Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2116 times, 9 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2116 times, 9 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:


- Powered by BING [2012-02-01 05:40] - Powered by BING [2012-02-01 05:40]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2268 times, 13 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2268 times, 13 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi - Silat Indonesia Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi - Silat Indonesia ... Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia ... Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance.
    Sumber: http://silatindonesia.com/2009/06/brandal-lokajaya-menuju-jalan-sufi/ Sources: http://silatindonesia.com/2009/06/brandal-lokajaya-menuju-jalan-sufi/

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi (8 views) Brandal Lokajaya towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Aliran Sabeni (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views)
    Sumber: http://en.silatindonesia.com/ Sources: http://en.silatindonesia.com/

    Silat Indonesia » Cerita Silat Silat Indonesia »Story Silat

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi Jun 30th, 2009 | By alam | Category: ... Lokajaya scoundrel Sufi path towards June 30th, 2009 | By nature | Category: ... Mau dengar cerita lucu tentang para sahabat silat diPencak Silat ... Wanna hear a funny story about the companions diPencak Silat martial arts ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/ Sources: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/

    AJIAN SAIPI ANGIN « HOMEBASE KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS SAIPI spell WIND «Homebase FAMILY CAMPUS BIG WONG ALUS

    ... ... ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi ... science lessons when it was born of the Sufi ... aspek batin) dari sebuah perguruan silat yang ... inner aspect) of an arts college that ... kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya (yang ... Sunan Bonang story of being robbed by a bandit Lokajaya (which ...
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/25/ajian-saipi-angin/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/25/ajian-saipi-angin/

    ILMU LADUNI ASMAK KHIDIR « HOMEBASE KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS SCIENCE LADUNI Asmak Khidr «Homebase FAMILY CAMPUS BIG WONG ALUS

    ... ... prasangka dan kekeliruan serta meratakan jalan menuju ... prejudices and errors as well as pave the way towards ... ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi ... science lessons when it was born of the Sufi ... kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya ... Sunan Bonang story of being robbed by a bandit Lokajaya ...
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/


- Powered by BING [2012-02-18 00:25] - Powered by BING [2012-02-18 00:25]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2323 times, 4 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2323 times, 4 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:


- Powered by BING [2012-02-26 05:26] - Powered by BING [2012-02-26 05:26]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2386 times, 12 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2386 times, 12 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi - Silat Indonesia Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi - Silat Indonesia ... Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia ... Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance.
    Sumber: http://silatindonesia.com/2009/06/brandal-lokajaya-menuju-jalan-sufi/ Sources: http://silatindonesia.com/2009/06/brandal-lokajaya-menuju-jalan-sufi/

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi (8 views) Brandal Lokajaya towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Aliran Sabeni (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views)
    Sumber: http://en.silatindonesia.com/ Sources: http://en.silatindonesia.com/

    Silat Indonesia » Cerita Silat Silat Indonesia »Story Silat

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi Jun 30th, 2009 | By alam | Category: ... Lokajaya scoundrel Sufi path towards June 30th, 2009 | By nature | Category: ... Mau dengar cerita lucu tentang para sahabat silat diPencak Silat ... Wanna hear a funny story about the companions diPencak Silat martial arts ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/ Sources: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/

    ILMU LADUNI ASMAK KHIDIR « KWA SCIENCE LADUNI Asmak Khidr «Kwa

    ... ... prasangka dan kekeliruan serta meratakan jalan menuju ... prejudices and errors as well as pave the way towards ... ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi ... science lessons when it was born of the Sufi ... kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya ... Sunan Bonang story of being robbed by a bandit Lokajaya ...
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/

    Ijizaqi Nin-jitsu Nin-jitsu Ijizaqi

    ... ... budiman di jatiwangi dengan julukan Brandal Lokajaya. Virtuous in Jatiwangi with gangster nicknames Lokajaya. ... ... seorang guru yang mengajarkan hidup model sufi ... a teacher who teaches the Sufi model of life ... Nasihat inilah yang mengubah jalan hidup Lokajaya. Advice is what changed the course of life Lokajaya.
    Sumber: http://maulanamuzaqi.blogspot.com/ Sources: http://maulanamuzaqi.blogspot.com/


- Powered by BING [2012-03-05 04:48] - Powered by BING [2012-03-05 04:48]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2422 times, 14 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2422 times, 14 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:


- Powered by BING [2012-03-09 01:37] - Powered by BING [2012-03-09 01:37]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2526 times, 9 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2526 times, 9 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:

    Silat Indonesia » Cerita Silat Silat Indonesia »Story Silat

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi Jun 30th, 2009 | By alam | Category: ... Lokajaya scoundrel Sufi path towards June 30th, 2009 | By nature | Category: ... Mau dengar cerita lucu tentang para sahabat silat diPencak Silat ... Wanna hear a funny story about the companions diPencak Silat martial arts ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/ Sources: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi (8 views) Brandal Lokajaya towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Aliran Sabeni (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views)
    Sumber: http://en.silatindonesia.com/ Sources: http://en.silatindonesia.com/

