Ada apa dengan pencak silat?. What's up with martial arts?.
[ in English ] [ in English ]Dec 25th, 2008 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 1523 times, 1 today [ in English ] Dec 25th, 2008 | By admin | Category: Articles Silat Visited 1523 times, 1 today [ in English ]
Mungkin ini adalah kata yang tepat untuk olah raga beladiri tradisional negeri ini. Maybe this is the right word for the traditional martial sports of this country. Ada rasa asing bagi anak negeri terhadap seni beladiri sendiri. There is a sense foreign to the child's country of his own martial arts. Ketika tiap olah raga bela diri mulai merambah sendi kehidupan generasi muda anak negeri, ada yang terbalik dengan keadaan Pencak Silat. When every sport martial began to explore the joint lives of young people country boy, there is an upside-down by the state Pencak Silat. Silat, silek, pencak silat, penca, menca, mamenca, atau apapun istilah lainnya kini malah mulai tertidur. Silat, silek, martial arts, on Disabled, menca, mamenca, or any other term is now even started to fall asleep.
Ada ironi yang menghinggapi hati negeri ini. There is irony that descend the heart of this country. Ketika negeri jiran kini amat bangga dengan budayanya, kini kita malah dihinggapi rasa rendah diri terhadap karya budaya sendiri, andaikan dulu kita adalah bangsa yang rendah hati kini kita adalah bangsa yang rendah diri. When the neighbor countries are now very proud of their culture, now we even feel a sense of cultural inferiority of the work itself, if once we are a humble nation now we are a nation that low self-esteem.
Keunikan dan dan kekhasan Pencak Silat kini tergeser oleh imej (image) yang terlanjur tertempel pada diri Pencak Silat itu sendiri. Uniqueness and distinctiveness of Pencak Silat and is now replaced by the image (image) is already attached to self Pencak Silat itself. Bahwa Pencak Silat adalah olah raga bela diri dari kampung. That Pencak Silat is a martial sport of the village.
Banyak usaha yang telah dilakukan anak negeri ini memperkenalkan Pencak Silat kepada dunia dan seperti yang kita ketahui kini olah raga bela diri ini telah banyak digemari dan dipelajari lebih dari 20 negara yang tergabung dalam PERSILAT. Many efforts have been made to introduce children of this country and Pencak Silat to the world as we know now this martial sport has been much-loved and studied more than 20 countries joined in PERSILAT. Sayangnya pesatnya perkembangan Pencak Silat di negeri lain tidak dapat diimbangi dengan kemajuan di negeri asalnya. Unfortunately, the rapid development of Pencak Silat in other countries can not be matched by progress in his native country. Sungguh suatu yang menyakitkan bila kita teliti bahwa imej (image) yang terlanjur tertanam bahwa Pencak Silat adalah bela diri asal kampung kini malah terseret menjadi kampungan karena ketidakmampuan kita dalam manajemen dan organisasi. It was a painful if we are careful that the image (image) is already embedded that Pencak Silat is a martial arts village is now even dragged into tacky because of our inability in management and organization.
Kini satu persatu perguruan Pencak Silat, baik yang berorientasi olah raga, seni, maupun bela diri mulai berguguran, satu persatu mulai kehilangan murid maupun peminat. Now one by one college Pencak Silat, well-oriented sports, arts, and martial arts began to fall, one by one began to lose students and enthusiasts. Jika ada hal unik yang dapat Pencak Silat tawarkan, seharusnya tiap orang akan tahu apa yang “dijual” Pencak Silat. If there is something unique to offer Pencak Silat, should each person will know what is "sold" Pencak Silat. Ketidaktahuan Guru, Pelatih, instruktur beladiri ini dalam “mengemas” dan “menjual” Pencak Silatlah yang akhirnya membuatnya menjadi anak tiri di rumah sendiri. Ignorance teacher, coach, martial arts instructor in the "pack" and "sell" Pencak Silatlah which ultimately makes it a stepchild in the home. Bagaimana mungkin kita akan “membeli” sesuatu jika apa yang kita lihat dan kita dengar tidak membuat kita tertarik. How could we be "buying" something if what we see and hear does not make us interested.
