.

Hasil pernikahan ki beji dengan jin perempuan tersebut dikaruniai 3 orang anak diantaranya : anak pertama bernama Tanjung anom, anak kedua. Results wedding jin ki Beji woman blessed with 3 children include: children first named Cape anom, the second child. bernama Kudup melati, anak ketiga bernama Dewi Rasa. Kudup named Jasmine, a third son named Goddess of Pain. Pada waktu syarif At the time of sharif Hidayatullah akan rapat dewan walisongo membawa anaknya sultan hasanudin ( sebelum menjadi raja Kesultanan Banten ) kepada Ki Beji Hidayatullah Walisongo council meeting will take his son Sultan Hasanudin (before he became king of the Sultanate of Banten) to Ki Beji untuk dititipkan sementara syarif Hidayatullah Rapat dengan Walisongo di Demak beserta KH. to be deposited while meeting with Walisongo Hidayatullah sharif in Demak with KH. Abdul Fatah ( Ki Beji ). Abdul Fatah (Ki Beji). Perjalanan menuju Demak memakan waktu 3 hari 3 malam The journey to Demak takes 3 days and 3 nights untuk sampai lokasi Mesjid Demak dan pulangnya memakan waktu 3 hari 3 malam. to get to the location and return of Demak Mosque takes 3 days and 3 nights. Pada waktu perjalanan menuju Demak ada beberapa kejadian penting diantaranya : At the time of the journey to Demak there are some important events such as:

1. A. Pada hari pertama perjalanan Ki Beji menemukan burung dara mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Burung dara tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah burung ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the first day of the trip Ki Beji find a dead pigeon in front of him and Ki Beji pigeon was crying and said: "O God I wish this bird life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung dara itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injrk bumi 3 kali “ . Pigeons rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by injrk earth 3 times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Burung itu, dan burung tersebut langsung menghilang. and Ki Beji Bird requests that said yes, and the bird disappeared.

2. 2. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan belut putih mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi belut putih tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah belut putih ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of a white eel and eel Ki Beji weeping white matter and said: "O God I wish this white eel life can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. belut putih itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . white eel rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan belut putih itu, dan belut putih tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for white eels and white eels disappeared.

3. 3. Pada hari kedua perjalanan Ki Beji menemukan lalat besar mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi lalat besar tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah lalat besar ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. On the second day of the trip Ki Beji found dead in front of big flies and flies Ki Beji was great weeping and said: "O God I wish this great live flies can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. lalat besar itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . large flies rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan lalat besar itu, dan lalat besar tersebut langsung menghilang. and Ki Beji also agreed that demand for big flies and big flies disappeared.

4. 4. Pada malam terakhir perjalanan pulang menuju Kp. On the way home last night to Kp. Terumbu Banten, Ki Beji menemukan Burung Garuda mati didepannya dan Ki Beji pun menangisi Garuda mati tersebut dan berkata : ” andai saja ya Allah Garuda mati ini hidup dapat berguna bagi anak dan keluarganya”, dan seketika itupun Allah mengabulkan permintaan Ki Beji. Coral Banten, Ki Beji found dead in front of the Bird Garuda and Garuda Ki Beji also mourn the death and said: "O God, I wish to die is to live Garuda can be useful for children and their families", and instantly rose Beji Ki God grant the request. Burung Garuda itupun langsung hidup dan berkata kepada Ki Beji : “ jika Ki Beji butuh pertolongan maka saya akan membantu Ki Beji dengan cara injak bumi 3 kali “ . Garuda bird rose to life and told Ki Beji: "if Ki Beji needed help then I will help Ki Beji by trampling the earth three times". dan Ki Beji pun mengiyakan permintaan Garuda and Ki Beji said yes Garuda demand itu, dan Garuda tersebut langsung menghilang. it, and Garuda are to disappear.

