Masa Riwayat RM. RM History period. Imam Koesoepangat.. Imam Koesoepangat ..
[ in English ] [ in Bahasa ]Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Figure Pesilat Visited 1371 times, 1 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Figure fighters Visited 1371 times, 1 today [ in Bahasa ]
Friday, August 12, 2005 23:17:43 Friday, August 12, 2005 23:17:43
Sebelum melihat jauh kedepan mengenai perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate sekarang ini, kita ingatkan julukan : ?PENDHITA WESI KUNING?.Siapa kah Pendhita Wesi Kuning itu? Before looking further ahead on the development of the Faithful Heart Brotherhood Terate now, we remind nickname:? PENDHITA WESI YELLOW?. Who Was Yellow Pendhita Wesi it? Ia dikenal seorang yang berdedikasi tinggi, dalam kamus hidupnya tidak ada kata menyerah dalam menghadapi tantangan. He is known a highly dedicated, in the dictionary there are no words to give up his life in the face of challenges. Pola hidupnya sederhana meskipun ia sendiri dilahirkan dari keluarga yang bermartabat, penerus trah kusumah rembesing madu amaratapa wijiling handanawarih. Simple pattern of his life even though he himself was born from a family with dignity, the successor to breed Kusumah rembesing amaratapa wijiling handanawarih honey. Kiatnya ?Sepiro gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung dadi Cobo? The trick? Sepiro gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung dadi Cobo? dan kiat itu dihayatinya dijabarkan dalam lakunya sampai akhir hayatnya. and tips that dihayatinya elaborated in his behavior until the end.
Ia teguh dalam pendiriannya yakni mengabdi pada sesama maka orang-orangpun memberi julukan ?PENDHITA WESI KUNING? He was firm in his stance that is devoted to his fellow-orangpun then people give nicknames? PENDHITA WESI YELLOW? (konon julukan ini mengacu pada warna wesi kuning sebagai senjata kedewataan yang melambangkan ketegaran, kesaktian, kewibawaan sekaligus keluhuran). (Supposedly the nickname refers to the color yellow as a weapon wesi divinity that symbolizes toughness, his supernatural powers, authority as well as nobility). Ketika ia di tanya, siapakah orang yang paling dicintainya di dunia ini ?. When he was in question, who is the person he loved most in this world?. ia akan menjawab dengan tegas ?IBU ?. he would answer with a firm? MOM?. Dan ketika ia di tanya organisasi apakah yang paling ia cintai selama di dunia ini ?. And when he was in the organization asked whether he loved most in the world for this?. maka ia pun akan mengatakan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE . then he will say TERATE HEARTS LOYAL BROTHERHOOD .
Dua jawabpan di atas, pertanyaan yang mengacu pada kedalaman rasa itu, telah di buktikan tidak hanya ucapan belaka tetapi dengan kerja nyata. Two jawabpan above, the question that refers to the depth of flavor, it has been proved not only in mere words but with real work. Hampir sepanjang hidupnya waktu, tenaga, pikiran dan jiwanya dipersembahkan demi baktinya kepada keduanya itu. Almost all his life time, energy, mind and soul is dedicated to his devotion to both of them. Yakni ibu, seorang yang telah berjasa atas keberadaan di dunia ini, dan persaudaraan setia hati terate sebuah organisasi tempat is menemukan jati diri, sekaligus ajang darma baktinya dalam rangka mengabdi kepada sesama.Dialah RADEN MAS IMAM KOESOEPANGAT. Ie, mother, one who had been instrumental for the existence in this world, and the brotherhood loyal hearts Terate an organization where identity is found, as well as his devotion dharma event in order to serve the sesama.Dialah Raden Mas KOESOEPANGAT PRIEST. Putra ketiga dari pendawa lima. The third of five sons Pendawa. Yang lahir dari garba : Raden Ayu Koesmiyatoen dengan RM AMBAR KOESSENSI. Born of the womb: Raden Ayu Koesmiyatoen with amber KOESSENSI RM. Bertepatan pada hari jum`at pahig tanggal 18 november 1938, di Madiun kakek beliau (Kanjeng Pangeran Ronggo Ario Koesnoningrat) adalah bupati Madiun VI dan neneknya (Djuwito) atau (RA Pangeran Ronggo Ario Koesnoningrat), merupakan figur yang di segani pada saat itu. Coincide on Friday pahig 18 november 1938, in Madison his grandfather (Prince Kanjeng Ronggo Ario Koesnoningrat) is a Madison Regent VI and his grandmother (Djuwito) or (RA Prince Ario Ronggo Koesnoningrat), a figure which will respect him at the time.
