Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

MAEN PUKULAN aliran SABENI. Maen BLOW SABENI flow.

[
in English ] [ in English ]

Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 1125 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 1125 times, 1 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

? ? MAEN PUKULAN ? Maen BLOW? aliran SABENI SABENI flow

Oleh : Eko Hadi Sulistia By: Eko Hadi Sulistia
Tanah Abang, yang merupakan salah satu sentra perdagangan di Ibukota Jakarta dikenal sebagai salah satu sentra grosir pakaian yang terbesar di Indonesia bahkan ada yang berpendapat terbesar di Asia Tenggara. Tanah Abang, which is a center of trade in the capital Jakarta is known as one of the largest garment wholesale center in Indonesia and some have argued largest in Southeast Asia.

Selain terkenal sebagai sentra perdagangan tekstil, Tanah Abang juga dikenal sejak dulu sebagai salah satu tempat yang melahirkan jago-jago silat (?maen pukulan?) salah satunya adalah Sabeni yang merupakan tokoh Betawi yang dikenal dengan jurus kelabang nyebrang dan merak ngigel. As well as a trading center for textiles, Tanah Abang is also known as long ago as the place that gave birth to the martial arts whiz-whiz (? Maen blow?) One of which is Sabeni which is a figure known as Betawi stance ngigel centipede to cross and peacock. Jurus-jurus aliran Sabeni terkenal karena kecepatan dan kepraktisannya. Sabeni flow moves well known for speed and practicality. Salah satu ciri khasnya adalah permainan yang rapat dan gerak tangan yang sangat cepat. Is one of his trademark tight game and a very fast hand gestures. Jurus-jurus aliran Sabeni apabila ditelaah lebih jauh merupakan aliran yang mengutamakan penyerangan dan tidak memiliki kembang dan murni untuk beladiri, berbeda dengan aliran Betawi lainnya yang dapat dipergunakan untuk tarian/ngibing. Sabeni flow moves further explored if the priority is the flow of the attack and did not have flowers and purely for self-defense, in contrast to other Betawi flow that can be used for dance / ngibing.

Sabeni lahir sekitar tahun 1860 di Kebon Pala Tanah Abang dari orang tua bernama Channam dan Piyah. Sabeni born around 1860 in Kebon Pala Tanah Abang from parents named Channam and Piyah. Sabeni namanya mulai mengemuka setelah Sabeni mampu menghadapi salah satu Jago daerah kemayoran yang berjuluk Macan Kemayoran ketika hendak melamar puteri si Macan Kemayoran untuk dijadikan isteri. Sabeni name began to light after Sabeni able to deal with one of the Jago Kemayoran area is nicknamed Kemayoran Tigers when they wanted to apply for the Tiger Kemayoran daughters to be wives. Selain itu Peristiwa-peristiwa lainnya antara lain pertarungan di Princen Park (saat ini disebut Lokasari) dimana Sabeni berhasil mengalahkan Jago Kuntau dari Cina yang sengaja didatangkan oleh pejabat Belanda bernama Tuan Danu yang tidak menyukai aktivitas Sabeni dalam melatih maen pukulan para pemuda Betawi dan yang sangat fenomenal adalah ketika Sabeni dalam usia lebih dari 83 tahun berhasil mengalahkan jago-jago beladiri Yudo dan Karate yang sengaja didatangkan oleh penjajah Jepang untuk bertarung dengan Sabeni di Kebon Sirih Park (sekarang Gedung DKI) pada tahun 1943 atas kemenangannya Sabeni dibebaskan dan diberi hadiah satu dus kaos singlet satu dus Handuk. Besides other events, among others, the fight in Princen Park (now called Lokasari) which managed to beat Jago Sabeni Kuntau accidentally imported from China by Dutch officials named Mr. Archer who does not like Sabeni activity in training young Betawi maen punch and a very is phenomenal when Sabeni in more than 83 years old beat-master Judo and Karate martial arts whiz who accidentally imported by the Japanese invaders to fight with Sabeni in Kebon Sirih Park (now the Capital City) in 1943 for his victory Sabeni freed and given a gift box one shower towel singlet shirt.

