Pendekar Lima (5). Warriors Five (5).
[ in English ] [ in English ]Jan 25th, 2009 | By admin | Category: Cerita Silat Visited 2789 times, 3 today [ in English ] Jan 25th, 2009 | By admin | Category: Stories Silat Visited 2789 times, 3 today [ in English ]
by : putri teratai ( Sahabat Silat ) by: daughter of the lotus (Friends of Silat)
Kuhentikan langkahku… I stopped my steps ...
Seketika itu rombonganpun juga turut menghentikan langkah mereka. Immediately rombonganpun also stop them.
Di depan Nagapasa bersama pendekar yang lain saling berpandangan dan kemudian memandangku penuh heran. In front of the other warriors Nagapasa with each other and then looked at me full of wonder.
Kuberikan mereka tanda untuk diam di tempat dan berhati-hati… I gave them a sign to stay in place and be careful ...
Ketika Ki Soemo hendak mendekatiku, kuberi tanda untuk diam di tempat. When Ki Soemo want to come near, I gave a sign to stay in place. Dan segera telunjukku mengarah ke tanah dengan guratan yang mengelilingi kami berenam. And immediately leads to a finger of land that surrounds us with the stroke of six.
Sementara bala tentara kerajaan yang mendampingan kami mulai mundur teratur menjauhi batas lingkaran yang mengelilingi kami. While the royal army began to retreat mendampingan us away from the border circle that surrounds us.
Juru Kunci Ki Soemo melepas ikat kepalanya dan melecutkan ke tanah sementara kami terkejut dengan aksinya dan hanya diam dalam formasi siap. Interpreter Lock Ki Soemo headband off and lashed to the ground while we were surprised by the action and just shut up in formation ready.
“Hei.. "Hey .. Pendekar Wastu Kencana… keluarlah berhadapan dengan kami,“ lantang Ki Soemo memerintah. Wastu Golden Warriors ... come out to deal with us, "Ki Soemo ruled out loud.
Dengan tercengang serta saling memandang kami memperhatikan cahaya kuning yang keluar dari tanah dan melayang di udara yang lantas membentuk wujudnya menjadi seorang pemuda. By looking at each other dumbfounded and we noticed a yellow light that comes out of the ground and float in the air which then formed himself into a young man.
“Hua…ha…ha…ha…hua.ha..ha..hha…ternyata kehebatanmu sungguh luar biasa Ki Soemo,“ tawanya menggema menyeruak malam. "Hua ... ha ... ha ... ha ... hua.ha.. Ha .. hha ... it was incredible greatness Ki Soemo," burst out laughing echoing night.
“Hormatku kepada para pendekar, maaf jika perjalanan malamku mengganggu pendekar!“ pintanya dengan merapatkan kedua tangannya yang hampir menutup mukanya. "My respects to the warriors, sorry if it disturb my evening trip warrior!" She pleaded with her hands pressed to nearly cover his face.
Pemuda dengan perawakan yang kekar dan tatapan mata yang tegas, sungguh membuatku terkesima. Young man with a stocky stature and firm eyes, really made me amazed.
Hanya saja… aku tidak ingin mengatakan apa-apa untuk menyambut kedatangannya. It's just ... I do not want to say anything to his arrival.
Batinku masih berkecamuk dengan banyak pertanyaan yang aku sendiri tak mampu menjawabnya. My mind was racing with a lot of questions that I myself could not answer.
“Akhh… jangan berpikiran yang bukan-bukan!!!“ Batinku mencoba menepis perasaan itu. "Akhh ... do not think the absurd!" My mind was trying to shake off the feeling.
“Apa yang mengantarmu hingga di daerah Selatan ini Pendekar!,“ tanya Juru Kunci Ki Soemo. "What drive you up in this southern region Swordsman!," Said Ki Soemo Interpreter Lock.
“Hemm… aku sebenarnya akan mengunjungi muridku di daerah Timur, kudengar di sana perguruan Tapak Sakti sangat maju pesat,“ jawabnya dengan suara yang berat. "Hemm ... I'm actually going to visit my students in the East, I hear there is college Tread Way forward rapidly," he replied with a deep voice.