    Legenda Si Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia The legend Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center. Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center. Thailand ... Thailand ... Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi ; MENAPAKI JEJAK SANG JAWARA ; Legenda Si Jampang ... Lokajaya scoundrel towards Sufi path; treading the winner TRACES; Jampang The Legend ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2009/02/legenda-si-jampang-jawara-betawi/ Sources: http://silatindonesia.com/2009/02/legenda-si-jampang-jawara-betawi/

    ILMU LADUNI ASMAK KHIDIR « KWA SCIENCE LADUNI Asmak Khidr «Kwa

    ... ... prasangka dan kekeliruan serta meratakan jalan menuju ... prejudices and errors as well as pave the way towards ... ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi ... science lessons when it was born of the Sufi ... kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya ... Sunan Bonang story of being robbed by a bandit Lokajaya ...
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/

    Ijizaqi Nin-jitsu Nin-jitsu Ijizaqi

    ... ... budiman di jatiwangi dengan julukan Brandal Lokajaya. Virtuous in Jatiwangi with gangster nicknames Lokajaya. ... ... seorang guru yang mengajarkan hidup model sufi ... a teacher who teaches life model of the Sufi ... Nasihat inilah yang mengubah jalan hidup Lokajaya. Advice is what changed the course of life Lokajaya.
    Sumber: http://maulanamuzaqi.blogspot.com/ Sources: http://maulanamuzaqi.blogspot.com/


- Powered by BING [2012-03-17 03:36] - Powered by BING [2012-03-17 03:36]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2650 times, 16 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2650 times, 16 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:

    Silat Indonesia » Cerita Silat Silat Indonesia »Story Silat

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi Jun 30th, 2009 | By alam | Category: ... Lokajaya scoundrel Sufi path towards June 30th, 2009 | By nature | Category: ... Mau dengar cerita lucu tentang para sahabat silat diPencak Silat ... Wanna hear a funny story about the companions diPencak Silat martial arts ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/ Sources: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi (8 views) Brandal Lokajaya towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Aliran Sabeni (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views)
    Sumber: http://en.silatindonesia.com/ Sources: http://en.silatindonesia.com/

    Legenda Si Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia The legend Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center. Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center. Thailand ... Thailand ... Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi ; MENAPAKI JEJAK SANG JAWARA ; Legenda Si Jampang ... Lokajaya scoundrel towards Sufi path; treading the winner TRACES; Jampang The Legend ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2009/02/legenda-si-jampang-jawara-betawi/ Sources: http://silatindonesia.com/2009/02/legenda-si-jampang-jawara-betawi/

    AJIAN SAIPI ANGIN « GRAHA ALAM SUNYARURI SAIPI spell WIND «GRAHA NATURAL SUNYARURI

    ... ... ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi ... science lessons when it was born of the Sufi ... aspek batin) dari sebuah perguruan silat yang ... inner aspect) of an arts college that ... kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya (yang ... Sunan Bonang story of being robbed by a bandit Lokajaya (which ...
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/25/ajian-saipi-angin/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/25/ajian-saipi-angin/

    Ijizaqi Nin-jitsu Nin-jitsu Ijizaqi

    ... ... budiman di jatiwangi dengan julukan Brandal Lokajaya. Virtuous in Jatiwangi with gangster nicknames Lokajaya. ... ... seorang guru yang mengajarkan hidup model sufi ... a teacher who teaches life model of the Sufi ... Nasihat inilah yang mengubah jalan hidup Lokajaya. Advice is what changed the course of life Lokajaya.
    Sumber: http://maulanamuzaqi.blogspot.com/ Sources: http://maulanamuzaqi.blogspot.com/


- Powered by BING [2012-04-02 02:58] - Powered by BING [2012-04-02 02:58]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2782 times, 13 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2782 times, 13 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Select the property or lives? "When meeting with a bunch of robbers in the forest.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:

    Silat Indonesia » Cerita Silat Silat Indonesia »Story Silat

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi Jun 30th, 2009 | By alam | Category: ... Lokajaya scoundrel Sufi path towards June 30th, 2009 | By nature | Category: ... Mau dengar cerita lucu tentang para sahabat silat diPencak Silat ... Wanna hear a funny story about the companions diPencak Silat martial arts ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/ Sources: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi (8 views) Brandal Lokajaya towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Aliran Sabeni (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views)
    Sumber: http://en.silatindonesia.com/ Sources: http://en.silatindonesia.com/

    Legenda Si Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia The legend Jampang Jawara Betawi - Silat Indonesia

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center. Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center. Thailand ... Thailand ... Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi ; MENAPAKI JEJAK SANG JAWARA ; Legenda Si Jampang ... Lokajaya scoundrel towards Sufi path; treading the winner TRACES; Jampang The Legend ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2009/02/legenda-si-jampang-jawara-betawi/ Sources: http://silatindonesia.com/2009/02/legenda-si-jampang-jawara-betawi/

    ILMU LADUNI ASMAK KHIDIR « KAMPUS WONG ALUS SCIENCE LADUNI Asmak Khidr «CAMPUS WONG ALUS

    ... ... prasangka dan kekeliruan serta meratakan jalan menuju ... prejudices and errors as well as pave the way towards ... ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi ... science lessons when it was born of the Sufi ... kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya ... Sunan Bonang story of being robbed by a bandit Lokajaya ...
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/

    AJIAN SAIPI ANGIN « KWA: BEJO BEJO BEJO!!! SAIPI spell WIND «Kwa: Bejo Bejo Bejo!

    ... ... ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi ... science lessons when it was born of the Sufi ... aspek batin) dari sebuah perguruan silat yang ... inner aspect) of an arts college that ... kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya (yang ... Sunan Bonang story of being robbed by a bandit Lokajaya (which ...
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/25/ajian-saipi-angin/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/25/ajian-saipi-angin/


- Powered by BING [2012-04-14 06:37] - Powered by BING [2012-04-14 06:37]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2861 times, 3 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2861 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:

    Silat Indonesia » Cerita Silat Silat Indonesia »Story Silat

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi Jun 30th, 2009 | By alam | Category: ... Lokajaya scoundrel Sufi path towards June 30th, 2009 | By nature | Category: ... Mau dengar cerita lucu tentang para sahabat silat diPencak Silat ... Wanna hear a funny story about the companions diPencak Silat martial arts ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/ Sources: http://silatindonesia.com/category/cerita-silat/

    Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center Silat Indonesia »Indonesian Pencak Silat Information Center

    Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi (8 views) Brandal Lokajaya towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Aliran Sabeni (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Lokajaya scoundrel towards Sufi path (8 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views) Silat Betawi Sabeni Flow (2 views)
    Sumber: http://en.silatindonesia.com/ Sources: http://en.silatindonesia.com/

    Pendekar Lima (5) - Silat Indonesia Warriors Five (5) - Silat Indonesia

    by : putri teratai ( Sahabat Silat ) Kuhentikan langkahku… Seketika itu ... by: daughter of the lotus (Friends of Silat) ... Immediately, I pulled my steps ... Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi ; MENAPAKI JEJAK SANG JAWARA ; Legenda Si Jampang ... Lokajaya scoundrel towards Sufi path; treading the winner TRACES; Jampang The Legend ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2009/01/pendekar-lima-5/ Sources: http://silatindonesia.com/2009/01/pendekar-lima-5/

    ILMU LADUNI ASMAK KHIDIR « KAMPUS WONG ALUS SCIENCE LADUNI Asmak Khidr «CAMPUS WONG ALUS

    ... ... prasangka dan kekeliruan serta meratakan jalan menuju ... prejudices and errors as well as pave the way towards ... ilmu hikmah ketika itu lahir dari para sufi ... science lessons when it was born of the Sufi ... kisah Sunan Bonang yang dirampok oleh Brandal Lokajaya ... Sunan Bonang story of being robbed by a bandit Lokajaya ...
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2011/01/24/ilmu-laduni-asmak-khidir/

    ILMU PEMIKAT BULAN BINTANG « KAMPUS WONG ALUS SCIENCE STARS Teaser MONTH «CAMPUS WONG ALUS

    ... ... laki-laki, jangan kecewa dula yaa banyak jalan menuju ... men, do not be disappointed Dula yaa many roads lead to ... brandal lokajaya 26 January 2011 at 23:13 ... scoundrel lokajaya 26 January 2011 at 23:13 ... ILMU HIKMAH DAN SUFI (1) ILMU HIKMAH ISLAMI (1) HIKMAH SCIENCE AND SUFI (1) ISLAMIC SCIENCE HIKMAH (1)
    Sumber: http://wongalus.wordpress.com/2010/05/15/ilmu-pemikat-bulan-bintang/ Sources: http://wongalus.wordpress.com/2010/05/15/ilmu-pemikat-bulan-bintang/


- Powered by BING [2012-04-26 02:12] - Powered by BING [2012-04-26 02:12]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2906 times, 1 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2906 times, 1 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:


- Powered by BING [2012-05-04 05:57] - Powered by BING [2012-05-04 05:57]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 2937 times, 10 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 2937 times, 10 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:


- Powered by BING [2012-05-08 08:59] - Powered by BING [2012-05-08 08:59]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

Lokajaya scoundrel towards Sufi path - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi. Lokajaya scoundrel into the Sufi path.

[ in English ] [ in English ]

Jun 30th, 2009 | By | Category: Artikel Silat , Cerita Silat , Figure Pesilat Visited 3000 times, 7 today [ in English ] June 30th, 2009 | By | Category: Articles Silat , Silat story , Figure fighters Visited 3000 times, 7 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

 

 

Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. For Majapahit (1284-1478), Tuban is a trading port city of considerable importance. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. At that time the end of the Majapahit kingdom and the king is the UB V.

