Diskusi Pencak Silat Mendunia. Pencak Silat Global discussion.
[ in English ] [ in English ]Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 880 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 880 times, 1 today [ in English ]
Diskusi Pencak Silat Mendunia Memeriahkan Pencak Silat Global enliven discussion
Hari Ulang Tahun KPS Nusantara Anniversary of KPS Nusantara
By : ezrapurnama danu lelana By: ezrapurnama danu Lelana
Jakarta, Peringatan hari Ulang Tahun KPS Nusantara hari ini di tandai dengan dengan sambutan Ketua Umum KPS Nusantara Bpk. Jakarta, warning KPS Nusantara Day Birthday today with remarks on the mark with KPS Nusantara Mr. Chairman. Haryono Isman, selaku Key Note Speaker yang disambut dengan antusias oleh para hadirin dan para udangan serta tamu kehormatan. Haryono Isman, as the Key Note Speaker was greeted with enthusiasm by the audience and the invitation and the guest of honor.
Pada hari jadi yang ke-38 ini turut di hadiri oleh beberapa tokoh pencak silat baik dari Keluarga KPS Nusantara sendiri maupun dari para pembesar IPSI dan juga tokoh pencak silat senior seperti Bapak Oong Sumaryono, Bapak Hatono (mantan pelatih silat di Vietnam), Bapak Harsoyo (Wakil dari salah satu peguruan histories), Dr. On the day so that to-38 are also attended by several prominent martial arts family of KPS Nusantara either alone or of the authorities of the IPSI as well as senior figures such as Mr. Pencak Silat Oong Sumaryono, Mr. Hatono (former coach of the arts in Vietnam), Mr. Harsoyo (Representative of one of peguruan historical), Dr. Ir. Ir. Indra Jati Sidi, dan para petinggi dari jajaran IPSI serta KPS Nusantara sejabotabek. Indra Jati Sidi, and officials from the ranks of IPSI and KPS Nusantara sejabotabek.
Syukuran yang diadakan hampir seharian, kali ini ditambahkan acara penyematan Sabuk Kehormatan selaku Pembina Kehormatan KPS Nusantara oleh pendiri (Bp. Hadi Mulyo, Dr. Djoko Waspodo & Dr. Rachmadi) di dampingi Ketua Umum, kepada Bp. Celebration, held most of the day, this time embedding Belt added event as Honorary Patrons of Honor by the founder of KPS Nusantara (Bp. Mulyo Hadi, Dr. Djoko Waspodo & Dr. Rachmadi) accompanied by Chairman, to Bp. H. H. Edy M. Edy M. Nalapraya (Pesiden IPSI), Bp. Nalapraya (president of the IPSI), Bp. H. H. Rustady Efendy, Bp. Efendy Rustady, Bp. H. H. Harsoyo. Harsoyo.
Pada acara ceremonial ini Bp. At this ceremonial event Bp. H. H. Edy M. Edy M. Nalapraya mendapatkan sekaligus 2 (dua) penghargaan dari KPS Nusantara yang selanjutnya penghargaan di berikan kepada Bp. Nalapraya get well 2 (two) award of KPS Nusantara the next award is given to the Bp. Arjo Damoko, Alm. Arjo Damoko, Alm. MR. MR. Wongsonegoro, Alm. Wongsonegoro, Alm. Bp. Bp. Tjokro Panolo, Alm. Tjokro Panolo, Alm. Bp. Bp. Rahmat Suronagoro, Alm. Suronagoro grace, Alm. Bp. Bp. Marijun Sudirohadipojo, dan yang terakhir adalah Bp. Marijun Sudirohadipojo, and the last is Bp. Hadi Kusumo, oleh Ketua Umum KPS Nusantara Pusat, DKI Jakarta. Hadi Kusumo, by the Chairman of KPS Nusantara Central Jakarta.
