Padepokan Pencak Silat 2006. Padepokan Pencak Silat 2006.
[ in English ] [ in English ]Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 863 times, 2 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 863 times, 2 today [ in English ]
Melihat dari dekat kegiatan di Padepokan Nasional Pencak Silat Indonesia yang berlokasi di Kawasan TMII Jakarta, salah satu koresponden situs Silatindonesia.com menyempatkan berkunjung kepadepokan tersebut sekedar melihat-lihat suasana dan kegiatan-kegiatan dihari minggu pagi. Close look at the activities of the National Pencak Silat Indonesia Padepokan located in TMII Jakarta area, one correspondent took time visiting the site Silatindonesia.com kepadepokan is just look around the atmosphere and activities on the day on Sunday morning.
Pagi ini saya sengaja datang agak siang kepadepokan, dahulu waktu masih aktif di pencak silat saya sering berkunjung dipagi hari untuk berlatih bersama kawan-kawan, dengan bermodalkan sepada motor butut namun semangat kami pada waktu melebihi semangat altit nasional yang berlatih tidak jauh dari tempat kami berada. This morning I had come late in the morning kepadepokan, once the time is still active in the martial arts I have often visited in the morning to train with his friends, to capitalize battered motorbike but our passion to exceed the national spirit altit practice not far from where we are .
Walaupun tidak mendapatkan tempat yang layak seperti atlit-atlit yang sedang berlatih, namun tempat ini menjadi tempat paling favorit bagi kami berlatih. Although it does not get a decent place like athletes who are training, but this place is a favorite place for us to practice. Dengan beralaskan rumput tepat didepan gedung perpustakaan yang setiap minggu selalu tutup, walaupun kadang-kadang ada niat untuk sekedar mengintip melalui kaca jendela untuk melihat ada apa didalam sana. With the repose of grass right in front of the library building every week is always closed, although sometimes there is no intention to simply peer through the glass window to see what's in there.
Lamunan masa lalu membuatku sedikit bersemangat kembali, ingin mengetahui sejauh mana perkembangan Padepokan dengan segala fasiltas yang katanya untuk membinaan atlit-atlit nasional maupun International, sayang kami bukan dari kedua-duanya jadi tidak pernah menikmati matras yang empuk, hotel yang enak dan segala fasiltas yang ada. Reveries of the past made me a little excited again, like to know how far the development Padepokan with any facility which is said to membinaan athletes of national and International, we are unfortunately not from both of them so have never enjoyed a soft mattress, a nice hotel and any facility that no.
Pagi ini beberapa pesilat dari sebuah perguruan menempati ruang yang cukup enak dengan alas matras yang empuk, tentunya sangat tepat buat berlatih tanding, dilokasi lainnya ada juga salah satu perguruan yang tak asing lagi buat saya. This morning some of the fighters of the college occupies a space that is quite delicious with a soft mattress pad, of course, very appropriate for practicing sparring, the other location there is also one of the colleges are not foreign to me.
Saya memberanikan diri mendekat dimana mereka berlatih, jabat-tangan mewarnai perkanalan saya ditengah-tengah mereka yang saat itu sedang berlatih. I ventured near where they practice, shake my hand-coloring perkanalan in their midst who was practicing.
Adalah Pak Awang yang kebetulan sedang melatih beberapa siswa silatnya, ditengah-tengah istirahat saya sempatkan berbincang-bincang dengan beliau, terutama mengenai perkembangan pencak silat KPS Nusantara dan pencak silat secara umum. Is Pak Awang who happened to be training some students silatnya, in the midst of a break I spend talking with him, especially about the development of KPS Nusantara martial arts and martial arts in general.
Pencak silat secara umum saat ini memang tidak semarak seperti dahulu, namun bagi KPS Nusantara jumlah pesilat bukanlah standar mutu bagi perkembangan silat itu sendiri, saat ini KPS Nusantara memiliki Jumlah pesilat sekitar 700 orang untuk DKI Jakarta, Ujur Pak Awang. Martial arts in general today is not vibrant as before, but for the KPS Nusantara number of fighters is not a quality standard for the development of the arts themselves, KPS Nusantara currently has a number of about 700 fighters to Jakarta, Ujur Pak Awang. Namun kenyataan bahwa silat sulit dikembangkan di sekolah-sekolah ternyata menjadi topik utama pembicaraan kami kali ini, walaupun dilihat dari media massa pemerintah mendukung kegiatan pencak silat terutama di sekolah, namun masih terdapat beberapa sekolah Negeri yang jelas-jelas menolak kegiatan silat di sekolahnya. But the fact that difficult to develop arts in the schools turned out to be the main topic of our conversation this time, although seen from the mass media to support government activities, especially in the martial arts school, but still there are some schools that the State explicitly rejects arts activities in their schools.
Hal ini menjadi perbincangan yang cukup seru antara saya, Pak Awang dan juga Pak Nur yang menjabat sebagai Litbang Kps Nusantara saat ini. This is a pretty fun conversation between me, Mr. Nur Pak Awang and also served as R & D PPP archipelago today.
Hasil akhir kesimpulan yang bisa saya tanggkap adalah, perlunya sosialisasi kembali kegiatan silat disekolah kepada kepala sekolah terutama sekolah-sekolah negeri, karena kurangnya informasi menyebabkan silat sulit masuk sebagai kegiatan estrakulikuler disekolah-sekolah di DKI Jakarta. The final results can I tanggkap conclusion is the need for re-socialization of arts activities in schools to the principals, especially state schools, because of the lack of information led to martial arts as an activity difficult to get estrakulikuler in schools in Jakarta.
Catatan lain adalah bahwa pencak silat harus mendapatkan dukungan Positif dari pemerintah, karena tanpa adanya dukungan pemerintah mungkin pencak silat akan semakin tertinggal, karena subsidi kepada pencak silat sangat diperlukan karena mengingat pencak silat membawa misi seni dan budaya Indonesia. Another note is that martial arts should get positive support from the government, because in the absence of government support may be getting left behind martial arts, because subsidies to the martial arts is needed because given the mission to bring martial arts arts and culture of Indonesia.
Penulis : Yanweka Author: Yanweka
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






