Sahabat Silat dan stasiun televisi Perancis. Friends of Silat and French television stations.
[ in English ] [ in English ]Apr 22nd, 2009 | By admin | Category: Information , Sahabat Silat Visited 2616 times, 2 today [ in English ] April 22nd, 2009 | By admin | Category: Information , Friends of Silat Visited 2616 times, 2 today [ in English ]
Pagi itu Jum'at 17 Aril 2009, waktu sudah lewat jam setengah delapan. Friday morning 17 Aril 2009, the time was past seven thirty. Berdasarkan janji dari sms yang dikirim Bang Ochid dan Bang Ajad, hari ini kami harus berkumpul di gedung Hidro jam setegah sembilan untuk mengantarkan dua orang tamu Sahabat Silat dari sebuah stasiun televisi Perancis, Singh dan Lionel yang akan meliput maenpo Cikalong di tempat asalnya Cianjur. Based on the promise of sms sent and Bang Bang Ochid Ajad, today we have gathered in building Hydro nine half-hour to bring two guests of the Friends of Silat a French television station, which will be Singh and Lionel cover maenpo Cianjur Cikalong in its original place. Begitu mepetnya waktu pagi itu dan karena takut ketinggalan kutelpon lebih dahulu kang Wiwit yang biasanya paling on-time untuk sekedar memberi kabar jangan sampai ditinggalkan jika terlambat barang sepuluh lima belas menit. Once mepetnya time that morning and for fear of miss kang kutelpon first Wiwit usually the most on-time to just let me know if it's too late not to be abandoned goods ten to fifteen minutes. Maklum jika dalam rombongan perjalanan yang menjadi “kepala suku” adalah bang Ajad, maka kawan yang satu ini akan dengan tegaan meninggalkan yang terlambat. Understandably if the traveling troupe that became "tribal chief" is bang Ajad, then this one will be friends with the late tegaan leave.
Setelah merapikan semua persiapan dan meminta “exit permit” ke sang istri tercinta, jam delapan pas dengan motor bebek dekil kesayangan yang mulai butut kupaksakan ngebut melibas jalan yang mulai agak lengang. After smoothing all the preparations and asked "exit permit" to his beloved wife, eight motors fitted with a filthy pet duck who began I forced battered road speeding bulldoze getting a bit lonely. Belum sampai dua kilo perjalanan dari rumah, ahhhh kameraku ketinggalan….dengan terpaksa dan dongkol ku kembali ke rumah. Not until two kilometers way from home, ahhhh .... was forced to miss my camera and my cranky back home. Waktu yang tinggal sedikit memaksa kembali menelpon kang Wiwit untuk setidaknya meminta atau sedikit merayu bang Ajad atau bang Ochid jika sampai aku tak sampai tepat waktu. The time to live a little forced back to at least call kang Wiwit ask or slightly flatter Ajad or bang bang till Ochid if I did not arrive on time.
Sepanjang perjalanan menuju ke Cawang, terlintas ingatan beberapa obrolan dengan kedua tamu kita dari Perancis tersebut. Along the way to the Cawang, came to mind several conversations with both of our guests are from France. Setelah dua kali pertemuan dengan mereka baik di tempat latihan Beksi Tradisional Haji Hasbullah, di Kebagusan yang tak jauh dari rumahku atau di rumah guru Perguruan Gerak Saka bapak Muhammad Sani, jalan H.Jamhur II – Ciganjur mengenai pencak silat itu sendiri, keduanya selalu bilang bahwa orang Indonesia sangat ramah dan beruntung memiliki kakayaan seni bela diri yang begitu beragam dan unik. After two meetings with them both in the gym Beksi Traditional Haji Hasbullah, in Kebagusan not far from my house or at the home university teacher Mr. Muhammad Sani Motion Saka, road H.Jamhur II - Ciganjur about the martial arts themselves, they always say that Indonesian people are very friendly and fortunate to have kakayaan martial art is so diverse and unique. Kadang dalam pikiran ini juga sebenarnya antara takut dan khawatir jika penerimaan kita tak sebaik yang mereka bayangkan. Sometimes this is also true in the minds of the fear and worry if we are not as good reception as they had imagined.
