Silek – Seni Beladiri Minangkabau. Silek - Martial Arts Minangkabau.
[ in English ] [ in English ]Dec 22nd, 2008 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 2977 times, 3 today [ in English ] Dec 22nd, 2008 | By admin | Category: Articles Silat Visited 2977 times, 3 today [ in English ]
Silek adalah nama Minangkabau buat seni beladiri yang ditempat lain dikenal dengan Silat. Silek is the name of Minangkabau made elsewhere martial art known as Silat. Sistem matrilineal yang dianut membuat anak laki-laki setelah akil balik harus tinggal di surau dan silat adalah salah satu dasar pendidikan penting yang harus dipelajari oleh anak laki-laki disamping pendidikan agama islam. Matrilineal system is adopted to make the boys after puberty must live in the mosque and one of the basic arts education is important to be learned by the sons of Islam in addition to religious education. Silek merupakan unsur penting dalam tradisi dan adat masyarakat Minangkabau yang merupakan ekspersi etnis Minang. Silek is an important element in the traditions and customs of a society Minangkabau ethnic ekspersi Minang.

(Gambar 1.1 Pendekar silek aliran Sitaralak dalam posisi kudo-kudo) (Figure 1.1 Swordsman silek Sitaralak flow-kudo kudo position)
Silek sudah merasuk dalam setiap kehidupan sehari-hari dan muncul sebagai unsur penting dalam cerita rakyat, legenda, pepatah dan tradisi lisan di Minangkabau. Silek is pervasive in every day life and emerge as an important element in folklore, legends, proverbs and oral tradition in Minangkabau. Ada banyak jenis aliran beladiri silek di Sumatera Barat dan dapat dikatagorikan dalam sebelas aliran silek yang berhasil didata antara lain: There are many types of martial silek streams in West Sumatra and can be categorized in eleven successful silek stream being recorded are:
- Silek Kumanggo Silek Kumanggo
- Silek Lintau Silek Lintau
- Silek Tuo Tuo Silek
- Silek Sitaralak Silek Sitaralak
- Silek Harimau Silek Tigers
- Silek Pauh Silek Pauh
- Silek Sungai Patai Silek Patai River
- Silek Luncua Silek Luncua
- Silek Gulo Gulo Tareh Gulo Gulo Silek Tareh
- Silek Baru New Silek
- Silek Ulu Ambek Silek Ulu Ambek
Menurut Hiltrud Cordes hanya sepuluh pertama saja yang dapat digolongkan sebagai aliran beladiri silek tetapi silek Ulu Ambek banyak terdapat pada pesisir Pariaman. According to Cordes Hiltrud only the first ten that can be classified as a stream of self-defense but silek Ulu silek Ambek abundant in coastal Pariaman.
Jenis beladiri silek diatas ditemukan dibanyak tempat di Sumatera Barat meskipun banyak jenis lain yang lebih lokal bahkan ada yang hanya terdapat dalam suatu kampung saja dan untuk yang terakhir ini lebih tepat rasanya untuk disebut perguruan silek daripada aliran yang sebagian besar menamakan aliran sileknya dengan nama kampung asal aliran silek itu berasal dan tidak mengasosiasikan diri mereka dengan salah satu aliran diatas, malah beberapa menamakan diri dengan nama yang unik seperti Harimau Lalok, Gajah Badorong, Kuciang Bagaluik atau Puti Mandi. Silek above types of martial arts is found in many places in West Sumatra, although many other species are more localized and some have only just found in a village and for the latter is more appropriate for the so-called college silek taste than most of the named streams that flow with the name of the village of origin sileknya silek flow was coming from and do not associate themselves with any of the above flow, even some who call themselves by names such as Tiger Lalok unique, Elephant Badorong, Kuciang Bagaluik or Puti Mandi.
Metoda Latihan Silek Exercise methods Silek
Silek biasanya dilakukan ditempat yang disebut sasaran, sebuah tempat terbuka atau kosong dan luas yang dekat dengan rumah guru silek. Silek usually called the target in place, a place empty and wide open or close to home silek teacher. Latihan beladiri silek dilaksanakan pada saat menjelang malam setelah sholat magrib dan berlangsung selama 2-3 jam meskipun kadang sampai tengah malam. Silek martial exercises carried out by the time of evening prayers after sunset and lasts for 2-3 hours although sometimes until midnight. Latihan beladiri silek juga dilakukan dengan pencahayaan seadanya seperti cahaya bulan, obor atau lampu minyak tanah. Silek martial exercises were also conducted with improvised lighting like the moon, torches or kerosene lamps. Hal ini dilakukan untuk melatih ketajaman penglihatan dan juga sebagai latihan intuisi. This is done to train the visual acuity as well as an exercise of intuition. Kadang-kadang latihan silek ini juga dihadiri oleh penghulu desa dan diiringi oleh nyanyian, talempong ataupun saluang. Sometimes silek exercise was also attended by the village headman and accompanied by singing, or Saluang talempong. Pakaian silek adalah galembong (celana hitam), taluak balango dan destar. Silek clothing is galembong (black pants), taluak balango and headband.

