Memajukan Komunitas Silat. Advancing Community Silat.
[ in English ] [ in English ]Sep 24th, 2008 | By admin | Category: Sahabat Silat Visited 1422 times, 1 today [ in English ] September 24th, 2008 | By admin | Category: Friends of Silat Visited 1422 times, 1 today [ in English ]
Forum…. Forum ....
Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia, yang belum lama ini genap berumur dua tahun merupakan suatu perkumpulan unik yang beranggotakan dengan berlatarbelakang berbagai bidang yang bila ditinjau lebih jauh sangat kontras dengan apa yang digeluti kesehariannya. Lovers Forum and Conservation of Traditional Indonesian Silat, who recently fulfilled a two-year-old is a unique association members with a background in various fields which, when viewed more stark contrast to what was involved daily. Namun kesukaan, kegemaran, kecintaan bahkan kegilaan kepada pencak silat menjadikan kesatuan unik yang dapat bekerja sama karena kesamaan cita-cita yakni menjadikan pencak silat tuan rumah di negeri sendiri dan populer di berbagai generasi. But the joy, passion, love of martial arts and even madness to make a unique entity that can work together for common goals that make a host of martial arts in their own country and popular in various generations.

Jawaban… Answer ...
Di tengah krisis berbagai bidang yang melanda negeri ini mungkin ini adalah bentuk kepedulian anak bangsa yang tak hanya sekedar berprihatin dengan keadaan negeri akan urusan kebudayaan, yang semakin lama seakan tersingkirkan dari topik pembahasan permasalahan yang semakin rumit tak berujung. In the midst of the crisis that hit many areas of this country maybe this is a concern of the nation is not merely a state of the country will berprihatin cultural affairs, which seemed longer excluded from the discussion of issues that the topic of endless complicated. Mungkin dari sekian banyak ide yang muncul ke permukaan tentang suatu jawaban atas bentuk pelestarian budaya bangsa-lah forum ini dibentuk Perhaps of the many ideas that come to the surface of an answer to the form of preservation of national culture was formed this forum
Sederhana … Simple ...
Semula dengan kesederhanaan dan dengan keterbatasan, forum ini mencoba mendokumentasikan beberapa aliran pencak silat yang berada di daerah Jakarta dan sekitarnya. Initially with the simplicity and the limitations, this forum trying to document some of the flow of martial arts that are in Jakarta and surrounding areas. Suatu pekerjaan yang sepertinya mudah dan nyaris tanpa resiko, namun kenyataan di lapangan ternyata berbeda bahkan jauh dengan apa yang kita bayangkan. A job that seems easy and almost no risk, but the reality on the ground was much different even with what we imagine. Terkadang kesulitan muncul dikarenakan beberapa aspek tabu dan pakem pencak silat itu sendiri. Sometimes difficulties arise because of some aspect of martial arts taboo and the grip itself. Masih banyak ternyata aliran bela diri asli tanah air ini memegang teguh pakem yang mereka anut, sehingga banyak diantara anggota forum ini banyak yang kesulitan memberikan informasi tentang suatu aliran jika pihak yang bersangkutan sama sekali tak menginginkan aliran atau perguruannya disebarluaskan tentang keberadaannya. Flow was still a lot of martial arts native homeland is holding firm grip they hold, so that many of the members of this forum a lot of trouble to provide information about a stream if the parties concerned did not want a stream or perguruannya disseminated about its existence. Bagi kami ini merupakan suatu ironi tersendiri yang menggelitik hati untuk mengungkap lebih jauh. For us it is an irony in itself intriguing to uncover further the liver.

Cita-citanya… His ideals ...
Pertemanan dan pertemuan yang hampir menyita hari libur keluarga, tak menyurutkan para anggota untuk sekedar “membuang keringat” dan tertawa, di tempat kami berlatih. Social meetings are almost seized the family holiday, do not discourage the members to just "throw away the sweat," and laugh, in which we practice. Dengan menghendaki suatu keadaan dimana pencak silat akan menjadi bagian keseharian masyarakatlah kami berkumpul. With the desire of a state where martial arts will be part of the communities in our daily life together. Memang suatu hal yang sangat jauh dari keseharian masyarakat kita sekarang ini. It is a matter that is very far from everyday life of our society today. Namun hal seperti inilah yang menjadikan kami bersama, berembuk, berlatih dan mencari segala sesuatu yang berbau pencak silat yang masih asing bagi kami dan belum diketahui. But things like this that makes us together, negotiate, work and find all things martial arts is still unknown to us and is not yet known. Jika saja negeri ini mengoptimalkan segala sumber dayanya untuk turut menjaga dan melestarikan budaya bangsa dan mempopulerkannya terlebih pencak silat, perkumpulan ini tak akan pernah ada. If only this country to optimize its resources to contribute to maintaining and preserving the national culture and popularized it especially martial arts, this association would not exist. Mungkin kami hanya akan menjadi penikmat pencak silat yang duduk menonton tertib membawa anak istri sambil sesekali mengomentari pertunjukan atau kejuaraan pencak silat. Maybe we're just going to be martial arts lovers who sat watching the orderly to bring my wife and kids while occasionally commenting on the show or the martial arts championships.