Namun dengan beberapa kali pertemuan baik dari awal dengan Silek Harimau, Beksi Tradisional H. But with some good meetings from the beginning with Silek Tiger, Traditional Beksi H. Hasbullah, Gerak Saka dan Golok Suliwa ternyata alhamdulillah semuanya selalu memberikan kejutan bagi mereka….Beruntung sepanjang jalan Lenteng Agung dan Pasar Minggu tidak terlalu padat, meski di beberapa perempatan jalan ada sedikit tersendat sehingga dengan motor bebek kesayanganku dapat dengan leluasa melenggang sampai di gedung Hidro-Cawang dengan keterlambatan waktu tak lebih dari tujuh menit. Hasbullah, Motion Saka and thank God everything turned out Suliwa Machete is always a surprise for them .... Fortunately, all the way Lenteng Agung and Sunday Market is not too dense, although at some intersections there is a little choked up so that the favorite motorcycle can freely swing up to the Hydro building Cawang with time-delay of no more than seven minutes.
Ternyata kedua “kepala suku” untuk perjalanan ke Cianjur belum muncul, beruntung juga saat itu karena Cuma kang Wiwit yang baru hadir. Apparently the "chiefs" to travel to Cianjur has not yet appeared, was also lucky because it's just a new Wiwit kang present. Setelah telpon sana-sini baik ke Uda Alda maupun ke bang Ajad dan Bang Ochid akhirnya mobil yang akan digunakan ke Cianjur tampak!!!! After the phone call here and there either to Uda Alda and to bang and bang Ochid Ajad car that will eventually be used to Cianjur look! wah … kedua kawan kita ini masih menggunakan seragam dinas instansinya…he he he, mungkin ini yang sering kita dengar antara kegilaan dan kecintaan pada pencak silat begitu tipis. wah ... the friends we are still using their agency official uniform ... he he he, maybe this is that we often hear between madness and love of martial arts is so thin. Meski menertawakan segala tingkah dan cara “meminta izin” ke atasannya yang saya tahu itu sebenarnya bukan hal yang lucu, karena dari kedua penuturan baik bang Ochid maupun bang Ajad yang rela “mabur” cuma untuk mengantarkan tamu Sahabat Silat di hari kerja ini di dalam hati secara pribadi saya salut buat kedua kawan kita ini, ternyata pengorbanannya tak sebatas omong semata…. Although laughing at all the behavior and way of "asking permission" to his boss that I know it's actually not that funny, either because of both the narrative and the bang bang Ochid Ajad willing "mabur" just a friend to drop off guests on weekdays Silat is at the heart I personally salute our comrades for a second, his sacrifice was not limited only way ....
Kamipun meluncur ke arah UKI – Cawang untuk menjemput Singh dan Lionel di Padepokan Pencak Silat Indonesia yang mungkin telah lama menunggu. We then drove to the UKI - Cawang to meet Singh and Lionel Padepokan Pencak Silat in Indonesia that may have long to wait. Kali ini yang membawa mobil adalah bang Ochid, entah antara bingung atau apa rute yang seharusnya lurus ke arah UKI malah berbelok arah kembali ke arah Cililitan….dan kita hanya tertawa ketika bang Ajad yang kita tahu kantornya di BKN rada sewot karena setelah “mabur” eh malah kembali mendekat ke kantornya… This time the car is brought bang Ochid, whether among the confused or what should be a straight route to the UKI instead turned back toward the direction of Cililitan .... and we just laughed when we know bang Ajad BKN rada office in furious because after "mabur" and it had returned closer to his office ...
Jam sembilan empat puluh tujuh menit kita berempat sampat di padepokan dan berlima menuju ke arah Cianjur. Nine hours and forty-seven minutes the four of us in the hermitage and five sampat toward Cianjur. Kali ini yang membawa mobil adalah bang Ajad yang dengan seragam instansinya mirip supir taksi Citra (sorry bang…) namun begitu biasanya untuk mengejar waktu, abang kita yang satu ini memang mahir dalam kebut-kebutan sehingga tak hanya kita yang mengakui kelihaiannya tapi kedua tamu kita juga mengacungkan jempol untuk bang Ajad . This time the car is brought bang instansinya Ajad a uniform similar to the image of taxi drivers (sorry bang ...) but it is usually to make up time, this one brother we are good at racing, so not only you but both admit kelihaiannya our guests also thumbs-up to bang Ajad. Di kilo meter dua pulu empat tol Jagorawi arah ke Bogor, kita di beritahu untuk bertemu pak Eddie Marzuki Nalapraya di kediamannya di Cipayung oleh Uda Alda. Pulu kilo meter in two directions to the four toll Jagorawi Bogor, let us in to meet Mr. Eddie Marzuki Nalapraya at his residence in Cipayung by Uda Alda. Dan pak Haji Azis Asy'arie pun sedang dalam perjalanan menuju ke sana. And Mr. Haji Aziz Asy'arie was on his way to get there.