Menurut keterangan dari pihak keluarganya, trah Kanjeng Pangeran Ronggo Ario Koesodiningrat selain di kenal sebagai penerus darah biru juga dikenal sebagai bangsawan yang suka bertapa brata satu laku untuk mencari hakikat hidup dengan jalan meninggalkan larangan-larangan Tuhan Yang Maha Esa serta membentengi diri dari pengaruh keduniawian. According to information from the family, clan Kanjeng Ronggo Prince Ario Koesodiningrat otherwise known as the successor also known as blue blood royal who likes to meditate Brata one behavior to look for the essence of life by leaving the prohibitions of God Almighty and to fortify themselves from worldly influences. Bakat alam yang mengalir dalam darah kakeknya ini , di kemudian hari menitis ke dalam jiwa RM IMAM KOESOEPANGAT. Natural talent that flows in the blood of this grandfather, later in life incarnate in soul KOESOEPANGAT RM PRIEST. Dan mengantarkan menjadi seorang Pendekar yang punya Kharisma dan di segani sampai ia sendiri di juluki. And delivering to become a warrior who has charisma and will respect him until he was alone in the dubbed. ?Pandhita Wesi Kuning?. ? Pandhita Wesi Yellow?.
Masa Kecil Childhood
Masa kecil RM IMAM KOESOEPANGAT di lalui dengan penuh suka dan duka, ia seperti hal nya saudara-saudara kandungnya (RM Imam Koesoenarto dan RM Imam Koesenomihardjo,dan RM Koesenomihardjo kakak serta RM Imam Koeskartono dan RM Abdullah Koesnowidjodjo,adik) hidup dalam asuhan kedua orang tuanya, menempati tempat tinggal kakeknya di lingkungan kabupaten Madiun . PRIEST RM KOESOEPANGAT childhood in the pass with great joy and sorrow, she like it its siblings (RM Imam Imam Koesenomihardjo Koesoenarto and RM, and RM Koesenomihardjo brother and Imam Koeskartono RM and RM Koesnowidjodjo Abdullah, younger brother) lived in a foster both His parents, occupies a place of his grandfather lived in Madison county environment. (menurut sumber terate) semasa kecilnya, RM Imam Koesoepangat belum menunjukan kelebihan yang cukup berararti. (According to sources Terate) during childhood, RM Imam Koesoepangat has not shown sufficient excess berararti. Di sekolahnya (SD latihan duru satu : sekarang SDN indrakila Madiun) ia bukan tergolong siswa yang paling menonjol, salah satu nilai lebih yang di miliknya barangkali hanya karena keberanianya.selain ia sendiri sejak kecil sudah di kenal sebagai bocah yang jujur dan suka membela serta suka menolong teman-teman sepermainanya. In school (elementary exercise duru one: now SDN Indrakila Madison) he is not classified as the most prominent students, one of more value in his keberanianya.selain perhaps only because he himself had known since childhood as an honest boy and likes to defend and love sepermainanya helping friends.
Ketika berumur 13 tahun, semasa ia haus damba kasih dari ayahanda nasib berbicara lain RM Ambar Koesensi (ayahanda tercinta) di panggil ke Hadirat Tuhan yang maha Esa, tepatnya pada tanggal 15 maret 1951 , sewaktu ia masih duduk di kelas 5 SDN. At the age of 13 years, during her thirst yearning love of the father the fate of another talk Koesensi RM Ambar (beloved father) on the call to the Presence of God the almighty God, precisely on 15 March 1951, when he was still in grade 5 SDN. RM Imam Koesoepangat kecilpun seperti tercerabut dari dunia kana-kanaknya, sepeninggalnya orang yang di cintainya itu sempat menggetarkan jiwanya. RM Imam Koesoepangat kecilpun like kana uprooted from his childhood world, after his death, people who loved it was thrilling in his soul. Namun kematian tetap kematian tidak seorangpun mampu menolak kehadiranya. But death remains death no one could resist kehadiranya. Begitu juga yang terjadi pada RM Ambar Koesensie. The same thing happened to RM Koesensie Ambar.
