Silat PSRI Syahbandar. PSRI Syahbandar arts.
[ in English ] [ in English ]Mar 9th, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat , Cover Story , Flash Info , Serbaneka Visited 4260 times, 5 today [ in English ] March 9th, 2009 | By admin | Category: Flow Silat , Cover Story , Flash Info , Villekulla Visited 4260 times, 5 today [ in English ]
-PSRI SYAHBANDAR- -PSRI Syahbandar-
Tangan yang keras, buku kepalan yang hitam menjadi pertanda seseorang pesilat Syahbandar telah mengalami “remuk daging”, sebuah istilah yang familiar di lingkungan Persatuan Silat Ras Aksa Indonesia (PSRI) Syahbandar, sebagai sebuah metode pelatihan kekuatan tangan dengan cara menghancurkan benda-benda keras. The hand is hard, black fist book to be a sign someone has experienced fighter Syahbandar "shattered flesh", a term familiar in the neighborhood of Ras Aksa Silat Association of Indonesia (PSRI) Syahbandar, as a training method of hand strength by crushing hard objects. Metode ini merupakan pelatihan dasar yang juga menjadi ciri khas perguruan silat ini dalam setiap atraksinya. This method is a basic training that also characterizes these arts colleges in each of its attractions.
Tangan yang serupa dijumpai pula pada sosok Muhammad Nuh ketika bersalaman dengannya, tangan yang dilatih sejak usia 9 tahun lewat gemblengan sang paman Bang Tjatja, yang di kalangan pendekar Hand similar to the figure of Muhammad also found Noah when shaking hands with him, hand trained since the age of 9 years by his uncle gemblengan Tjatja Bang, which among the warriors Betawi dikenal dengan sebutan Tjatja Muhammad Satiri (1904-1983) , sebagai pendiri perguruan silat Betawi ini. Betawi known as Muhammad Tjatja Satiri (1904-1983), the founder of this Betawi arts college. TM Satiri selain sebagai pendiri PSRI Syahbandar pernah pula menduduki ketua I PPS Putera Betawi dan ketua Dewan Pendekar Betawi angkatan awal, yang didirikan pada tanggal 20 Januari 1972. TM Satiri than as the founder of PSRI Syahbandar I had also occupied the chair of PPS son and chairman of the Board Swordsman Betawi Betawi initial force, which was established on January 20, 1972.
Secara organisatoris PSRI Syahbandar lahir di Jakarta pada tahun 1952. The organizational PSRI Syahbandar born in Jakarta in 1952. Embrio perguruan silat ini sebenarnya telah ada 10 tahun sebelumnya ketika TM Satiri masih berkecimpung dalam kancah perang kemerdekaan, namun situasi dan kondisi pada saat itu tidak memungkinkannya untuk mendirikan sebuah perkumpulan silat. These embryos arts colleges have actually existed 10 years earlier when the TM Satiri still dabbling in the arena of the war for independence, but the circumstances at that time did not allow to establish a martial arts association. Cita-citanya untuk mendirikan perkumpulan This aspiration to establish associations pemuda-pemuda Indonesia yang tangguh dan kuat, mendorong Satiri muda berkelana mempelajari ilmu silat. Indonesian youths are resilient and strong, encouraging young Satiri traveled studying martial arts. Ia ini memiliki 7 orang guru silat maupun kebatinan dari berbagai daerah, dua diantara guru silatnya yang dapat diketahui adalah Mbah Djajadipura dan Pak Yosis. He has seven teachers and the mystical arts of various regions, two of the teachers silatnya is known is Djajadipura Mbah and Mr. Yosis. Dari Mbah Djajadipura, TM Satiri mewarisi sebuah kitab berisi tentang sejarah dan ajaran pencak silat. From Mbah Djajadipura, TM Satiri inherit a book of history and teaching martial arts. Anak Betawi satu ini, disamping menguasai hampir seluruh senjata tradisional juga menguasai senjata rahasia jarum yang ditiupkan dari mulut. Anak Betawi this one, in addition to control almost all the traditional weapons also mastered the secret weapon is blown from the mouth of the needle. Suatu keahlian sangat langka yang dapat dijumpai pada saat ini. A very rare skill that can be found at this time.