Sepanjang perjalanan yang banyak diisi obrolan ringan dan canda sehingga tak terasa kita sampai di kediaman pak Eddie sekitar jam sepuluh lima puluh lima. Along the way that many small talk and jokes filled, so do not feel we reached the residence of Mr. Eddie about ten hours and fifty-five. Sambutan pak Eddie-pun tak kalah hangatnya dengan sambutan saudara-saudara dari berbagai perguruan, canda tawa, singkong goreng dan kopi hangat menjadi awal pembuka sambutan pak Eddie. Welcome pack, Eddie was no less warm with welcome brothers and sisters from various universities, laughter, fried cassava and coffee warm a welcome pack of Eddie's early opener. Perkenalan, perbincangan seputar pencak silat juga obrolan yang berkaitan dengannya menjadi semakin seru, apalagi menurut Singh, baru kali ini dapat sambutan langsung dari seorang pionir ketua organisasi bela diri dunia atau seorang sesepuh yang menjabat presiden PERSILAT hingga 2008 menyambut dengan hangat dan bersahabat. Introductions, conversations about the martial arts are also associated with a conversation more exciting, especially according to Singh, only this time it can be a direct response from the chairman of the pioneers of martial arts organization of the world or an elder who was president until 2008 PERSILAT with a warm and friendly welcome. Malah pak Eddie menawarkan pada Singh dan Lionel untuk bermalam jika pulang dari Cianjur terlalu malam ke Jakarta di tempat kediamannya di Cipayung. In fact, Mr. Singh and Eddie offer to Lionel for the night when returning from Cianjur too late to Jakarta at his residence in Cipayung.
Beberapa saat kemudian pak Haji Azis Asy'arie datang, hingga suasana perbincangan semakin ramai dan hangat. A few moments later Mr. Haji Aziz Asy'arie come, until the atmosphere of the crowded and warm conversation. Tak lupa setelah berwawancara dengan pak Eddie, baik Singh maupun Lionel diberikan kesempatan untuk melihat beberapa album foto kegiatan yang pernah diikuti oleh pak Eddie di berbagai manca Negara mempromosikan dan mengembangkan pencak silat. Not to forget after the interview with Mr. Eddie, both Singh and Lionel are given the opportunity to see some photo album of activities have been followed by a pack of Eddie in various foreign countries to promote and develop the martial arts. Saat waktu menunjukkan jam sebelas empat puluh menit, dengan dua mobil bersama pak Eddie berangkat menuju masjid terdekat untuk menunaikan ibadah shalat Jum'at sementara kedua tamu, kita persilahkan beristirahat di kamar tamu yang disediakan oleh tuan rumah. As the clock showed eleven hours and forty minutes, with a two-pack car with Eddie went to a nearby mosque for Friday prayer pilgrimage while his guests, we invite the rest in rooms provided by the host.
Selesai shalat Jum'at, kami kembali kembali ke rumah pak Eddie yang telah disediakan makan siang….. Friday prayers finished, we returned back to Eddie's house that has been provided lunch ..... ada hidangan iga kambing, ayam, sambal, lalap, sayur wah…komplit. No dish rack of lamb, chicken, chili, salad, vegetables, well ... complete. Sebelum makan saya sempat bertanya kepada Singh, apakah dia seorang vegetarian atau tidak? Before the meal I had asked Singh, whether he is a vegetarian or not? Ternyata alhamdulillah dia bukan dan boleh memakan daging (karena sebelumnya kita khawatir jangan-jangan tidak boleh memakan daging karena alasan kepercayaan misalnya) Meski sedang alergiku datang he he he demi menghormati tuan rumah (juga menghormati santapan lezat) makan siang itu kita sikat dengan lahap. It turns out and thank God he's not allowed to eat meat (because previously we worry that should not eat meat because of the trust for example) Despite being alergiku he he he came out of respect for the host (also respecting the fine cuisine) lunch that we brush with gusto. Selesai makan pak Eddie menyuguhkan atraksi pencak silat dari perguruan setempat, perguruan pencak silat Paku Bumi yang diasuhnya. Eddie finished eating pack presents a martial arts attraction of the local colleges, universities martial arts Paku Bumi fosterage. Kedua tamu inipun langsung melaksanakan tugas jurnalistiknya, sementara kita melanjutkan obrolan, bang Ochid ikutan mendokumentasikan. Both guests even this direct journalistic duty, while we continue the conversation, bang Ochid follow-up document. Pada jam tiga kurang lima belas, bang Ajad, bang Ochid, saya, kang Wiwit, kedua tamu kita dan pak Haji Azis berpamitan untuk segera melanjutkan perjalanan ke Cianjur. At three in around fifteen, Ajad bang, bang Ochid, I, Kang Wiwit, both our guests and Mr. Haji Aziz said goodbye to immediately proceed to Cianjur. Dan saat melepas pak Eddie tak lupa menawarkan kembali kepada kedua tamu dari Perancis ini untuk bermalam, dan jika setuju tinggal sms saja.. When taking off the pack and do not forget Eddie back to the second offering from the French guests for the night, and if agreed to stay sms only ..