“Pendekar Wastu Kencana, di manakah tepatnya di daerah Timur yang dimaksud?” tanyaku tanpa bisa di kendalikan lagi. "Swordsman Wastu Kencana, where exactly in eastern region in question," I can no longer control.
“Di pinggiran sungai Bening di dekat perbatasan,“ jawabnya. "On the edge of the river near the border Bening," he said.
“Ku dengar juga di sana ada seorang Guru yang cukup disegani oleh penduduk dan mempunyai ilmu yang luar biasa,“ lanjutnya. "I also heard there was a teacher who was well respected by the people and has extraordinary science," he continued.
Pasti yang di maksud adalah ayah Bayu Sejati, sebab memang ayah sungguh di segani oleh pendusuk dan sering membantu penduduk jika mereka menemui kesulitan atau masalah. Sure that the intent was the father of Bayu True, for indeed my father was in segani by pendusuk and often helped people when they encounter difficulties or problems.
“Aku ingin berkunjung dan meminta ijin atas nama muridku.“ terangnya lagi. "I want to visit and ask for permission on behalf of my students." He explained again.
Pendekar Pengampun melangkah mendekatinya dan menepuk pundaknya,“ ikutlah kami ke kerajaan Selatan untuk sekedar beristirahat.“ Forgiving warriors stepped up to her and patted her shoulder, "come with us into the kingdom of the South to just rest."
“Ya.. "Yes .. perjalanan masih cukup jauh menuju ke Timur, sebaiknya lanjutkan saja esok,“ sambung pendekar Muda Respati dari Barat. still quite far to travel to the East, you should get on with it tomorrow, "continued the young warriors of the West Respati.
“Baiklah saudaraku, kuterima undangan kalian,“ sambutnya. "Well, brother, I accepted your invitation," she said.
Malam itu tidak lagi sepi dan suasana itu cukup menenangkan pikiranku selama perjalanan menuju ke Kerajaan Selatan. Was no longer lonely nights and the atmosphere is quite calm my mind during a trip to the southern kingdom.
Dan kecurigaanku terhadap pendekar Wastu Kencana sungguh tidak terbukti. And suspicions against warriors Wastu Kencana was not proven.
Nagapasa dan yang lain bergantian menceritakan pertarungan yang baru saja kita hadapi kepada Pendekar Wastu Kencana. Nagapasa and the others took turns telling bout we just face the Swordsman Wastu Kencana.
Aku… aku tak berminat untuk mengatakan sesuatu dan sesekali aku hanya tertawa kecil melihat kelucuan pendekar Cilik dalam pembicaraan mereka. I ... I do not wish to say something and sometimes I just chuckled to see the humor in their conversations Little Warriors.
Kami sudah mencapai Gerbang Selatan dan disambut dengan suka cita oleh kerabat dan penghuni istana Selatan. We've reached the South Gate and was greeted with joy by relatives and residents of southern palace.
Raja mengijinkan kami beristirahat serta melanjutkan laporan besok pagi. The king allowed us to rest and continue to report tomorrow morning.
Juru Kunci Soemo menghampiriku,“anakku, kenapa kamu terlihat gundah selama perjalanan tadi?“ Key Soemo interpreter came, "my son, why do you look upset during the journey?"
“Pasrahkan semua kepada Yang Maha Suci, tidak akan terjadi apa-apa terhadap ayahandamu,“ nasehatnya. "Pasrahkan all to the All-Holy, it will not happen to your father," his advice.
Aku terharu dengan perkataan Ki Soemo, sungguh luar biasa ilmunya seolah dia bisa membaca pikiranku. I was touched by the words Ki Soemo, his knowledge was incredible as if he could read my mind.
“Terimakasih Ki Soemo, bantulah Guru Bayu dengan do'a,“ pintaku. "Thank Ki Soemo, help teachers Bayu with prayer," I pleaded.
“Ya.. "Yes .. kami akan senantiasa membantu, sudah beristirahatlah…,“ ucapnya sambil mengelus kepalaku. We will always help, have some rest ..., "he said, stroking my head.
