Ada apa dengan Silat. What's wrong with Silat.
[ in English ] [ in Bahasa ]Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 991 times, 2 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 991 times, 2 today [ in Bahasa ]
Mungkin ini adalah kata yang tepat untuk olah raga beladiri tradisional negeri ini. Perhaps this is the right word for the traditional martial sports of this country. Ada rasa asing bagi anak negeri terhadap seni beladiri sendiri. There is a sense foreign to domestic child of his own martial arts. Ketika tiap olah raga bela diri mulai merambah sendi kehidupan generasi muda anak negeri, ada yang terbalik dengan keadaan Pencak Silat. When each sport martial began reaching the joint lives of the young generation of children the country, there is an upside-down with the state of Pencak Silat. Silat, silek, pencak silat, penca, menca, mamenca, atau apapun istilah lainnya kini malah mulai tertidur. Silat, silek, martial arts, on Disabled, menca, mamenca, or any other term now even started to fall asleep.
Ada ironi yang menghinggapi hati negeri ini. There is irony that descend the heart of this country. Ketika negeri jiran kini amat bangga dengan budayanya, kini kita malah dihinggapi rasa rendah diri terhadap karya budaya sendiri, andaikan dulu kita adalah bangsa yang rendah hati kini kita adalah bangsa yang rendah diri. When a neighboring country is now very proud of their culture, now we even feel a sense of cultural inferiority of the work myself, first suppose we are a humble nation now that we are a nation low self-esteem.
Keunikan dan dan kekhasan Pencak Silat kini tergeser oleh imej (image) yang terlanjur tertempel pada diri Pencak Silat itu sendiri. The uniqueness and distinctiveness of Pencak Silat and is now replaced by images (image) is already attached to self Pencak Silat itself. Bahwa Pencak Silat adalah olah raga bela diri dari kampung. That Pencak Silat is a martial sports of the ward.
Banyak usaha yang telah dilakukan anak negeri ini memperkenalkan Pencak Silat kepada dunia dan seperti yang kita ketahui kini olah raga bela diri ini telah banyak digemari dan dipelajari lebih dari 20 negara yang tergabung dalam PERSILAT. Many efforts have been made to introduce children of this country Pencak Silat to the world and as we all know now this martial sport has been much-loved and studied more than 20 countries joined in PERSILAT. Sayangnya pesatnya perkembangan Pencak Silat di negeri lain tidak dapat diimbangi dengan kemajuan di negeri asalnya. Unfortunately, the rapid development of Pencak Silat in other countries can not be matched by progress in his native country. Sungguh suatu yang menyakitkan bila kita teliti bahwa imej (image) yang terlanjur tertanam bahwa Pencak Silat adalah bela diri asal kampung kini malah terseret menjadi kampungan karena ketidakmampuan kita dalam manajemen dan organisasi. What a painful if we examine that image (image) is already embedded that Pencak Silat is a martial origin of the village now even dragged into plebeian because of our inability in management and organization.
Kini satu persatu perguruan Pencak Silat, baik yang berorientasi olah raga, seni, maupun bela diri mulai berguguran, satu persatu mulai kehilangan murid maupun peminat. Now one by one college Pencak Silat, well-oriented sports, arts, and martial began to fall, one by one began to lose students and enthusiasts. Jika ada hal unik yang dapat Pencak Silat tawarkan, seharusnya tiap orang akan tahu apa yang ?dijual? If there is something unique to offer Pencak Silat, should each person will know what? Sale? Pencak Silat. Pencak Silat. Ketidaktahuan Guru, Pelatih, instruktur beladiri ini dalam ?mengemas? Ignorance teacher, coach, martial arts instructor in? Pack? dan ?menjual? and? sell? Pencak Silatlah yang akhirnya membuatnya menjadi anak tiri di rumah sendiri. Pencak Silatlah which ultimately makes it a stepchild in their own homes. Bagaimana mungkin kita akan ?membeli? How could we be? Buy? sesuatu jika apa yang kita lihat dan kita dengar tidak membuat kita tertarik. something if what we see and hear does not make us interested.