Sesampainya Ki Beji di rumahnya, beliau kaget karena mencari – cari istrinya tidak ada di rumah, dan Ki Beji langsung kerumahnya Kiyai Terumbu menanyakan keberadaan istrinya yang hilang. Arriving Ki Beji at his home, he was surprised that looking - looking for his wife was not home, and Ki Beji Kiyai directly to his house his wife asked for the whereabouts of coral loss. Ki terumbu mengingatkan kepada Ki Beji sebelum berangkat, agar kunci gudang ( lumbung ) tempat menyimpan baju jin istrinya agar tidak diberikan kepada istrinya Ki Beji, Ki besus ( penjaga rumah Ki Beji ) yang di amanati Ki Beji agar menjaga kunci tersebut tidak di berikan kepada siapapun termasuk istrinya. Ki Ki Beji reminiscent of coral before leaving, the key to the warehouse (barn) a place to store her genie outfit given to her not to Beji Ki, Ki besus (Ki Beji home guards) are in amanati Ki Beji to keep the key is not given to anyone including his wife. Ternyata ki besus hilaf akan tugasnya ketika itu ki besus tertidur ketika menjaga rumah dan tanpa disadari istri Ki Beji mencurinya dan langsung menghilang. Turned out to be his duty hilaf besus ki when ki besus was asleep when the guard house and wife Ki Beji unwittingly stole it and immediately disappear. Ki Beji seharusnya tahu isyarat pada waktu perjalanan pulang menemukan Burung garuda mati tersebut bisa membawa Ki Beji ke negeri Jin menurut Ki terumbu. Ki Beji should know the sign on the way home found the eagle dead bird can be brought into the country Beji Ki Ki Jin according to the reef. Maka seketika itu Ki Beji langsung memanggil Garuda itu dan langsung datang, dan langsung membawa Ki Beji ke negeri jin tempat istrinya tinggal. Then immediately called Garuda Ki Beji directly and immediately come up, and immediately brought into the country Beji Ki Jinn where his wife lived. Sampailah Ki Beji ke negeri Jin dengan Garuda, di pintu gerbang Ki Beji menemukan penjaga negeri jin Beji came into the country Ki Jin with Garuda, the gate keepers of domestic Ki Beji find jin dan melarang manusia memasuki negerinya, tapi Ki Beji bersikeras akan membawa pulang ke dunia istrinya. and forbids people to enter the country, but insisted Beji Ki would bring home to the world of his wife. Penjaga itupun mempersilahkan Ki Beji membawa istrinya dengan beberapa syarat : Guards and even then invite Ki Beji brought his wife with some reservations:

  1. Ki Beji dikasih keranjang untuk mengangsu air ke negeri jin Ki Beji given a basket for hauled water to the land of the Jinn

Dalam pikirannya beliau berpikir bagaimana mengangsu air dengan keranjang sedangkan keranjang itu bolong – bolong, dan beliaupun teringat pada belut putih yang hidup di air. In his mind he was thinking how I hauled water to the basket while the perforated basket - perforated, and beliaupun thought of the white eels that live in water. Dan dengan bantuan belut putih itu Ki beji dapat mengangsu air dengan cara keranjang tersebut di lilit dengan tubuh belut putih tersebut. And with the help of the white eel Ki Beji be hauled water by way of the basket in the body wrap with white eel.

  1. Ki beji di suruh membawa kacang ijo sekarung dibuang oleh penjaga negeri jin ke dunia agar membawanya kembali utuh menjadi satu karung kembali. Ki Beji in order to bring a sack of green bean disposed of by land guards to take him into the world of the genie back into the sack again intact. Dan Ki beji meminta bantuan kepada burung dara untuk memakan semua kacang yang bercecer dan memasukkan And Ki Beji have recourse to the pigeons to eat all the nuts and put bercecer kembali ke karung untuk di bawa ke negeri jin back to the bag to be brought into the country jin
  2. Ki Beji disuruh mencari istrinya berada sedangkan istana jin itu beratus lantai dan harus tahu dimana lokasi tampat istrinya berada. Ki Beji while his wife was told to look for the hundredth floor of the palace and the jinn should know where his wife was tampat location. Ki Beji pun meminta bantuan kepada burung dara agar mencarikan lokasi dimana istrinya berada dan waktu itu burung dara itu langsung laporan Ki Beji also asked for help from pigeon to find the location where his wife were the pigeons and then immediately report ke Ki Beji bahwa sudah menemukan istrinya berada. to Ki Beji that have found her to be.
  3. Setelah ketemu dimana istrinya berada, sekarang Ki Beji harus menemukan dimana istrinya sedangkan bangsa jin perempuan wajahnya sama mencapai ribuan. After the meet where she was, now Ki Beji must find where his wife while the women face the same genie in the thousands. Ki Beji meminta bantuan lalat besar agar ditemukan keberadaan istrinya. Ki Beji big flies for help to found the existence of his wife. Ki Bji menyuruh lalat tersebut menghinggapi wajah muka istrinya dan tebakan Ki Beji itu benar. Ki Bji sent the plague of flies face to face his wife and Ki Beji guess it's true. Jin perempuan itu di Tanya oleh penjaga negeri jin, “ benar kamu sudah menikah dengan Ki Beji bangsa manusia?” dan jin tersebut mengiyakan perkataan Ki Beji maka di bawalah istrinya kembali ke kp. Terumbu dan menjalani hidup normal seperti manusia hingga mempunyai 3 orang anak ( Tanjung Anom, Kudup Melati, Dewi Rasa ) Female genie in the genie asked the guard the country, "right you are married with Ki Beji of the human race" and the words Ki Jinn are confirmed Beji then bring her back to kp. Coral and live a normal life like people to have 3 children ( Tanjung Anom, Kudup Jasmine, Goddess of Pain)

