Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Gerak Langkah Pendekar Pilangbangau. Step motion Pilangbangau Swordsman.

[ in English ] [ in English ]

Aug 21st, 2009 | By | Category: Artikel Silat Visited 1136 times, 1 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By | Category: Articles Silat Visited 1136 times, 1 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Gerak Langkah Pendekar Pilangbangau – Sebuah catatan Sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate Step motion Pilangbangau Swordsman - A Faithful Heart Brotherhood History records Terate

Sumber : http://www.shterate.com Sources: http://www.shterate.com

Manusia dapat dihancurkan Man can be destroyed
Manusia dapat dimatikan Humans can be turned off
akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan but the man can not be defeated
selama manusia itu setia pada hatinya as long as man is loyal to his heart
atau ber-SH pada dirinya sendiri or air-SH in itself

Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate itu ternyata sampai sekarang tetap bergaung dan berhasil melambungkan PSHT sebagai sebuah organisasi yang berpangkal pada persaudaraan yang kekal dan abadi. Faithful Heart Brotherhood philosophy Terate it was still resonates today and managed to toss PSHT as a fraternal organization that proceed from the eternal and immutable.

Adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, lelaki kelahiran Madiun pada tahun 1890. Ki Hajar Oetomo Hardjo is, men born in Madison in 1890. Karena ketekunannya mengabdi pada gurunya, yakni Ki Ngabehi Soerodiwiryo, terakhir ia pun mendapatkan kasih berlebih dan berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar tingkat III dalam tataran ilmu Setia Hati (SH). Due diligence devoted to his master, the Ki Ngabehi Soerodiwiryo, last he managed to get the love of excess and controlled almost the whole of the teacher until he was entitled to the title of warrior level III in the level of science Faithful Heart (SH). Itu terjadi di desa Winongo saat bangsa Belanda mencengkeramkan kuku jajahannya di Indonesia. It happened in the village Winongo clutch when the Dutch colony in Indonesia nails.

Sebagai seorang pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. As a warrior, Ki Hajar Oetomo Hardjo was the noble desire to mendarmakan its science to others. Untuk kebaikan sesama. For the good of others. Untuk keselamatan sesama. For the safety of others. Untuk keselamatan dunia. For the salvation of the world. Tapi jalan yang dirintis ternyata tidak semulus harapannya. But the road was not as smooth as that pioneered expectations. Jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan. The winding road full of obstacles drawback. Terlebih saat itu jaman penjajahan. Especially during the colonial era. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar di benteng Madiun, sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya. Yes, until Ki Hajar himself forced to become an apprentice teacher at the elementary school in Madison fort, as he finished his school bench. Tidak betah menjadi guru, Ki Hadjar beralih profesi sebagai Leerling Reambate di SS (PJKA/Kereta Api Indonesia saat ini – red) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen. Not stand to be a teacher, changed professions as Ki Hajar Leerling Reambate in SS (Railway Service Enterprise / Railways Indonesia today - ed) Bondowoso, Panarukan, and Tapen.

Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap Negara Belanda – karena atasan beliau saat itu banyak yang asli Belanda -, Ki Hadjar keluar lagi dan melamar jadi mantri di pasar Spoor Madiun. Entering 1906, driven by a spirit of rebellion against the Dutch state - because his boss was a lot of the original Dutch -, Ki Hajar out more and apply to be assistants in the Madison market Spoor. Empat bulan berikutnya ia ditempatkan di Mlilir dan berhasil diangkat menjadi Ajund Opsioner pasar Mlilir, Dolopo, Uteran dan Pagotan. Four months later he was placed in Mlilir and successfully appointed Ajund Opsioner Mlilir market, Dolopo, Uteran and Pagotan.

Tapi lagi-lagi Ki Hadjar didera oleh semangat berontakannya. But again plagued by the spirit of Ki Hajar berontakannya. Menginjak tahun 1916 ia beralih profesi lagi dan bekerja di Pabrik gula Rejo Agung Madiun. Treading in 1916 he turned professional again and work on the Great Rejo Refiners Madison. Disinipun Ki Hadjar hanya betah untuk sementara waktu. Ki Hajar just feel at home here too for a while. Tahun 1917 ia keluar lagi dan bekerja di rumah gadai, hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari Tuban yang kemudian memberi pekerjaan kepadanya di stasion Madiun sebagai pekerja harian. In 1917 he came out again and work at home mortgage, until he met with an elder from Tuban which later gave him a job at the Madison station as day laborers.