 

Ada sebuah kisah seorang putra dari There is a story of a son   Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Duke of Tuban, Prince Mahmud Shahid Shahid, known as Raden, about 1450 AD Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. His father is a duke named Raden Sahur Tuban Wilwatikta aka Aya, are descendants of Ranggalawe, the first Duke of Tuban. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Was named Goddess Nawangrum mother.

 

Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Since childhood, Raden Shahid has been seen to be a smart, sharp eyes, strong instincts and willingness loud. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. He was the son of a respected duke throughout Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Her family also includes a godly family and devout followers of Islam.

 

Hampir setiap malam, ba'da Almost every night, ba'da   isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. evening, Prince Shaheed along with his friends diligently studying Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. They learn to read Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Kiyai Ahmad, Shahid Raden tutor. Guru mengajinya sangat kagum kepadanya karena dari remaja sikap dan perbuatannya sudah berbeda dari remaja pada umumnya. Mengajinya teacher was very impressed him because of adolescent attitudes and actions are different from teenagers in general. Ia mampu berpikir dewasa. He was able to think up. Suatu saat nanti , Raden Syahid pasti akan menjadi orang yang besar pikir guru mengajinya. Some day, Raden Shahid will definitely be a great teacher thought mengajinya.

 

Raden Syahd suka menonton wayang beber, yakni wayang yang dilukis diatas kain putih. Raden Syahd beber like watching puppets, the puppets are painted on white cloth. Lukisan itu merupakan adegan-adegan tertentu dari kisah Mahabarata dan Ramayana. The painting is certain scenes from the Mahabharata and the Ramayana story. Wayang tadi berbentuk manusia yang dilukis di candi-candi. Human-shaped puppets were painted on the temples. Inilah konon yang nantinya cikal bakal beliau akan men-dakwah-kan Islam melalui wayang versi Jawa. This is said that later he will be the forerunner to the propagation of Islam through a puppet version of Java.

 

Di siang hari, Raden Syahid mempelajari ketatanegaraan, keprajuritan dan beladiri, Ayahnya berharap putranya akan menggantikan kedudukannya sebagai Adipati In the daytime, Raden Shahid studying administrative, military and martial arts, his father hoped his son would replace his position as Duke   Tuban. Tuban.

 

Sebagai putra adipati ia hidup dilingkungan pejabat yang mewah. As the son of the duke he lived a luxurious environment officials. Kadang-kadang ayahnya mengajaknya perjalanan bersama, Mereka melihat daerah-daerah yang jauh dari pusat kadipaten. Sometimes his father took a trip together, they see areas that are distant from the center duchy. Dari pengalaman itu, ia mengetahui bahwa kebanyakan masyarakat di pelosok masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yang merupakan agama Hindu, Budha dan kepercayaan. From that experience, he knows that most people in remote areas still adhere to the belief that their ancestors are Hindus, Buddhists and trust.

 

Namun dari kemewahan yang ia dapat sebagai putra adipati itu tidak membuatnya bahagia. However, from the luxury that he can be a duke's son did not make her happy. Ia justru melihat dengan mata kepala sendiri bahwa para pejabat istana itu ternyata suka menindas rakyat dengan pajak-pajak yang tinggi dan iuran-iuran lain yang tidak masuk akal. He actually saw with my own eyes that the courtiers were apparently likes to suppress the people with high taxes and other dues, fees not plausible.

 

Meskipun berdarah bangsawan, berkat didikan Kiyai Ahmad membuat Raden Syahid berpihak kepada rakyat kecil. Although the bleed nobility, thanks to education Kiyai Raden Shahid Ahmad made ​​a small favor to the people. Ia suka bergaul dengan penduduk yang miskin dan teraniaya. He likes to hang out with people who are poor and persecuted. Karena itu dia tahu betul penderitaan rakyat. Because he knew very well that the people's suffering.

 

Rakyat yang tidak mampu membayar pajak dihukum, dihajar dan kadang-kadang diserobot tanah miliknya. The people who can not afford to pay taxes punished, beaten and sometimes his property annexed. Hukum hanya diperuntukan bagi rakyat kecil. Law is only intended for small people. Para pejabat negara, baik di Majapahit sebagai pusat kerajaan, maupun didaerah Tuban selalu kebal hukum, meski mereka melakukan pelanggaran besar. State officials, both at the center of the kingdom of Majapahit, and the Tuban area is always above the law, despite their great offense.

 

Keadaan ini disaksikan setiap hari dan hal itu membuat tekanan batin baginya. This situation is seen every day and it makes her distress. Ia menolak dunia yang tidak adil seperti itu, namun sebagai anak kecil ia tidak tahu dan tidak bisa berbuat banyak, Maka ia melampiaskan diri dengan bergabung kawanan penjudi dan pemabuk. He rejected the unjust world like that, but as a child he did not know and can not do much, so he vent themselves by joining the herd gamblers and drunks. Bagi dia, justru dalam judi ia menemukan keadilan, siapa yang kalah akan ludes, dan siapa yang menang akan berjaya. For him, it was the gambling he found justice, who will defeat sold out, and who wins will prevail.