Kemeriahan acara berlanjut dengan Atraksi pencak silat oleh anggota KPS Nusantara Junior dari padepokan KPS Nusantara se-Jabotabek, meski terlihat masih muda para pesilat yang notabenenya pelajar itu sangat atraktf dan mahir dalam memperagakan berbagai jurus khas dari perguruan baik tangan kosong maupun yang bersenjata. Festive event continues with reviews of martial arts by members of the KPS KPS Nusantara Nusantara Junior of the hermitage as Jabotabek, although the look is young fighter who notabenenya atraktf and students were very adept at demonstrating a variety of tactics typical of college either empty handed or armed. Dengan di iringi musik orkestra melayu acara ini sangat menghibur sekaligus memukau para tamu undangan yang hadir. With the orchestra accompanying the show is so entertaining Malay as well as amaze the guests invited to attend.
Tantangan Baru Perkembangan Pencak Silat New Challenges Development of Pencak Silat
Selain syukuran, pada acara tersebut diadakan sarasehan dan diskusi sekaligus dari kurang lebih 4 (empat) pembicara diantaranya wakil dari PB.IPSI, Dr. In addition to Thanksgiving, the event was held symposiums and discussions at a time of less than 4 (four) speakers include representatives from PB.IPSI, Dr. Ir. Ir. Indra Jati Sidi, Bp H. Indra Jati Sidi, Mr. H. Harsoyo selaku wakil salah satu perguruan Histories di Indonesia, serta Oong Maryono yang mengangkat topik ?Perbandingan, Pengembangan, dan Pembinaan Pencak Silat Dunia?, juga ikut manambah hangat suasana ruang meeting di hotel ball room Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII. Harsoyo as representative of one of the universities in Indonesia Histories, and Oong Maryono who raised the topic? Comparison, Development, and Construction Pencak Silat World?, Also manambah warm atmosphere of the meeting room at the hotel ball room Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII.
Dalam pesentase yang cukup singkat Bp.Oong Maryono memberikan maping kedepan bagaimana pencak silat dapat dikembangkan dan dikenal di negara tetangga seperti; Singapore, Malaysia, Filippina, Thailand, Vietnam, Jepang, Korea serta beberapa di Eropa dan Amerika. In a short amount pesentase Bp.Oong Maryono provide mapping fore how martial arts can be developed and known in neighboring countries such as Singapore, Malaysia, The Philippines, Thailand, Vietnam, Japan, Korea and some in Europe and America. Pencak silat yang dikenal sebagai budaya local dan ada pula yang memiliki ikatan sejarah pada setiap prestasi pesilatnya pada setiap event regional selalu menjulang, juga dikenal oleh masyarakat pecinta beladiri. Pencak silat known as the local culture and some that have historical ties to any achievement pesilatnya on each regional event is always looming, also known by the lovers of martial arts. Disisi lain pencak silat di kenal sebagai cabang ilmu beladiri yang baru di promosikan di percaturan beladiri masayarakat dunia sangat menyambut dengan sangat antusias. On the other side of martial arts known as a new branch of martial arts in promoting martial arts community in the world arena is welcomed with great enthusiasm.
Bukan tidak mungkin dalam upaya penyebaran dan memperkenalkan pencak silat menembus dunia dari peringkat local, regional dan Internasional harus dilakukan secara terus menerus dan konsisten. It is not possible in an effort to spread and introduced the martial arts world through the ranks of local, regional and international should be done continuously and consistently. Misalnya, pada peingkat local di negara eropa bersatu pencak silat di promosikan oleh masing-masing perguruan, club, sekolah dan gym, festifal youth summer sport progam di luar negeri, juga beberapa pertunjukan serupa baik sport dan seni budaya yang biasa dijadikan ajang untuk mempromosikan pencak silat. For example, the local peingkat in European countries united in promoting martial arts by each college, club, school and gym, summer festival of youth sport programs in foreign countries, as well as some similar performances both sport and art and culture are commonly used as a platform to promote the martial silat.
