Rahasia Beladiri kerajaan Padjadjaran. Martial Arts Secrets Padjadjaran kingdom.
[ in English ] [ in Bahasa ]Nov 29th, 2008 | By Yanweka | Category: Cover Story , Featured Articles Visited 5007 times, 2 today [ in English ] November 29th, 2008 | By Yanweka | Category: Cover Story , Featured Articles Visited 5007 times, 2 today [ in Bahasa ]
GERAK GULUNG BUDI DAYA TI PADJAJARAN MIND POWER IT ROLL MOTION Padjajaran
Sejarah Singkat A Brief History
Permainan silat Gerak Gulung Budi Daya Ti Padjajaran pada dasarnya adalah silat tradisional yang berasal dari kerajaan Padjajaran,Bogor. Roll Motion silat game Cultivation Padjajaran Ti is basically a traditional martial art that originated from the royal Padjajaran, Bogor. Awalnya bernama Gulung Maung yang diturunkan secara turun temurun melalui jalur keluarga, oleh sebab itu permainan ini tertutup untuk kalangan luas/masyarakat, yang pada akhirnya sampailah kepada Eyang Sarean . Originally named Maung Roll handed down from generation to generation through family lines, so the game is closed to the area / community, which eventually came to Grandmother Sarean.
Hingga saat ini Eyang Sarean dianggap sebagai cikal bakal/pewaris awal dari permainan Gulung Maung tersebut yang dapat ditelusuri dengan bukti sejarah. Until now Grandmother Sarean regarded as the embryo / heir to the beginning of the game Roll Maung which can be traced by historical evidence.
Eyang Sarean sendiri tinggal di Sukaraja Bogor, karena permainan ini hanya diturunkan di lingkungan keluarga maka permainan ini tidak berkembang luas di masyarakat. Sarean own Grandmother lived in Talbot Bogor, because this game is only revealed in a family environment then this game is not widespread in the community. Eyang Sarean mempunyai putera bernama Eyang Guru H, Abdullah (±1800–1916) yang juga tinggal di Sukaraja Bogor. Grandmother had a son named Eyang Sarean Master H, Abdullah (± 1800-1916) who also lives in Bogor Talbot. Pada masa Eyang Guru ini barulah nama Gulung Maung diubah menjadi Gerak Gulung Budi Daya Ti Padjajaran (GGBD). During this Master's Grandmother Maung then the name was changed to Roll Roll Motion Cultivation Padjajaran Ti (GGBD). Perubahan ini didasarkan pada sifat dari permainan Gulung Maung yang sangat buas, karena Gulung Maung mempunyai prinsip “Kembangna cilaka, buahna pati “. These changes are based on the nature of the game Roll Maung very savage, because Roll Maung has the principle of "Kembangna cilaka, buahna starch".
Dari hasil istikhoroh, Eyang Guru mendapat gambaran berupa sesosok bayi yang baru lahir, merangkak, melangkah dan berjalan. From the results istikhoroh, Grandmother Guru got a picture of a figure in the form of a newborn baby, crawling, walking and running. Berdasarkan gambaran tersebut Eyang Guru mengambil gerakan untuk jurus berdasarkan tantungan/adegan (berdiri) Sholat, inilah awal dari jurus Salancar. Based on these images to movement Grandmother Teachers take stance on tantungan / scenes (standing) prayer, this is the beginning of the stance Salancar. Mengapa disebut GGBD? Why is it called GGBD? Karena permainan ini masih mempunyai dasar sama dengan Gulung Maung, akan tetapi yang telah di budi dayakan, dalam artian permainan ini tidak lagi sebuas seperti Gulung Maung yang bersifat seperti Harimau, yang pada dasarnya harus membunuh mangsanya. Because this game still has the same basic Maung Roll, but who has in mind and empower, in the sense that this game is no longer sebuas like Maung Roll which is like Tiger, who basically have to kill its prey.
Dengan adanya perubahan dari Gulung Maung menjadi GGBD diharapkan agar seseorang yang telah menguasai permainan ini tidak akan buas seperti Harimau, karena pada prinsipnya manusia lebih unggul/mulia dibandingkan Harimau, dan perlu diingat bahwa hampir semua permainan silat sifatnya untuk bela diri termasuk GGBD. With the change of Roll Maung became GGBD expected that someone who has mastered this game will not be wild like tiger, because in principle the human being is superior / noble than Tiger, and keep in mind that almost all of its games to the martial arts including GGBD.
