Ziarah Ke Leluhur Cingkrik Goning. Pilgrimage to Cingkrik Goning Ancestors.
[ in English ] [ in Bahasa ]Sep 22nd, 2008 | By ezra | Category: Flash Info , Information , Liputan Khusus Visited 2359 times, 1 today [ in English ] September 22nd, 2008 | By Ezra | Category: Flash Info , Information , Special Coverage Visited 2359 times, 1 today [ in Bahasa ]
Oleh : Ezra Purnama By: Ezra Purnama
Konvoi Convoy
Suasana terik matahari mendadak berubah mendung, matahari tertutupi awan yang mulai gelap-pekat, sesaat kami tiba di Padepkan Nasional IPSI, Taman Mini Indonesia Indah – Jakarta Timur. The atmosphere of the sun suddenly turned cloudy, clouds covered the sun-darkening dark, a moment we arrived at the National Padepkan IPSI, Taman Mini Indonesia Indah - East Jakarta.
Setelah istirahat makan siang dan menuaikan ibadah shalat dhzuhur, sedikit terlambat kami berkemas untuk kemudian berangkat menapaki rute yang telah kami rencanakan dua minggu lalu. After a lunch break and menuaikan dhzuhur praying, a little late for us to pack and then go up the route we had planned two weeks ago. Pukul 13.30 wib, sekitar 30 menit lewat dari jadwal yang di rencanakan kami bertolak dari basecamp untuk berkonvoi-ria menuju peta lokasi ziarah Cingkrik Goning. At 13:30 pm, about 30 minutes later than the schedule in our planned convoy departed from basecamp to-ria to map the location of pilgrimage Cingkrik Goning.

Berbekal arahan singkat dari bang Lutfi, sang kordinator sekaligus mentor Team Ziarah Cingkrik Goning, tanpa peta atau perlengkapan GPS yang memadai. Armed with a short landing of bang Lutfi, the coordinator as well as mentor Team Pilgrimage Cingkrik Goning, without maps or GPS equipment are adequate. Kami melakukan iring-iringan beberapa kendaraan bermotor dan mobil picato warnahijau membawa spanduk panji-panji Team Beladiri Tangan Kosong Cingkrik Goning. We conducted a convoy of several vehicles and cars carrying banners picato warnahijau the banner of Team Martial Arts Empty Hand Cingkrik Goning. Dengan rute perjalanan dari Timur ke Barat, dijakarta barat merupakan objek tujuan kami dalam kesempatan ini. With the route from East to West, dijakarta west is the object of our goals in this opportunity.
Rute yang di lewati, dari TMII – UKI – Jl. Route in the past, from TMII - UKI - Jl. Gatoto Subroto – Jl. Gatoto Subroto - Jl. S. S. Parman – Jl . Parman - Jl. Daan Mogot – Jl. Daan Mogot - Jl. Kedoya Raya sebagai titik pemberhentian pertama , selanjutnya dari sana kita akan di pandu oleh kerabat dari alm. Kedoya Kingdom as the first stop point, then from there we will be guided by relatives of late. Kong Goning. Goning Kong. Alhasil tanpa berbekal perlengkapan navigasi yang cukup, hanya berbekal berani dan coba-coba lurus atau belok kanan-kiri serta semangat tinggi '45, sempat membuat salah satu team motor keluardari rute yang di rencakan, namun berkat keompakan team dan kordinasi yang baik kendala semacam itu dapat teratasi dan akhirnya kita bias berkumpul di titik pertemuan, maklum salah satu team kami masih merasakan betapa Indonesia baru merayakan Dirgahayu yang ke 63. As a result without armed with sufficient navigation equipment, only armed with a daring and try a straight or turn right-left and the high spirit of '45, one of the team could make the motor get out the route on rencakan, but thanks to keompakan team and good coordination of such constraints can be resolved and we finally gathered at the meeting point bias, knowing one of our team still felt the celebrated Long live the new Indonesia to 63.