 

Namun hal itu disaksikan oleh ayahnya sebagai kenakalan tanpa kenal ampun. But it was witnessed by his father as a juvenile with no mercy. Meski Raden Syahid dica sebagai anak nakal, bengal dan susah diatur, namun ia senang berguru beladiri. Although Raden Shahid Dica as a bad boy, stunned and unruly, but he was happy to sit under martial. Ia selalu rajin dan benar-benar mematuhi nasehat setiap guru ilmu kanuragannya. He was always diligent and completely comply with the advice of every science teacher kanuragannya. Maka jadilah dia orang yang kuat, sakti dan disegani. And was the strong, powerful and respected.

 

Sayangnya ia kecewa dengan struktur masyarakat di sekitarnya dan melampiaskannya dengan cara berbuat semaunya sendiri. Unfortunately he was disappointed with the structure of the surrounding community and wants to do it out by themselves. Mungkin hal ini karena usianya yang masih muda. Perhaps this is because of his young age. Ia belum tahu bagaimana menggunakan kemampuan beladiri, kecerdasannya dan kesaktiannya. He did not know how to use martial arts skills, his intelligence and his power. Apalagi setelah ia mengetahui perbedaan norma-norma yang didapat dari kiyai-nya dan kenyataan yang bertolak belakang. Especially after he knows the difference norms derived from his chaplain and the fact that opposites.

 

Kerjaannya hanya bertualang dan bermain judi, Kalau ia kalah, tidak segan-segan ia merampok rumah para pejabat. Job just adventurous and gambling, if he loses, he did not hesitate to rob the house of the officials. Kalau sudah mendapat rampokannya kembali ia berjudi! If you have got back his gambling rampokannya! Seluruh kesenangannya dilakukan semaunya sendiri. The whole excitement made ​​itself at will. Untuk apa berbuat baik , karena kenyataannya orang baik tidak dihargai dan hanya didalam cerita saja, pikirnya. To what does good, the fact that good people are not appreciated and only in the story, she thought.

 

Namun beberapa informasi yang beredar beliau tidak memakan sendiri hasil rampokannya. But some of the outstanding information he does not take itself rampokannya results. Kadang ia bagi-bagikan ke penduduk desa yang miskin. Sometimes he was distributing to the poor villagers.

 

“Anak kurang ajar ! "Insolent child! Membuat malu orang tua saja. Embarrassed the parents only. Lebih baik mati saja kamu, sebelum lebih banyak dosa-dosamu”, keluh sang Ayah yang merasa gagal mendidik putranya. You be better off dead, before more of your sins, "lamented the father who was failing to educate his son.

 

Kegerahan ini mencapai puncaknya ketika suatu malam, Raden Syahid tertangkap basah sedang mencuri gabah di gudang Istana. Swelter reached its peak when one night, Raden Shahid was caught stealing grain in the barn court. Ayahnya tentu saja gusar dan tidak bisa mentolerir putranya lagi. His father, of course upset and could not tolerate his son again. Menurut informasi yang beredar kala itu gabah itu bukan untuk dimanfaatkan sendiri, tetapi untuk di bagi kepada penduduk desa yang miskin. According to information circulating at the time the grain was not to be used alone, but for the for the poor villagers. Akan tetapi tindakan pencurian di Istana terasa seperti mencoreng arang di muka Ayahnya. But the act of theft in the Palace feels like a smear charcoal on the face of his father.

 

“Sahid, sudah keterlaluan kamu, Nak ! "Sahid, you've gone too far, boy! Untuk apa pula kamu mencuri gabah? To what are you stealing grain? Kurang apa ayah memuliakan kamu? Less what you honor my father? Mau jadi brandal apa? What would be a scoundrel? Minggat dari Tuban ini !! Run away from Tuban this! Jangan sekali-kali menginjakann kaki di kadipaten Tuban lagi, kalau kamu tidak bisa menggetarkan orang Tuban dengan ilmu agama !” usir Sang Adipati kepada putranya. Never in the duchy Tuban menginjakann feet again, if you can not vibrate Tuban people with religious knowledge! "Expel the Duke to his son.

 

Dari sinilah Raden Syahid From here Raden Martyr   rasa kesedihan, duka dan kekecewaan yang mendalam di hatinya. a sense of sadness, grief and deep disappointment in his heart. Akhirnya ia pun pergi meninggalkan kadipaten Tuban. Eventually he left the duchy Tuban.

Raden Syahid pun mengembara, berhari–hari ia naik dan turun gunung, masuk kampung keluar kampung dengan pikiran yang kacau balau. Shahid Raden was wandering, for days he goes up and down mountains, into the village out of the village with a mind in turmoil. Ia berpikir mencari kawanan perampok untuk ditundukkan dan direbut rampokannya. He thought robbers looking for subdued and taken rampokannya. Sepertinya ia sudah tidak berniat untuk hidup di dunia ini, mati tertikam atau sekalian menjadi raja rampok. It seems he has no intention to live in this world, it might be dead or wounded robber king.

