Silat Kwitang Warisan Sejarah yang Hampir Punah. Silat Kwitang the Endangered Heritage.
[ in English ] [ in English ]Dec 25th, 2008 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 3238 times, 2 today [ in English ] Dec 25th, 2008 | By admin | Category: Flow Silat Visited 3238 times, 2 today [ in English ]
JAKARTA – Betawi terkenal dengan gudangnya pendekar-pendekar silat yang tersohor. JAKARTA - famous for its warehouse Betawi warrior warrior-famous martial arts. Legenda si Pitung jago silat dari Marunda tetap melekat di hati masyarakat Betawi sepanjang masa. Pitung legend of martial arts whiz Marunda fixed to the people Betawi all time. Sejarah persilatan di Betawi pun mencatat, nama perkampungan Kwitang berasal dari seorang pedagang Tiongkok, Kwe Tang Kiam yang terkenal karena ilmu silatnya yang ampuh. Martial history was recorded in Batavia, the name comes from a village Kwitang Chinese merchants, Kwe Tang Kiam silatnya renowned for its powerful science.
Kisah ini diawali pada abad 17 ketika seorang pengembara dari dataran Tiongkok, Kwe Tang Kiam menjejakkan kakinya di tanah Betawi. The story begins in the 17th century when a wanderer from the plains of China, Tang Kwe Kiam Betawi set foot on land. Konon, Kwe Tang Kiam telah mengembara ke hampir seluruh pelosok daerah Indonesia. That said, Kwe Tang Kiam had wandered into the area almost all corners of Indonesia. Di salah satu kampung di Betawi pengembara yang juga pedagang obat-obatan tersebut menetap. In one village in Betawi nomads who are also drug dealers are settled. Selain jago dalam meracik obat-obatan, ia juga ahli dalam berolah silat. In addition to whiz in dispensing drugs, he is also an expert in martial arts exercise. Di daerah tempat ia menetap, Kwe Tang Kiam menurunkan ilmu silatnya kepada orang-orang yang tinggal di sekitarnya. In the area where he settled, Kwe Tang Kiam lower silatnya science to people who live around it.
Kehebatan ilmu silat Kwe Tang Kiam diakui masyarakat Betawi saat itu. The greatness of the martial arts Tang Kiam Kwe Betawi community recognized at that time. Silat yang diajarkannya menggunakan jurus-jurus ampuh mirip aliran Shaolin yang memadukan unsur tenaga, kekuatan fisik dan kecepatan. Silat is taught using powerful moves like a stream of Shaolin which combines elements of power, physical strength and speed. Hal ini sangat berbeda dengan aliran silat Betawi yang lebih menonjolkan ilmu kebatinan. This is very different from the flow of a further highlight the Betawi arts mysticism.
Walau demikian Kwe Tang Kiam mengakui kehebatan ilmu kebatinan silat Betawi setelah mencoba keampuhan ilmu salah seorang jawara Betawi bernama Bil Ali.Terbukti, ilmu kanuragan beraliran putih yang dimiliki Bil Ali berhasil menundukkan Kwe Tang Kiam. However Kwe Tang Kiam to hand martial arts mysticism Betawi after trying the efficacy of science one of a champion named Bil Ali.Terbukti Betawi, science wing of white-owned kanuragan Bil Ali managed to subdue Kwe Tang Kiam. Hingga akhir hayatnya Kwe Tang Kiam menetap di kampung ini dan dengan kesadaran sendiri ia kemudian memeluk agama Islam. Until his death Kwe Tang Kiam settled in this village and with his own consciousness he later embraced Islam. Kampung tempat ia menetap pun kemudian menjadi desa kampung Kwitang, yang masuk dalam wilayah Jakarta Pusat. Village where he was then a village settled Kwitang hometown, who entered the area of Central Jakarta.
Hanya untuk Keluarga Only for Families
Salah satu murid dari Kwe Tang Kim adalah leluhur keluarga H. One disciple of Tang Kim Kwe is the ancestor of the family H. Moch Zaelani yang kemudian menjadi pewaris ilmu silat ini di daerah Kwitang. Moch Zaelani which later became the heir of the martial arts in this area Kwitang. Ia pun kemudian mengajarkan ilmu silat yang ini kepada keluarganya sendiri, yakni, H Moch. He also teaches martial arts then this one to his own family, namely, H Moch. Zakaria. Zakaria. Namun karena minat orang-orang Betawi untuk mempelajari ilmu silat ini begitu besar, maka ia pun memberi kesempatan kepada mereka untuk turut mempelajarinya. But because interest Betawi people to learn the martial arts is so big, so he gave them the opportunity to participate to learn.