Kegiatannya… Activities ...
Asing adalah bahasa yang kami cari dan kami telusuri untuk menguak lebih jauh tentang pencak silat. Foreign language that we are looking for and we search to uncover more about the martial arts. Keprihatinan adalah obat bagi kami untuk mempelajari bela diri ini, karena itu meski dengan segala keterbatasan dan kemampuan kami kini mencoba berbuat lebih untuk tetap menjalankan suatu kegilaan yang telah melekat menjadi bagian dari kami. Concern is the cure for us to learn martial arts, because it even with all the limitations and capabilities we are now trying to do more to keep running a madness that has been attached to a part of us. Dan berbagi adalah kebiasaan kami. And sharing is our custom. Dua tahun kami bersama, menikmati sesuatu yang kadang menjadi asing bagi sebagian orang (terutama bagi istri saya….sorry neng!). Two years we were together, enjoy something sometimes be strange for some people (especially for my wife .... sorry neng!). Kami menikmati berbagai irama musik pengiring pencak silat, peragaan, diskusi falsafah, teknik dan lainnya yang sering lihat biasa bahkan norak untuk sebagian orang, namun kami seolah menjadi bagian dari suatu pagelaran yang berlangsung atau sepertinya kami menikmati pencak silat berdasarkan kaca mata pesilat dan aliran itu sendiri. We enjoy the music accompaniment of martial arts, demonstrations, discussions of philosophy, and other techniques are often used to even look tacky to some people, but we seemed to be part of a show that took place or we seem to enjoy martial arts fighter and a glass eye on the flow own. Pertunjukan yang kadang tanpa skenario dan bersifat spontan menjadi suatu keasyikan bagi kami. The show, sometimes without spontaneous scenarios and become a preoccupation for us. Lepas acara yang diadakan, kadang kami berdiskusi kembali apa yang akan kita lakukan nanti, nanti dan nanti. Off event was held, sometimes we discuss again what we will do it later, later and later.

Baru sedikit yang kami perbuat… Just a few of us do ...
Dua tahun kami ada, kini “SILAT UNTUK SILATURAHMI, SILATURAHMI UNTUK SILAT” adalah bagian kebanggaan kami. Two years we have, now "SILAT FOR Gathering, Gathering FOR SILAT" is part of our pride. Jerih payah semua yang membidani dan membesarkan forum ini adalah merupakan langkah awal untuk sebuah cit-cita besar. The toil of all that gave birth to and raising of this forum is the first step to a great cit ideals.
Bosan…. Bored ....
Terkadang ada juga yang sekedar iseng menanyakan apakah kami tidak mengenal lelah mempromosikan hal-hal seperti ini yang sebenarnya tak menghasilkan secara materi? Sometimes there is also a fad asked if we tirelessly promoting things like this do not really produce the material? Atau pertanyaan yang mengelitik adakah rasa bosan menggeluti hal ini semua? Or is there any question that mengelitik boredom wrestle it all? Secara pribadi mungkin saya bisa mengatakan bahwa perhitungan materi mungkin ada, namun kepuasan bathinlah yang membuat bertahan. Personally I probably could say that the calculation of the material may exist, but that makes the satisfaction bathinlah survive. Sementara untuk rasa bosan, mungkin sebagai manusia hal itu biasa. While for boredom, it might as ordinary human beings. Namun bagi saya kebosanan itu hanyalah kegagalan dalam berimajinasi. But for me it's just boredom failure in imagination. Dengan semakin banyaknya anggota yang memiliki ide cemerlang saya yakin bahwa penciptaan imajinasi yang kreatif dan ide yang inovatif pasti akan banyak lahir dalam pelestarian ini……. With the increasing number of members who have a brilliant idea I believe that the creation of a creative imagination and innovative ideas that will definitely born in the preservation of this much .......