Makam Kong Goning Tomb Kong Goning
Setelah menyusuri jalan kedoya raya sekitar 2 km, tepat pukul 15.00 wib kami tiba di KPU Rawa Kopi dimana dimakamkan Alm. Once down the road Kedoya highway about 2 miles, right at 15:00 pm we arrived at the Election Commission which is buried Alm Coffee Swamp. Ainin bin Urim ataiu yang lebih kita kenal dengan Kong Goning . Ainin bin Urim ataiu more we are familiar with Goning Kong .
Kondisi makam Kong Goning cukup sederhana di banding makan-makam di sekitarnya hanya berupa petak tanah, tanpa nisan, bahkan nama beliaupun tidak sudi untuk di ukirkan di sana. Conditions Kong Goning fairly simple tomb in the appeal of eating-graves in the vicinity just a plot of land, without a headstone, not even willing to name beliaupun in ukirkan there. Pantas saja jika bukan ahli warisnya akan terasa sulit menemukan makamnya. Wonder if it was not his heirs will be hard to find his grave. Sangat bertolak belakang, dimana kebesaran gelar pendekar beliau tidak dapat menyembunyikan kesederhanaan si Engkong yang di kenal di tengah masyarakat sebagai orang biasa yang sederhana. Very contradictory, which the greatness of his warriors he can not hide the simplicity of the Engkong are well known in the community as a simple ordinary man.
Disamping itu, sepeninggal beliau mungkin juga ahliwarisnyapun ingin melaksanakan amanah dari beliau sebelum meninggal, bahwasanya makam beliau di buat apa adanya tanpa nisan atau bangunan seperti makam-makam pada umumnya tidak lain untuk menjaga supaya tidak ada orang yang mengkultuskan nama besar beliau apalagi sampai mengkeramtkan makamnya. In addition, after the death he might also want to carry out the mandate ahliwarisnyapun from him before he died, that the tomb he made what it is without a headstone or buildings such as the tombs in general is not to keep so that no one of his cult name let alone his grave mengkeramtkan .
Dikesempatan terakhir setelah doa di panjatkan TB. Then on the last after prayers at prayeth TB. Bambang selaku Guru member ikan nasehat kepada peserta sekaligus menceritakan sedikit riwayat beliau bertemu dengan dengan Engkong Goning, bahwasanya ilmu beladiri yang dimiliki beliau saat ini adalah berasal dari Engkong Goning. as a teacher member Bambang fish advice to participants as well as tell you a little history he met with Engkong Goning, that he owned martial arts today are derived from Engkong Goning.
“Kong goning telah memberikan banyak pelajaran yang bermanfaat kepada Guru Saya dan selanjutnya turun ke saya, dari saya di ajarkan kepada semua, jadi sudah sepantasnya kita mengingat jasa beliau dengan mendoakannya dan terus melestarikan ilmu yang telah di ajarkan untuk kebaikan”, kata beliausebelum menutup doa. "Goning Kong has provided many useful lessons to the teacher I am and then descended to me, from my teach to all, so it is appropriate that we remember to pray for his services and continue to preserve the knowledge that has been taught for good", said the closing prayer beliausebelum .
Makam Bang Pitung Tomb Bang Pitung
Dari kedoya, kami bergegas ke tujuan ketujuan berikutnya yaitu ke makam si Pitung yang terletak persisi di depan Gd. From Kedoya, we rushed to the next destination is the grave ketujuan Pitung precision that lies in front of Gd. Telkom Jl. Telkom Jl. Raya Kebayoran Lama – Kemandoran – Jakarta Selatan. Raya Kebayoran Lama - Kemandoran - South Jakarta.
Disanapun kita kembali merasa teriris dan hanya tertegun diam melihat kondisi makam salah satu tokoh legenda Batvia-tempo dulu Bang Pitung, terletak disamping pintu masuk Gd. Disanapun we feel cut back and just froze the condition of the tomb of one of the legend-tempo first Batvia Pitung Bang, located next to the entrance of Gd. Telkom depan pos Security dalam pagar telalis besi di bawah rumpun bamboo apus makam itu berada. Security in front of the post Telkom telalis iron fence under grove of bamboo lear tomb is located.
