Pendekar Kulit Putih dari Tanah …. White warrior of the Land ....
[ in English ] [ in English ]Dec 25th, 2008 | By admin | Category: Figure Pesilat Visited 2350 times, 6 today [ in English ] Dec 25th, 2008 | By admin | Category: Figure fighters Visited 2350 times, 6 today [ in English ]
ORANG bule main pencak, itu bukan hal baru. PEOPLE Caucasian martial play, it's not new. Tapi pesilat bule menjatuhkan pesilat Melayu bisa disaksikan di Kejuaraan Pencak Silat se-Dunia di Kuala Lumpur, 3-7 Desember lalu. But Malay fighter fighters dropped Caucasians can be seen in Championship of the World Pencak Silat in Kuala Lumpur, 3-7 December.
Ada sembilan pesilat bule (Denmark, Belanda, Spanyol, dan Jerman Barat) dari 15 kelas yang dipertandingkan mencapai babak final. There are nine fighters Caucasians (Denmark, Netherlands, Spain and West Germany) from 15 classes competed to reach the final. Dua di antaranya meraih gelar juara. Two of them won.
Alberto Cerro Leon (Spanyol) mengalahkan Mohamad Rosidi Abdullah (Brunei) dalam kelas bebas di atas 70 kg. Alberto Cerro Leon (Spain) beat Rosidi Mohamad Abdullah (Brunei) in the free classes above 70 kg. Dan Marcel Copini (Belanda) mengalahkan Sarno (Indonesia) dalam kelas 80-85 kg. And Marcel Copini (Netherlands) beat Sarno (Indonesia) in the 80-85 kg class.
Dililit pakaian pendekar yang serba hitam, gerakan mereka rata-rata menunjukkan jago silat sungguhan. Wrapped around an all-black warrior outfit, their movements on average showed a real martial arts champion. Ketika wasit memberi aba-aba dalam bahasa Melayu tepatnya bahasa Indonesia tak ada pesilat yang bengong. When the referee gives the signal in Indonesian Malay exactly no fighters are filmed.
Ya, bahasa Indonesia memang sudah menyatu dengan pencak silat. Yes, the Indonesian language is already fused with the martial arts. Banyak pesilat kulit putih yang sudah fasih berbahasa Indonesia, meski belum pernah menginjak bumi Nusantara ini. Many fighters whites who are fluent in Indonesia, though the earth had never stepped on this archipelago. Misalnya Mariel Kavos pesilat berumur 26 tahun asal Prancis. For example Mariel Kavos 26 year old fighter from France. Belajar pencak dan bahasa Indonesia dilakukan berbarengan dari gurunya, Muhammad Raban. Learning and Indonesian martial conducted concurrent to the teacher, Mohammed Raban. Selesai kejuaraan ini, Mariel, yang turun dalam nomor seni (kembangan), merencanakan memperdalam silat Setia Hati di Madiun, Jawa Timur, selama lima bulan. This championship is complete, Mariel, who fell in the number of art (development), is planning to deepen arts Loyal Heart in Madison, East Java, for five months. “Saya akan mempelajari kebatinannya juga,” katanya. "I will study kebatinan too," he said.
Belajar silat dan bahasa Indonesia berbarengan memang langkah praktis. Learn martial arts and Indonesian languages simultaneously is a practical step. Begitulah rata-rata petunjuk dari guru mereka. That's an average of instructions from their teacher. Hiltrud Cordes, pesilat Jerman Barat, juga menyadari itu. Hiltrud Cordes, West German fighters, well aware of it. Pesilat wanita yang antropolog ini terkesan gerakan silat ketika berwisata di Indonesia. Fighter woman anthropologist was impressed when traveling arts movement in Indonesia. Kebetulan, sekembalinya ke Jerman Barat, ia ketemu guru silat asal Sumatera. Incidentally, returning to West Germany, he met martial arts teacher from Sumatra. Hiltrud pun digembleng. Hiltrud were trained.
Satu setengah tahun belajar bahasa Indonesia di kampusnya, Universitas Koln, antropolog ini mempersiapkan tesisnya untuk gelar doktor. One and a half years in college to learn Indonesian, University of Cologne, the anthropologist is preparing her thesis for a doctorate. Ia tinggal di desa di Minangkabau selama enam bulan hingga Oktober lalu. He lived in a village in the Minangkabau for six months until October. Obyeknya, “Silek Tuo” di Minang. Object, "Silek Tuo" in Minang. “Pencak silat itu punya keunikan tersendiri. "Pencak Silat that has its own uniqueness. Dan saya lebih tertarik seninya ketimbang olah raganya itu sendiri,” katanya. And I am more interested in art than the exercise regime itself, "he said.
