Si Pitung Dari Kota Padang. The Pitung From the city of Padang.
[ in English ] [ in English ]Dec 22nd, 2008 | By admin | Category: Figure Pesilat Visited 2505 times, 4 today [ in English ] Dec 22nd, 2008 | By admin | Category: Figure fighters Visited 2505 times, 4 today [ in English ]
Kisah Robin Hood di Inggris ataupun si Pitung di Batavia ternyata banyak juga terjadi didearah lain. The story of Robin Hood in England or the Pitung in Batavia was a lot of other didearah also occur. Salah satunya adalah orang yang terkenal dengan sebutan si Rancak dari Kota Padang pada awal abad 19. One is a person who is known as the smart of the city of Padang in the early 19th century.
Kota Padang sejak abad 18 merupakan kota metropolis terbesar di Sumatera karena aktivitas perekonomiannya apalagi sejak dibukanya tambang batubara di Ombilin dan pelabuhan Teluk Bayur serta perkebunan-perkebunan baru. Padang city since the 18th century is the largest metropolis in Sumatra due to the activity of the economy especially since the opening of coal mines and ports in the Gulf Bayur Ombilin and new plantations.
Seiring dengan kemajuan perekonomian angka kriminalitaspun turut bertambah. Along with the progress of the economy helped increase the number kriminalitaspun. Perkelahian antar perguruan silat ataupun kelompok kriminal seringkali terjadi. Arts college or a fight between criminal groups often occur. Orang-orang dari Pauh dan Koto Tengah juga tercatat paling sering membuat onar di kota Padang karena rasa benci yang mendalam terhadap Belanda sebagai penjajah. The people of the Middle Koto Pauh and also recorded most often make mischief in the city of Padang because of a deep hatred against the Dutch as colonists.
Si Rancak digambarkan sebagai pemuda yang rupawan, mungkin karena itu pula ia disebut si Rancak. The smart described as a handsome young man, maybe that's why it's called smart. Pada wajahnya terpancar sifat keras hatinya. On the hardness of his face shone. Badannya tinggi semampai, atletis, sigap dan lincah seperti macan. He was tall, slim, athletic, swift and agile as a tiger. Hidungnya sedikit bengkok dengan kumis panjang dan tipis. Slightly crooked nose with a long and thin mustache. Yang paling menonjol adalah sorot matanya yang tajam dan berapi-api dan disebut si Mata Setan oleh Belanda. The most notable is the sharp eyes and fiery eyes and called the devil by the Dutch.
Si Rancak ini selain ditakuti, ia juga memiliki banyak pengagum dan pengikut. The smart is in addition to fear, he also has many admirers and followers. Pada tahun 1880, ia merupakan musuh nomor satu aparat kepolisian kota Padang. In 1880, he was enemy number one police the city of Padang. Usaha menangkapnya sering gagal, mungkin karena si Rancak ini lebih mengenal medan atau karena banyak penduduk kota Padang yang menyembunyikannya bila dikerjar Belanda ataupun banyak aparat kepolisian yang tidak ingin konfrontasi fisik langsung dengan si Rancak. Efforts often fail to catch it, maybe because it's smart to know the field or as many residents of Padang which the Dutch or hide it when dikerjar many police officers who do not want to direct physical confrontation with the smart.
Si Rancak adalah seorang penjahat yang mencari nafkah dengan melakukan perbuatan melawan hukum. The smart is a criminal who made a living by performing acts against the law. Tetapi ia juga dikenal sebagai orang yang tidak senang menindas orang yang lemah. But he was also known as someone who is not happy oppress the weak. Si Rancak selalu mengandalkan kemampuan silatnya, ia selalu menantang orang-orang yang dianggapnya mampu bertarung kecuali bila orang tersebut secara sukarela memberinya uang sirih atau uang tembakau. The smart always rely on the ability silatnya, he was always challenging people who are considered able to compete unless the person voluntarily gave him betel or tobacco money. Seringkali pula uang yang didapat dari satu tempat diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Often the money is obtained from a given place to others in need.
Si Rancak memiliki banyak pengikut, murid dan lebih banyak lagi pengagumnya. The smart has many followers, disciples and many more admirers. Bila seseorang ketahuan sebagai mata-mata polisi, adalah hal yang beruntung bila rumahnya hanya dibakar oleh kawanan si Rancak ini. If someone is caught as a police spy, it is fortunate if his house just burned down by the herd is smart.