(Gambar 1.2 Murid dari perguruan silek sedang berlatih dimalam hari) (Figure 1.2 Students from colleges silek were practicing at night)
Latihan beladiri silek tidak dilakukan pemanasan seperti aliran beladiri di asia pada umumnya. Silek martial exercises do not like the heat flow in the Asian martial arts in general. Dua orang dengan ukuran fisik dan kemampuan tehnik yang sama bermain silek dalam sasaran dengan pengawasan yang ketat dari sang guru dan disaksikan oleh murid-murid yang lain. Two people with physical size and ability to play the same techniques silek the target with close supervision by the teachers and students witnessed by others. Permainan silek (demikian sebutan untuk sesi latihan) berlangsung setelah peserta memberi hormat pada guru dan kemudian pada lawan mainnya, setelah permainan usai penghormatan berlangsung sebaliknya. Silek game (thus the name for the practice session) took place after participants pay homage to the teacher and then the opponent after the game takes place after the homage vice versa. Suasana latihan biasanya santai dan jauh dari kesan formal dimana latihan fisik yang keras bukan prioritas tertinggi. Exercises are usually relaxed atmosphere and far from the floor where hard physical exercise is not the highest priority.
Waktu rata-rata yang diperlukan untuk menamatkan pendidikan dasar silek adalah 6-8 bulan dan untuk memiliki dasar silek yang baik seorang murid harus belajar secara teratur selama 2-3 tahun. The average time required to complete basic education silek is 6-8 months and to have a good basic silek a student has to learn on a regular basis for 2-3 years. Sedangkan untuk dapat menjadi master atau pendekar dalam beladiri silek diperlukan latihan selama 15 tahun. While the work to become a master swordsman in the martial silek or training required for 15 years.
Dalam latihan beladiri silek, murid berbaris ataupun membentuk lingkaran dan meniru gerakan dari guru ataupun murid senior. In silek martial exercises, the students line up or form a circle and mimic the movement of teachers or senior students. Guru biasanya memberi aba-aba dengan suara atau tepukan tangan untuk menandakan perubahan gerakan yang disebut tapuak. Teachers usually gave the signal to noise or clap your hands to signify the change movement called tapuak. Setelah cukup mahir dengan tehnik dasar, murid disarankan untuk berlatih dengan murid lain yang berbeda ukuran fisik hingga mampu beradaptasi dengan berbagai postur, gerakan dan tingkatan tehnik. After quite proficient with the basic techniques, students are advised to practice with other students of different physical sizes to be able to adapt to a variety of postures, movement and technical levels.
Strategi dasar dari silek ini adalah garak-garik yang dapat diartikan sebagai aksi dan reaksi yang seimbang. The basic strategy of this silek Garak-Garik which can be interpreted as actions and reactions are balanced. Garak-garik dapat dianalogikan seperti permainan catur dimana masing-masing memiliki beberapa pilihan jurus dan harus memilih jurus yang paling efektif untuk dilaksanakan. -Garak Garik be analogous to a chess game where each has some choice moments, and must choose the most effective tactics to be implemented. Masing-masing harus mengantisipasi semua kemungkinan gerakan dari lawan dan mampu memanipulasi lawan untuk mengambil langkah sehingga lawan memiliki lebih sedikit pilihan jurus dan pada akhirnya tidak memiliki jurus lagi untuk dilancarkan. Each one has to anticipate all the possible movements of the opponent and is able to manipulate an opponent to take steps so that the opponent has less choice stance and in the end did not have a moment longer to waged. Tetapi tidak seperti catur, dalam beladiri silek waktu adalah hal yang penting, setiap langkah dan jurus harus dilancarkan secara cepat, tepat dan penuh kejutan sehingga lawan gagal mengantisipasinya. But unlike chess, martial silek in time is important, every step and moves must be fought in a fast, precise and full of surprises so that the opponent failed to anticipate. Semakin ahli para pemain semakin lama permainan ini berakhir. The more expert players the longer the game is over.