Di Jerman Barat, katanya, ada tiga perguruan silat dengan murid sekitar 150 orang. In West Germany, he said, there are three arts college with about 150 pupils. Belum seberapa, memang. Not the worst, indeed. Sebab, orang Jerman lebih menyukai tinju dan gulat. Therefore, the Germans prefer boxing and wrestling. Tapi di Spanyol ada sekitar 2.500 murid yang terserap di 21 sekolah. But in Spain there are around 2,500 students at 21 schools that are absorbed. Mahaguru silat “Harimau Minang” yang beken adalah Juan I. Grand Master of the arts "Minang Tiger" which is famous Juan I. Barrenetxea Sagardui. Barrenetxea Sagardui. Dua puluh tahun sudah ia belajar silat pada Adityo Hanafi, guru silat pada KBRI di Madrid, Spanyol. Twenty years he had studied martial arts in Adityo Hanafi, martial arts teacher at the Embassy in Madrid, Spain.
Dari sembilan muridnya yang berlaga pada nomor perkelahian, tiga masuk final. Of the nine students who competed in the fight number three in the final. Ia punya target dua emas dan sebuah perak. He had a target of two gold and a silver. Salah seorang muridnya yang menggondol emas adalah Alberto Cerro Leon. One of his students who carried off the gold is Alberto Cerro Leon. Alberto pada kejuaraan silat dunia tahun lalu di Wina, pernah menggasak Budi Rahardjo, pesilat Indonesia dari Bangau Putih. Alberto in the arts world championships last year in Vienna, never thrash Budi Rahardjo, Indonesia fighters of the White Stork. Akibat pukulan Alberto yang keras, Budi sempat dirawat di rumah sakit tiga hari. Alberto severe beating hard, Budi was hospitalized three days. Alberto, pemuda bujangan berumur 26 tahun ini, punya persiapan matang. Alberto, the young 26-year-old bachelor, had a proper preparation.
Kejuaraan Silat Dunia yang diikuti 19 negara ini — karena minus Muangthai yang menarik diri dan Swiss yang tak bisa hadir karena guru besar mereka, HK Taher, sakit — tak lepas dari rasa tidak puas. World Silat Championships 19 countries attended this - because of the withdrawal minus Thailand and Switzerland who could not attend because of their great teacher, HK Taher, sick - not out of dissatisfaction. Juan si Harimau Minang, misalnya, kurang puas ketika nomor seni kembangan untuk medali perak dan perunggu dimenangkan Malaysia A dan Indonesia — emas diraih Malaysia B. Juan Minang the Tigers, for example, were less satisfied when the number of art development for silver and bronze medals won by a Malaysia and Indonesia - Malaysia won the gold B. Juan lebih condong, Spanyol berhak mendapat perak atau perunggu. Juan is more lean, Spain entitled to the silver or bronze. Sebab, penampilan Malaysia A dan Indonesia buruk. Therefore, the appearance of Malaysia and Indonesia A bad. “Di sini 'kan negara asalnya. "Here 'my home country. Jadi, ya, tentu tak semudah melepaskannya untuk negara di luar (rumpun) Melayu,” kata Juan, yang akhirnya pasrah. So, yes, certainly not as easy as releasing it to the outside (clumps) Malays, "said Juan, who eventually resigned.
Ketidakpuasan Juan diluruskan Basiron Hamit, Komisi Teknik penyelenggara di kejuaraan ini. Dissatisfaction Juan straightened Basiron Hamit, Technical Commission in the championship organizers. “Itu tidak benar. "That's not true. Orang Spanyol itu maunya menang saja,” katanya. The Spaniard wants to win it, "he said. Eddie Nalapraya, Ketua Pencak Silat Indonesia yang merangkap Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), juga melihat gugurnya Spanyol itu lantaran tak memenuhi kriteria pertandingan dalam kembangan, tunggal, dan berpasangan (tanpa perkelahian). Eddie Nalapraya, Chairman of the Indonesian Pencak Silat Pencak Silat and concurrently President of the Alliance nations (Persilat), also saw the death of Spain's match due to not meeting the criteria in the development, single and in pairs (without a fight).
