Festival Silat Betawi – Agustus 2006. Silat Betawi Festival - August 2006.
[ in English ] [ in English ]Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 1957 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 1957 times, 1 today [ in English ]
Pendekar-Pendekar Berlaga Dalam Festival Silat Betawi Swordsman Swordsman-Competed In Silat Betawi Festival
Jakarta(21/08/2006). Jakarta (21/08/2006). Tepatnnya hari ini, kabar yang sempat di siarkan 2 bulan lalu benar-benar terealisasi, bertempat di Plaza Cibubur-JakartaTimur. Tepatnnya today, the news could be broadcast two months ago actually realized, held at the Plaza Cibubur-JakartaTimur. Berbagai jurus dan langkah dari berbagai aliran beladiri Betawi di peragakan, unik, cantik, indah, ganas, memukau dan berbahaya berhasil di peragakan oleh pendekar maupun pesilat Batavia dalam festival silat Betawi. Various moves and steps of different schools demonstrate martial Betawi, unique, beautiful, beautiful, fierce, fascinating and dangerous successfully demonstrate the swordsman and fighter Batavia in Batavia arts festival.
Menurut Ketua Panitia (Sdr. Rahmat) dalam PPS Putra Betawi punya gawe yang kali ini, kurang lebih ada 20 perguruan silat Betawi yang diundang untuk tampil dalam acara ini. According to the Chairman of the Committee (Sdr. Grace) in the PPS had a son Betawi gawe this time, there are approximately 20 colleges Betawi arts are invited to perform in this event. Disamping tujuan utamanya untuk mendokumntasikan pencak silat Betawi yang mulai tenggelam, event ini juga tidak lain di selenggarakan untuk saling mempererat tali silaturahmi dan persahabatan pesilat Betawi khususnya dan warga Betawi pada umumnya.Ternyata, pertunjukan yang di adakan seharian ini cukup membawa kesan bagi orang-orag yang sempat datang menyaksikannya, cukup patut untuk yang di jadikan teladan bagi kita. Besides its main purpose to mendokumntasikan Betawi martial arts began to sink, this is not another event on hold for one another and strengthen ties of friendship and especially fighters Betawi Betawi people in umumnya.Ternyata, show that in this day held quite the impression for those orag that could come see it, is quite inappropriate to make that in our example. Bahwasanya, tidak hanya pria saja yang pantas menyandang predikat pesilat, wanitapun dapat menyandang gelar yang sama. That, not only men are worthy of the title fighters, wanitapun can assume the same title.
Pasalnya, benar tidak hanya pria kekar dan berotot saja yang tampil memperagakan kebolehannya, tapi ibu-ibu juga turut ambil bagian di sana dalam memperagakan gerak pencak dengan gemulai, penuh makna, dan berbahaya yakni gerak silat yang terus di lestarikan secara turun temurun di kalangan masyarakat betawi.Ingat wanita betawi seperti mereka tidak boleh di pandang sebelah mata tentunya. The reason is not only large, muscular man who appeared to demonstrate his skill, but the mothers also took part there in demonstrating the martial movement with a graceful, full of meaning, and that is dangerous to continue in motion martial arts preserved for generations in the community betawi.Ingat betawi women like they should not be in the eye of view of course.
*** ***
Lain hal cerita para pendekar dewasa, serta para pesilat remaja. Another thing the warrior story adults, adolescents and their fighters. Menyinggung metode pengajaran dan pelatihan pencak silat Betawi (mainan, red) tidaklah semuanya tertinggal, dilihat dari keikut sertaannya para pesilat anak-anak (pesilat kecil,red) disana, serasa mengajak kita untuk sama-sama membuka mata lebar-lebar. Alluding to the methods of teaching and training martial arts Betawi (toys, red) are not all behind, viewed from the fighter sertaannya participation of children (small fighters, ed) there, seemed to invite us to open both eyes wide open. Bahwasanya, para pendekar Betawi dewasa yang mahir dan pilih tanding yang tampil dan kita lihat sekarang ini, tidaklah terlahir melalui proses instant, melainkan telah di mulainya pelatihan dan pendidikan pencak silat sejak dini pada anak-anak pra-remaja. Behold, the Betawi adult proficient swordsman and select the match that appear and we see today, are not born through instant process, but has at the start of training and education of martial arts from an early age in children of pre-teens. Tidaklah cukup apabila hanya mengandalkan kursus-kursus kilat pada beberapa guru yang hebat, seandainya bisa pastilah tidak terlalu maksimal hasilnya. It is not enough if only crash courses rely on some great teachers, if I could certainly not the maximum result.