Makna Dibalik Nama PSRI Syahbandar Behind the Name PSRI Syahbandar meaning
Secara harfiah Ras berarti etnik atau suku bangsa, Aksa yang berasal dari bahasa Arab memiliki makna luhur, dan dihiperboliskan menjadi besar dan kuat, sedangkan Syahbandar adalah pemimpin yang mengatur segala kegiatan di pelabuhan laut. It literally means Race or ethnic tribes, Aksa derived from Arabic meaning noble, and dihiperboliskan become bigger and stronger, while Syahbandar is a leader who governs all activities in sea ports. Pengertian harfiah itu oleh TM Satiri dikembangkan menjadi sebuah makna filosofis kedalam silat ini, dimana di dalamnya terdapat unsur-unsur aliran silat yang ada di Tanah Betawi yang terkenal sebagai kota pelabuhan, dimana tempat berkumpulnya beberapa aliran silat tradisional yang ada di Indonesia. The literal sense that the TM Satiri developed into a philosophical meaning into these arts, which in it there are elements of the arts stream in the famous Tanah Betawi as a port city, a gathering place where multiple streams of traditional arts in Indonesia. Unsur-unsur silat tradisional itu disatukan (oleh Syahbandar) hingga menjadi satu kekuatan silat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia secara keseluruhan, oleh karenanya menjadi Persatuan Silat Ras Aksa Indonesia Syahbandar. Elements of traditional martial arts were brought together (by Syahbandar) to become a martial power held by the Indonesian nation as a whole, therefore, became the Union Silat Indonesia Aksa Syahbandar Ras. Kata pencak sengaja tidak dipakai, karena pencak bagi TM Satiri merupakan seni, sedangkan silat adalah murni bela diri. The word martial intentionally not used, because the TM Satiri a martial art, whereas martial arts are pure.
gbr. fig. TM Satiri dengan sikap pasang khas PSRI Syahbandar dan Muhammad Nuh dengan jalan Koset-Golok. TM Satiri with the attitude of the typical pair PSRI Syahbandar and Muhammad Nuh by coset-Machete.

Orang mungkin mengira pada awalnya, bahwa perguruan silat Betawi ini adalah Sabandar, namun kenyataannya sangatlah berbeda, baik itu filosofi dan karakter gerakan maupun kaedah silat itu sendiri. One might think at first, that the Betawi arts college is Sabandar, but the reality is very different, both the philosophy and character of the movement itself and arts Siwak. PSRI Syahbandar merupakan sebuah perguruan silat yang merangkum aliran-aliran silat tradisional yang ada di Tanah Betawi, sedangkan Sabandar merupakan aliran silat tradisional yang dipopulerkan oleh Mamak Kosim di Sabandar, Cianjur. PSRI Syahbandar is a martial arts colleges that encapsulates the traditional martial arts schools in the country Betawi, while Sabandar the flow of traditional martial arts popularized by Mamak Kosim in Sabandar, Cianjur. Sekalipun demikian kaedah silat Sabandar, Kari, Madi, dan Cimande menjadi “ruh” di dalam perguruan silat Betawi ini. Nevertheless Siwak Sabandar silat, Kari, Madi, and Cimande a "spirit" in the Betawi arts college.
Filosofi utama dalam gerakan silat di PSRI Syahbandar adalah “kasih-terima, terima-kasih”, dengan pengertian setiap serangan yang datang akan diterima dengan mendahului serangan balik ke arah yang paling terdekat. The main philosophy of the martial arts movements in PSRI Syahbandar is "-thank you, thank-you", with the understanding that comes every attack will be received by preceding the backlash toward the most closest. Tidak menutup kemungkinan setiap pukulan atau tendangan yang datang akan “diadu” dengan salah satu bagian tubuh. Did not rule out any punch or kick that comes to be "competed" with one part of the body. Oleh karenanya unsur kekuatan dan Therefore elements of strength and
kekerasan tubuh menjadi modal utama buat pesilat PSRI Syahbandar. force the body to make major capital PSRI Syahbandar fighters. Metode pelatihan pengerasan tubuh (remuk daging) adalah murni penempaan dari latihan fisik, bukan dari hasil pengolahan pernapasan atau tenaga dalam. Training methods of hardening of the body (crushed meat) is a pure forging of physical exercise, rather than the result of processing power in the respiratory or. Menurut A. According to A. Sanusi, sesepuh PPS Putera Betawi dan PS Pusaka Jakarta, PSRI Syahbandar jika digolongkan kedalam 4 aliran utama (Mainstream) silat Betawi termasuk kedalam kelompok “Gerak Kuat”. Sanusi, elder son PPS and PS Heritage Betawi Jakarta, PSRI Syahbandar if classified into four main streams (Mainstream) silat Betawi included into the group "Strong Motion". Menurutnya 4 aliran utama silat Betawi itu adalah; 4 According to the main flow of the Betawi arts are; Gerak Cepat, Gerak Kuat, Gerak Teguh dan Gerak Rasa. Motion Quick, Strong Motion, True Motion and Motion Sense.