Sampai usia 84 tahun Sabeni masih mengajar maen pukulan (beliau mengajar hampir keseluruh penjuru jakarta bahkan untuk mendatangi tempat mengajar beliau biasanya berjalan kaki), sampai meninggal dunia dengan tenang dan didampingi oleh murid dan anak-anaknya pada hari Jumat tanggal 15 Agustus 1945 atau 2 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam usia 85 Tahun, beliau dimakamkan di Jalan Kuburan Lama Tanah Abang, yang lalu atas perjuangan Bapak M. Until the age of 84 years of teaching maen Sabeni still blows (he taught almost all over the jakarta even teach him to come to a place usually on foot), to die peacefully and accompanied by the student and his children on Friday, August 15, 1945 or 2 days Proclamation of Independence of Indonesia before the age of 85 years, he was buried in the Old Grave Road Tanah Abang, the last of the struggle Mr. M. Ali Sabeni salah satu putera beliau oleh pemerintah daerah DKI diganti menjadi Jalan Sabeni. Ali Sabeni one of his sons by the local government renamed the Way Capital Sabeni.

Saat ini aliran Sabeni dilestarikan oleh anak dan keturunan dari Sabeni dan berpusat di daerah Tanah Abang, salah satunya adalah Bapak M. Sabeni current flow and preserved by his descendants from Sabeni and centered in the area of ​​Tanah Abang, one of which is Mr. M. Ali Sabeni yang merupakan anak ke-7 dari Sabeni yang selain sebagai penerus Silat Sabeni juga seorang tokoh seniman Sambrah Betawi (Orkes Melayu Betawi). Ali Sabeni which is the seventh child of that other than as a successor Sabeni Sabeni Silat is also a prominent artist Sambrah Betawi (Batavian Malay orchestra). Karena faktor usianya yang sudah 72 tahun lebih, tugas melatih saat ini diserahkan kepada putera laki-lakinya Bang Izul. Because of the age of 72 years, the task of training is currently left to the brother's son Izul Bang. Dalam salah satu kesempatan Bapak M. In one occasion Mr. M. Ali Sabeni mengutarakan keinginannya agar Silat Sabeni ini dapat dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda agar warisan ini tidak hilang oleh gerusan zaman. Sabeni Ali expressed his desire that this Sabeni Silat can be preserved and developed by young people to heritage is not lost by the time of scours.

PROFIL ALIRAN SABENI TENABANG PROFILE OF SABENI TENABANG

By: Eko Hadi S (TEMPO) By: Eko Hadi S (TEMPO)

Aliran Sabeni Tenabang yang merupakan seni Maen Pukulan (?Pencak Silat?) ciptaan dari Engkong Sabeni (1860-1945), merupakan salah satu aliran Silat Betawi/Maen Pukulan yang berasal dari Betawi Tengah ( Tenabang/ Tanah Abang). Tenabang Sabeni flow which is the art of blow Maen (? Pencak Silat?) Creation of Engkong Sabeni (1860-1945), is one of the flow of Silat Betawi / edited blow from the Middle Betawi (Tenabang / Tanah Abang). Ciri khas dari salah satu seni Pencak Silat Betawi ini adalah permainan yang dekat/rapat serta pada keluwesan gerak dan kecepatan tangan yang disinkronisasikan dengan sabetan kaki untuk membanting. Characteristic of one of the Betawi art of Pencak Silat is a close game / meeting as well as the flexibility and speed of hand motion that is synchronized with the blade of the foot to slam.

Kecepatan pada aliran Sabeni merupakan hal penting dan wajib (bahkan saking cepatnya ada cerita yang menyatakan pada waktu Engkong Sabeni menunjukkan jurus-jurus inti, terkesan kakinya tidak menyentuh tanah), tanpa adanya kecepatan sulit untuk mengaplikasikan secara sempurna jurus-jurus serta teknik-teknik sabetan kaki dari Sabeni. Flow velocity in Sabeni is essential and mandatory (even so fast there is a story that stated at the time Engkong Sabeni shows the core moves, impressing his feet not touching the ground), in the absence of speed is difficult to apply the perfect moves and techniques sabetan feet of Sabeni. Kecepatan dan keunikan gerakan aliran Sabeni inilah yang membuat aliran Sabeni merupakan aliran yang sangat disegani dan dihormati pada masa-masa Engkong Sabeni hidup, bahkan beberapa gerakan/jurusnya diaplikasikan oleh aliran lain sebagai pelengkap jurus-jurus aliran tersebut. Speed ​​and flow of movement Sabeni uniqueness is what makes Sabeni flow represents the flow of highly respected and revered in times Engkong Sabeni life, even some movement / jurusnya applied by another flow as a complement to the flow moves.