Dalam aksinya tidak selalu si Rancak ini berhasil, tercatat dua kali ia pernah gagal. In its action is not always the smart is successful, there were two times he had failed. Pertama, di gelanggang kuau (burung aduan), dekat kota Padang. First, in the arena pheasants (birds complaint), near the city of Padang. Disana si Rancak melihat seorang pria berjalan bersama putrinya yang masih kecil dengan membawa bungkusan. There's smart to see a man walking with his young daughter with a package. Seperti biasa si Rancak sedang tidak punya uang dan ia menyapa hormat pria itu dan setelah basa-basi diketahui bahwa pria itu berasal dari Indrapura dan hendak pergi ke Mekkah. As always the smart is not got money and he greeted him respectfully, and after further ado it is known that men are from Indrapura and about to go to Mecca. Seperti biasa juga ia menantang pria tersebut, hasilnya si Rancak terpaksa mengambil langkah seribu dengan mata merah berair, untung saja ia tidak buta. As usual he also challenged the man, the result of the smart was forced to flee with red watery eyes, luckily he was not blind.
Si Rancak mungkin adalah pendekar silat jempolan tetapi silat bukan satu-satunya ilmu beladiri yang berkembang di kota Padang. The smart likely is topnotch but martial arts warriors are not the only martial arts that developed in the city of Padang. Pada masa itu telah berkembang pula beladiri kuntao yang dipakai orang Cina dan kebetulan calon haji yang ditemuinya ini adalah ahli kuntao yang jari-jarinya telah terlatih, keras dan sangat berbahaya. In those days, martial arts has evolved kuntao also used the Chinese and the pilgrims had met by chance this is kuntao expert who has trained her fingers, hard and very dangerous.
Kekalahan si Rancak yang kedua ialah ketika ia sedang meminta uang tembakau tetapi kali ini yang ditemuinya adalah ahli gulat. The defeat of the latter was smart when he was asked for tobacco, but this time he encountered the wrestling experts. Mungkin karena cara bertarung yang tidak biasa ditemui, si Rancak mengalami kesialan, ia berhasil dipiting dan tidak dapat bergerak hingga berteriak-teriak minta ampun. Perhaps because of the way to fight that is not commonly encountered, the smart bad luck, he managed to dipiting and can not move up screaming for mercy.
Walaupun dengan dua catatan kekalahan itu, si Rancak tetap tidak jera dan dianggap jagoan. Although the two records that defeat, the smart remained wary and considered heroes. Diantara pengikutnya ini terdapat pula orang-orang Belanda yang lahir dan besar di kota Padang yang bekerja sebagai pegawai rendahan ataupun penjaga toko. Among his followers, there is also the Dutch people who were born and raised in the city of Padang who works as a clerk or clerks. Tugasnya adalah mengambil barang-barang milik majikan mereka. His job is to take the belongings of their employer.
Entah berapa banyak perampokan dan pembakaran yang dilakukan si Rancak dan kelompoknya, pihak kepolisian kota Padang selalu gagal menangkapnya walaupun telah mengetahui tempat persembunyiannya. God knows how many robberies and arson carried out the smart and his group, the police arrested the city of Padang always fail despite knowing his hiding place. Si Rancak ternyata telah mengembangkan jaringan mata-matanya seperti yang dilakukan polisi. The smart it has developed a network of spies as did police. Ketika pengawasan dilakukan makin ketat, si Rancak melarikan diri ke Jambi dan bergabung dengan kelompok Sultan Taha. When booking more stringent oversight, the smart fled to Edinburgh and joined the Sultan Taha.
Penangkapan si Rancak The arrest of the smart
Marah Pense adalah seorang mantri kopi tetapi ia memiliki banyak tugas seperti polisi, mantri jalan, penyuluh pertanian, pengamat irigasi dan lain-lain. Pensee angry coffee is a paramedic, but he has many duties such as police, paramedics roads, agricultural extension, irrigation observers and others. Marah Pense sering mendapat tugas-tugas yang berat karena oleh Belanda, ia dianggap tahu benar keadaan rakyat. Pensee anger often gets a heavy task for the Dutch, he is considered to know the true state of the people. Marah Pense menjabat sebagai mantri kopi di Panjalinan, sebuah daerah yang rawan. Pensee anger served as a paramedic in Panjalinan coffee, an area prone.