Aku berjalan menuju bilik yang di sediakan oleh Pendekar Selatan, sebuah ruangan yang cukup nyaman untuk sekedar beristirahat. I walked to the booth which is served by South Swordsman, a room that is comfortable enough to just rest.
Kuamati sekelilingnya dan kurasakan tidak ada sesuatu yang mencurigakan di kamar tersebut. I looked around and I felt there was nothing suspicious in the room.
Sebuah meja dan kursi kayu kuno di ujung kamar menambah kenyamanan penghuninya, kulangkahkan kakiku menuju sebuah pintu. An ancient wooden table and chairs add to the comfort room at the end of its inhabitants, kulangkahkan feet onto a door.
Ketika kubuka, ternyata pintu itu menuju balkon yang mengarah tepat ke taman istana. When opened, it turns out that door to the balcony that leads right into the palace garden.
Angin malam yang semilir memasuki ruangan bilik itu dan kubiarkan pandanganku menikmati keindahan taman dengan iringan suara gemericik air mancur yang ada di taman, sementara bulan purnama menampakkan cantiknya hingga sinarnya berbinar di seluruh taman. A breezy evening breeze entered the room and I let my gaze booth to enjoy the beauty of the park to the accompaniment of the sound of gurgling water fountain in the park, while the full moon shining light to reveal beautifully throughout the park.
Eee..hemm… kuhembuskan nafas masih dengan perasaan yang tidak tenang, saat ini kuhanya ingin menerima pesan sakti dari kakek Guru. Eee .. Hemm ... kuhembuskan breath is still the uneasy feeling that, at this time kuhanya want to receive the powerful message of the Guru's grandfather.
Dengan harapan agar aku bisa pulang menyusul ayah dan adikku Teratai Merah. With the hope that I can go home after my father and my brother the Red Lotus.
Ini adalah perpisahanku yang kesekian kali dengan Teratai Merah dan tugas pertamaku dari Guru Bayu Sejati untuk bergabung dengan para pendekar. This is the umpteenth time perpisahanku with Red Lotus and my first task of the True Guru Bayu to join the warriors.
“Bukannya aku senang menerimanya, tetapi..mampukah aku melaksanakan tugas ini?” tanyaku dalam hati dengan tidak percaya diri. "Not that I'm happy to accept it, but .. Could I do this job?" I asked myself with no confidence.
Tiba-tiba… All of a sudden ...
“Whuttt… whutt…,“ sekelebat bayangan menyeringai malam. "Whuttt ... whutt ...," grinned glimpse of the night.
Tanpa pikir panjang kukejar dengan ilmu ringan tubuhku dan berusaha mencapai pohon tepat di sebelah bilikku. Without a second thought to the science of light chased me and tried to reach the tree right next to my cubicle. Kuamati bayangan hitam yang sedang mengendap memasuki halaman samping istana dan dari ketinggian itu kulihat lampu bilik pendekar muda masih menyala. I noticed a black shadow which was to settle into the side yard of the palace and saw the height of his young warriors chamber lights still on.
Bayangan hitam itu bergerak bagaikan angin telah mencapai kamar pendekar Muda . The black shadow moving like the wind has reached room young warriors. Dengan tidak tinggal diam, aku melompat untuk mencegatnya dari samping. By not standing still, I jumped to catch him from the side.
Rupanya dia menyadari kedatanganku, dan tanpa berhenti mulailah dia mengeluarkan tendangan belakang yang hampir menyentuh perutku. Apparently he was aware of my arrival, and without stopping the kick start he pulled back almost touching my stomach.
“yaaakkk..huppp!!“ kulempar tendangannya dengan jurus lemparan harimau dengan pancer kaki kananku ke depan hingga dia mulai terjungkal. "Yaaakkk .. huppp!" I threw the kick by throwing stance pancer tiger with my right leg forward until he began to tumble.
Kesigapannya cukup untuk melakukan serangan lanjutan. Readiness sufficient to conduct further attacks. Dengan memanfaatkan moment putar akibat lemparanku, aku cukup di buat tidak berkedip ketika tendangan lurus kedepan melayang di depan mataku. By utilizing the rotary moment due lemparanku, I just made does not blink when a straight forward kick floated before my eyes.