Zaelani mendirikan perguruan pencak silat aliran Kwitang 27 September 1948 bertepatan dengan diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional PON I di Solo. Martial arts college founded Zaelani flow Kwitang 27 September 1948 to coincide with the convening of the National Sports Week in Solo I PON. Ketika berlangsung PON I itulah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) diresmikan. When I was last PON Pencak Silat Association of Indonesia (IPSI) was inaugurated. Waktu itu, Ketua IPSI yang pertama , Mr Wongso Negoro, mengundang para pesilat dari Kwitang untuk mendemonstrasikan kebolehannya pada pembukaan pekan olahraga tersebut. At that time, the first Chairman IPSI, Mr Wongso Negoro, fighters from Kwitang invited to demonstrate his skill at the sport's opening weekend.
Empat tahun kemudian, tepatnya 27 Septemebr 1952 saat dilangsungkannya PON II di Jakarta, Zaelani secara resmi mendirikan Perguruan Silat Kwitang dengan nama ”PS Mustika Kwitang”. Four years later, on 27 Septemebr 1952 when PON II taken place in Jakarta, formally established the University Zaelani Kwitang Silat under the name "PS Mustika Kwitang".
Perguruan ini kemudian diwariskan kepada cucunya H. Education is then passed on to his grandson H. Moch Zakaria Abdulrachim. Zakaria Abdulrachim Moch. Pada PON II, Zakaria tampil sebagai atlet . In the PON II, Zakaria appears as an athlete. Ketika itu pencak silat resmi menjadi salahsatu cabang yang dipertandingkan. When martial arts were officially become one of the main branch of the contested. Pada nomor seni yang dipertandingkan. On a number of art that competed. Zakaria keluar sebagai juara. Zakaria came out as champions.
Dalam PON berikutnya, Zakaria selalu menjadi momok bagi lawannya. In the next PON, Zakaria has always been a scourge to his opponent. Bersama pesilat Mustika Kwitang lainnya ia merajai berbagai kejuaraan, seperti PON ke-III 1953 di Medan, PON ke-IV tahun 1957 di Makassar, dan PON ke- V tahun 1961 di Bandung. Together with other Kwitang Mustika fighter he ruled the various championships, such as PON to-III 1953 in Medan, PON-IV to 1957 in Makassar, and the PON-V in 1961 in Bandung. Ia berturut-turut tampil sebagai juara. He successively emerged as champion.
”Kondisinya pada waktu itu tidak seperti sekarang ini, sarana dan prasarana masih sangat terbatas. "The conditions at the time did not, as now, facilities and infrastructure is still very limited. Tak jarang untuk mengikuti even pencak silat di Jakarta kami harus jalan kaki. Not infrequently to follow martial arts event in Jakarta we have to walk. Begitu juga ketika mengikuti PON kami naik kapal laut dan ditempatkan di sekolah-sekolah yang berada di dekat arena pertandingan. Likewise, when we boarded the ship followed the sea PON and placed in schools near the Olympic venues. Lain dengan atlet sekarang yang diberikan fasilitas yang cukup mewah,” kenang Zakaria, yang lahir di Kwitang 22 Juni 1931 ini. Other athletes are provided with adequate facilities luxurious, "recalls Zakaria, who was born on June 22, 1931 Kwitang this.
Sebagai pendekar silat, Zakaria juga merupakan salah seorang pendiri Persatuan Silat Putra Betawi yang beranggotakan 46 cabang perguruan silat di Jakarta. As a martial arts warrior, Zakaria is also a cofounder of the Association of Silat Son Betawi arts college 46-member branch in Jakarta.
Setelah PON ke-V tahun 1961 di Bandung, Zakaria mengundurkan diri sebagai atlet. PON-V after the year 1961 in Bandung, Zakaria to resign as an athlete. Ia lebih memfokuskan perhatiannya pada perguruan yang dipimpinnya. He is focusing more on college lead. Sejak itu PS Mustika Kwitang secara resmi terbuka untuk masyarakat umum. Since the PS Mustika Kwitang officially open to the public.