Pengajaran pencak silat pada anak sejak dini pada anak-anak, tidaklah mengakibatkan resiko-resiko yang berlebih yang kita takutkan. Teaching martial arts to children early in children, did not involve excessive risks that we fear. Justru, hal ini seharusnya sangatlah mendukung perkembangan, serta pembentukan fisik, dan mental juga otak yang kuat. Indeed, this is supposed to support the development and establishment of physical, mental and brain are also strong. Timbulnya mental yang berani pada mereka diartikan berani dalam berinteraksi dengan orang yang lebih dewasa di lingkungan rumah tempat dia di bina, tapi berani juga pada saat di dalam kelas si anak juga di harap menjadi siswa yang menonjol dan aktiv saat mengikuti pelajaran sekolahnya. The onset of their mental courage to dare to be interpreted in interacting with older adults in the house where he was coached, but also bold in the classroom when the child is also in the hope became a prominent and active student while attending school lessons.
Sebagai contoh; saat mewawancarai Adik Alfian (3th, siswa SDI Muslimin-Jkt) sebagai salah satu pesilat anak-anak pada acara ini, dengan nada tenang dan bersahabat pada saya selaku orang asing baginya, dia menjawab semua pertanyaan dari saya tentangnya. For example: when interviewing younger Alfian (3th, students Jkt SDI-Muslim) as one of the fighters of children at this event, in a tone of calm and friendly to me as a stranger to her, she answered all of my questions about it. Terus terang saya kagum, betul-betul berani anak ini, dan saya yakin betul dia pasti cerdas. Frankly I am amazed, really brave kid, and I'm sure he'll really smart. Tebakan Saya tentunya terbukti benar , saat dia ikut pentas dalam peragaan pencak silat mewakili ?Putra Betawi ? Guess I'm certainly proved true, when he participated in a demonstration of martial arts performances represent? Son Betawi? dengan peragaan merobohkan pesilat dewasa. by knocking out fighters show up.
Sungguh spektakuler dan benar-benar memukau pemirsa pengunjung mal di kawasan Cibubur yang dingin, dengan di tandai pemukulan ?Gong pusaka? It's really spectacular and mesmerizing viewers Cibubur mall visitors in the cold region, with the mark beating? Gong heritage? oleh Bp. by Bp. Edy Nalapraya (Persilat), sebelum peragaan jurus di mulai. Edy Nalapraya (Persilat), before the show moves at the start. Event yang diadakan dalam rangka turut memeriahkan suasana semangat peringatan HUT RI Ke-61 ini mengambil tema, Event is held in order to enliven the atmosphere of the spirit Anniversary RI-61 to the theme,
?Dalam Rangka Hut RI Ke-61, Bersama Kita Bangkitkan Pencak Silat Putra Betawi Sebagai Warisan Leluhur Kita?. ? In Order To Hut RI-61, Together We Generate In Pencak Silat Betawi Putra World Heritage Our Ancestors?.
Diakhir acara di tutup dengan peragaan permainan golok dan toya oleh Bp. At the end of the show closed with a demonstration game cleaver and Toya by Bp. H. H. Zakaria, sang guru besar ?PPS Putra Betawi? Zakaria, the great teacher? PPS Son Betawi? dan setelah itu Bp. and after that Bp. Sanusi membacakan doa menandakan hari itu acara usai dan bersyukur telah terlaksana tanpa halangan yang berarti. Sanusi read the prayer that marks the day the show was over and grateful to have been accomplished without significant hindrance.
Oleh : Mas ezra By: Mas ezra
Anggota Milis Silatbogor Mailing List members Silatbogor
Forum Pecinta Pelestari Silat Tradional Lovers Forum Conservation Silat Tradional