Aliran Sabeni memiliki 15 Jurus dasar yang terbagi atas Jalan Jurus dan Jurus Inti. Sabeni flow has 15 basic stance is divided into Kick and Kick-Core Road. Jurus yang terkenal dan melegenda di seantero Betawi adalah Jurus Kelabang Nyebrang dan Merak Ngigel. Kick the famous and legendary throughout the Betawi are to cross and Peacock Kick ngigel centipedes. Ciri dari jurus kelabang nyebrang adalah gerakannya yang mengejar lawan dengan cepat seperti kelabang mengejar mangsanya berliku-liku, dengan dikombinasikan permainan tangan yang cepat tanpa henti yang dibarengi sesekali sabetan kaki kanan kiri secara bergantian. The hallmark of the moment is a movement to cross a centipede chasing opponents quickly catch prey such as centipedes winding, with a combined rapid hand games are accompanied by occasional relentless blows right and left foot alternately. Jurus kelabang nyebrang ini apabila dilakukan dengan keluwesan dan kecepatan yang tinggi, memang akan sulit sekali untuk dihadapi karena konsentrasi lawan terpecah dua antara menghadapi serangan dari atas dan menghindari sabetan kaki agar tidak jatuh terbanting. Kick centipede to cross it when done with grace and speed, it will be hard pressed to deal with because of the concentration versus split between dealing with attacks from above and avoid the blade of the foot so as not to smash.

Selain Jurus Kelabang Nyebrang, Jurus Merak Ngigel juga tidak kalah tenarnya, banyak jago-jago baik dari Betawi maupun luar Betawi dijatuhkan dengan Jurus ini oleh Engkong Sabeni. In addition to cross the centipedes Kick, Kick Peacock tenarnya ngigel not lose, a lot of whiz-whiz both of Batavia and Batavia meted out with this stance by Engkong Sabeni. Jurus Merak Ngigel memang unik, jurus ini meniru gerakan Merak yang sedang menari kasmaran membentangkan bulu-bulu ekornya sambil menggoyang-goyangkan pantatnya (?ngigel?) ke kanan dan ke kiri. Ngigel Peacock is a unique moment, this moment to imitate the movement of dancing in love peacock spread its tail feathers wagging her butt (? Ngigel?) To the right and left. Aplikasi pada jurus adalah bulu-bulu ekor merak digantikan oleh tangan yang membentang pendek di depan dada yang lalu menarik kedua tangan lawan ke dekat dada yang diteruskan dengan pukulan siku dan serangan bawah mempergunakan pinggul, apabila dilakukan pada waktu yang tepat dan kecepatan yang tinggi diikuti gerakan memutar dari tubuh seperti putaran per, dapat mengakibatkan lawan terpental cukup jauh. At the moment the application is a peacock's tail feathers are replaced by short stretches hands across his chest and pull the opponent's hands to the chest near the elbow and continued to punch down attack to use your hips, if done in a timely manner and followed the movement of high-speed twisting of the body such as the revolutions per, can result in the opponent bounce far enough. Jurus Merak Ngigel biasanya dipergunakan untuk pertarungan yang sangat dekat/hampir tanpa ruang, jurus ini memang indah sehingga diaplikasikan oleh anak-anak Institut Kesenian Jakarta (?IKJ?) dalam salah satu seni tari kreasi anak-anak IKJ. Peacock Kick ngigel usually used to fight the very near / almost no space, it was a beautiful moment that was applied by the children of the Jakarta Arts Institute (? IKJ?) In a creative dance IKJ children.

