Inyiak Upiak Palatiang, Semangat Tradisi Minang. Inyiak Upiak Palatiang, Spirit of Tradition Minang.
[ in English ] [ in Bahasa ]Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Figure Pesilat Visited 999 times, 1 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Figure fighters Visited 999 times, 1 today [ in Bahasa ]
Jumat, 09 Januari 2004 Friday, January 9, 2004
Inyiak Upiak Palatiang, Semangat Tradisi Minang Inyiak Upiak Palatiang, Spirit of Tradition Minang
DINGIN membalut Kota Bukittinggi. COLD wrap of Bukittinggi. Jam Gadang di depan Istana Bung Hatta menunjukkan pukul 23.30. Clock Tower in front of Bung Hatta Palace show at 23:30. Minggu, 14 Desember 2003, itu berlangsung pertemuan bersejarah, diprakarsai Perhimpunan Aliran Silat Tradisional (Pasti) Minangkabau. Sunday, December 14, 2003, it held a historic meeting, initiated by the Association of Traditional Silat Flow (must) Minangkabau. Untuk pertama kalinya 79 orang pandeka (guru besar) silek tuo (silat tua) dari berbagai aliran bersilaturahmi dan unjuk kebolehan. For the first time pandeka 79 people (professor) silek tuo (old martial arts) from various streams stay in touch and skill performance. Mereka semua berusia 70 tahun ke atas. They were all aged 70 years and over.
Yang mengejutkan sekitar 200 hadirin adalah munculnya perempuan pandeka satu-satunya, yang dalam usia 104 tahun masih tetap berkesenian, melestarikan, dan mewariskan silat tradisi Minang. What is striking about 200 attendees was the emergence of women pandeka only, which in the age of 104 years is still art, preserve, and bequeath Minang martial arts tradition. Namanya Inyiak Upiak Palatiang atau disapa Inyiak. His name Inyiak Upiak Inyiak Palatiang or addressed. Ia tampil bersama anak dan cucunya. He appeared with the children and grandchildren.
Di hadapan para pejabat dan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Inyiak menampilkan silat tua Gunuang. In the presence of officials and the Executive Board of the Association of Pencak Silat Indonesia (IPSI), Inyiak Gunuang old martial arts displays. Gerakannya lincah, sorot matanya tajam dan waspada. Movement is nimble, his eyes sharp and alert. Ia menghalau serangan dengan elakan (gelek) dan tangkisan (tangkih). He dispels the attack with dodgery (Gelek) and blocks (tangkih). Ketika tangan lawan mengarah ke dadanya, dengan secepat kilat ia tangkap dan memelintirnya dengan satu gerakan mengunci. When the opponent's hand leads to the chest, with lightning speed he was caught and twisted it with a locking motion. Inyiak memberi hormat, permainan usai. Inyiak saluted, game over. Tepuk tangan riuh, pertanda salut dan kagum. Of applause, a sign of salute and admiration.
Kecepatan dan ketangkasan gerak silat Inyiak sepertinya menyaksikan perempuan berusia 30-40 tahun. The speed and dexterity of movement seemed to watch martial arts Inyiak women aged 30-40 years. Padahal Inyiak telah berusia 104 tahun. Though Inyiak 104 years old. Luar biasa dan mengagumkan, kata H Indra Catri, pengamat seni tradisi dan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Padang. Remarkable and admirable, said Indra Catri H, traditions and art observers Head of Information and Communication Padang.
TIDAK sulit mencari Inyiak di kediamannya di Dusun Kubugadang, Kecamatan Batipuah, Nagari IV Koto, Kabupaten Tanah Datar. NOT hard look at his residence in the hamlet Inyiak Kubugadang, District Batipuah, Nagari IV Koto, Tanah Datar. Semua orang tahu. Everyone knows that.
Pagi itu Inyiak tengah beristirahat sembari menikmati rokok keretek setelah membersihkan halaman rumahnya. That morning Inyiak resting while enjoying the cigarette bridge after cleaning his yard. Duduk lesehan, Inyiak bercerita dengan penuh semangat, sesekali mencontohkan gerakan silat dengan jurus-jurus unggulannya, baik dalam posisi berdiri maupun dalam posisi rebah di lantai. Sitting Lesbian, Inyiak told with gusto, occasionally exemplifies martial arts movements with superior moves, both in the standing position and the position was on the floor.
Inyiak masih melakukan pekerjaan sehari-hari di rumah, bahkan ke sawah, menyiangi padi. Inyiak still do the daily work at home, even to the fields, weeding rice. Ingatan, pendengaran, dan penglihatannya ternyata masih normal dan tajam. Memory, hearing, and his eyesight was still normal and sharp.
Inyiak mengatakan, silat merupakan salah satu jenis tradisi Minang yang banyak diminati masyarakat. Inyiak said, silat is one type of Minang tradition that attracted many people. Silat di lahirnya mencari kawan, sedang di batinnya mencari Tuhan. Silat in the birth to find a friend, was in his inner search for God. Maksudnya, silat adalah ajang untuk silaturahmi, memperkokoh persaudaraan dan persatuan. That is, silat is a showcase for the friendship, strengthen brotherhood and unity. Dari mana saja mereka berasal, kalau sudah menyebut nama sang guru, berarti mereka bersaudara. Where have they come from, when it's the name of the teacher, it means they are brothers. Karena itu, amat jarang ada perkelahian antarkampung, antardaerah. Therefore, there is very rarely fights antarkampung, between regions.
