Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Legenda Si Jampang Jawara Betawi. The legend Jampang Betawi Jawara.

[ in English ] [ in English ]

Feb 8th, 2009 | By | Category: Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 11737 times, 31 today [ in English ] February 8th, 2009 | By | Category: Stories Silat , Figure fighters Visited 11 737 times, 31 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Rumah besar yang berada dipunggung sebuah bukit kecil menjulang tinggi. Dipunggung mansion was a small hill soaring. Bukit itu disebut Gunung Kepuh. The hill called Mount Kepuh. Rumah itu merupakan sebuah perguruan bela diri yang terkenal seantero betawi. The house is a famous martial colleges throughout the Betawi. Pemimpin dari perguruan itu bernama Ki Samad (Shomad). Leader of the college was named Ki Samad (Shomad). ia seorang jawara yang terkenal dan sulit dicari tandingannya. he was a champion of the famous and hard to beat. Pak Samad atau Ki Samad mempunyai dua murid kesayangan yang bernama Jampang dan Sarba. Ki Pak Samad Samad, or have two favorite disciple named Jampang and Sarba. Kedua pemuda itu kononnya selain gagah dan tampan, juga mempunyai ilmu silat yang tinggi dan tangguh.Setelah sekian lama Jampang dan sarba menuntut ilmu. The two young men kononnya than dashing and handsome, martial arts also have a high and long tangguh.Setelah Jampang and sarba study. Tibalah waktunya mereka untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. It's time to return to their respective homelands. Inti ringkasan dari nasehat Ki Samad yang selalu mereka ingat adalah “Harus berhati-hati menggunakan ilmunya. Summary of the advice Ki core Samad who always remember is "Must be careful to use their knowledge. Jangan sampai di amalkan di jalan yang salah “. Do not let the resume practicing on the wrong path. "

Di tengah perjalanan Jampang dan Sarba mampir di sebuah warung nasi. Along the way Jampang and Sarba stopped at a rice shop. Disana melihat Gabus dan Subro, dua orang anak buah Juragan Saud (Gan Saud), seorang tuan tanah. There, see Cork and Subro, two men Squire Saud (Gan Saud), a landlord. Dua orang ini suka berbuat semena-mena, selalu berbuat onar dan pada waktu itu mereka makan spesial di warung itu, tapi mereka tak mau membayarnya. Two people like to do this haphazardly, always doing mischief, and at that time they eat specials in the shop, but they do not want to pay.

Jampang dan Sarba pun tak mau tinggal diam. Sarba Jampang and did not want to stay silent. Mereka menghadapi centeng-centeng yang sombong itu. They face the cocky watchman-guard it. Gabus dan Subro merasa terkejut melihat ada dua orang pemuda yang berani menghalangi tindakan mereka. Cork and Subro was surprised to see there are two brave young men who impede their actions. Selama ini setiap orang selalu takut dan tunduk kepada mereka. So far, everyone is always scared and submit to them.

Mereka meremehkan Jampang dan Sarba. They underestimate Jampang and Sarba. Saat terjadi pertarungan, mereka kena batunya ternyata Jampang dan Sarba bukanlah orang biasa. When the fight happened, they got the stone was Jampang and Sarba not ordinary people. Disinilah nama Jampang dan Sarba menjadi terkenal. This is where the name became famous Jampang and Sarba. Kedua centeng itu dibuat kewalahan, dan mereka berhasil kabur membawa dendam yang membara. The second guard was overwhelmed, and they managed to run away with a smoldering resentment.

Konon ceritanya setelah menangani kedua tokoh itu, Jampang dan Sarba berpisah menuju kampung halamannya masing-masing. It is said that the story after the deal the two men, and Sarba Jampang separated into their hometown.
Dikampungnya, Jampang mengajarkan ilmu pengetahuan silatnya ke santri-santri Haji Baasyir. Dikampungnya, Jampang teach science to students-students silatnya Haji Baasyir. Salah satu ucapan beliau, “Sebagai seorang Muslim, kita tidak boleh lemah. One of his remarks, "As a Muslim, we must not be weak. Kita harus kuat agar bisa membela diri dan melindungi orang yang lemah dari para penjahat”. We must be strong in order to defend themselves and protect the weak from the criminals ".

Haji Baasyir sangat menyukai pemuda yang bersemangat seperti Jampang. Haji Baasyir love the vibrant young man like Jampang. Suatu hari, ia memberi tugas kepada Jampang untuk mengantarkan sebuah surat ke adik seperguran H. One day, he gave the task to Jampang to deliver a letter to a sister seperguran H. Baasyir yang bernama Haji Hasan yang tinggal di Kebayoran. Baasyir named Haji Hasan, who lives in Kebayoran.

Jampang seorang sayang dan patuh ke H. Jampang an affectionate and obedient to the H. Baasyir dan menerima tugas itu dengan senang hati. Baasyir and accepted the task gladly.