Perjalanan dilanjutkan menuju Puncak, beberapa panorama yang memang indah menarik perhatian kameramen Lionel untuk mengambil beberapa gambar. The journey continues to the summit, some of the beautiful panorama of attention was the cameraman Lionel to take some pictures. Atas kesepakatan maka saat di Puncak pass kita berhenti untuk sekedar mengambil beberapa gambar, suasana dan pemandangan. Upon the agreement of the peak current in the pass we stop to just take some pictures, the atmosphere and scenery. Beberapa pedagang batu cincin menawarkan pada Singh, dengan maksud membantunya saya mencoba memberitahu bahwa tamu Perencis ini tidak akan membeli, eh tukang dagang itu malah berkata, “saya mah tidak menawarkan pada bapak…tapi pada orang itu…” sambil pergi meninggalkan kita wah….??!! Some merchants offer on Singh stone ring, with the intention of helping me try to tell that this Perencis guests will not buy, eh carpenter's trade instead said, "I do not offer to fathers house ... but the man ..." as he left us wah .... ??!! Beberapa menit berlalu, pengambilan gambarpun selesai dan kami kembali ke mobil untuk bergegas ke Cianjur yang telah menunggu bapak Wakil Bupati Drs H. Several minutes passed, making gambarpun finished and we returned to the car to rush to the Cianjur who have been waiting for the father of Vice Regent Drs H. Dadang Sufianto MM dan Guru Besar Paguron Maenpo Cikalong Pancer Bumi, pak Haji Ceng Suryana dan para pengurus. Lina and Professor MM Sufianto paguron Maenpo Cikalong Pancer Bumi, Mr. Haji Ceng Suryana and administrators. Sepanjang jalan Puncak – Cianjur, kedua tamu kita mulai terasa kelelahan dan tertidur. Peak along the way - Cianjur, both our guests began to feel tired and fall asleep. Sementara yang lain tetap meneruskan obrolannya. While others continue their conversation.
Memasuki gerbang Cianjur kita membangunkan kedua tamu kita untk pengambilan gambar gerbang masuk kota Cianjur. Entering the gate Cianjur we awaken our guests remedy the gates into the city shooting Cianjur. Dan tiba di kota Cianjur sekitar jam empat sepuluh menit sebelum menuju tempat latihan, kami mampir terlebih dahulu ke rumah pak haji Azis untuk mengambil baju latihan. And arrived in town about four o'clock Cianjur ten minutes before heading to the gym, we stopped first pilgrimage to the house of Mr. Aziz to take exercise clothes. Di tempat latihan, semua yang menunggu telah bersiap untuk latihan. In the gym, all the waiting has been prepared for practice. Seperti biasa, begitu tamu datang selalu tersedia jamuan berua kue-kue dan minuman hangat. As usual, the guests arrive so meals are always available berua cakes and hot drinks. Sehingga membuat tamu terasa betah karena tak dianggap sebagai orang lain. So that makes guests feel at home because it was mistaken for someone else. Beberapa kali Singh terlibat perbincangan dengan pak WaBup, pak Dadang dan pak Haji Ceng Suryana. Several times the conversation with Mr. Singh involved WaBup, Mr. Haji Dada and Mr. Ceng Suryana. Beberapa kawan dari paguron ikut serta dalam perbincangan yang meambah seru suasana. Some friends of paguron participate in conversations that meambah exciting atmosphere. Sesekali kita menyarankan Lionel atau Singh untuk sekedar “tempelan” tangan dengan pelatih atau guru paguron ini malah dengan WaBup Cianjur yang juga seorang praktisi maenpo Cikalong. Occasionally we suggest Singh Lionel or to simply "patch" with a coach or a teacher's hand is even with WaBup paguron Cianjur also a practitioner maenpo Cikalong.