Menjadi hal yang patut kita cermati bahwasanya dalam Visi,misi kita membawa pencak silat ke seluruh dunia atau go international, tepatnya di era globalisasi pasti menjadi tantangan baru untuk kita semua terutama hak cipta yang menjadi nilai ekonomis sangat perlu dipikirkan untuk bisa melindungi budaya kita dari pihak lain yang sebenarnya kurang berhak, serta masalah yang mungkin juga akan timbul dari merebaknya media promosi cyber net yang sulit termonitor. Be the case that we should look at that in a vision, our mission to bring martial arts to the world or go international, precisely in the era of globalization would be a new challenge for us all, especially the copyright is very important to consider the economic value to be able to protect our culture from the Another fact not entitled to, as well as problems that may arise from an outbreak of cyber media campaign unmonitored net difficult.
Pada diskusi tersebut, pembicara yang juga sebagai mantan juara Olympiade Pencak Silat pada 5 (lima) periode berturut-turut dan juga selaku paktisi yang mengembangkan pencak silat di asia, eropa dan amerika. In the discussion, the speaker who is also a former Olympic champion Pencak Silat in 5 (five) consecutive periods as well as paktisi who developed martial arts in asia, europe and America. Mengajak kita untuk mempersiapkan diri dalam mengantisipasi tantangan-tantangan baru dalam hal, perlunya mengadakan pendekatan agar dapat menutupi kesenjangan social diantara negara-negara tetangga sekaligus meningkatkan kwalitas sesuai dengan kondisi setempat. Invites us to prepare ourselves in anticipation of new challenges in terms of, the need to make the approach in order to cover the social gap between the neighboring countries while improving the quality in accordance with local conditions.
Maka diperlukan adanya ?dual approach? It is necessary? Dual approach? atau pendekatan ganda seperti; or as a dual approach;
1. A. Untuk negara-negara di mana pencak silat sudah maju dan pencak silat dapat menyebar dengan sendirinya, yang pelu di utamakan oleh pihak Indonesia adalah meningkatkan kwalitas pesilat dan organisasinya dengan pelunya mengirimkan pelatih-pelatih yang berkwalitas, untuk dapat mengadakan pelatihan nasional bekeja sama dengan organisasi nasional setempat. For countries where advanced martial arts and martial arts can be spread by itself, which is preferred by the bullet in Indonesia is to improve the quality of fighters and their organizations with pelunya sending qualified coaches, to be able to hold a national training bekeja together with national organizations local.
2. 2. Untuk negara-negara yang pesilatnya belum maju kita harus focus untuk memperkenalkan kembali memperkenalkan pencak silat dan membantu menghidupkan organisasi pecak silat nasional di negara tersebut. For countries that have not advanced pesilatnya we must focus to introduce re-introduce the martial arts and help revive the national arts organizations halibut in the country.
Selain itu disamping banyaknya kendala yang pelu dibicarakan dan di pecahkan bersama yang paling penting menurut pembicara adalah bagaimana kita bias mempersiapkan diri dalam melakukan tugas yang begitu komplek. Moreover in addition to the many obstacles that pelu discussed and solved together with the most important according to the speaker's bias is how we prepare ourselves in such a complex task.
Oleh karenanya, beliau menambahkan; ??yang paling mendesak untuk menjawab tantangan dunia adalah meningkatkan SDM insan pencak silat Indonesia itu sendiri?. Therefore, he added;?? Of the most urgent challenge is to improve the human beings the world of martial arts of Indonesia itself?.
Selamat Hari Ulang Tahun Ke-38 KPS Nusantara, Semoga makin eksis dan terus konsisten dalam upaya melestarikan serta mengembangkan pencak silat mendunia?!!!!. Happy Birthday to KPS Nusantara-38, I hope more and more existing and consistently in an effort to preserve and develop the worldwide martial arts?!. ? ?