Selepas dzuhur, Jampang telah berada di daerah Kebayoran dan melihat serombongan pejabat sedang mengontrol daerah kekuasaan mereka. After midday, Jampang has been in the area and saw a group of officials Kebayoran is controlling their territory. Para penduduk yang berada di pinggir jalan menunduk seraya memberi hormat layaknya seorang raja jaman dahulu memberi hormat. The population residing in the street looking down as he saluted like an ancient king saluted.

Jampang merasa kesal. Jampang upset. Untuk apa mereka memberi hormat seperti itu. To what they were saluted like that. “Sekarang bukan jamannya raja-raja. "Now is not the era of the kings. Setiap manusia mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Tuhan. Every human being has an equal footing before God. Jadi apa perlunya memberi hormat seperti itu. So what is the need to salute like that. Kekesalannya membuat tekad di hati dan pikirannya untuk membela dan berjuang hak-hak rakyat kecil. Annoyance to make a determination in his heart and mind and fight to defend the rights of small people.

Saat Jampang sedang di dekat aliran sungai, ia mendengar suara seorang wanita menjerit meminta pertolongan. When Jampang being near the river, he heard a woman screaming for help. Tampak dimatanya dia melihat seorang laki laki kasar sedang hendak berbuat senonoh kepada seorang wanita yang baru selesai mandi. Look in his eye he saw a man being about to do indecent rude to a woman who had just finished bathing. Laki-laki bejat ini bernama Kepeng, anak buah Si Jabrig, jawara daerah itu. This depraved man named Kepeng, Si Jabrig men, champions area. dan Gadis itu bernama Siti putri Pak Sudin. and the girl named Siti daughter of Mr. Sudin.

Dia pun marah dan menolong wanita tersebut. He was angry and help the woman. Pertarungan sengit tak bisa dielakkan. The fierce battle was inevitable. Dengan kesaktiannya Jampang berhasil mengalahkan Kepeng With his power to beat Jampang Kepeng

Jampang mengantar Siti ke rumahnya. Siti Jampang drove to his house. Lalu Pak Sudin orang tua Siti mengantar beliau ke rumah Pak Haji Hasan untuk mengantarkan sebuah surat titipan Haji Baasyir ke Haji Hasan. Then Pak sub Siti parents drove him to the house of Mr Haji Hasan to deliver a letter entrusted to Haji Haji Hasan Baasyir.

Ternyata surat itu berisi anjuran agar Haji Hasan menyuruh agar anak-anak muda asuhan beliau untuk belajar ilmu beladiri. It turned out that the letter contains a suggestion that Haji Hasan told that young children learn to care for his martial arts. Dengan demikian mereka mampu menjaga keamanan di daerahnya. Thus they are able to maintain security in the region. Memang kala itu tanah-tanah di pinggir kota betawi sering tidak aman. Indeed, when it lands on the edge of town betawi often unsafe. Dan Jampang mendapat tugas untuk melatih para pemuda itu. And Jampang given the task to train the youth.

Jampang pun melakukan tugasnya dengan baik. Jampang was doing a good job. Dididiknya para pemuda dengan sungguh-sunguh. Dididiknya youths with were full. Kehadiran Jampang di daerah itu membuat Jabrig dan anak buahnya merasa tidak aman dan berniat menyingkirkan beliau. Jampang presence in the area makes Jabrig and his men feel insecure and intend to get rid of him.

Namun, Jampang bukan pemuda sembarangan. However, youth Jampang not arbitrary. Ia adalah jebolan perguruan silat Gunung Kepuh. He was graduated from Mount Kepuh arts college. Gebrakan Jabrig dancurkann anak buahnya tidak berarti apa-apa. Jabrig buzz dancurkann his men did not mean anything. Ia bahkan mampu menghancurkan gerombolan itu. He was even able to destroy the gang. Keadaan kampung pun menjadi aman. The state of the village had become safe.

Hancurnya gerombolan Si Jabrig membuat tugas Jampang selesai. The destruction of hordes Jampang Jabrig make the task is completed. Ia pun segera pamit untuk kembali ke kampung halamannya. He immediately excused himself to return to his hometown. Hal ini membuat nama Jampang kembali terkenal karena kehebatannya. This made the name famous for his prowess Jampang back.

Setibanya dikampung, sebuah fitnah menanti. Arriving kampong, a slander awaits. Sebuah fitnah yang dibuat Subro dan Gabus yang menyatakan bahwa Jampang telah mencuri dua ekor kerbau milik Juragan Saud. A slander made Subro and Cork which states that Jampang stole Squire's two buffaloes Saud. Mereka yang pernah dikalahkan jampang ternyata masih merasa dendam dan mereka ingin menjebloskan Jampang ke penjara dengan cara melaporkan Jampang ke pihak kepolisian. Those who had defeated Jampang it still feels resentment and they want to throw into prison Jampang Jampang by reporting to the police.