Kulangkahkan kaki kananku untuk kembali maju menyerong dan menarik kaki kiriku mundur membentuk sikap Naga merendah, dan tanpa berpikir dua kali aku menjatuhkan diriku mengeluarkan tehnik sapuan untuk menjegal kaki kanannya yang dia pakai sebagai tumpuannya. Kulangkahkan my right foot forward to go back and pull my left leg menyerong shape the attitudes of the Dragon back humbly, and without thinking twice I threw myself to tackle the issue a sweep technique that he used his right foot as tumpuannya.
Hingga akhirnya dia terjerembab jatuh. Until finally he fell down.
Aku segera melingkar dan bangun dengan masih keadaan bersedia, lalu aku bergerak menyusun langkah sambil berpikir bagaimana menghindari serangannya. I immediately woke up with the circular and the state is still willing, then I moved up a step, wondering how to avoid attacks.
Melihat jurus dan tehniknya aku yakin dia bukan dari Kapak Hitam, sebab tenaga yang di gunakan adalah tenaga murni. Tehniknya see stance and I'm sure he's not from the Black ax, because the energy used is pure power. Kuakui cukup cekatan sekali gerakannya dan luar biasa halus aliran nafasnya. I admit nimble enough so amazingly smooth movement and flow of breath.
“Ki Sanak!!, siapakah anda dan kenapa anda memasuki halaman istana bukan sebagai ksatria,“ sapaku sambil tetap bergerak menyesuaikan langkahnya. "Relatives Ki!, Who are you and why you enter the courtyard rather than as a warrior," I say, keep moving to adjust his pace.
“Ciaaattttt…..,“ kembali dia melancarkan serangan tangan kosong tanpa mau menjawab pertanyaanku. "Ciaaattttt .....," he returned empty-handed attack without going to answer my question.
Tolakan dan hindaran menyamping aku gunakan untuk melindungi diriku, hemm..mulai kutemukan titik lemahnya ketika aku harus banyak meladeni serangan lurusnya. Repulsion and hindaran sideways I use to protect myself, Hemm .. I found the weak spot start when I have a lot to serve the righteous attacks.
Tanpa pikir panjang dan kali ini dengan tehnik pukulan pendeta merendah aku serang pinggang dengan maksud hanya untuk melemahkan saja. Without a second thought and this time with a blow techniques strike me humble pastor waist with a view only to weaken it.
“Ugghhhh…,“ pekiknya. "Ugghhhh ...," she cried.
Dia bangkit dengan mengatur nafas, sementara ku dengar dari jauh langkah berlari menuju ke tempat pertarunganku. He rose with a breath, I heard from a distance while running steps to the place pertarunganku.
Mendengar hal itu diapun kemudian meninggalkan asap putih menghilangkan dirinya, sementara aku yakin pukulan telakku tadi pasti meninggalkan bekas yang cukup lama. Hearing that he too left the white smoke and then eliminate him, and I'm sure blow telakku definitely leave scars that last long enough.
“Putri…,“ teriak pemdekar Muda Respati dan pendekar Cilik yang mendapatkanku masih berdiri membiarkan si bayang hitam tadi melarikan diri. "Women ...," shouted the young pemdekar Respati and warriors who have me Little remains standing to let the black shadows had fled.
“Biarkan dia pergi!“ ucapku singkat. "Let him go!" I said simply.
“Kita bakal tahu siapa dia,“ tambahku dengan mengusap kedua tanganku menutup pembicaraan. "We'll know who he is," I rubbed my hands close to the talks.
Kutinggalkan mereka berdua dengan santai, sementara mereka saling berpandangan heran melihatku berlalu tanpa keterangan apapun. I left them both with ease, while they looked at each other surprised to see me pass without any explanation.
*Keesokan harinya* * Next day *
Aku hadir paling akhir, sementara para pendekar sudah menungguku di ruang tengah dan langsung kuucap salam kepada mereka,“ Selamat pagi saudaraku, selamat pagi Ki Soemo semoga hari yang penuh berkah buat kita semua.“ I was present at the end, while the warriors were waiting in the living room and immediately kuucap greetings to them, "Good morning, brother, good morning Ki Soemo hopefully blessed day for us all."