Sesudah masa Eyang Guru permainan ini diwariskan kepada H. After this game the teacher Grandmother passed on to H. Ace Aom Kusumaningrat (1840–1943) yaitu keponakan dan juga menantu dari Eyang Guru, bertempat tinggal di Bojong Neros. Ace Kusumaningrat AOM (1840-1943) is the nephew and son of Grandmother Teacher, residing in Bojong Neros. H. H. Ace Aom Kusumaningrat adalah putera dari Uyut Syafei dan beliau adalah adik dari Eyang Guru. Ace was the son of AOM Kusumaningrat Uyut Syafei and he is the brother of Grandmother Guru. Permainan GGBD pada masa ini mulai sedikit terbuka untuk kalangan kerabat. GGBD game during this period began a little open to the relatives.


Agar lebih jelas, GGBD sebenarnya mempunyai 2 permainan yaitu Gerak Leang, Gerak Sambut Pukul dan. To be clear, GGBD actually have 2 games that Leang Motion, Motion and Greet o'clock. Permainan ini dikuasai oleh tiga orang putera H. The game is controlled by three sons H. Ace Aom K. Ace AOM K. Putera pertama, H.Ahmad Kusumaningrat (1900–1985) tinggal di Jl. The first son, H. Ahmad Kusumaningrat (1900-1985) lived on Jl. Ciranjang Kebayoran Jakarta, menguasai semua jenis permainan GGBD termasuk Gerak Leang, Gerak Sambut Pukul. Ciranjang Kebayoran Jakarta, mastering all types of games GGBD including Leang Motion, Motion Welcomes o'clock. Putera kedua, Muhammad Yusuf/Aki Cucu mengusai permainan Gerak Sambut Pukul bertempat tinggal di Bojong Neros, dan putera ketiga, Abdusshomad/Aki Shomad menguasai permainan Gerak Leang bertempat tinggal di Wanajaya , Pasir Kuda Bogor. The second son, Muhammad Yusuf / Aki Motion Welcomes Grandson mengusai game resides in Bojong At Neros, and the third son, Abdusshomad / Aki Shomad Motion Leang master the game resides in Wanajaya, Sand Horse Bogor.
Sebagai infromasi tambahan, istri H Ace Aom yang bernama Tresmen Megantara menguasai Jurus Budi Daya yang dikhususkan untuk perempuan, walaupun pada intinya tidak ada bedanya dengan Gerak Gulung, namun disesuaikan dengan kodratnya perempuan baik itu dari fisik, dimana gerakan dan power (tenaga), dan pada umumnya perempuan lebih lemah/halus dibandingkan laki-laki. As an Opera-addition, H's wife named Ace AOM master Tresmen Megantara Kick Cultivation devoted to women, although in essence no different from the Motion Roll, but tailored to the nature of women both from a physical, which the movement and power (energy), and in general, women are weaker / smoother than men.
Pada masa H. At the time of H. Ahmad Kusumaningrat permainan GGBD mulai disebarkan kepada kalangan orang-orang terdekat. Ahmad Kusumaningrat GGBD game began to spread among people nearby. Permainan GGBD mulai disebarkan di kalangan umum pada masa Horis Kusumaningrat (1930-1999), yaitu putera pertama dari H. The game began to spread among GGBD common during Horis Kusumaningrat (1930-1999), the first son of H. Ahmad Kusumaningrat yang bertempat tinggal di Bojong Menteng Ciomas Bogor. Ahmad Kusumaningrat residing in Bojong Menteng Ciomas Bogor. Pada masa Horis Kusumaningrat, banyak pendekar dan praktisi beladiri dari dalam dan luar negeri sempat datang berguru ke beliau, walaupun sebelum mereka berguru, mereka jajal dulu sebelumnya. During Horis Kusumaningrat, many warriors and martial arts practitioners from within and outside the country had come to learn to him, though before they sit, they jajal beforehand. Sampai pada akhirnya mereka mengakui keunggulan dan kehebatan Horis Kusumaningrat. Until at last they recognize excellence and greatness Horis Kusumaningrat. Bahkan menurut mereka, teknik beladiri silat Gerak Gulung sangat efektif dan berbahaya bagi lawan jika digunakan dalam suatu pertarungan. In fact according to them, martial arts motion Roll techniques are very effective and dangerous for the opponent if used in a fight. Beberapa pendekar dan praktisi beladiri dari dalam dan luar negeri yang sempat berguru dan mempelajari sedikit teknik beladiri GGBD. Some martial arts warriors and practitioners from within and outside the country who had studied and learned some martial arts techniques GGBD. diantaranya adalah Eddie Jafri, Greg Alland, Dustin Etan/ David Tanner, Frank Metiello. include Eddie Jafri, Greg Alland, Dustin Etan / David Tanner, Frank Metiello.