Kontrolir Pauh memberi Marah Pense dan saudaranya Marah Dayat Sutan Pangeran untuk menangkap si Rancak, hidup atau mati, sebuah tugas yang cukup sulit. Kontrolir Pauh give Marah Marah Pensee and his brother Prince Dayat Sutan for the smart capture, dead or alive, a task quite difficult. Setelah mengeluarkan banyak uang untuk membeli informasi, Marah Pense mengetahui bahwa Si Rancak tidak pergi ke Jambi tetapi ke utara dekat Manggopoh. After spending a lot of money to buy information, Anger Pensee know that Si is not smart to go to Edinburgh but to the north near Manggopoh. Dengan membawa enam pengawal bersenjata lengkap mereka berangkat ke Manggopoh, Marah Pense sendiri membawa senapan laras ganda. With six armed bodyguards they leave for Manggopoh, Anger Pensee own double-barreled shotgun.
Didepan sebuah lapau (warung kopi), Marah Pense melihat seorang wanita dengan bungkusan disebelahnya. In front of a lapau (coffee shop), Marah Pensee see a woman with the adjoining parcel. Ketika bungkusan itu diperiksa, didalamnya ditemukan sepucuk pistol dan beberapa senjata tajam. When the package was examined, found a gun in it and some sharp weapon. Setelah diinterogasi, ditemukanlah pemiliknya dan ia mengaku bernama si Rancak. After questioning, he admitted that he was discovered and named the owner of the smart.
Kebiasaan si Rancak tetap tidak berubah, ia menantang bertarung Angku Mantari tetapi belum selesai si Rancak bicara, senapan pengawal Marah Pense telah menyalak mengenai dada dan tembus kepunggung. Habits of the smart remained unchanged, he challenged to fight Angku Mantari's smart but not finished talking, shotgun guard Marah Pensee been barking about the chest and through kepunggung. Menyadari keadaan tidak menguntungkan si Rancak segera terjun ke sungai disebelah lapau, Marah Pense segera mengejarnya dan terus menerus memukuli si Rancak dengan senapannya. Aware of the unfavorable state of smart jump into the river immediately adjacent to lapau, Anger Pensee immediately chased and continuously beat the smart with the rifle. Menurut laporan si Rancak terus melawan hingga akhirnya ia berhasil menyelam dan tiba diseberang sungai, akan tetapi tidak lama kemudian ia jatuh pingsan. According to the report of the smart continues to fight until finally he managed to dive and came across the river, but it was not long before he passed out. Berakhirlah riwayat si Rancak. Ended the history of the smart.
Si Rancak diikat erat dengan sebuah tangga dan dibawa kerumah kontrolir di Lubuk Bagalung tetapi kontrolir menyuruh si Rancak dibawa ke kota Padang, dengan iringan banyak orang yang ingin ikut melihat si Rancak. The smart is closely tied to a ladder and brought home in Lubuk Bagalung controller but the controller instructed the smart brought to the city of Padang, to the accompaniment of many people who want to see the smart. Sesampainya mereka ke kota Padang, kontrolir dan asisten-asistenya menolak dan menyuruh si Rancak dibawa kembali ke Lubuk Bagalung. When I got them to the city of Padang, controller and assistant-asistenya refused and told the smart brought back to the Lubuk Bagalung. Tetapi sekali lagi si Rancak disuruh dibawa kembali ke kota Padang, setelah rombongan Marah Pense beristirahat dan si Rancak dalam keadaan terluka parah ditaruh digudang untuk dipertontonkan kepada masyarakat, mereka berangkat lagi ke kota Padang. But once again the smart ordered brought back to the city of Padang, after the party and the rest Pensee Angry smart wounded placed in a state warehouse to be displayed to the public, they set off again to the city of Padang.
Karena kabar penangkapannya telah tersiar, makin berduyun-duyun masyarakat datang untuk melihat si Rancak. Because the news of his arrest has spread, more and more people came flocking to see the smart. Tentara didatangkan untuk menjaga keamanan dipenjara Pulau Karam karena beredar isu bahwa rakyat Pauh ingin membebaskannya. The army brought in to maintain security prison island for circulating rumors that Karam Pauh people want to free him. Akhirnya si Rancak meninggal dunia pada hari yang sama karena kehabisan terlalu banyak darah. Finally, the smart died on the same day as the blood runs out too much.
Si Rancak dan Marah Pense adalah saudara seperguruan silat yang menurut aturan pada waktu itu, sesama saudara seperguruan tidak boleh saling serang dan baku hantam. The smart and Anger Pensee seperguruan arts are brothers who according to the rules at the time, seperguruan brothers should not be attacking each other and fistfight. Berita yang beredar waktu itu, Marah Pense kesal karena si Rancak meniduri janda Marah Pense tanpa ijinnya. News circulated that time, Marah Pensee upset because the smart Pensee Angry widow slept without his permission. Atas jasanya menangkap si Rancak, Marah Pense mendapat hadiah 50 gulden. For his services to catch the smart, angry Pensee awarded 50 guilders.
