Film Merantau Ikut Premiere Festival Film Cannes. Merantau Participate Film Premiere Cannes Film Festival.
[ in English ] [ in English ]Aug 3rd, 2009 | By admin | Category: Cover Story Visited 1838 times, 1 today [ in English ] Aug 3rd, 2009 | By admin | Category: Cover Story Visited 1838 times, 1 today [ in English ]
Di tengah serbuan film-film lokal bergenre horor dan komedi seks, kehadiran segelintir film bernuansa budaya maupun bertema social, ibarat angin segar. In the middle of the rush of local films and comedy horror sex, the presence of a handful of movie-themed cultural and social nuances, like a breath of fresh air. Di antara segelintir itu, salah satu yang bakal diputar ialah “Merantau”. Among the handful of it, one of which will be played is "Going away". Uniknya, sutradaranya justru bukan orang Indonesia. Interestingly, the director would not Indonesia.
“Merantau” terinspirasi dari tradisi merantau yang dilakukan para pemuda di Sumatera Barat. "Going away" inspired by the tradition that made the young men wander in West Sumatra. Film ini bercerita tentang Yuda (Iko Uwais), pesilat aliran Harimau yang handal dan sudah waktunya menjalani tradisi merantau. The story is about Yuda (Iko Uwais), fighter Tiger flow of reliable and it was time to wander through tradition. Ia pun meninggalkan kampung halamannya dan mengadu nasib di Jakarta. He also left his hometown and their fate in Jakarta.
Perjuangan di Ibu Kota ternyata penuh liku dan Yuda pun terombang-ambing dalam ketidakpastian. The struggle in the capital was full of twists and Yuda were adrift in uncertainty. Hingga suatu ketika, Yuda bertemu dengan Astri (Siska Jesika). Until one day, Yuda met with Simpson (Siska Jesika). Gadis yang bekerja sebagai penari di sebuah klub malam itu ternyata menjadi incaran kelompok perdagangan manusia. The girl who worked as a dancer in a nightclub that was the target of human trafficking groups. Yuda pun harus menghadapi komplotan yang didalangi orang asing itu untuk menyelamatkan Astri dan adiknya, Adit (Yusuf Aulia). Yuda also have to deal with strangers who masterminded a plot to save the Simpson and her sister, Adit (Yusuf Aulia).
Film bergenre laga ini digarap oleh sutradara asal Inggris, Gareth Huw Evans. This action genre film produced by a British director, Gareth Huw Evans. Ide membuat “Merantau” muncul ketika Gareth membuat film dokumenter tentang seni bela diri Indonesia pencak silat. The idea of making "Going away" came when Gareth make a documentary about the Indonesian martial art martial arts. Salah satu tempat yang menjadi lokasi pembuatan film tersebut adalah Sumatra Barat. One of the places that became the filming location was West Sumatra. Di sinilah Gareth berkenalan dengan tradisi merantau. This is where Gareth acquainted with the tradition to leave.
Pria yang mengaku sebagai penggemar berat seni bela diri (martial art) ini pun menyampaikan idenya pada produser Ario Sagantoro. The man who claims to be a big fan of martial art (martial art) is also expressed his ideas on Ario Sagantoro producer. Gayung bersambut, Ario menyukai ide Gareth dan proses produksi pun disiapkan. Tit for tat, Ario Gareth liked the idea and the production process was prepared.
Tak tanggung-tanggung, Gareth pun menghubungi langsung aktor dan aktris yang menurutnya pas bermain di filmnya. Unmitigated, Gareth was the direct contact of actors and actresses who thought fit to play in the movie. Mulai dari atlit pencak silat Iko Uwais, Donny Alamsyah (berperan sebagai Yayan, kakak Yuda), hingga Christine Hakim (sebagai ibu Yuda dan Yayan). Ranging from martial arts athletes Iko Uwais, Donny Alamsyah (role as Sam, brother of Judah), to Christine Hakim (as the mother of Judah and Sam). Malahan, Christine Hakim adalah aktris pertama yang dihubungi Gareth. In fact, the first actress Christine Hakim was contacted by Gareth.
“Saya menjadi fansnya (Christine-red) sejak film Daun di Atas Bantal,” ungkap pria yang beristrikan warga negara Indonesia ini. "I have become fans (Christine-red) from the movie leaves the Upper Pillow," said the man who married a citizen of Indonesia.