Meskipun hanya sebagian anggota tubuh dari bang pitung yang di kubur disana tapi tidak mengurangi makna bahwa di sanalah makam mantan pejuang betawi yang turut mebela perjuangan bangsa Indonesia waktu itu di makamkan. Although only some members of the body in the grave pitung bang there but did not reduce the meaning that's where the tomb of ex-combatants who participated mebela betawi Indonesian struggle when it was buried. “Bang Pitung, Jasamu tidak terlupa sepanjang masa”. "Bang Pitung, credit is not oblivious of all time".
Tidak begitu lama kita berada di sana, selesai berdoa semestinya kami kembali bergegas ke tujuan terakhir, pukul 16.00 wib kami melanjutkan perjalanan karena suasana gelap, mndung sudah semakin tebal kami terus berburu degan hujan, tapi ada manfaat 30 menit terlambat di awal telah membuat terhindar dari hujan pertama. Not so long we were there, we should pray over again rushed to the final destination, at 16.00 pm we continued our trip because it was dark, is getting thicker mndung we continue to hunt degan rain, but there are benefits of 30 minutes late at the beginning has been made to avoid The first rain.
Makam Usup Utay, Guru TB. Tomb Usup Utay, Master TB. Bambang Bambang
Seteah berburu dengan waktu, sambil menunggu teammobil yang terjebak kemacetan di sepanjang jalan Ciputat-Lebak bulus, kami satu rombongan sempat singgah di sebuah kedai yang menyediakan kue serabi, nampaknya kue serabi tersebut khas dari kampong Rempoa-Ciputat, meski waktu memburu kami semua sempat mencicipi hidangan kuliner di perjalanan. Seteah hunting with time, while waiting teammobil are stuck in traffic along the Chester-Lebak machinations, we had a convoy stopped at a tavern that provides pancakes, the pancake seems typical of kampong Rempoa-Chester, although the time to hunt us all the chance to taste culinary dishes on the go.
Dari sana, kami menyusuri jl raya rempoa dan tidak jauh dari jalan utama sampilah kami di tempat tujuan, rupanya team mobil sudah menunggu disana. From there, we walked jl Rempoa highway and not far from the main road sampilah us at the destination, the team apparently the car was waiting there. Makam kampong Rempoa, disanalah Guru Usup Utay di makamkan berdekatan dengan makam orang tua TB. Tomb Rempoa village, there the Guru Usup Utay was buried near the tomb of the parents of TB. Bambang. Bambang.
Beliau memang memiliki darah bangsawan Banten dari ayahnya TB. He does have royal blood of his father's Bantam TB. Boy Sasmitha, meski ibunya yang memiliki nama asli Rostien Monoarfa berasal dari Gorontalo, tapi nampaknya darah Banten yang mengalir dalam dirinya di perkuat dari neneknya RT. Boy Sasmitha, although his mother who has a real name Rostien Monoarfa from Gorontalo, but it seems Bantam blood flowing in him in the strengthening of his grandmother RT. E. E. Moersinah , yang makamnya tepat di sebelah putranya. Moersinah, whose tomb right next to her son.
Suasana bertambah haru saat doa terkahir di bacakan dan kami semua ikut mengamini, saat itu juga rintik huja menyambut seakan pertanda bahwa perjalanan kami hari itu telah di laksanakan engan baik danterima kasih dari alam Tuhan YME meridloinya,amien. The atmosphere grew emotion during the last prayer recited and we all take part agrees, it was also spotty huja welcomed as a sign that our trip that day have been performed both danterima ith the love of nature meridloinya Almighty God, amen.
Situ Rompong – Penutup There Rompong - Closing
Perjalanan berlanjut bergegas menuju tempat istirahat di komplek MABAD, tujuan kami adalah ke rumah kerabat TB. The journey continues rushed to the place of rest at Army Headquarters complex, our goal is to house relatives of TB. Bambang, sebelum sampai ke sana kita sempat di suguhi pemandanga indah dari alam rempoa- dimana disana ternyata ada sebuah danau (Situ) yang di kenal dengan Situ Rompong, situ romping nampak tenang kemilau air hujan diterpa kerlingan matahari senja membuat suasa redup itu tampak indah, di sekelilingnya namapak banyak orang yang tengah memancing ikan mungkin di Situ Rompong selain jadi wisata daerah juga sebagai mata pencaharian para pemancing ikan. Bambang, before getting there we had in suguhi pemandanga Rempoa beautiful than nature-where there turns out there is a lake (Situ) are in the know with Situ Rompong, romping there seems quiet sheen of rain buffeted by the evening sun cast faint suasa make it look beautiful, namapak many people around him who were fishing in Situ Rompong may be a tourist area but also as the livelihood of the angler fish.