Semakin lama suasana semakin mengasyikan, kedua tamu yang telah menyelesaikan liputannya semakin asyik hanyut “bermain” dengan para guru dan pelatih maenpo Cikalong. The longer the atmosphere more exciting, the two guests who have completed coverage of the more fun drifting "play" with the teachers and coaches maenpo Cikalong. Teknik yang didapat semakin membuatnya terkagum-kagum akan pengetahuannya tentang keberagaman pencak silat yang dilihat dan disaksikan langsung. The technique makes it gained more knowledge will be amazed about the variety of martial arts are seen and witnessed. Selepas maghrib semua menunaikan shalat maghrib, dan sekitar jam tujuh kami berpamitan untuk kembali ke Jakarta. After all pray maghrib maghrib, and about seven o'clock we said goodbye to return to Jakarta. Kelelahan yang dirasakan tamu kita dari Perancis membuatnya ingin segera kembali Ke Hotel di Jakarta dan dengan menyesal mereka meminta maaf kepada kita bahwa mereka tak dapat menginap di pak Eddie..kamipun berpamitan kepada para sesepuh paguron, pengurus dan pak WaBup Cianjur untuk kembali ke Jakarta. Fatigue felt by our guests from France made him want to get back to Hotel in Jakarta and they regret to apologize to us that they can stay in the pack Eddie .. we also bid farewell to the elders paguron, administrators and pack WaBup Cianjur to return to Jakarta.
Sepanjang perjalanan ke Jakarta, kedua tamu ini bilang sangat disayangkan waktu yang mereka miliki sedikit. During the trip to Jakarta, the guests are saying is very unfortunate that they have little time. Andaikan ada waktu sekitar satu atau dua bulan, mereka akan habiskan waktu untuk belajar pencak silat yang menurut mereka sangat unik. Suppose there are about one or two months, they will spend time to learn martial arts that they are very unique. Persaudaraan yang diperlihatkan sangat tulus dan menyenangkan. Shown very sincere brotherhood and fun. Menurut mereka inilah makna sesungguhnya dari pelajaran bela diri yang dipelajari, bahwa bela diri sesungguhnya mewarnai persahabatan dalam kehidupan. According to them this is the true meaning of martial arts lessons learned, that indeed the coloring martial friendship in life. Inilah yang menarik hati mereka…. This is what appealed to them ....
Kelelahan membuat tamu kitapun tertidur kembali diperjalanan pulang menuju Jakarta, sekitar satu setengah jam perjalanan membuat perut terasa keroncongan. Guests we too exhausted to make the trip back to sleep again to Jakarta, about a half hour drive to the stomach was growling. Bang Ochid, bang Ajad yang kembali menjadi “pilot”, kang Wiwit dan saya saling bertanya makan apa kita kali ini? Ochid bang, bang Ajad a return to "pilot", kang Wiwit and I eat what we are asking each other this time? Tepat di rumah makan Sunda, kami turun dan memesan makanan khas rumah makan ini, dan bang Ochid lah yang bertindak sebagai bos yang membayar semua makanan (he he he ketiban pulung lagi). Right in the restaurant Sunda, we go down and order food typical of this restaurant, and bang Ochid who acted as the boss who pays all the food (he he he ketiban pulung again). Dua nasi goreng babat, jus strawberry, empat nasi timbel lengkap plus pete bakar membuat kekhusukan dan kelahapan makan bertambah… dan tamu kitapun disuguhkan nasi timbel lengkap yang juga dimakan dengan lahap he he he nyobain timbel.. Two fried tripe, strawberry juice, plus four full timbel make grilled banana and voracity eating kekhusukan grow ... and we esteemed guests are served a full timbel are also eaten with gusto, he he he nyobain lead ..