Julukan Ki beji karena beliau berhati besi atau beji yang membangkang pada kompeni dan tidak mau diusir oleh penjajah kompeni ( Belanda ) dari tanah kampung terumbu Banten. Ki Beji nickname because he take iron or Beji who defied the Company and not driven by the occupiers of the Company (the Netherlands) from coral Banten village land. Masyarakat dan keturunan Ki Terumbu diajari ilmu silat dari anak – anak hingga dewasa untuk melawan penjajahan belanda hingga sekarang silat ini turum temurun masih terjaga kelestariannya di kampung terumbu, Kasemen serang. Coral Ki Society and descendant of the martial arts taught to children - children and adults to fight the Dutch colonization to the present generation turum silat is still up in the village of coral preservation, Kasemen attack. Pada keturunan ke 4 atau cicit dari H. On the descent to the fourth or great-grandson of H. Agus( anak ke 4 dari Ki Zunedil Qubro bin Ki Terumbu ) yaitu Agus (the fourth child of Ki Ki Coral Zunedil Qubro bin) is H. H. Mad sidiq mewarisi ilmu silat Bandrong dan mempunyai istri di pulo ampel bojonegara – Serang serta mengembangkannya aliran silat ini ke daerah cilegon dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang sedangkan M. Mad Sidiq Bandrong inherited the martial arts and has a wife in Pulo Ampel Bojonegara - Attack and develop it to the arts stream and the surrounding area Cilegon against the Dutch and Japanese colonial rule, while M. Idris mewarisi ilmu silat terumbu dan beliau bermukim di kampung terumbu dalam pengembangannya aliran silat ini berkembang di daerah serang dan sekitarnya untuk melawan penjajahan belanda dan jepang. Idris inherited his martial arts and living coral reef in the village in the development of this martial art developed in the flow of attack and the surrounding areas to fight the Dutch and Japanese colonialism.

Mukjizat / Kesaktian Miracle / miracle Keturunan Terumbu Descendants of Coral

Nyi jong mempunyai kesaktian sebuah kerudung, apabila di simpan di pohon maka akan ada lautan darah di tempat tersebut, karena pada waktu kompeni akan menyerbu kampong terumbu, beliau mengikatkan kerudungnya pada sebuah pohon dan kampung terumbu pun menjadi lautan darah dan pasukan kompenipun terkecoh oleh kekuatan dan kesaktian nyi jong dengan kerudungnya dan merekapun meninggalkan kampung terumbu. Nyi jong has supernatural powers of a veil, if stored in a tree then there will be a sea of ​​blood in this place, because at the time the Company will invade coral village, he tied her scarf in a coral tree and the village became a sea of ​​blood and force kompenipun fooled by the strength and kesaktian jong singing with her veil and they left the village of coral.

Nyi Audah mempunyai umur yang panjang hingga 300 tahun. Nyi Audah have a long life to 300 years old.