Mencari Tuhan, maksudnya, bagaimana mendekatkan diri kepada-Nya. Finding God, that is, how to draw close to Him. Menyadarkan orang yang berniat jahat sekaligus menyadarkan kita sendiri. Awaken those who intend evil as well as our own awareness. Makanya, dalam prosesi bersilat, turun ke gelanggang, berdoa kepada Tuhan dan keselamatan atas Nabi menjadi yang utama. Hence, in the procession bersilat, down to the arena, praying to God and the salvation of the Prophet became a major. Murid yang ingin menuntut ilmu silat pun harus memenuhi persyaratan, misalnya mempunyai niat dan hati bersih, tidak untuk gagah-gagahan. Pupils who want to sue any of the martial arts must meet the requirements, such as having intentions and clean hearts, not for show. Perlu diingat, silat bukan untuk membunuh orang, tapi membunuh sifat-sifat buruk seseorang, seperti busuk hati, dengki, buruk sangka, sok jagoan, dan sebagainya. Keep in mind, martial arts is not to kill people, but killing someone bad traits, such as low-minded, envy, suspicion, quasi-hero, and so on. Pada akhirnya murid silat akan dekat kepada Tuhan, katanya menjelaskan. At the end of martial arts students will be close to God, he explained.
Sebagai ilmu bela diri, silat tak kalah hebat dari ilmu bela diri lainnya. As a martial art, silat is not less powerful than other martial arts. Silat itu ilmu Tuhan. Silat is the science of God. Ia runcing tapi tidak menusuk, ia tajam tapi tak menyayat. He pointed but not piercing, it is sharp but not cutting. Begitu salah satu filosofinya. As soon as one of its philosophy.
Menurut Inyiak, keunggulan silat tradisi Minang itu di gelek, semacam gerak refleks yang bagaikan kilat. According Inyiak, excellence in martial arts tradition Minang Gelek, a kind of lightning-like reflexes. Pada saat lawan mau menghunjamkan pisaunya, misalnya, tendangan atau gerakan tangan kita sudah bersarang di titik-titik vital di tangan lawan sehingga senjata tajam terlepas. At the time the opponent will rammed his knife, for example, kick or hand motions we have nesting at vital points in the hands of the opponent so sharp weapon regardless.
Apa pun jenis senjata, termasuk peluru yang ditembakkan, bukan hal aneh dalam silat tradisi Minang. Whatever the type of weapons, including a bullet fired, not unusual in the martial arts tradition Minang. Secepat peluru melesat, lebih cepat lagi tangan menangkap peluru tersebut. Quick as a bullet shot, quicker hands caught the bullet. Seseorang yang mendalami ilmu silat bisa jatuh bak kapas atau hinggap di daun seperti kapas, papar Inyiak. Someone who studied martial arts could fall like cotton or perch on leaves such as cotton, said Inyiak.
Didampingi anaknya kemudian, Mawardi (58) dan Zulfachri (42) alias Uncu, Inyiak mengiyakan apa yang dijelaskan anaknya itu. Accompanied by his son later, Mawardi (58) and Zulfachri (42) aka uncu, Inyiak affirming what it described her son. Aliran silat tua di Minang cukup banyak, puluhan. The flow of silat in Minang old enough, dozens. Salah satunya, yang kini diajarkan dan diwarisi Inyiak, adalah silat Gunung (Marapi), kata Uncu. One of them, which is now taught and inherited Inyiak, is silat Mount (Marapi), said uncu.
INYIAK Upiak Palatiang tidak hanya seorang perempuan pendekar satu-satunya yang masih hidup dan masih tetap bersilat, tetapi juga seniman yang telah menciptakan ratusan syair/lagu dendang saluang dan pantun-pantun pertunjukan randai. INYIAK Upiak Palatiang not only a woman warrior the only one still alive and still bersilat, but also artists who have created hundreds of poems / songs sang Saluang and rhyme-rhyme Randai performances. Bahkan, ia juga seorang pendendang terkenal. In fact, he was also a famous pendendang.
Inyiak telah menciptakan ratusan syair/lagu dendang saluang dan pantun-pantun untuk randai, yang sampai kini karya-karyanya masih dikagumi orang. Inyiak has created hundreds of poems / songs sang Saluang and rhyme for rhyme-Randai, which until now his works are still admired. Inyiak juga seorang pendendang terkenal dan mempunyai karisma. Pendendang Inyiak also a well known and have charisma. Pitunang (daya pikat, bagai magnet) suaranya mengagumkan, kata Musra Darizal Rajo Mangkuto (56), seniman tradisi Minang dan murid Inyiak. Pitunang (allure, like a magnet) amazing voice, says Rajo Musra Darizal Mangkuto (56), artist and student Inyiak Minang tradition.