Tiba di Jakarta lewat jam sebilan duapuluh malam, mobil begitu keluar tol Cawang dibelokkan ke arah Cililitan untuk mampir ke kantor bang Ajad yang memarkir mobilnya hingga malam dan tinggal mobilnya sendiri yang berada di sana. Arrive in Jakarta through sebilan twenty hours at night, so get out the car toll Cawang deflected toward Cililitan to stop by the office of a parked car Ajad bang up night and stayed in her own car who were there. Kedua tamu kita hanya tertawa dan kagum begitu mendengarkan pengorbanan yang dilakukan para anggota Sahabat Silat untuk mempromosikan pencak silat hingga berani “mabur” dari kerja untuk kegiatan ini. Both of our guests just laugh and be amazed as to listen to the sacrifices made by members of the Friends of Silat to promote martial arts to the courageous "mabur" of work for this activity. Di deapan kantr BKN Cawang, bang Ajad berpamitan pada semua. In deapan kantr BKN Cawang, Ajad bang goodbye to all. Kamipun melanjutkan perjalanan kembali ke gedung Hidro dimana sepeda motor bebek kesayanganku terparkir sampai malam….. We then proceeded back to the Hydro building where my favorite motorcycle parked through the night .....
Kamipun berpisah malam itu, sambil menunggu taksi datang Singh dan Lionel sangat berterima kasih atas segala kebaikan dan keramahan yang diterimanya selama liputan juga begitu bersahabatnya semua pesilat yang diperkenalkan kepadanya, sehingga mereka berdua berjanji suatu saat nanti jika mempunyai waktu akan kembali mengunjungi kita ntuk belajar pencak silat….. We then parted ways that night, while waiting for a taxi to come Singh and Lionel are very grateful for all the kindness and hospitality he received during the coverage of friendship as well as all the fighters are introduced to him, so they both pledged that one day if you have the time will come back to visit us to learn martial ntuk arts .....
Taksipun datang, kami bersalaman dan saling mengucapkan selamat tinggal, semoga apa yang mereka dapat menjadi suatu kenangan baik dihatinya dan menjadikan mereka duta yang menyampaikan pada dunia sana bahwa pencak silat tak hanya melulu sebagai alat perkelahian, pertempuran dan teknik membela diri tapi jauh di dalam sana ada persahabatan, keceriaan, kesediaan saling berbagi dan menghormati yang hanya akan dirasakan jika datang dan merasakannnya…. Taksipun arrived, we shook hands and said goodbye to each other, what they hope can be a good dihatinya memories and make them ambassadors who convey it to the world of martial arts that is not just merely as a means of fighting, fighting and self defense techniques, but deep inside there No friendship, cheerfulness, willingness to share and respect that will only be felt if it comes and merasakannnya ....
Untuk liputan Cingkrik Goning dan Gerak Gulung Budi Daya dipersilahkan pada teman-teman lainnya… For coverage Cingkrik Goning and Roll Motion Cultivation welcome on other friends ...
Jakarta, 18 April 2009 Jakarta, 18 April 2009
Iwan Setiawan Iwan Setiawan
Laporan di Padepokan Sabtunya, Report on Padepokan Sabtunya,
Jam 9.00 WIB – Datang ke Padepokan kasih titipan yang udah lecek 3 hari di dompet ke Pak Bambang dengan bisikan : “Titipan surat cinta dari Bos Alda katanya salam sayang dari beliau”, Pak Tb Bambang ngikik. Hours 9:00 am - Come to Padepokan deposit which you've worn three days in the wallet to Mr. Bambang with a whisper: "Forwarding a letter of love from Alda Bos said her love from him", Mr. Bambang ngikik Tb. Diteruskan melihat Kong Nizam menjelaskan ke Tim Transporter 3 (Singh,and Lionel) Jam 9.30 WIB -11.45 WIB - Datang paman guru dari Pondok Cabe (Kang Eryanto) beserta Tante Guru, Beliau meneruskan menemani Tim Transporter 3 dan Pak Bambang (Edisi Cingkrik Goning), dengan keahlian tata bicara yang luar biasa Kang Ery menjelaskan secara mendetail dan translate dari Pak Tb Bambang. Continued to