Gegap gempita dan riuh rendahnya suasana gelanggang sepuluh-lima belas tahun lalu dalam tiap kejuaraan kini mulai sepi, terasalah bagi para pesilat yang berumur bahwa kini suasana seperti dulu tak dapat mereka nikmati. The excitement and atmosphere of the arena's noise ten-fifteen years ago in every championship are now beginning to slow, terasalah for the fighter who was an atmosphere that now as ever they could not enjoy. Tinggal kenangan manis yang tersisa. Stay sweet memories remain. Kesedihan yang tertanam pada hati tiap pesilat, pendekar maupun guru, tak akan mampu terbayar oleh apapun. Sadness that is embedded in the hearts of every fighter, warrior and teacher, will not be able to pay off by anything. Hasil yang ada tak sebanding dengan pengorbanan yang mereka lakukan. The results are not comparable with the sacrifices they made.
Kita yang memiliki Padepokan Pencak Silat terbesar didunia, malah menjadi asing apabila masuk kedalamnya. We have the world's largest Padepokan Pencak Silat, even a stranger when the entrance into it. Sepinya kegiatan Pencak Silat ditiap hari dalam padepokan yang notabenenya rumah sendiri bagi pesilat, membuat bingung kita. Pencak Silat quiet activity in each day in the hermitage of notabenenya home for fighters, make us confused. Padepokan yang terlihat bagaikan sosok gedung gagah yang tak ramah. Padepokan that looks like a dashing figure who was friendly building.
Masih sejumput tanya yang tersisa kini, adakah kita akan membiarkan sang “Harimau” (Pencak Silat) tertidur? The remaining question still pinch now, are we going to let the "Tiger" (Pencak Silat) asleep? Harimau tetaplah harimau walau tertidur, tapi harimau terjaga lebih ditakuti daripada yang tertidur. The tiger remains a tiger while asleep, but woke up more feared than a tiger is asleep.
Apakah kita akan biarkan Pencak Silat menjadi kampungan sementara diantara kita mampu membantu baik dari penataan organisasi, mengemas “selling point” dan keunikan Pencak Silat hingga laku di “jual” pada anak negeri? Are we going to let it become tacky Pencak Silat while among us are able to help either from the organization structuring, resemble "selling point" and the uniqueness up to Silat Pencak behavior at "selling" the country boy?
Apakah kita akan membiarkan “rumah” kita sepi melompong, sementara kita mampu mengisinya? Are we going to let our "home" empty quiet, while we are able to fill it? Jangan jadikan “rumah” kita menjadi gedung yang tak ramah. Do not make our "home" into the building that is not friendly.
Jika yang ada dalam hati kita kita tidak, maka mulailah kita melangkah dengan keahlian masing-masing untuk kembali “membangunkan” Pencak Silat. If that is in our hearts we do not, then we begin to move with their respective expertise to back "awaken" Pencak Silat. Adalah bukan hal yang mustahil Pencak Silat akan menjadi jati diri bangsa selain sebagai aspek olah raga, bela diri, budaya dan religi. Is not impossible Pencak Silat will be a national identity other than as an aspect of sports, martial arts, culture and religion.
ada istilah tiap hutan ade harimaunye, tiap tempat ade jagonye…..nah kalau tiap negara ada beladirinya…..kenapa Pencak Silat tidak jadi harimau dihutannya sendiri? No terms of each forest harimaunye ade, ade jagonye each place ..... well, if every country there are beladirinya Pencak Silat ..... why not be tigers dihutannya own?
(Iwan Setiawan/Anggota Milis [email protected] (Iwan Setiawan / Members mailing list [email protected] ) )