Hari-hari berikutnya RM Imam Koeseopangat diasuh langsung oleh ibunda RA Koesmiatoen Ambar Koesmiatoen. The next few days Koeseopangat RM Imam's mother cared for directly by RA Koesmiatoen Koesmiatoen Ambar. Di waktu-waktu senggang ibunda sering kali mendongeng tentang pahlawan-pahlawan yang dikenalnya dan tidak lupa memberi petuah hidup. In his spare time mother often tell stories about heroes who knew and do not forget to give advice to live. Berawal dari tatakrama pergaulan, tatakrama menembah (bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) sampai merambah pada pengertian budi luhur dan mesubrata. Starting from social etiquette, manners menembah (devoted to God the Almighty) to explore the sense of nobility and mesubrata.
Masuk Persaudaraan Setia Hati Terate Sign Faithful Heart Brotherhood Terate
Benih luhur yang di tanamkan ibundanya itu lambat laun ternyata mampu mengendap dan mengakar di dalam jiwa RM Imam Soepangat, ia lebih akrab dengan panggilan ?ARIO? Seeds are the virtuous mother instilled it gradually was able to settle and take root in the soul Soepangat RM Imam, he was more familiar with the call? Ario? perhatianya terhadap nilai-nilai budi luhur kian mekar bagai bak terate di tengah telaga. concern for the values of nobility increasingly Terate bloom like a bathtub in the middle of the lake. Semenjak kecil sudah menyukai laku tirakat, seperti puasa dll sejalan dengan itu sikapnya mulai berubah ia mulai bisa membawa diri menempatkan perasaan serta menyadari keberadaannya. Since childhood behavior like penance, such as fasting, etc. in line with that attitude began to change she began to bring themselves to put their feelings and aware of its existence. Gambaran seorang Ario kecil, sebagai bocah ingusan, sedikit demi sedikit mulai di tinggalkannya. Picture of a small Ario, as a snot-nosed kid, little by little began in tinggalkannya.
Rasa keingintahuan terhadap berbagai pengetahuan terutama ilmu kanuragan dan kebatinan yang menjadi idaman semenjak kecil kian hari semakin membakar semangatnya. Curiosity to a variety of knowledge, especially science and mysticism kanuragan dream since early childhood that became more and more burning zeal. Melecut jiwanya untuk segera menemukan jawabanya, barang kali terdorong oleh rasa keingintahuanya itulah ketika umurnya bejalan enam belas tahun RM Imam Koeseopangat mulai mewujudkan impianya. Whipped up his soul to immediately find the answer, perhaps driven by the feeling that when she walks keingintahuanya sixteen RM Imam began to realize impianya Koeseopangat. Di sela-sela kesibukanya sebagai siswa di SMP 2 Madiun, ia mulai belajar pencak silat di bawah panji-panji Persaudaraan Setia Hati terate. On the sidelines as a student in junior high kesibukanya 2 Madison, he began studying martial arts under the banner of Faithful Heart Brotherhood Terate. Kebetulan yang melatih saat itu adalah mas IRSAD (murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo) selang lima tahun kemudian 1959 setelah tamat dari SMA Nasional Madiun ia berhasil menyelesaikan Pelajaran di Persaudaraan Setia Hati Terate dan berhak menyandang gelar pendekar tingkat satu. Incidentally the train when it is mas IRSAD (Ki Hajar students Hardjo Oetomo) lapse five years later in 1959 after graduating from high school he successfully completed the National Madison Lessons in Faithful Heart Brotherhood Terate and the right to hold the title of warrior level one.
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