 

“ Hai para perampok-perampok bodoh. "O fool the robbers. Pilih harta atau nyawa?” ketika bertemu dengan segerombolan perampok di hutan. Choose a property or life? "When meeting with a bunch of robbers in the woods.

 

“Kau ini yang bodoh. "You are a fool. Kami ini perampok kok dirampok ? We are really robbers robbed? Apa kamu mau mencari mati ? Do you want to look for death? Belum tahu rupanya siapa Kethuk Lindu”, jawab Kepala Perampok. Apparently not yet know who Kethuk Lindu ", replied the robber chief.

 

Akhirnya Raden Syahid dikeroyok oleh para perampok. Raden Shahid finally beaten by the robbers. Meski mereka bersenjata pedang, parang dan tombak dengan mudah diparahkan perlawanan mereka dengan tangan kosong. Although they were armed swords, machetes and spears with ease diparahkan their resistance with their bare hands. Permainan beladiri Raden Syahid yang Shahid a martial arts game Raden   memukau dengan permainan bawahnya yang cepat membuat roboh para perampok, dengan mengambil pedang dari salah satu perampok dan memporak-porandakan para perampok. enthralled with the game under the rapid collapse of the robbers made, by taking a sword from one of the robbers and the robbers devastated.

 

Lalu ia berhasil memiting kepala Kethuk Lindu dengan cengkeraman tangan kirinya yang kuat dan pedang diayun-ayunkan dengan tangan kanan Then he managed to wring the head Kethuk Lindu with a strong grip of his left hand and swung the sword-swinging right-handed   siap memenggal batang leher. ready to chop off the neck. “Menyerah atau mati ?!?” "Surrender or die!"

 

Akhirnya kawanan perampok yang dipimpin Kethuk Lindu menyerah dan berjanji setia kepada Raden Syahid. Robbers eventually led Kethuk Lindu surrender and pledge allegiance to the Prince a martyr. Namun para perampok ini tidak mengetahu siapa nama asli tuannya yang baru. But the robbers was not determines who the real name of the new master.

 

“Siapakah tuan ini sebenarnya” Tanya kepala perampok. "Who is this gentleman is actually" Ask the head of the robber.

 

Mendengar pertanyaan itu Raden Syahid teringat siapa dirinya. At the question who he is remembered Shahid Raden. Ia bermaksud menghilangkan jejaknya agar tidak diketahui keluarganya He intends to remove traces of unknown family   di tuban, Maka ia terinspirasi untuk membuat julukan baru. in Tuban, so he was inspired to create a new nickname.

 

“Hahahahha Namaku.. "My name hahahahha .. Brandal Lokajaya. Lokajaya scoundrel. Asal usulku tidak penting. I suggested origin is not important. Yang jelas sejak saat ini kalian adalah pengikut Brandal Lokajaya “. What is clear from this moment you are followers Lokajaya scoundrel ".

 

Sejak saat itu Brandal Lokajaya bersama pengikutnya barunya menguasai hutan Jatiwangi, sekitar daerah Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Ia meneguhkan profesinya menjadi “berandal gelap nyawang”.Mereka menjadi kawanan perampok yang terkenal dengan gerakan aksinya yang sangat cepat seperti kilat, sehingga sangat sulit ditangkap dan dikenali identitasnya. Since then the bandit followers Lokajaya with his new master Jatiwangi forest, about the Holy and Pati, Central Java, he affirmed his profession to be "dark nyawang hooligan". They became famous robbers with a very fast action movements like a flash, making it very difficult to catch and recognizable identity.

 

Ternyata Brandal Lokajaya yang cerdik dan ahli strategi ini selalu membagikan hasil rampokannya kepada anak buahnya dengan adil dan diam-diam membagi habis harta curiannya kepada penduduk kampung yang sangat miskin. Apparently the clever scoundrel Lokajaya and strategists have always shared the results of rampokannya to his men fairly and discreetly divide up the stolen property to the very poor villagers.

 

Suatu ketika semua usaha rampokannya tidak mendapat hasil. Once upon a time all efforts rampokannya not get results. Semua usaha merampoknya gagal . All efforts failed to rob him. Dan ditengah kegalauan akibat kegagalan mereka melihat adanya seorang bersorban dan berperawakan tinggi besar, berhidung mancung dan berkulit putih bersih. And amid the turmoil caused by their failure to notice a tall turban and big, sharp nose and a clean white. Pakaiannya berbeda dengan prang jawa pada umumnya dengan Her dress is different from Java in general with stamps   memegang sebuah tongkat dari emas !! holding a scepter of gold!

 

“Berhenti !! "Stop! Harta atau nyawa !!”, hardik Lokajaya. Property or life! ", Barked Lokajaya.

 

Orang tua ini dengan tenang dan tetap tersenyum pun berkata, “Aku tak punya apa-apa, Lihat aku tidak membawa harta apapun, hanya tongkat penopang tubuh”. The old man with a calm and keep smiling said, "I do not have anything, See I do not take any property, just a crutch body".