Jurus PSRI Syahbandar terdiri dari 13 jurus ditambah 20 tepak pukul yang masing-masing pada awalnya memiliki pecahan 4 kurung, 4 kelima pancer, Kick PSRI Syahbandar consists of 13 moves plus 20 slap at each of which initially has a fractional 4 brackets, 4 fifth pancer gelombang 9 dan 12. waves 9 and 12. Pada akhirnya dari 20 tepak pukul tersebut diseragamkan menjadi 5 pecahan, yang masing-masingnya memiliki 100 pecahan lagi yang kalau ditotal memiliki 500 pecahan!. At the end of the 20 slap at the homogenized into 5 fractions, each of which has more that 100 fragments that have totaled 500 broken!.
Muhammad Nuh telah lama tidak aktif di PSRI Syahbandar semenjak sepeninggalan sang paman (TM Satiri) di tahun 1984, dikarenakan adanya satu dan lain hal di internal perguruan. Muhammad Nuh has long been active in PSRI Syahbandar sepeninggalan since his uncle (TM Satiri) in 1984, because of one thing and another in the internal college. Namun keterikatan moral pada perguruan silat Betawi ini begitu kuatnya, sampai-sampai bersedia untuk naik panggung tatkala PSRI Syahbandar beratraksi di berbagai kesempatan, meskipun usia tidak lagi memadai, beliau masih mampu untuk memecahkan benda-benda keras seperti kelapa, batang pompa, dan tiang besi sekalipun. But the moral attachment to the Betawi arts college is so strong as to be willing to go on stage when PSRI Syahbandar beratraksi on various occasions, even though age is no longer sufficient, he is still able to solve hard objects such as oil, pump rods, and steel poles even. Begitu pula halnya ketika diwawancarai mengenai Similarly, when asked about PSRI Syahbandar, semangatnya kembali menyala sambil memperagakan jurus, jalan dan pecahan Syahbandar yang tekenal cukup rumit. PSRI Syahbandar, his spirit comes back on while demonstrating moves, broken roads and the tekenal Syahbandar quite complicated.
“The Keris Poesaka”, Film Pencak Silat PSRI Syahbandar "The Keris Poesaka", Film Pencak Silat PSRI Syahbandar
Pada tahun 70an PSRI Syahbandar terlibat dalam pembuatan film silat dengan karakter silat tradisional Indonesia, dengan judul “The Keris Poesaka”. In the 70s PSRI Syahbandar involved in the filming of the traditional martial arts with the character of Indonesia, with the title "The Keris Poesaka". Film yang mengisahkan seputar bela diri pencak silat yang asli Indonesia, dengan tema utama perebutan sebuah keris pusaka yang bernama “Ki Brojol”. Film that tells about a martial arts martial arts native to Indonesia, with the main theme of the struggle for a keris called "Ki Brojol". Seratus persen bela diri yang digunakan dalam film ini adalah pencak silat dengan setting dan latar belakang Betawi, yang dalam hal ini menggunakan para pendekar dari PSRI Syahbandar. One hundred percent of the martial arts used in this film is a martial art with the setting and background of Betawi, which in this case using the warriors of PSRI Syahbandar. Film ini diproduksi oleh pemerintah kerajaan Belanda, namun sayangnya tidak atau mungkin belum pernah ditayangkan di Indonesia. The film is produced by the Dutch royal government, but unfortunately it does not or may not have been aired in Indonesia.