see Kong Nizam explained to Tim Transporter 3 (Singh, and Lionel) Hours 9:30 pm -11.45 pm - Coming from Pondok Cabe teacher uncle (Kang Eryanto) and their teacher Tante, he continued to accompany Team Transporter 3 and Pak Bambang (Goning Cingkrik Edition) , with grammar skills are extraordinary speech Ery Kang explained in detail and translate from Pak Bambang Tb. Kala Pak TB dan kang Ery ngurus tuh bule, Kong Nizam bikin ngikik Tante Guru, dengan cerita bagaimana bercekerama dan menjelaskan silat tradisional yang dia ketahui hauuahahhahhaha Jam 11.45 WIB – 12.02 – Wawancara dengan Kang Nanong ditranslate dengan Hendro/ dan Janu… beserta Body language dari Kong Nizam huahahhahahhaa Mr. Kang TB and Kala ery committee tuh Caucasians, Nizam make ngikik Tante Kong Master, with the story and explain how bercekerama traditional martial arts he learned hauuahahhahhaha Hours 11:45 am - 12:02 - An interview with Kang Nanong ditranslate with Hendro / and its Janu ... Body language of Kong Nizam huahahhahahhaa
Jam 12.02 -Jam 13.30 – ngajak tim transporter 3 makan cendol.. Jam-Jam 12:02 13:30 - invites the team transporter 3 cendol eat .. (dia bilang tape itu pepaya… huahhahahha gue gak tahu tape dari apaan jadi iyah2 aja hauhahaha) muter2 dan ngeshoot Taman Anggrek huahahahahha dia bilang gapuranya dari Bali huahuahahahhaha, Sholat di Taman Anggrek. (He says the tape was papaya ... I do not know huahhahahha tape from hell so iyah2 hauhahaha aja) muter2 and Orchid Garden ngeshoot huahahahahha he says gapuranya of Bali huahuahahahhaha, Prayer in the Garden Orchid. Tinggalin dia ngeshoot Taman Anggrek disangkanya bagian dari Padepokan TMII huahuhahahhaha Jam 13.30 – Mereka ngobrol lagi sama Kong Nizam, dari ttg india sampai kundalini… (kayak main tebak gerak, Singh said “Its meditation with moving, is it right?”, dan kong Nizam ngangguk kayak mainan bergerak selancar dan nunjuk.. benar !! ane diamin karena kocak….ampe ada kata kundalini dan suruh tarik pantatnya semua pake gerak hauhahuahahaha yang paling lucu terangin nafas gaya kong nizam…. kayak orang bengek…huahauhhahahhahha ) Ngeshoot lef he thought was part of the Orchid Park TMII huahuhahahhaha Padepokan Hours 13:30 - They talk more equal Kong Nizam, from india to know about kundalini ... (like guessing the motion, Singh said "Its moving meditation with, is it right?", And the Nizam kong ngangguk kayak surfing and pointed the toy move .. right! ane ampe diamine as funny .... no word kundalini and send his ass all the pake motion pull the funniest hauhahuahahaha terangin breath nizam kong style .... like a complete crap ... huahauhhahahhahha)
Jam 14.00 go to Ciomas Bogor , ane pulang… hehehehhehehhe At 14.00 go to Ciomas Bogor, ane home ... hehehehhehehhe
[Alamsyah] [Alam]
- Special thank's : Bapak Eddie Marzuki Nalapraya Special thank's: Mr. Eddie Marzuki Nalapraya
- Bang Ochid (juragan batik yang baik hati) Bang Ochid (batik skipper good-hearted)
- Bang Ajad (pembalap SS) Ajad Bang (SS racer)
- Witarsa (adi sapaguron) Witarsa (adi sapaguron)
- Bapak Sabenuh M dan bang Ali juga perguruan Beksi Mr. Ali Sabenuh M and bang college also Beksi
- Tradisional H. Traditional H. Hasbullah Hasbullah
- Bang Nani, kang Didit, mas Agus S, Raka, PS. Bang Nani, kang Didit, mas Agus S, Raka, PS. Gerak Saka Saka motion
- Pak H. Mr. H. Azis Asy'arie, pak H. Azis Asy'arie, Mr. H. Ceng Suryana, Kang Ujang Saefuddin, kang Dani, pak Junaidi dan Paguron maenpo Cikalong Pancer Bumi Ceng Suryana, Kang Ujang Saefuddin, kang Dani, Junaidi pak and Pancer Bumi paguron maenpo Cikalong
- Wakil Bupati Cianjur Drs. Cianjur Vice Regent Drs. H. H. Dadang Sofianto MM Dadang Sofianto MM
- Paguron Pencak Silat Paku Bumi – Bogor Pencak Silat paguron Paku Bumi - Bogor
Nb: Bang Ochid tambahin fotonya……ane up loadnye lame banget Nb: Bang Ochid ane ...... add the pictures up really lame loadnye