 

“Jangan banyak tingkah orang tua ! "Do not crotchety old man! aku tak punya banyak waktu. I do not have much time. Serahkan tongkat emasmu itu !” tekan Lokajaya sambil memberi aba-aba kepada kawanannya. Hand over your gold stick it! "Press Lokajaya as he gestured to his flock.

 

“Emas ? "Gold? kalau sekedar mencari emas, if you just look for gold,   kenapa harus menghilangkan nyawa hamba Alloh ? why should eliminate the servant of Allah's life? lagi pula aku tak punya emas, ini tongkat kayu biasa, dan kalau kau mencari emas lihatlah dibebatuan itu ada tumbuhan kolang kaling berdaun emas”. anyway, I have no gold, this unusual wooden sticks, and if you find that there is gold dibebatuan plants look kolang kaling gold leaf ". Kata orang tua itu yang ternyata tongkatnya adalah hanya sebuah tongkat kayu biasa dan menunjukkan dengan tongkat kayu biasa itu ke arah daun kolang-kaling. Said the old man who turns his staff is just a plain wooden stick with a wooden stick and show it to the leaf used to and fro.

 

Seketika daun kolang kaling itu berubah menjadi emas !! Instantly leaves kolang kaling it turns to gold! Berandal Lokajaya pun terkesima bukan kepalang. Lokajaya hoodlums was absurdly fascinated.

 

Saat daun daun emas sudah di tangan mereka tiba-tiba kembali menjadi daun seperti biasa. When the leaves have gold leaf in their hands suddenly back into the leaves as usual. Karena merasa tertipu Berandal Lokajaya pun berang dan menyerang orang tua itu. Feeling cheated and angry punk Lokajaya also attacked the old man.

 

Kemudian dengan kesaktiannya orang tua itu berubah menjadi lima orang yang serupa dan semuanya asli.Hingga akhirnya mereka berlima mengepung dan menghadang Lokajaya. Then the old man's miracle turned into five similar and five of them all asli.Hingga finally surrounded and blocked Lokajaya. Dan akhirnya Lokajaya menyerah kalah dan ingin berguru kepadanya. And finally give up and want Lokajaya apprenticed to him.

 

“Aku Sunan Bonang. "I Sunan Bonang. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang bisa menjadi muridku. Only those who truly can become my disciple. Kamu harus bersuci dulu dari dosa-dosamu agar mendapat ampunan Allah SWT. You must first purification of sins in order to receive forgiveness of Allah SWT. Apakah kamu bersedia?” Are you willing? "

 

“Baik kanjeng Guru , Bagaimana caranya bertobat agar mendapat ampunan-Nya?“ "Good Kanjeng Guru, How do I repent in order to receive His forgiveness?"

 

“Bukankah pertama kali kamu menginginkan tongkat ? "Is not the first time you want a stick? Nah sekarang, bacalah kitabku ini sebagai sarana taubatmu. Well now, read my book as a means taubatmu. Kitab ini adalah Tongkat Emas Sejati, datangnya dari Tuhan This Book is True Gold Stick, the coming of the Lord   yang Maha Pencipta Alam Semesta, Baca dan hafalkan sampai tuntas !!, Bersihkan tubuhmu dan hatimu dari perbuatan maksiat, dirikanlah musholla di sini dan bertirakatlah, Kalau aku belum datang, kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, Mudah-mudahan Alloh memberimu petunjuk” the Supreme Creator of the Universe, Read and memorize until complete!, Clean your body and your heart from immoral deeds, establish prayer room here and bertirakatlah, If I have not come, you should not leave this place, I hope Allah give you a clue "

 

Lokajaya menjawab, “Baik, saya akan laksanakan” , gemetar Lokajaya dengan janji di hatinya sendiri. Lokajaya replied, "Well, I will carry out", shaking Lokajaya with appointments in his own heart.

 

Lelaki tua itu memberikan kitab itu lalu pergi begitu saja. The old man gave the book and then go away.

 

Lokajaya pun selalu beribadah dan membaca kitab itu setiap hari. Lokajaya was always worship and read the book every day. Ia hanya berhenti sesaat-sesaat untuk membersihkan tubuhnya, berwudhu, makan dan bersembahyang. He only stopped for a moment-a moment to clean his body, ablutions, eat and pray. Semua dilakukan hanya sekitar pondok yang dekat dengan sungai. All done just about cottage near the river. Mata bathinnya kini telah terbuka lebar setelah membaca kitab dari gurunya yang ternyata sebuah “Al-Quran” The eyes of his heart wide open now after reading the book from his teacher who was an "Al-Quran"

 

Rerumputan dan akar-akaran Grasses and roots   serta pohon rembete tumbuh di sekitar pondokannya. and rembete trees growing around his hut. Kiri kanan telah menjadi belukar. Left and right has become a thicket.

 

Setahun berlalu Sunan Bonang ingat janjinya dengan Lokajaya, Maka ia mencarinya di Hutan Jatiwangi. A year went by his promise to Sunan Bonang Lokajaya remember, so he was looking for in the Forest Jatiwangi. Tempat beribadah Lokajaya telah berubah sama sekali. Lokajaya place of worship has changed at all.