H. H. Buang mempuyai kesaktian dapat mengalahkan macan siluman yang ada di benteng Jakarta sekarang menjadi lapangan benteng. Remove mempuyai supernatural powers can defeat stealth tigers in Jakarta is now a fortress castle field. Pada zaman VOC / kompeni menduduki sunda kelapa, setiap pasukannya melewati lapangan benteng selalu mati diterkam oleh macan siluman. At the time of VOC / Company occupying the Sunda coconut, each field army through the castle is always dead tiger pounced on by stealth. Kompeni pun mengadakan sayembara hadiah kepada siapa saja yang yang dapat mengalahkan macan siluman itu akan dihadiahi tanah seluas 1 hektar, waktu itu H. The Company also entered into the contest prize to anyone who can beat the demon tiger would be rewarded with a land area of ​​1 hectare, then H. Buang datang ke kompeni memakai dan membawa dagangan kacang pikulan. Dispose of the Company came to wear and carry merchandise pole beans. Kompeni tidak percaya akan penampilan pada H. The Company does not believe in appearance to H. Buang karena pakaianya sederhana tidak kelihatan seperti jawara, akhirnya H. Remove as simple pakaianya not look like a champion, finally H. Buangpun di terima untuk membunuh macan siluman yang ada di benteng, tak lama kemudian H. Buangpun received for killing tiger in stealth in the castle, not long after H. Buang dapat mengalahkan macan siluman itu dengan mudah. Remove phantom tiger can beat it with ease. Setelah itu pasukan kompeni dapat melewati daerah benteng dengan aman dan menghadiahi beliau tanah yang dijanjikan. After that the Company's troops can safely pass through the castle and the land promised to reward him.

Sejarah diperoleh hasil diskusi dan wawancara pada tanggal 7 April 2007 History obtained the results of discussions and interviews on 7 April 2007

dengan sesepuh kampung terumbu Kab.serang – Banten with village elders coral Kab.serang - Bantam

(By : Nasrudin/http://silatbanten.multiply.com/email: [email protected] (By: Nasrudin / http :/ / silatbanten.multiply.com / email: [email protected] ) )



Artikel Silat Banten Aliran Terumbu yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of articles Silat Banten reef 'might' be linked at other sites:

    Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia Bantam Silat Flow Coral - Silat Indonesia

    Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia ... The flow of Coral Silat Banten - Indonesia Silat ... Oleh : Nasrudin Attijani. By: Attijani Nasrudin. Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi ... Coral is a great scholar chaplain at Century 15 Metro Manila before the sultan Hasanudin be ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2008/09/silat-banten-aliran-terumbu/ Sources: http://silatindonesia.com/2008/09/silat-banten-aliran-terumbu/

    Silat Banten Aliran Bandrong - Silat Indonesia Silat Flow Bandrong Banten - Indonesia Silat

    Silat Banten Aliran Bandrong - Silat Indonesia ... Silat Flow Bandrong Banten - Indonesia Silat ... Silat Banten Aliran Terumbu - Silat Indonesia. The flow of Coral Silat Banten - Indonesia Silat. Silat Banten Aliran Bandrong - Silat ... Silat Flow Bandrong Banten - Silat ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2008/06/silat-banten-aliran-bandrong/ Sources: http://silatindonesia.com/2008/06/silat-banten-aliran-bandrong/

    perguruan-paguran « segara ilmu college-paguran «ocean science

    Silat Banten Aliran Terumbu; ilmu leak Bali; Diproteksi: ilmu gaib bali 3; Diproteksi: ilmu gaib bali 2; Diproteksi: ilmu gaib bali 1; Diproteksi: mani gajah Bantam Silat Flow Coral; science leak Bali; Protected: magic bali 3; Protected: magic bali 2; Protected: magic bali 1: Protected: elephant semen
    Sumber: http://anggaz.wordpress.com/category/perguruan-paguran/ Sources: http://anggaz.wordpress.com/category/perguruan-paguran/

    Para Leluhur Orang Sunda dan Makamnya - blogkaya - Zimbio The Ancestors and tomb Sunda - blogkaya - Zimbio

    Terumbu, Banten. Coral, Banten. Silat Banten Aliran Terumbu Oleh : Nasrudin Attijani Kiyai Terumbu merupakan ulama besar Banten pada Abad 15 sebelum sultan Hasanudin menjadi sultan di ... Bantam Silat Flow Coral By: Nasrudin Attijani Kiyai Coral is a great scholar of Banten on Century 15 before the sultan Hasanudin became sultan in ...

    sejarah pencak silat di jawa barat « segara ilmu history of martial arts in western Java «ocean science

    Bahwasanya dalam aliran2 silat Minang terdapat aliran silat tenaga dalam ... That the flow there Minang aliran2 silat martial power in the ... Silat Banten Aliran Terumbu; ilmu leak Bali; Diproteksi: ilmu gaib bali 3; Diproteksi ... Bantam Silat Flow Coral; science leak Bali; Protected: magic bali 3; Protected ...
    Sumber: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/ Sources: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/


- Powered by BING [2012-05-16 02:24] - Powered by BING [2012-05-16 02:24]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.