Gegap gempita dan riuh rendahnya suasana gelanggang sepuluh-lima belas tahun lalu dalam tiap kejuaraan kini mulai sepi, terasalah bagi para pesilat yang berumur bahwa kini suasana seperti dulu tak dapat mereka nikmati. Bells and whistles and boisterous atmosphere of the arena of low ten-fifteen years ago in each championship are now beginning to slow, terasalah for the fighter who was that now the atmosphere as it once they can not enjoy. Tinggal kenangan manis yang tersisa. Stay sweet memories remain. Kesedihan yang tertanam pada hati tiap pesilat, pendekar maupun guru, tak akan mampu terbayar oleh apapun. Sadness that is embedded in the hearts of each fighter, warrior and teacher, will not be able to pay off by anything. Hasil yang ada tak sebanding dengan pengorbanan yang mereka lakukan. The results are not comparable with the sacrifices they did.
Kita yang memiliki Padepokan Pencak Silat terbesar didunia, malah menjadi asing apabila masuk kedalamnya. We who have Padepokan Pencak Silat world's largest, even a stranger when the entrance into it. Sepinya kegiatan Pencak Silat ditiap hari dalam padepokan yang notabenenya rumah sendiri bagi pesilat, membuat bingung kita. Pencak Silat quiet the activity in each day in the hermitage which notabenenya home for fighters, make us confused. Padepokan yang terlihat bagaikan sosok gedung gagah yang tak ramah. Padepokan building that looks like a dashing figure who was friendly.
Masih sejumput tanya yang tersisa kini, adakah kita akan membiarkan sang ?Harimau? Still remaining pinch asked now, is there we will let her? Tiger? (Pencak Silat) tertidur? (Pencak Silat) asleep? Harimau tetaplah harimau walau tertidur, tapi harimau terjaga lebih ditakuti daripada yang tertidur. Tiger tiger though still asleep, but woke up more feared than a tiger is asleep.
Apakah kita akan biarkan Pencak Silat menjadi kampungan sementara diantara kita mampu membantu baik dari penataan organisasi, mengemas ?selling point? Are we going to let Pencak Silat becomes tacky while among us are able to help both of structuring the organization, packing? Selling point? dan keunikan Pencak Silat hingga laku di ?jual? Pencak Silat and uniqueness up to sell on? sell? pada anak negeri? the child's country?
Apakah kita akan membiarkan ?rumah? Are we going to let? Home? kita sepi melompong, sementara kita mampu mengisinya? we are quiet empty, while we are able to fill it? Jangan jadikan ?rumah? Do not make? Home? kita menjadi gedung yang tak ramah. we become an unfriendly building.
Jika yang ada dalam hati kita kita tidak, maka mulailah kita melangkah dengan keahlian masing-masing untuk kembali ?membangunkan? If that's in our hearts we do not, then start our walk with their respective expertise to come back? Wake? Pencak Silat. Pencak Silat. Adalah bukan hal yang mustahil Pencak Silat akan menjadi jati diri bangsa selain sebagai aspek olah raga, bela diri, budaya dan religi. It is not impossible Pencak Silat will be a national identity other than as an aspect of sports, martial arts, culture and religion.
ada istilah tiap hutan ade harimaunye, tiap tempat ade jagonye?..nah kalau tiap negara ada beladirinya?..kenapa Pencak Silat tidak jadi harimau dihutannya sendiri? existing terms of each forest harimaunye ade, ade jagonye each place? .. well, if every country there are beladirinya? .. why not be a tiger Pencak Silat dihutannya own?
salam takzim buat semua? reverent greetings for all?
By Iwan Setiawan By Iwan Setiawan
Anggota Milis Silatbogor Mailing List Members Silatbogor
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