Sunan Bonang pun menyalakan api , hingga api hampir melalap pondok Lokajaya. Sunan Bonang also lit a fire, to fire nearly engulfed the cabin Lokajaya. Lokajaya tidak bergerak dari tempatnya. Lokajaya not move from its place. Atas karunia Alloh, pondoknya tidak tersentuh api, konon tobatnya diterima oleh Gusti Allah. For the gift of Allah, hut not touched by the fire, said Gusti repentance accepted by Allah.

 

“Sembah bhakti saya pada Kanjeng Sunan!”, katanya. "Worship me bhakti Kanjeng Sunan", he said.

“Bersucilah dan bersihkan badanmu !” . "Bersucilah and wash your body".

Lokajaya pun menuju sungai dan tak lama sudah kembali dengan penampilan suci bersih. Lokajaya went to the river and soon was back with a clean appearance of the sacred.

 

“Apakah kamu sudah khatam kitab ini dan tahu isi yang tersurat maupun yang tersirat?” "Did you seal the book and know the contents of the express or implied?"

“Atas restu Kanjeng Sunan, saya hafal dan faham”. "On approval Kanjeng Sunan, I memorized and understood".

 

“Bagus. "Good. Kamu sudah melaksanakan perintahku, Teruslah belajar dan jadikan pedoman karena itulah dasar segala dasar Ilmu Syariat, Dari setiap nafasmu jangan lupakan ilmu syariat dan AlQuran” You carry out my orders, Keep learning and make the guidelines because that is the basis of all basic Shariah Sciences, From every breath do not forget the science of Sharia and the Quran "

 

“Aku punya firasat, engkau adalah manusia yang sangat dibutuhkan oleh kawula alit di tanah jawa ini. "I have a feeling, you are a man who desperately needed by the subjects of this java alit on the ground. Dan itulah jalan pengampunan tobatmu berikutnya. And that is the next tobatmu forgiveness. Kamu sudah banyak dosa, Lokajaya. You have a lot of sins, Lokajaya. Tapi engkau akan diampuni, setelah menjalani lelaku suci dan pakailah nama “Syekh Malaya”. But you would be forgiven, after a holy lelaku and use the name "Sheikh Malaya". Malaya artinya berkelana. Malaya means to wander. Sedangkan syekh itu sebutan bagi orang yang mempunyai ilmu untuk menyiarkan agama-Nya dan dikasihi Allah” While the sheikh was the designation for people who have knowledge to his religious broadcasts and loved by God "

 

“Tunjukkanlah "Show   kepada saya lebih jelas, Guru” jawab Lokajaya alias Syekh Malaya more clear to me, Master, "said Sheikh alias Lokajaya Malaya

 

Anakku, My son,   Malaya Malaya   hayatilah tongkat kayu gurdha ini. This gurdha hayatilah sticks. Ajaran ini sangat keras, kamu boleh mundur jika kamu mau. This teaching is very hard, you can rewind if you want. Tapi hanya inilah titianmu mencapai keridhoan-Nya. But this is only the pleasure of his titianmu achieve. Hidup ini tiada lain mendapat ridho Alloh SWT. Life is nothing else gets blessing of Allah SWT. Lakukan ibadah siang dan malam, jangan putus dzikirmu. Perform worship day and night, do not lose dzikirmu. Saatnya engkau membersihkan hati yang tercela dan membersihkan pribadimu dari Selain Alloh SWT” It's time you clean hearts and clean up your personal disgraceful addition of Allah SWT "

 

“Baik, guru Sendika dhawuh”. "Good, teacher Sendika dhawuh". Jawab Syekh Malaya. Sheikh replied Malaya.

 

Makna dari The meaning of   kayu gurdha adalah sebagai berikut : gurdha wood is as follows:

Kayu berasal dari kata “Hayu” Wood comes from the word "hayu"   artinya Yang Maha Hidup. means the All Life.

Gurdha berasal dari kata “Ridho” artinya mendapat perkenaan dari Allah SWT. Gurdha derived from the word "Ridho" means to get perkenaan of Allah SWT.

 

Intinya dari kata-kata itu kematian kehidupan dan ibadah bukanlah untuk mencari pahala, surga ataupun imbalan lainnya namun untuk mencari ke-ridho-an-Nya The point of the words death and life of worship is not to seek reward, heaven or other reward but to seek the blessings of His-an

 

 

                     ————00———— ---- 00 ----

 

(Bersambung “Syekh Malaya meniti ke (To be continued "to pursue Sheikh Malaya   Sunan Kali Jaga”) Keep Sunan Kali ")

Diceritakan kembali oleh :Sarung Kampret Retold by: Gloves Kampret

-Dongeng Nusantara Nusantara-Tale

-Mitos penduduk setempat -Myth locals



Artikel Brandal Lokajaya menuju jalan Sufi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Lokajaya scoundrel article to a Sufi path 'may be' linked on other sites:


- Powered by BING [2012-05-16 04:39] - Powered by BING [2012-05-16 04:39]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.