Jampang tahu bahwa ini adalah sebuah Jebakan. Jampang know that this is a trap. Beliau menghadap Haji Baasyir untuk diberi petunjuk. He is facing Haji Baasyir to be instructed. Haji Baasyir menyarankan Jampang untuk menemui Juragan Saud dan menyadarkannya. Haji Baasyir suggest Jampang to meet Squire Saud and revive him.

Akhirnya Jampang pergi ke rumah Juragan Saud. Jampang finally went to the Squire Saud. Disana ia malah mengambil kerbau dan dan barang-barang berharga milik Juragan Saud lalu membagikannya kepada masyarakat kecil yang membutuhkan. There, he instead took the buffalo and and valuables owned by Squire Saud then distribute them to small communities in need.

Juragan Saud yang kesal kepada Jampang yang ia fitnah, malah telah merampoknya. Saud skipper that he was upset with Jampang libel, even had robbed him. Ia meminta kepolisian agar mengerahkan pasukannya untuk menangkap beliau. He asked the police to deploy troops to capture him.

Polisi pun dikerahkan dimana-mana. Police were deployed everywhere. Mereka berhasil menemukan Jampang. They managed to find Jampang. Beberapa dari mereka telah menembak Jampang hingga tewas. Some of them had been shot to death Jampang.

Namun mithos yang telah beredar Jampang tidaklah tewas. But the myth that has circulated Jampang is not dead. Dengan kesaktiannya, Jampang mengelabui mereka dengan mengubah sebuah gedebong (batang pohon) pisang seolah-olah menjadi dirinya. With his power, Jampang trick them by changing a gedebong (trees) bananas as if to himself. Jadi yang bunuh mereka adalah sebuah gedebong pisang, bukan jampang sebenarnya. So who killed them is a gedebong banana, not the actual Jampang.

Setelah keadaan aman Jampang menikahi Siti anak dari Pak Sudin, orang yang pernah ditolongnya dulu. Once the coast is clear Jampang marry the son of Mr. Sudin Siti, who had ditolongnya first.

-
Ditulis ulang legenda si Jampang Rewritten the legend Jampang
oleh Alamsyah aka Sarung Kampret. by Alamsyah aka Kampret Gloves.



Artikel Legenda Si Jampang Jawara Betawi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The Legend of Jawara article Jampang Betawi 'might' be linked at other sites:

    Legenda Si Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia The legend Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia

    Legenda Si Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia ... The legend Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia ... Rumah besar yang berada dipunggung sebuah bukit kecil menjulang tinggi. Dipunggung mansion was a small hill soaring. Bukit itu disebut Gunung Kepuh. The hill called Mount Kepuh.
    Sumber: http://silatindonesia.com/2009/02/legenda-si-jampang-jawara-betawi/ Sources: http://silatindonesia.com/2009/02/legenda-si-jampang-jawara-betawi/

    MENAPAKI JEJAK SANG JAWARA - Silat Indonesia TRACES climbed the winner - Silat Indonesia

    Legenda Si Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia. The legend Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia. MENAPAKI JEJAK SANG JAWARA - Silat Indonesia. TRACES climbed the winner - Silat Indonesia. Sekilas cuplikan cerita silat Kong Nizam sang Jawara ... Fleeting footage Kong kungfu Nizam's Champions ...

    Legenda Betawi – Si Jampang bag 1 | harisahmad.com Betawi legend - The Jampang bag 1 | harisahmad.com

    Nih dia Legenda Betawi Si Jampang . Here he Jampang The Legend of Betawi. Anak laki ... Boys ... untuk menuntut ilmu silat. to study martial arts. Oleh pamannya, Jampang ... By his uncle, Jampang ... jagoan betawi, jawara betawi, legenda betawi, legenda si jampang, si ... betawi champion, champion Betawi, Betawi legend, the legend of the Jampang, the ...
    Sumber: http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-si-jampang-bag-1/ Sources: http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-si-jampang-bag-1/

    Anak Betawi Betawi children

    ... ... Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah anggota silat Perguruan Pencak Silat ... Madrasah Al-Hikmah Elementary Education Silat Pencak Silat members ... Legenda Si Jampang Jawara Betawi The legend Jampang Jawara Betawi
    Sumber: http://zuperhero.blogspot.com/ Sources: http://zuperhero.blogspot.com/

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center

    Thailand Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2006 Thailand to host the World Pencak Silat Championship 2006; Legenda Si Jampang Jawara Betawi The legend Jampang Jawara ... Thailand to host the World Pencak Silat Championship 2006 Thailand to host the World Pencak Silat Championship 2006: The Legend The legend Betawi Jampang Jawara Jawara Jampang ...
    Sumber: http://en.silatindonesia.com/ Sources: http://en.silatindonesia.com/


- Powered by BING [2012-05-15 03:13] - Powered by BING [2012-05-15 03:13]

One comment One comment
Leave a comment » Leave a comment »

  1. [...] Dari : http://www.silatindonesia.com [...] [...] From: http://www.silatindonesia.com [...]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.