Kisah Pengikut si Rancak Followers story of the smart
Si Galuang dan Baruak adalah dua pengikut si Rancak yang ditangkap setelah si Rancak meninggal dunia. The Baruak Galuang and two followers were arrested after the smart smart he died. Sebuah ekspedisi yang terdiri dari satu pasukan polisi dari Pauh, Penghulu Rajo Dihilir, centeng bernama si Gagak Rajo Jambak dan beberapa jagoan asal Jawa seperti Kadirun dan Gundat juga dikerahkan untuk menangkap mereka berdua di Bandarbuat ketika mereka menginap dirumah saudara perempuan salah seorang dari mereka, didekat jalan menuju ke Mata Air, perbatasan Wijk VII tetapi ekspedi ini kembali dengan tangan hampa. An expedition consisting of a police force of Pauh, Rajo penghoeloe Dihilir, hitman named the Ravens Rajo tuft and some hotshot from Java as Kadirun and Gundat also deployed to catch them both in Bandarbuat when they stay at home sister of one of them, near road to the Springs, but ekspedi VII Wijk border is returned empty-handed.
Seorang kontrolir Belanda bernama HA Mess yang bertugas di Painan mendengar nama si Kabuik, seorang pendekar silat. A Dutchman named HA Mess controller on duty at the Kabuik Painan heard the name, a martial arts warrior. Ia sering mendengar kehebatan para pendekar silat di Sumatera, mungkin karena si Kabuik ini luar biasa hebatnya maka ia menawarkan pekerjaan sebagai pembantu polisi. He often heard the greatness of the warrior arts in Sumatra, probably because the Kabuik this magnificent and he offered a job as a police aide. Si Kabuik senang bukan kepalang, karena ia hanyalah seorang pemancing ikan dan sekarang mendapat penghasilan tetap. The Kabuik absurdly happy, because he was a fish and anglers now have a steady income. Si Kabuik tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai pemancing ikan diwaktu luangnya. The Kabuik still continues his work as an angler fish at a time when spare.
Si Kabuik adalah orang yang sopan dan mungkin lebih manusiawi, tidak seperti Marah Pense yang senang main keroyokan dan gemar menyiksa. The Kabuik is a gentleman, and perhaps more humane, unlike the Angry Pensee happy and likes to play keroyokan torture. Si Kabuik menangkap Galuang dan Baruik seorang diri, dua orang sekali tangkap. The catch Kabuik Galuang and Baruik alone, two people once caught. Sebenarnya ia dikawal dua pengawal bersenjata, tetapi sewaktu tiba ditempat persembunyian kedua orang itu, si Kabuik masuk seorang diri untuk menantang keduanya berkelahi, setelah keduanya menyerah kalah, mereka dibawa ke kota Padang tanpa di borgol, saat memasuki kota, mereka diborgol untuk sekedar formalitas saja. Actually he was escorted by two armed guards, but when arrived the two men hiding place, the Kabuik go alone to challenge them to fight, after they surrendered, they were taken to the city of Padang without the handcuffs, as he entered the city, they were handcuffed to mere formality . Menurut berita di surat kabar waktu itu, keris pusaka yang dipinjamkan oleh regen itupun tidak sempat keluar dari sarungnya dalam perkelahian itu. According to newspaper reports at the time, keris lent by regen and even then did not get out of the sheath in the fight.
Berikut adalah nasib dari beberapa anggota kelompok si Rancak, Baruak akhirnya dipenjara untuk waktu yang lama, Mara Otong dibawa ketempat pembuangan, Galuang tewas, Abang dieksekusi mati dengan cara digantung. Here is the fate of some members of the group of smart, Baruak eventually imprisoned for a long time, Mara Otong taken the place of disposal, Galuang dead brother was executed by hanging. Beberapa orang tidak pernah tertangkap. Some people never get caught.
Reference: Reference:
Rusli Amran, Padang Riwayatmu Dulu, 1988, Cetakan Kedua, Penerbit CV. Rusli Amran, Padang Riwayatmu First, 1988, Second Printing, Publishing CV. Yasaguna. Yasaguna.
Source : Source:
http://www.pelaminanminang.com/tahukah/si_pitung_dari_padang.html http://www.pelaminanminang.com/tahukah/si_pitung_dari_padang.html