Di komplek mabad para peserta beristirahat melepas lelah sekaligus beramah tamah, pada kesempatan itu kita saling berdiskusi tentang semua hal dan di akhir acara TB. At the Army Headquarters complex of the participants to rest unwind once hospitable, on that occasion we mutually discuss about all things and at the end of TB. Bambang kembali berpesan serta mengajak kepada keluarga besar cingkik goning, bahwa beliau salah satu pewaris Ilmu Beladiri Tangan Kosong Cingkrik dari Kong Goning, beliau sadar betul akan tanggung jawabnya secara moral yang terpenting adalah berkewajiban untuk melestarikannya. Bambang again advised and invited to the family of cingkik goning, that he was heir to one of the Empty Hand Martial Arts Cingkrik of Goning Kong, he was well aware of his responsibility the most important is morally obliged to preserve it.
Maka dari itu, beliau menghimbau kepada semua anak muridnya tanpa terkecuali untuk mendukung maksud baik itu, setidaknya dengan terus giat belajar dan berlatih terus-menerus tanpa lelah. Therefore, he appealed to all children without exception students to support the good intentions, at least by continuing to study hard and practice continuously without fatigue. Pada kesempatan itu pula beliau menyatakan sikapnya yang terbuka kepada semua bahwa beliau tidak membatasi siapa saja yang ingin belajar dengan tujuan pelestarian maka akan di sambut dengan tangan terbuka. On that occasion he also expressed his attitude that is open to all that he does not limit anyone who wants to learn the purpose of preservation it will be welcomed with open arms.
“Sampai kapanpun, mari kita secara sadar terus melestariakan ilmu beladiri cingkrik ini agar tidak punah, selama saya masih ada manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk terus berlatih dan mengambil ilmu yang ada pada saya sebanyak-banyaknya, tujuan pengkaderan dalam Cingkrik goning tidak bertujuan untuk mencari Jawara tapi yang lebih penting adalah mencetak kader-kader seorang Guru Cingkrik yang siap untuk mengembangkan lagi ilmunya supa ilmu beladiri ini dapat bermanfaat dan tetap lestari”, jawabnya ketika diwawancarai oleh kontributor silatindonesia.com sekaligus menutup acara ramah-tamah sore itu. "Until whenever, let us consciously kept this Cingkrik melestariakan martial arts that is not extinct, as long as I still use all the time his best to keep practicing and take knowledge available to me as much as possible, the purpose of the cadre in Cingkrik goning not aim to seek champion but more important is to print a cadre of teacher Cingkrik who are ready to develop more knowledge supa martial arts can be beneficial and remain sustainable, "he said when interviewed by a contributor silatindonesia.com also concluded a social event that evening.
Beliau juga menegaskan kembali, saat ini tinggal beliaulah yang mengajar ilmu beladiri warisan kong goning. He also reaffirmed, currently living she who taught martial arts heritage goning kong. Sesuai dengan data yang ada memang tinggal TB. In accordance with the existing data does live tuberculosis. Bambang yang eksis dan aktiv mengembagkan Cingkrik Goning, dengan penuh semangat beliau melakukan pembinaan kepada public yang berminat mempelajarinya. Bambang exists and inactive mengembagkan Cingkrik Goning, he vigorously conduct training to the public who are interested to learn.
Terima kasih kepada : Thanks to:
- Keluarga besar Cingkrik Goning Large family Cingkrik Goning
- Sahabat SIlat Community Friends of Silat Community
- dan kawan kawan lainnya and his other brothers