Nyaris Punah Almost Extinct
Melalui ketekunan Zakaria, PS Mustika Kwitang kian harum dengan jumlah murid mencapai ribuan pesilat yang tersebar di Jakarta, bahkan sampai Jawa Barat, Jawa Tengah hingga ke Sumatera Utara. Through perseverance Zakaria, PS Mustika Kwitang more fragrant with the number of students who reach thousands of fighters scattered in Jakarta, even to the West Java, Central Java to the North Sumatra. Pada masa kejayaannya, PS Mustika Kwitang melahirkan pesilat-pesilat andal seperti Diantoro Nur, Ganda, Ishak, Lubena, Yuyu dan Latifah (pesilat putri). At its heyday, PS Mustika Kwitang bear-fighter capable fighters like Diantoro Nur, Ganda, Isaac, Lubena, Yuyu and Latifah (women fighters).
Ia mengungkapkan rahasia suksesnya dalam membina anak didiknya berasal dari motivasi yang besar untuk menekuni olahraga warisan nenek moyang ini. He revealed the secret of success in nurturing their students come from a big motivation to pursue this sport heritage. Selain itu ia pun menganjurkan kepada murid-muridnya untuk tidak terlalu fanatik dengan perguruan. In addition he advised his students not to get too fanatical about college. Mereka boleh mengadaptasi ilmu silat di luar perguruan untuk memperkaya ilmu silat yang mereka miliki. They may adapt the martial arts out of college to enrich the martial arts that they have.
”Modal utama yang harus dimiliki oleh atlet Mustika Kwitang adalah kepercayaan diri yang besar,” ungkap Zakaria. "Primary capital must be owned by the athletes Mustika Kwitang is a great confidence," said Zakaria. Pada tahun 80-an, Zakaria mengundurkan diri dan mewariskan ilmunya mewariskannya kepada anak-anaknya. In the 80s, Zakaria to resign and leave it to pass on their knowledge to their children. Tapi sayang, keberhasilannya dalam membina perguruan silat tidak diikuti oleh pewarisnya itu. But unfortunately, its success in fostering the arts college that is not followed by the heirs. Perkembangan perguruan yang sudah nama di dunia persilatan ini kian terpuruk bahkan nyaris punah. Development of the college is already a name in the martial world is increasingly slumped almost extinct.
Murid-murid perguruan ini satu per satu mulai berkurang dari ribuan orang hanya tinggal beberapa gelintir pesilat saja yang masih eksis dalam mengembangkan seni pencak silat ini. This school pupils one by one began to decrease from the thousands of people just live a handful of fighters that still exist in developing this art of martial arts. Akibatnya, PS Mutstika Kwitang sulit bersaing dengan perguruan silat lain, termasuk beladiri dari luar. As a result, PS Mutstika Kwitang difficult to compete with other arts colleges, including self-defense from the outside.
Zakaria mengakui, perguruan yang dipimpinnya itu tidak memiliki pendukung serta sponsor. Zakaria acknowledges, he led the college does not have a supporter and sponsor. Selain itu, PS Mustika Kwitang hanya sedikit memiliki kader pelatih dan sistem pembinaannya tidak efisien. In addition, PS Mustika Kwitang few have the cadre of coaches and the system is built it is not efficient. Di perguruan ini, tidak dikenal tingkatan yang jelas dan baku untuk menilai kemampuan murid-muridnya. In college, it is not known to clear the level and standard to assess the ability of his students. Penentuan tingkatan hingga penunjukan kader pelatih masih ditentukan guru besar. Determination of levels up to the appointment of coach cadre of teachers was determined.
”Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. "I am very concerned with this condition. PS Mustika Kwitang sebagai pendiri aliran silat di daerah Kwitang nyaris tenggelam. PS Mustika Kwitang as the founder of the arts in the area Kwitang almost drowned. Saya tergugah untuk kembali membinanya, ” kata Zakaria. I was inspired to return membinanya, "Zakaria said. (str/eko yulianto) (Str / eco Yulianto)
SOURCE : SINAR HARAPAN SOURCE: RAY HOPE