“Amin…dan Selamat pagi Teratai Kuning,“ sambut mereka dengan hangat. "Amen ... and Yellow Lotus Good morning," greeted them warmly.
“Bagaimana istirahatmu semalam anakku,“ tanya Ki Soemo. "How do you out of bed last night my son," said Ki Soemo.
“Terimakasih Ki, cukup lelap tidurku … setelah kejadian kecil semalam …“ kalimatku terpotong ketika terdengar suara prajurit menyuarakan kedatangan raja. "Thanks Ki, sleeping soundly enough ... after a little incident last night ..." when a voice interrupted my sentence voiced warrior king arrival.
Kami segera memberi salam hormat kepada raja Suryo Panunggal penguasa Kerajaan Banyu Biru. We immediately salute to the king, ruler of the kingdom Suryo Panunggal Banyu Biru. Raja menduduki kursi kebesarannya dengan memberikan senyum sebagai tanda menerima hormat kami. Raja seat of his greatness with a smile as a sign of respect we receive.
“Ki Soemo dan para pendekar, terimakasih aku ucapkan atas kabar gembira yang kalian bawa. "Ki Soemo and the warriors, I say thank you for the good news that you bring. Dan aku bersyukur bahwa kalian pulang dengan keadaan selamat,“ Raja mengawali kata sambutannya. And I'm grateful that you came home with are safe, "King began his speech.
“Terimakasih paduka, itu adalah bakti kami kepada Paduka serta tanah leluhur ini,“ ucap Ki Soemo mewakili kami. "Thank you your majesty, it is our allegiance to His Majesty and this ancestral land," said Ki Soemo represent us.
“Teratai Kuning, anakku, aku mengutus prajurit untuk melihat keadaan Guru Bayu Sejati ayahmu. "Yellow Lotus, my son, I sent the soldiers to see the state of the True Guru Bayu father. Jangan kuatirkan keadaannya, pasti akan ada prajurit yang kembali jika terjadi sesuatu disana,“ Raja menjelaskan kepadaku untuk tidak mengkhawatirkan Guru Banyu Biru. Do not worry about the situation, there would be a soldier who returned if there is something there, "King explained to me to not worry about Guru Banyu Biru.
“Menghaturkan sembah nuwun paduka Raja atas segala kebaikan paduka terhadap Guru Bayu Sejati, hamba akan senantiasa setia dan sungguh-sungguh menjalankan tugas mendampingi paduka menggantikan Guru Bayu,“ ucapku dengan merendahkan diri. "Deliver to worship nuwun kindness your majesty the King of majesty to the Bayu True Guru, I will always faithfully and truly execute the task of replacing the Guru to accompany your majesty Bayu," I said with humility.
“Janganlah kuatir kamu akan aman bersama para pendekar yang lain, anggaplah Ki Soemo sebagai pengganti ayahmu selama Guru Bayu tidak di sini,“ lanjut Raja menenangkanku. "Do not worry you will be safe with the other warriors, suppose Ki Soemo as a substitute father for Teachers Bayu is not here," continued the King to calm me down.
“Nagapasa, ini sebuah kehormatan bagiku untuk mengunjungi Gerbang Selatan dan menerima kabar kemenangan ini. "Nagapasa, this is an honor for me to visit the South Gate and received news of this victory. Aku harapkan keadaan akan tetap aman terkendali di bawah tanggung jawabmu,“ Raja memberikan hormatnya sambil mengingatkan Pendekar Selatan. I hope the situation will remain safely restrained under your responsibility, "the King to give respect, reminding South Swordsman.
Secara bergantian para pendekar menceritakan kepada Raja keadaan di medan pertarungan melawan Kapak Hitam hingga pertemuan kami dengan Pendekar Wastu Kencana. In turn told the King of the warriors in the field of battle against the state ax up to our meeting with the Black Swordsman Wastu Kencana.