Dalam catatan acak yang berhasil dihimpun, di tempat barunya ini Ki Hadjar berhasil mendirikan perkumpulan Harta Jaya semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat. In the random notes that have been collected, in this new place of Ki Hajar succeeded in establishing such a bevy of treasures Jaya cooperative societies in order to protect his people from the yoke of usury. Tidak lama kemudian ketika VSTP (Persatuan Pegawai Kereta Api) lahir, nasib membawanya ke arah keberuntungan dan beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun. A short time later when VSTP (Association of Railway Employees) was born, took him to the fate and fortune, he was appointed Commissioner Hoof Madison.

Senada dengan kedudukan yang disandangnya, kehidupannya pun bertambah membaik. In line with the position he assumed, his life also added to improve. Waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi, saat beliau belum mendapatkan kehidupan yang lebih layak. The time is not as narrow as it once was, once again, when he was unable to get a more decent life. Dalam kesenggangan waktu yang dimiliki, Ki Hadjar berusaha menambah ilmunya dan nyantrik pada Ki Ngabehi Soerodiwiryo. In leisure time owned, Ki Hajar tried to add his knowledge and the Ki Ngabehi nyantrik Soerodiwiryo.

Data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan dalam tahun-tahun inilah Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yang semula bernama Djojo Gendilo Cipto Mulyo. Sufficient data could be accounted for in the years to say this is the Faithful Heart (SH) began touted to change the name of a martial arts association that was originally named Djojo Gendilo Cipto Mulyo.

Masuk Sarikat Islam. Sarikat enter Islam.

Memasuki tahun 1922, jiwa pemberontakan Ki Hadjar membara lagi dan beliau bergabung dengan Sarikat Islam (SI), untuk bersama-sama mengusir negara penjajah, malah beliau sendiri sempat ditunjuk sebagai pengurus. Entering 1922, the spirit of rebellion Ki Hajar burning again and he joined the Islamic Sarikat (SI), to jointly repel the invaders, even he himself was appointed as a caretaker. Sedangkan di waktu senggang, ia tetap mendarmakan ilmunya dan berhasil mendirikan perguruan silat yang diberi nama SH Pencak Spor Club. While in his spare time, he still managed to set up mendarmakan science and arts colleges, named SH Pencak Spor Club. Tepatnya di desa Pilangbangau – Kodya Madiun Jawa Timur, kendati tidak berjalan lama karena tercium Belanda dan dibubarkan. Precisely in the village Pilangbangau - District of Madison East Java, although not a long walk for the Netherlands and the smell was dissolved.

Namun demikian semangat Ki Hadjar bukannya nglokro (melemah), tapi malah semakin berkobar-kobar. However, instead of the spirit of Ki Hajar nglokro (weakened), but even more fiery. Kebenciannya kepada negara penjajah kian hari kian bertambah. Hatred of the colonial powers were increasingly growing. Tipu muslihatpun dijalankan. Tipu muslihatpun run. Untuk mengelabuhi Belanda, SH Pencak Sport Club yang dibubarkan Belanda, diam-diam dirintis kembali dengan siasat menghilangkan kata Pencak hingga tinggal SH Sport Club. To fool the Netherlands, SH Pencak Sport Club which disbanded the Netherlands, quietly returned to the tactics pioneered by removing the word Pencak to stay SH Sport Club. Rupanya nasib baik berpihak kepada Ki Hadjar. Apparently the fate of both pro-Ki Hajar. Muslihat yang dijalankan berhasil, terbukti Belanda membiarkan kegiatannya itu berjalan sampai beliau berhasil melahirkan murid pertamanya yakni, Idris dari Dandang Jati Loceret Nganjuk, lalu Mujini, Jayapana dan masih banyak lagi yang tersebar sampai Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo dan Yogyakarta. The game played is executed successfully, the Dutch proved let it run its activities until he managed to give birth to the first disciples, Idris of Dandang Teak Loceret Nganjuk, then Mujini, Jayapana and many more are scattered through Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo and Yogyakarta.

Ditangkap Belanda. Arrested by the Dutch.

Demikianlah, hingga bertambah hari, bulan dan tahun, murid-murid Ki Hadjar pun kian bertambah. Thus, to increase the day, month and year, the disciples were increasing Ki Hajar. Kesempatan ini digunakan oleh Ki Hadjar guna memperkokoh perlawanannya dalam menentang penjajah Belanda. This opportunity is used by Ki Hajar to strengthen their resistance against the Dutch colonialists. Sayang, pada tahun 1925 Belanda mencium jejaknya dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo ditangkap lalu dimasukkan dalam penjara Madiun. Unfortunately, in 1925 the Dutch kissing his footsteps and Ki Hajar Hardjo Oetomo arrested and put in prison Madison.