Apabila seorang murid telah cukup mahir dalam tehnik maupun fisik serta mampu mendapat kepercayaan dari sang guru maka ia akan mendapat latihan pribadi khusus dari sang guru. If a student has been quite proficient in the techniques and physical and be able to earn the trust of the teacher gives them a special personal training from the teacher. Dalam proses mengajarkan pengetahuan khusus ini, murid disumpah untuk menggunakan ilmu beladiri ini untuk kebaikan. In the process of teaching this specialized knowledge, students are sworn to use it for good martial arts.
Latihan tingkat lanjut lain berupa mengirim murid kedalam hutan untuk meditasi, menaklukkan rasa takut dan bertahan hidup selama beberapa hari dihutan. Other advanced practice of sending students into the jungle for meditation, conquer fear and live for a few days the forest. Latihan yang kurang berbahaya adalah dengan mengirim murid untuk latih tanding dengan perguruan silat lain. Exercises that are less harmful is to send students to practice sparring with other martial arts school.
Aspek Seni dari Silek Aspects of Art Silek
Beberapa karakter dari silek membuatnya dapat dilaksanakan seperti tarian karena itu silek sering diiringi oleh musik dan lagu dimana para pemain musik mencocokkan irama musik dengan gerakan para pendekar silek. Some of the characters makes it feasible silek like dancing because it silek often accompanied by music and song where the music player to match the rhythm of music with movement of the warriors silek.

(Gambar 1.3 Suasana latihan silek di Minangkabau dalam formasi yang disebut galombang diperagakan oleh murid silek tingkat dasar) (Figure 1.3 Atmosphere silek exercise in Minangkabau in formation called the disciples silek galombang exhibited by the base rate)
Sebuah karakter unik dari silek adalah barisan melingkar (galombang) yang dipakai saat latihan pada beberapa aliran silek. A unique character of silek is a circular line (galombang) used in training at some silek flow. Setiap peserta latihan melaksanakan gerakan secara simultan sehingga memberikan kesan seperti tarian. Each trainee perform simultaneous movements that give the impression of a dance. Maka tidaklah mengherankan bila seni beladiri silek merupakan asal dari banyak seni tari dan seni teater di Minangkabau seperti randai, tari ratak, tari persembahan dan tari tanduk (tari tanduak). Unsurprisingly, the origin of martial arts silek of many dance and theater arts in Minangkabau as Randai, ratak dance, dance dance offerings and horns (dance tanduak).

(Gambar 1.4 Tarian ratak yang banyak mengambil gerakan silek diperagakan oleh kaum wanita juga) (Figure 1.4 takes a lot of dance ratak silek movement was exhibited by women as well)
Cerita menarik tentang pendekar-pendekar silek minang dapat dibaca pada tulisan : Si Pitung dari Padang Interesting story about the warrior-warrior silek minang can be read on the inscription: Si Pitung of Padang
Reference: Reference:
Kirstin Pauka, Journal of Asian Martial Arts, Volume 6 Number 1 – 1997 Kirstin Pauka, Journal of Asian Martial Arts, Volume 6 Number 1-1997
Corder, H. Corder, H. (1990). (1990). Pencak silat: Die kampfkunst der Minangkabau und ihr kulturelles umfeld. Pencak Silat: Die kampfkunst und ihr der Minangkabau kulturelles umfeld. Ph.D. Ph.D. dissertation, University of Köln. dissertation, University of Cologne.
Draeger, D. Draeger, D. (1969). (1969). Comprehensive Asian fighting arts. Comprehensive Asian fighting arts. Rutland, VT: Charles E. Rutland, VT: Charles E. Tuttle. Tuttle.
Kirstin Pauka. Kirstin Pauka. (1972). (1972). Weapons and fighting arts of the Indonesian archipelago. Weapons and fighting arts of the Indonesian archipelago. Rutland, VT: Charles E. Rutland, VT: Charles E. Tuttle. Tuttle.
Kirstin Pauka. Kirstin Pauka. (1995). (1995). Martial arts, magic, and male bonding: The pauleh tinggi ceremony of West Sumatra. Martial arts, magic, and male bonding: The high pauleh ceremony of West Sumatra. Journal of Asian Martial Arts, 4(3): 26-45. Journal of Asian Martial Arts, 4 (3): 26-45.
Kirstin Pauka . Kirstin Pauka. (1996). (1996). Conflict and combat in performance: An analysis of the Randai folk theatre of the Minangkabau in West Sumatra. Conflict and combat in performance: An analysis of the Randai folk theater of the Minangkabau in West Sumatra. Ph.D. Ph.D. dissertation with CD-ROM, University of Hawaii. with CD-ROM dissertation, University of Hawaii.
Source : http://www.pelaminanminang.com Source: http://www.pelaminanminang.com