Salam hormatku buat para sobat semua yang tak mengenal lelah dan pamrih dalam menapaki hari Greetings my respect for his friend all the tireless and selfless in treading the day
- Mas Yanweka - Mas Yanweka
- Mas Luri Darmawan (pendekar keyboard) - Mas instinct Darmawan (keyboard warriors)
- Mas Eko Hadi ( Apa Kabar Kang) - Mas Eko Hadi (Apa Kabar Kang)
- Mas Ezra (cowok berhati salju) - Mas Ezra (guys watch the snow)
- Uda Alda (kepala suku forum) - Uda Alda (chiefs forum)
- Mas Aryanav KP (orang tv yang sibuk) - Mas Aryanav KP (tv person is busy)
- Kang Didit (orang tv yang jarang nongol mungkin karena kena alergi) - Kang Didit (tv person who rarely sticking probably due to hit the allergy)
- Bang Agus Suprayogi (da'i yang masuk DAAI TV) - Bang Agus Suprayogi (TV preachers who entered DAAI)
- Kang Isa (jagoan yang jarang ketemu) - Kang Isa (whiz who rarely met)
- Ki Sawung (orang baik yang sibuk) - Ki Sawung (good guys are busy)
- Wiwit (masih single…) - Wiwit (still single ...)
- Bang Nizam (wuiiih….makin hebat) - Bang Nizam (wuiiih .... more intense)
- Kang O'ong Maryono (kakak seperguruan gak sengaja) - Kang O'ong Maryono (brother seperguruan not intentionally)
- Ko Martin (yang makin jago ngobatin) - Ko Martin (an increasingly good ngobatin)
- Pak Khusnul (yang punya Hidro) - Pak Khusnul (which have Hydro)
- Mas Eryanto (orang hukum…..) - Mas Eryanto (the law .....)
- Yudhy (Puragabaya…pura-pura begaya biar disangka bahaya) - Yudhy (Puragabaya ... let me pretend begaya suspected hazards)
- Kang Kiki (Naga Pasa…tanpa “r”) - Kiki Kang (Naga Pasa ... without the "r")
- Pak Bambang Sarkoro (yang gak pernah patah semangat) - Pak Bambang Sarkoro (who do not never discouraged)
- Mas Rama (bukan suaminya dewi Shinta) - Mas Rama (not her husband goddess Shinta)
- Mas Agustya (calon sutradara) - Mas Agustya (future director)
- Mas Ian Samsudin (bakalan calon babe) - Mas Ian Samsudin (going to be a candidate babe)
- Bang Jamal (yang g……t) - Bang Jamal (the g ...... t)
- Mas Santo (yang alim..) - Mas Santo (the pious ..)
- Bang Ajad (anak blasteran betawi) - Bang Ajad (mulatto child betawi)
- Bang Rasyid / Ochid (juragan batik yang menambah spirit kita-kita) - Bang Rashid / Ochid (which adds to the spirit of batik skipper of us)
- Gus Alamsyah (santri yang cit-citanya jadi pengusaha tanker) - Gus Alamsyah (cit his goal that students become entrepreneurs tanker)
- M s Sunan (orang PD) - M's Sunan (the PD)
- Mas AgusWin (salut…) - Mas AgusWin (salut ...)
- Kang Eric B ( TOP..banget - Kang Eric B (TOP.. Really
- Kang Udin Terumbu ( hebat..) - Kang Udin Coral (hebat..)
- Dan yang kelupaan disebut satu persatu - And that forgetfulness is called one by one
Salam takzim untuk semua guru yang pernah saya pelajari ilmu silatnya: Sincerely to all the teachers I ever learned science silatnya:
Kang Didi, Kang Djadjat P (alm), Kang Aceng, Mas Dede, Mas Ades, Kang Didin, Pak Frans, kang O'ong Maryono, Bang Nani, kang Rahmat, pak H. Didi Kang, Kang Djadjat P (late), Kang Aceng, Dede Mas, Mas Ades, Kang Didin, Mr. Frans, kang O'ong Maryono, Bang Nani, Grace Kang, Mr. H. Ceng Suryana, Kang Asep, kang Ujang, pak H. Ceng Suryana, Asep Kang, Kang Ujang, Mr. H. Azis, pak Tb. Azis, Sir Tb. Bambang S, Kang Wawan, pak H. Bambang S, Henry Kang, Mr. H. Natsir Ghazaly, Ustadz Pupuh dll Natsir Ghazaly, Ustadz Canto etc.
Oleh : Kang Iwan Setiawan / wans / one By: Kang Iwan Setiawan / WANs / one