Pupuskah semangat beliau ? Pupuskah his spirit? Ternyata tidak. Apparently not. Bahkan semakin menggelegak. Even more bubbling. Dengan diam-diam beliau berusaha membujuk rekan senasib yang ditahan di penjara untuk mengadakan pemberontakan lagi. Quietly, he tried to persuade colleagues that common fate in prison for rebellion again. Sayangnya sebelum berhasil, lagi-lagi Belanda mencium gelagatnya. Unfortunately before he could, once again kissed gelagatnya Netherlands. Untuk tindakan pengamanan, Ki Hadjar pun dipindah ke penjara Cipinang dan seterusnya dipindah di penjara Padang Panjang Sumatera. For security measures, Ki Hajar was moved to Cipinang prison and so moved in prison Sumatera Padang Panjang. Ki Hadjar baru bisa menghirup udara kebebasan setelah lima tahun mendekam di penjara dan kembali lagi ke kampung halamannya, yakni Pilangbangau, Madiun. Ki Hajar could only breathe the air of freedom after five years in prison and returned to his hometown, which is Pilangbangau, Madison.

Selang beberapa bulan, setelah beliau menghirup udara kebebasan dan kembali ke kampung halaman, kegiatan yang sempat macet, mulai digalakan lagi. After a few months, after he inhaled the air of freedom and return home, activities that had stalled, started digalakan again. Dengan tertatih beliau terus memacu semangat dan mengembangkan sayapnya. With staggered he continues to encourage and develop wings. Memasuki tahun 1942 bertepatan dengan datangnya Jepang ke Indonesia SH Pemuda Sport Club diganti nama menjadi SH Terate. Entering the year 1942 coincides with the arrival of Japan to Indonesia SH Youth Sport Club changed its name to SH Terate. Konon nama ini diambil setelah Ki Hadjar mempertimbangkan inisiatif dari salah seorang muridnya Soeratno Soerengpati. It is said that the name is taken after Ki Hajar consider the initiative of one of his students Soeratno Soerengpati. Beliau merupakan salah seorang tokoh Indonesia Muda. He is one of the characters Indonesia Muda.

Selang enam tahun kemudian yaitu tahun 1948 SH Terate mulai berkembang merambah ke segenap penjuru. Lapse of six years later in 1948 began to develop SH Terate penetrated into every corner. Ajaran SH Terate pun mulai dikenal oleh masyarakat luas. SH Terate doctrine was becoming known by the public. Dan jaman kesengsaraanpun sudah berganti. And kesengsaraanpun era has changed. Proklamasi kemerdekaan RI yang dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta dalam tempo singkat telah membawa perubahan besar dalam segala aspek kehidupan. Proclamation of the independence of Indonesia being floated by Soekarno-Hatta in a short time has brought great changes in all aspects of life. Termasuk juga didalamnya, kebebasan untuk bertindak dan berpendapat. Also included in it, the freedom to act and think. Atas prakarsa Soetomo Mangku Negoro, Darsono, serta saudara seperguruan lainnya diadakan konferensi di Pilangbangau (di rumah Alm Ki Hadjar Hardjo Oetomo). On the initiative of Soetomo Mangku Negoro, Darsono, as well as other relatives held a conference in seperguruan Pilangbangau (Ki Hajar Alm home Oetomo Hardjo). Dari konferensi itu lahirlah ide-ide yang cukup bagus, yakni SH Terate yang semenjak berdirinya berstatus Perguruan Pencak Silat dirubah menjadi organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Of the conference was born the ideas that are pretty good, namely that since the founding of SH Terate Pencak Silat university status changed to Faithful Heart Brotherhood organization Terate. Selanjutnya Soetomo Mangkudjajo diangkat menjadi ketuanya dan Darsono menjadi wakil ketua. Furthermore Soetomo Mangkudjajo appointed its chairman and vice chairman Darsono.

Tahun 1950, karena Soetomo Mangkudjojo pindah ke Surabaya, maka ketuanya diambil alih oleh Irsad. In 1950, because Soetomo Mangkudjojo moved to Surabaya, then taken over by its chairman Irsad. Pada tahun ini pula Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah seorang tokoh pendiri PSHT, mendapatkan pengakuan dari pemerintah Pusat dan ditetapkan sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan menentang penjajah Belanda. In this year also Hardjo Oetomo Ki Hajar was a prominent founder PSHT, get recognition from the Central government and designated as a Hero of the Independence Pioneers on his merits in the struggle against the Dutch colonialists.

www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



Artikel Gerak Langkah Pendekar Pilangbangau yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Step Motion Swordsman Pilangbangau article that 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-05-17 20:28] - Powered by BING [2012-05-17 20:28]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.