Jurus inti lainnya yang aplikasinya sulit dan menguras tenaga adalah Selat Bumi yaitu penggabungan seluruh jurus dasar yang dimainkan dengan poisi kuda-kuda sangat rendah (hampir jongkok) dengan arah gerakan kaki berdasarkan arah anak mata angin. Other core stance that its application is difficult and draining the Strait of Earth around the basic steps of mergers that are played with the trooper post horses is very low (almost squat) with the direction of movement of the foot under the direction of the wind child. Jurus ini dimainkan awalnya dengan posisi kuda-kuda rendah lalu setelah selesai rangkaian jurusnya lalu dimainkan diatas setelah selesai kembali turun (naik-turun-naik-turun dst), sehingga sangat menguras tenaga. This stance was originally played with a low stance and after a series of jurusnya then played on after the finish back down (up-down-up-down etc.), so it's very draining. Jurus ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi selain dari faktor tenaga juga gerakan, karena harus mampu membanting lawan dengan sabetan kaki dalam posisi kuda-kuda sangat rendah. This stance has a high degree of difficulty but also the movement of power factor, because it must be able to slam the opponent with the blade of the foot in stance is very low.

Walaupun Aliran Sabeni berfokus kepada permainan tangan kosong tetapi aliran Sabeni juga mengenal permainan senjata yang hanya sebagai alat bantu yaitu Golok dan Cukin (kain panjang seperti selendang yang dililitkan di pinggang atau disampirkan di leher, berfungsi untuk menyabet tangan/kaki lawan serta mengambil senjata lawan). Although the flow of the game focuses Sabeni empty handed but the flow of weapons Sabeni also know the game is only as a tool for the machete and bib (long cloth like a scarf wrapped around his waist or draped around the neck, serves to whip hand / foot of the opponent and the opponent takes a gun) . Kedua alat bantu ini baru diajarkan pada murid-murid yang sudah memasuki tahap kombinasi jurus. Both of these new tools are taught to students who have entered the stage of a combination of tactics.

Aliran Sabeni pada awalnya tidak mengenal adanya tingkatan-tingkatan murid, tetapi untuk lebih mempermudah metode pelatihan dan agar setiap orang yang belajar aliran Sabeni memiliki arah yang jelas, akhirnya ditentukan tingkatan-tingkatan murid seperti berikut: Sabeni flow at first did not recognize the existence of the levels of students, but to further simplify the method of training and that any person who studied the flow Sabeni have a clear direction, finally determined the levels of students as follows:

1. A.

Tingkat Dasar; Basic level;
2. 2.

Tingkat Khataman Jurus; Kick completing the level;
3. 3.

Tingkat Kombinasi; Level combination;
4. 4.

Tingkat Mualim. Mualim level.

Untuk tingkat dasar s/d tingkat kombinasi, standarnya adalah sekitar 3 tahun untuk pertemuan 2 minggu sekali, sedangkan untuk tingkat mualim (diberi hak untuk mengajar) dibutuhkan tambahan waktu 2 tahun menjadi assisten pelatih ditambah lulus penilaian akhlak dan moral oleh guru. For the basic s / d level combinations, the default is about 3 years for the meeting of 2 weeks, whereas for the propagator (given the right to teach) takes an additional 2 years to graduate assistant coach plus the character and moral judgment by the teacher.

Penyebaran Aliran Sabeni memang sangat terbatas, karena seni Pencak Silat ini pada awalnya merupakan Pencak Silat Keluarga, tetapi seiring perkembangan zaman dan tuntutan pelestarian, seni Pencak Silat ini akhirnya diajarkan keluar, dimana fokusnya adalah anak-anak muda Tanah Abang. Flow Sabeni deployment is very limited, because the art of Pencak Silat Pencak Silat was originally a family, but over the times and the demands of conservation, the art of Pencak Silat finally taught out, where the focus is on young children Tanah Abang.

Demikianlah semoga menambah pengetahuan. So hopefully increase your knowledge.

HK HK
Eko Hadi S Eko Hadi S
Legal Legal
PT. PT. TEMPO INTI MEDIA Tbk TEMPO CORE MEDIA Limited
Telp: 536-0409 ext. Tel: 536-0409 ext. 131 131

Anggota Forum Pecinta Pelestari Silat Tradisional Forum members Lovers of traditional Silat Conservation
Anggota Milis Silatbogor Mailing List members Silatbogor

www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



Artikel MAEN PUKULAN aliran SABENI yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Edited article BLOW SABENI flow which 'might' be linked at other sites:


- Powered by BING [2012-05-18 00:46] - Powered by BING [2012-05-18 00:46]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.