Lantas, apa yang membuat Gareth begitu ingin membuat film tentang pencak silat? So, what makes Gareth so want to make movies about martial arts? “Saya penyuka martial art sejak kecil. "My martial arts enthusiasts since childhood. Dan ketika saya melihat pencak silat yang memiliki begitu banyak gaya, saya tertarik. And when I see the martial arts that has so much style, I'm interested. Menurut saya ini sesuatu yang harus diperlihatkan kepada orang banyak. I think this is something that must be shown to the crowd. Dan saya ingin menghadirkan tokoh pencak silat yang bisa dibanggakan,” terang Gareth yang juga melibatkan pelatih pencak silat Harimau di film ini. And I want to bring the figure to be proud of martial arts, "explained coach Gareth is also involved in the martial arts movie Tiger.
Ario menambahkan, film yang memadukan action dan drama ini bermaksud menampilkan adegan pencak silat senyata mungkin. Ario added that the movie that combines action and drama is intended to display the martial arts scene as real as possible. “Enggak pakai terbang-terbangan. "I do not use fly-flying. Full body contact,” tandasnya seraya menuturkan pemerintah daerah Sumatera Barat juga mendukung “Merantau” sebagai ajang promosi pariwisata Sumatera Barat. Full body contact, "he said as he says the government of West Sumatra region also supports the" Going away "as a tourism promotion event of West Sumatra.
Film Merantau Ikut Premiere Festival Film Cannes Merantau Participate Film Premiere Cannes Film Festival
Salah satu festival film paling bergengsi di dunia, Cannes Film Festival, resmi dibuka kemarin. One of the most prestigious film festivals in the world, the Cannes Film Festival, officially opened yesterday. Berlangsung di Cannes, Prancis Selatan sampai 24 Mei mendatang festival tersebut mencari film-film terbaik dari seluruh belahan dunia. Takes place in Cannes, southern France until May 24 next festival is looking for the best films from around the world. Sekaligus ajang promosi film-film baru. Promotional event at a time of new films. Kali ini, Indonesia patut berbangga. This time, Indonesia should be proud. Salah satu film produksi dalam negeri, Merantau, berkesempatan berpromosi di festival tersebut. One home-grown films, Going away, the opportunity to promote the festival. Meski hanya sekilas, sekitar 20 menit, itu sudah menjadi lompatan besar untuk karya anak bangsa. Although only briefly, about 20 minutes, it's already a big leap for the children's work.
Di produksi PT. In the production of PT. Merantau Films, Merantau merupakan film action drama yang disutradarai Gareth Huw Evans. Wander Films, Going away is the movie action drama directed by Gareth Huw Evans. Sutradara asal Inggris itu mengatakan, ide film tersebut tercetus dari film-film dokumenter yang tengah dibuat olehnya. The British director said, the film sparked the idea of documentaries being made by him. Saat itu, dirinya membuat film dokumenter mengenai aliran silat. At that time, he made a documentary about the arts stream. Sepanjang proses pembuatan dokumenter itu, Evans berkesempatan bertemu serta bekerja bersama dengan pesilat berbakat dan para guru besar dari berbagai aliran silat. Throughout the process of making the documentary, Evans had the opportunity to meet and work together with talented fighters and teachers from various schools of martial arts. “Sangat menarik. "It was very interesting. Langsung saya buat filmnya,” terang Evans mengenai film yang mengupas tentang seni bela diri tradisional Indonesia Pencak Silat Harimau yang berasal dari Sumatra Barat. I immediately made his film, "said Evans about the film explores the traditional martial art of Pencak Silat Indonesia Tigers from West Sumatra.
Dalam film yang dibintangi Iko Uwais itu menggunakan teknik seni bela diri dan adegan stunt yang cukup menegangkan. In the film, which stars Iko Uwais is using the techniques of martial arts and stunt scenes are quite tense. Dan dibuat dengan tingkat keaslian dan ketelitian tinggi. And made with a high level of authenticity and accuracy. Film tersebut dijadwalkan rilis di Indonesia pada 6 Agustus mendatang. The film is scheduled for release in Indonesia on 6 August.