Protes diam-diam juga terlontar. The protests also came out quietly. Banyak peserta menyesalkan Malaysia, yang seolah-olah begitu bernafsu mengeruk medali. Many participants regretted Malaysia, which seemed so eager to rake in medals. Malaysia, katanya, “mencuri” dua kemenangan dari seni kembangan. Malaysia, he said, "stole" two victories of the art developments. Ini tampak dari penempatan dua jurinya. It appears from the placement of two jurors. Sementara itu, untuk mewakili Eropa, Brunei, Indonesia, dan Singapura cuma ada empat juri. In the meantime, to represent Europe, Brunei, Indonesia, and Singapore, there are only four judges.
Lepas dari kekurangan di sana-sini, Persilat — organisasi yang didirikan Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei tujuh tahun lalu sudah berbuat banyak. Regardless of the shortcomings here and there, Persilat - organization founded Indonesia, Malaysia, Singapore, and Brunei seven years ago have to do much. Dua tahun setelah organisasi berdiri, kejuaraan pertama diadakan di Jakarta. Two years after the organization's standing, the first championship was held in Jakarta. Tahun 1984 juga Jakarta yang jadi tuan rumah. Jakarta in 1984 also the host. Kejuaraan ketiga dilakukan di Wina, Austria, diikuti 11 negara pada 1986. A third championship in Vienna, Austria, followed by 11 countries in 1986. Setelah kejuaraan ini, sudah lima negara (Australia, Jerman Barat, Singapura, Suriname, dan Turki) menawarkan diri jadi tuan rumah pada kejuaraan 1990 mendatang. After this championship, has five countries (Australia, West Germany, Singapore, Suriname, and Turkey) offered to host the games in the upcoming 1990 championship.
Itu sebabnya, di Malaysia , silat, yang semula dibina oleh Kementerian Belia dan Sukan (Pemuda dan Olah Raga), kini tanggung jawabnya dialihkan kepada Kementerian Kebudayaan dan Pelancongan (Pariwisata). That is why, in Malaysia , silat, which was originally fostered by the Ministry of Bella and Sport (Youth and Sport), is now his responsibility was transferred to the Ministry of Culture and the resort (Tourism). Maksudnya agar dengan pencak silat wisatawan bisa mengalir ke Malaysia. It means that the martial arts can flow tourists to Malaysia. Di Indonesia, gerakan membudayakan silat juga tercermin. IPSI telah mengirim surat ke Menteri Luar Negeri dan Menteri P & K, agar silat dimasukkan dalam paket diplomasi kebudayaan. In Indonesia, the movement is also reflected in the civilizing arts. IPSI has sent a letter to the Minister of Foreign Affairs and Minister of P & K, so that arts be included in the package of cultural diplomacy. “Ya, mudah-mudahan saja jawabannya positif,” kata Eddie Nalapraya cerah. "Yes, I do hope the answer is positive," said Eddie Nalapraya bright.
Kejuaraan yang berakhir Senin malam pekan ini menampilkan 21 finalis Melayu 12 di antaranya Indonesia (7 putra dan 5 putri). Championships which ended on Monday night this week featuring 21 finalists among 12 Indonesian Malay (7 men and 5 women). Indonesia tetap sebagai juara umum, sejak kejuaraan ini dimulai, dengan perolehan 10 emas, 2 perak, dan sebuah perunggu. Indonesia remains as the overall winner, since the championship began, with the acquisition of 10 gold, 2 silver and a bronze. Itu berarti Piala Presiden RI tetap di tangan dan sebuah piala dari Malaysia bernama Hang Tuah ikut melengkapi kemenangan ini. That means the President Cup remains in the hand and a trophy from Malaysia named Hang Tuah also complete victory. Tempat kedua diduduki Malaysia, disusul Brunei, dan kemudian Spanyol. Malaysia occupied the second place, followed by Brunei, and then Spain. Belanda yang di kejuaraan Wina berhasil menjadi juara II, kali ini cuma di urutan kelima. Dutch championship in Vienna won the second, this time only in fifth.
Widi Yarmanto (Jakarta), Ekram H. Widi Yarmanto (Jakarta), Ekram H. Attamimi (Kuala Lumpur) Attamimi (Kuala Lumpur)
http://majalah.tempointeraktif.com http://majalah.tempointeraktif.com