Aku sesekali melihat dan bertatapan mata dengan mereka sebagai tanda mengerti dengan keadaan yang diceritakan. I occasionally see and eye contact with them as a sign of understanding the circumstances described.
Ternyata pendekar Wastu Kencana berasal dari Wilayah Barat dan itu masih di bawah kekuasaan Pendekar Muda Respati. Apparently Wastu Golden Warriors came from the Western Conference and was still under the rule of the Young Swordsman Respati.
Pendekar Wastu Kencana menyandang pusaka Wila Lodra ke manapun dia pergi, pusaka ini berupa golok atau bedok yang bila dikeluarkan dari sabuknya maka seketika itu alam akan berubah dari siang menjadi malam. Golden Warriors Wastu Wila Lodra heirloom bears wherever he goes, this heritage in the form of a machete or bedok which, when removed from his belt then the instantaneous nature will change from day into night.
Angin puyuh bagai tornado dan petir yang menyala serta sambar menyambar akan mengukutinya. Like a whirlwind tornado and lightning that lights up and grabbed the sambar will mengukutinya.
Sehingga orang yang menyaksikannya atau berada di situ akan ketakutan dan berlarian menghindar dari kejaran kilat yang akan terus mencari mangsa hingga puluhan kilometer. So people who witnessed it or were there will be scared and running away from the pursuit of lightning that will continue to look for their prey to tens of kilometers.
Aku semakin tertegun ketika mendengar kisah perjalanannya yang senantiasa menolong sesama dan mengajarkan ilmu kebaikan kepada orang yang dijumpainya. I was more stunned when he heard the story of his journey is always helping others and teaches kindness to those he encountered.
Raja mengijinkannya untuk membantu kami jika kami membutuhkan, serta perjalanan ke Timur juga mendapatkan restu Raja untuk mendampingi Guru Bayu Sejati di sana. The king allowed him to help us if we need, as well as trips to the East also received approval to assist the King of the True Guru Bayu there.
Akhirnya kami membahas pelarian si Durgo Suryo Pakso dan menyusun beberapa strategi untuk memperketat keamanan keempat wilayah Kerajaan Banyu Biru sebelum akhirnya Pendekar Wastu melanjutkan perjalanan menuju ke Timur. Finally we discuss the breakout Durgo Suryo Pakso and develop some strategies to tighten the security of the Kingdom of the Banyu Biru fourth before finally heading Pendekar Wastu continue the journey to the East.
Pangeran Pengampun dan Juru Kunci Soemo yang dikenal dengan ahli strategi membabarkan rencana penjagaan kerajaan dan juga keempat wilayah Kerajaan Banyu Biru. Forgiving and Interpreter Lock Prince Soemo known as expounded strategists plan royal guard and four regions of the Kingdom of Banyu Biru.
Akupun menceritakan mengenai peristiwa semalam kepada Raja dan para pendekar dengan penuh hati-hati. I also told about the incident last night to the King and his warriors with great caution. Tamu yang tidak diundang semalam cukup mencurigakan dan kami yakin bahwa malam inipun dia kan beraksi kembali. Overnight guests are not invited quite suspicious and we are confident that even this night he's back in action.
Tanpa menunggu perintah dari raja, Nagapasa memerintahkan anak buahnya untuk memperketat penjagaan dan memasang umpan untuk menjebak si bayang hitam. Without waiting for orders from the king, Nagapasa ordered his men to tighten the guard and put the bait to trap the black shadow.
Kami mengakhiri pertemuan dengan raja ketika sang surya sudah mulai tinggi, Raja mengajak kami menikmati perjamuan makan siang. We ended the meeting with the king when the sun had started high, the King took us to enjoy a lunch banquet.
Setelah selesai pendekar Cilik berjalan mendekatiku dengan senyumnya yang khas. After completion of Part warrior walked over to me with a peculiar smile. Hemm.. Hemm .. mau apa dia, tanyaku dalam hati. what he wanted, I asked myself.
“Putri…apa yang terjadi semalam aku ingin tahu lebih jelas?“ sapanya dengan pertanyaan yang harusnya penjelasanku tadi di depan Raja menjadi jawabannya. "Princess ... what happened last night I want to know more clearly?" She said with a question that should have been in front of the King my explanation to the answer.