Lagu/syair dendang ciptaan Inyiak yang terkenal antara lain Singgalang Kubu Diateh, Singgalang Gunuang Gabalo Itiak, Singgalang Ratok Sabu, Singgalang Layah, Singgalang Kariang, Singgalang Alai, Indang Batipuah, dan Parambahan Batusangka. Song / poem sang Inyiak famous creations include Singgalang Kubu Diateh, Singgalang Gunuang Gabalo Itiak, Singgalang Ratok Sabu, Singgalang Layah, Singgalang Kariang, Singgalang Alai, Indang Batipuah, and Parambahan Batusangka.
Menurut Musra, atau lebih dikenal Dakatik, lagu terakhir yang sempat ia pelajari dari Inyiak adalah Singgalang Gubalo Itiak. According Musra, or better known Dakatik, the last song he had learned from Inyiak is Singgalang Gubalo Itiak. Syairnya begini: Urang Gunuang gubalo itiak/ Hari sadang pukua duo/ Kalau rancak usah diambiak/ Nantikan rila dek nan punyo//. His verse is this: Urang Gunuang gubalo itiak / Day Sadang pukua duo / If smart goes without diambiak / Look forward deck Rila nan punyo / /. Syair ini bercerita tentang seorang perempuan cantik, yang membuat banyak pemuda tergila-gila. This poem tells the story of a beautiful woman, who makes a lot of crazy youth. Namun, meski ia cantik, tak usah diambil (digaet), tanpa seizin yang punya (pacar atau suaminya). However, even though she was beautiful, do not have to be taken (digaet), without the permission of a (boyfriend or husband). Pesan yang hendak disampaikan adalah hidup ini harus berjelas-jelas. The message conveyed is that life is about to be berjelas-clear.
Yang khas dari syair-syair ciptaan Inyiak adalah ia suka lagu-lagu ratok (ratap) atau lagu-lagu rusuah (risau hati). Which is typical of poems Inyiak creation was he liked the songs ratok (lamentation), or the songs rusuah (troubled heart). Pilihan kata atau sampiran pada lagu/syair ciptaannya cerdas dan punya logika. Choice of words or sampiran on the song / poem and have the logic of intelligent creation. Tidak asal bunyinya sama. Does not sound the same origin. Sampirannya tidak terlalu jauh. Sampirannya not too far away.
Contohnya Manga dek bolai nan dibubuik/ Bungo tampunik lareh balun/ Manga dek carai tuan sabuik/ Niaik di hati sampai balun//. For instance the deck bolai nan dibubuik Manga / Bunge tampunik lareh balun / Manga master deck carai sabuik / Niaik in the liver until the balun / /. Bolai adalah jenis kunyit yang harum. Bolai is a type of fragrant saffron. Namun, bungo tampunik lebih harum lagi. However, Bunge tampunik more fragrant again. Di situ terlihat bahwa sampirannya lebih mengandung isi. There appear that contains the contents sampirannya more. Pesannya adalah janganlah ada niat memperistri lagi perempuan cantik, sementara istri yang lebih cantik belum terniat untuk menceraikannya. The message is, let no intention beautiful women marry again, while the wife is more beautiful yet terniat to divorce her.
Menurut Musra, kalau syair-syair itu didendangkan sendiri oleh Inyiak, kekuatannya menjadi lain. According Musra, if the poems were sung by the Inyiak, its power to another. Sebab, garinyiak suaro (vibra, semacam anak suara yang diiringi cengkok) atau pitunang suaro Inyiak memukau. Because, garinyiak suaro (vibra, a kind of sound that accompanied the child twisted) or pitunang suaro Inyiak riveting. Katanya, Mendengar suara Inyiak, orang bisa tertarik, terkesima, dan jatuh hati. He said, Hear the voice Inyiak, people get interested, amazed, and fell in love. Sesuatu yang tidak dipunyai oleh banyak pendendang lain. Something that is not possessed by many other pendendang.
Kelebihan lain, Inyiak juga guru bagi sejumlah peniup saluang. Another advantage, Inyiak also a teacher for a number of blower Saluang. Inyiak pandai mengajarkan garitiak saluang, bagaimana menikam garinyiak suara/dendang. Inyiak clever garitiak Saluang teach, how to stab garinyiak voice / sang.
Melihat peran yang begitu besar dan kecintaan Inyiak kepada kesenian tradisi Minang, seperti silat, randai, saluang, hingga menciptakan ratusan syair/lagu yang abadi sampai kini, bahkan di usianya yang lebih 100 tahun masih terus berbuat, seharusnya pemerintah atau lembaga kesenian memberikan penghargaan buat beliau, kata Musra dan Indra Catri. Seeing such a large role and love of the arts Inyiak Minang tradition, such as martial arts, Randai, Saluang, to create hundreds of poems / songs are immortal until now, even at the age of more than 100 years still continues to do, should the government or agency for the arts award him, and Indra said Musra Catri. (YURNALDI) (YURNALDI)
Sumber : kompas.com Sources: kompas.com
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