Berdasarkan kesepakatan dari Bapak. By agreement of the Father. Horis Kusumaningrat sebagai pewaris langsung dari permainan silat GGBD, diangkatlah beberapa orang Rakawira (yang telah mendapat ijin untuk melatih), beberapa orang diantaranya TB. Horis Kusumaningrat as the direct heir of the game GGBD martial arts, was appointed Rakawira some people (who have been granted permission to train), some of them TB. Isnaeni bin Isro (Kang Iyus), Heri Bahtra (Mas Heri), M. Isnaeni bin Isro (Kang Iyus), Heri Bahtra (Mas Heri), M. Ridwan (Kang Awang), Firman Hamdani (Kang Dani). Ridwan (Kang Awang), Word Hamdani (Kang Dani). Januari tahun 2008 Kang Iyus wafat, sedangkan Mas Heri dan Dani karena kesibukannya untuk sementara ini tidak aktif. January of 2008 Kang Iyus died, while Mas Heri and Dani because of busy for a while is not active. Saat ini yang masih aktif melatih adalah Kang Awang, berpusat di kediamaan beliau di Ciomas Bogor. Today that train is still active Kang Awang, based in Bogor kediamaan him in Ciomas.

Seperti pada umumnya permainan silat di tanah Sunda, awal dari silat GGBD adalah untuk Siar Islam, seiring dengan perkembangan jaman sekarang permainan ini lebih difokuskan kepada pembinaan ahlak/moral dengan pendekatan silahturahmi yang intinya adalah persaudaraan. Like most martial arts game in the land of Sunda, the beginning of silat GGBD are for the Islamic Broadcasting, along with the development of today's game is more focused on fostering the moral / morale with silahturahmi approach which in essence is a brotherhood. Perlu juga diketahui di dalam silat GGBD tidak ada istilah Guru dan Murid yang ada hanyalah Kakak dan Adik. It should also be known in the martial arts there is no term GGBD Teachers and Students there are only brother and sister. Oleh sebab itu apabila ingin menjadi warga GGBD harus di Taleq. Therefore if you want to become citizens must be in Taleq GGBD. Dan bagi siapa saja yang ingin menjadi warga GGBD silahkan datang ke kediaman Kang Awang di Ciomas Bogor. And for anyone who wants to become citizens GGBD please come to the residence of Kang Ciomas Awang in Bogor.
CIRI PERMAINAN GGBD GAME FEATURES GGBD
Aspek permainan GGBD ada 4 yaitu: GGBD aspects of the game there are 4 that is:
1. 1. Gerak Movement
2. 2. Rasa Flavor
3. 3. Gulung Roll
4. 4. Budi Daya Cultivation
Apabila dilihat dari 4 aspek tersebut permainan GGBD mempunyai sifat gerakan : When viewed from four aspects of the game GGBD have the nature of the movement:
1. 1. Gerak rasa Motion taste
2. 2. Gerak yang lemah lembut Gentle motion
3. 3. Gerak yang keras Motion harsh
4. 4. Gerak yang buas A ferocious motion
JURUS GGBD Kick GGBD
• Pada dasarnya semua jurus yang ada dalam silat GGBD adalah jurus dasar • Basically all the martial arts stance that there are basic steps GGBD
• Inti dari silat GGBD harus menguasai jurus salancar karena salancar adalah induk dari semua jurus • The essence of martial arts have to master the jutsu salancar GGBD because salancar is the parent of all the moves
• Jurus permainan silat GGBD dibagi menjadi 3 ( tiga ) ditambah dengan faham dan rantean • Kick GGBD martial arts game is divided into 3 (three) coupled with the schools and rantean
JURUS adalah Gerakan yang dibuat untuk mendukung dasar dari permainan Kick is a movement created to support the foundation of the game
• Gerak Pukul (8 Jurus) • Motion Time (8 Kick)
• Gerak Gulung (8 Jurus) • Motion Roll (8 Kick)
• Lalangkahan (23 Langkah) • Lalangkahan (23 Steps)
FAHAM adalah gerakan yang sifatnya baku (22 Faham) Ideology is the movement of raw nature (22 ideology)
RANTEAN adalah merangkaikan jurus, faham dan nafas menjadi satu RANTEAN is a couple moves, schools and breath into one
Artikel dan Foto Oleh : Yudhy Haryantho Articles and Photos By: Yudhy Haryantho
http://puragabaya.multiply.com http://puragabaya.multiply.com
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