“Tadi kamu tidur ya…?“ tanyaku balik tanpa ekspresi. "Did you sleep ya ..." I said back without expression.
“Tidak… aku hanya ingin tahu lebih jelas saja dan jujur, aku ingin belajar ilmu silatmu,“ jelasnya kepadaku. "No ... I just want to know more clearly just and honest, I want to learn science silatmu," he explained to me.
“Tidak ada yang perlu dipelajari… ilmumu sudah cukup hebat,“ cegahku. "There is nothing to be learned ... ilmumu great enough," cegahku.
Dari jauh, kulihat Pendekar Muda Respati juga berjalan ke arahku, aku berusaha menghindar sebab aku sedang tidak ada selera untuk mengurusi mereka. From a distance, I saw the Young Swordsman Respati also walked up to me, I tried to avoid because I'm not there to take care of their tastes.
“Putri Teratai…sebentar!!!“ cegah Respati. "Princess Lotus ... soon!" Prevent Respati.
“Jangan ganggu Putri, Pendekar Muda,“ ucap Cilik kepada Respati. "Do not disturb my lady, young warrior," said Little told Respati.
“Sepertinya sedang datang bulan,“jawabnya mencoba melucu. "I'm coming months," he said trying to be funny.
Aduhh…memang pendekar Cilik suka melucu dan jawabannya membuatku lebih enggan lagi untuk tetap tinggal. Little did warriors Aduhh ... playful and makes me more reluctant to answer again to stay.
“Eeehhh…ehhh… kok malah lari, iyaa…iyaa.. "Eeehhh ... ehhh ... why run away, saii ... saii .. maaf Putri,“ cegahnya lagi. sorry lady, "stop him again.
“Ada apa Respati?“ tanyaku tanpa memikirkan Pendekar Cilik. "What Respati" I said without thinking of Little Swordsman.
“Ahhh tidak, aku hanya ingin bertanya tentang jurus dan teknikmu saja,” jelasnya. "Ahhh no, I just wanted to ask about your techniques and tactics," he explained.
“Memang kenapa?? "So what? Emmm ada yang anehkah?” lanjutku bertanya. Emmm anehkah there? "I continue to ask.
Kami berjalan menuju taman dan mendengarkan Pendekar Muda Respati melanjutkan kalimatnya,“ Jurus yang kamu gunakan semalam mirip sekali dengan jurus di perguruanku, aku hanya berpikir apakah dulu guruku dan Guru Bayu Sejati satu induk perguruan?“ We walked to the park and listen to the Young Swordsman Respati mid-sentence, "Kick that you use very similar tactics last night in perguruanku, I just wonder if my teacher and the teacher had one parent college Bayu True?"
“Mungkin saja, sebab ketika aku melihatmu bertarung dengan murid Kapak Hitam. "It's possible, because when I saw you fight with the Black students ax. Akupun berpikir hal yang sama mengenai Jurus Tongkatmu.“ Jawabku juga penasaran mengenai beberapa kemiripan jurus ataupun teknik kami. I also think the same thing about Kick wand. "I said, also curious about some semblance of our tactics or techniques.
“Ayoo.. "Ayoo .. kita ke taman di belakang, tunjukan kesamaan teknik dan jurus kalian,“ ajak pendekar Cilik. us to park in the back, show the similarity of techniques and moves you in, "Little warrior.
Aku dan Respati saling berpandangan serta saling mengangguk tanda setuju. Respati I looked at each other and nodded in agreement as well as each other. Kami segera bergegas ke taman belakang dan tingkah kami menjadi perhatian penghuni istana termasuk Nagapasa dan Pendekar Pengampun. We immediately rushed to the rear garden and our behavior to the attention of the palace including Swordsman Nagapasa and Forgiving.
**************** ****************
Untuk kelanjutannya bisa di lihat di trit ini : For the sequel can be viewed at this trit:
http://sahabatsilat.com/forum/index.php?topic=798.30 http://sahabatsilat.com/forum/index.php?topic=798.30