gbr. fig. para pendukung film “The Keris Poesaka” usai syuting proponents of the movie "The Keris Poesaka" after shooting

Nafas Gang Toapekong dalam PSRI Syahbandar Breath Gang Toapekong in PSRI Syahbandar
Secara pribadi penulis berasumsi bahwa pengaruh bela diri Cina (Kuntao) juga merupakan mozaik dalam membentuk “ruh” perguruan silat ini, hal ini dapat dilihat dari gerakan dan nama langkah atau jalan, seperti jalan Cengcorang, Naga Nyebrang dan salam hormat Saowja. I personally assume that the influence of Chinese martial arts (Kuntao) is also a mosaic in shaping the "spirit" of this arts college, this can be seen from the movements and steps, or street name, such as roads Cengcorang, Naga Saowja to cross and salute. Begitupun dengan penggunaan senjata, tampak jelas pengaruh dari senjata beladiri Cina, seperti piauw, teco (trisula), toya dan tombak. Likewise with the use of arms, clearly the influence of Chinese martial arts weapons, such as piauw, TECO (trident), Toya and spear. Hal ini dimungkinkan dengan lingkungan tempat tinggal TM Satiri sendiri yang dibesarkan di Jalan Laksana Dalam, Gg Toapekong Pasar Baru. This is possible with TM Satiri neighborhood alone who was raised in Jalan Laksana In, Gg Toapekong New Market. Gang Toapekong pada masanya, disamping sebagai kantong imigran Cina, banyak pula dijumpai pendekar-pendekar Kuntao Cina peranakan. Gang Toapekong in his time, as well as a bag of Chinese immigrants, many of them found Kuntao warrior warrior-Peranakan Chinese.
Gbr. Fig. Tombak khas PSRI Syahbandar yang diyakini terpengaruh oleh Kuntao. PSRI typical spear that is believed to be affected by Syahbandar Kuntao.
Beberapa murid TM Satiri diantaranya dikenal sebagai organisatoris di lingkungan masyarakat Betawi, seperti TM Chaidir (alm) yang pernah menjabat sebagai Sekjen PPS Putra Betawi tahun 1987, selain itu terdapat peranakan Tionghoa Djien Djien (alm), Musa, Fachruddin Pane, dan tidak ketinggalan Zainul Arifin yang sampai kini eksis mengusung PSRI Syahbandar dan FORKABI. Some students such as TM Satiri known as Betawi community organizer in the environment, such as TM Chaidir (late) who had served as secretary-general's son Betawi PPS in 1987, other than that there is a Peranakan Djien Djien (late), Moses, Fachruddin Pane, and do not miss Zainul Arifin that until now existed and brought PSRI Syahbandar Forkabi.
Gbr. Fig. Sikap pasang Jalan Naga Nyebrang Attitude to cross pairs of Dragon Road
Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 22.00 WIB, kami pamit undur diri. Do not feel the time has been demonstrated at 22.00 pm, we said goodbye to resign. Sebagai salam penutup seorang teman dari FP2STI memainkan senjata tombak khas PSRI Syahbandar dengan lihainya, yang menggiring kenangan Muhammad Nuh kembali kepada masa mudanya sebagai seorang pesilat PSRI Syahbandar. As regards the closing of a friend of FP2STI play PSRI Syahbandar typical spear guns with expert move, which led to memories of Muhammad Nuh returned to his youth as a fighter PSRI Syahbandar.
Betawi, 17 Januari 2009 (20 Muharam 1430 H)- ( Gusman “Jali” Natawidjaja ) Betawi, January 17, 2009 (20 Muharam 1430 H) - (Gusman "Jali" Natawidjaja)
Nara Sumber: Resource Persons:
- Muhammad Nuh, murid dan keponakan TM Satiri, PSRI Syahbandar - Muhammad Nuh, disciple and nephew of TM Satiri, PSRI Syahbandar
- A. - A. Sanusi, sesepuh PPS Putera Betawi-PS Pusaka Jakarta Sanusi, elder son PPS-PS Betawi Jakarta Heritage
Foto-foto: dok. Photos: dock. pribadi personal






