Panasonic Jambore Pencak Silat 2005. Panasonic Pencak Silat Jamboree 2005.
[ in English ] [ in English ]Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 644 times, 1 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 644 times, 1 today [ in English ]
Pada acara Panasonic Jambore Pencak Silat 2005, yang berlangsung 29-31 Juli 2005 di Cibubur, berkumpul 1.325 pendekar dari 23 pengurus daerah dan puluhan perguruan pencak silat senusantara. In the event Pencak Silat Panasonic Jamboree 2005, which lasted 29 to 31 July 2005 in Cibubur, 1325 warriors gathered from 23 local officials and dozens of colleges senusantara martial arts. Selama tiga hari seluruh pendekar berinteraksi sesamanya dalam satu wadah yang disediakan oleh PB IPSI. For three days all the warriors interact each other in a container provided by PB IPSI.
?Jambore ini baru pertama kali diadakan dan diharapkan menjadi forum silaturahmi insan pencak silat dari seluruh penjuru Tanah Air. ? Jamboree was held for the first time and is expected to be a forum gathering human martial arts from around the country. Selama ini PB IPSI lebih banyak melakukan acara yang berhubungan dengan pertandingan, namun di jambore ini, lebih ditonjolkan seni dan peragaan ilmu silat dari seluruh aliran,? So far, PB IPSI doing more events related to the game, but at this jamboree, more will find art and martial arts demonstrations from all streams,? ujar Rachmat Gobel, Ketua Harian PB IPSI. Gobel said, Chief Executive of PB IPSI.
Rachmat menambahkan, dari jambore, akan digali jurus-jurus seni yang selama ini belum muncul ke permukaan. Rachmat added, from the jamboree, to be dug arts moves that had not yet surfaced. Bahkan, dari hasil galian tersebut dapat dikembangkan dalam pertandingan kategori seni. In fact, from the excavation can be developed in the games category of art.
?Pencak silat bukan hanya olahraga, namun juga merupakan seni budaya peninggalan nenek moyang kita. ? Pencak silat is not just a sport, but also an art and cultural heritage of our ancestors. Seharusnya silat menjadi ikon olahraga Indonesia yang dapat diekspor ke negara lain,? Arts should be a sports icon Indonesia that can be exported to other countries? kata Rachmat. Rachmat said.
Secara terpisah, Deputi Pemberdayaan Olahraga Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Djohar Arifin Husin menambahkan, ke depan pihaknya akan memberikan porsi khusus buat cabang pencak silat. Separately, Deputy Sports Ministry of Youth Empowerment and Sports Djohar Arifin Husin added, in the future it will provide for a special portion of the branch of martial arts. Perhatian itu diharapkan dapat mengembangkan olahraga asli Indonesia itu menjadi lebih mendunia. Attention was expected to develop Indonesia's original sport becomes more global.
?Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli dengan pencak silat. ? If not us, who else is concerned with the martial arts. Korea begitu intensif mengembangkan taekwondo, begitu pula Jepang dengan karate. Korean taekwondo so intensively developed, so did the Japanese karate. Kita memang harus mengembangkan pencak silat,? We do have to develop martial arts,? ujar Djohar. Djohar said. (SAH) (SAH)
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






