Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

[ in English ] [ in English ]

Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 962 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 962 times, 1 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the main Betawi arts are a kemustian.

Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, the main feverish and extort without merciless.

Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

Sumber dan Link : Resources and Links:
Alwi Shahab Alwi Shahab

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


    - Powered by BING [2012-02-27 00:59] - Powered by BING [2012-02-27 00:59]

    Leave Comment Leave Comment

    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

    Pencak Silat 'Mustika Kwitang' - Silat Indonesia
    Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

    Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

    [ in English ] [ in English ]

    Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 985 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 985 times, 1 today [ in English ]
    Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

    Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

    Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the Betawi arts are playing a kemustian.

    Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, who played without knowing the feverish and extort pity.

    Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

    Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

    Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

    Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

    Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

    Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

    Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

    H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

    Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

    Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

    Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

    Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

    Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

    Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

    H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

    Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

    Sumber dan Link : Resources and Links:
    Alwi Shahab Alwi Shahab

    http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

    www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



    Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


      - Powered by BING [2012-03-10 00:49] - Powered by BING [2012-03-10 00:49]

      Leave Comment Leave Comment

      You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

      Pencak Silat 'Mustika Kwitang' - Silat Indonesia
      Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

      Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

      [ in English ] [ in English ]

      Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 1006 times, 3 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 1006 times, 3 today [ in English ]
      Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

      Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

      Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the Betawi arts are playing a kemustian.

      Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, who played without knowing the feverish and extort pity.

      Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

      Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

      Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

      Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

      Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

      Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

      Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

      H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

      Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

      Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

      Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

      Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

      Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

      Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

      H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

      Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

      Sumber dan Link : Resources and Links:
      Alwi Shahab Alwi Shahab

      http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

      www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



      Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


        - Powered by BING [2012-03-18 01:32] - Powered by BING [2012-03-18 01:32]

        Leave Comment Leave Comment

        You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

        Pencak Silat 'Mustika Kwitang' - Silat Indonesia
        Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

        Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

        [ in English ] [ in English ]

        Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 1053 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 1053 times, 1 today [ in English ]
        Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

        Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

        Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the Betawi arts are playing a kemustian.

        Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, who played without knowing the feverish and extort pity.

        Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

        Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

        Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

        Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

        Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

        Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

        Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

        H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

        Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

        Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

        Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

        Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

        Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

        Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

        H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

        Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

        Sumber dan Link : Resources and Links:
        Alwi Shahab Alwi Shahab

        http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

        www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



        Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


          - Powered by BING [2012-04-08 03:20] - Powered by BING [2012-04-08 03:20]

          Leave Comment Leave Comment

          You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

          Pencak Silat 'Mustika Kwitang' - Silat Indonesia
          Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

          Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

          [ in English ] [ in English ]

          Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 1063 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 1063 times, 1 today [ in English ]
          Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

          Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

          Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the Betawi arts are playing a kemustian.

          Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, who played without knowing the feverish and extort pity.

          Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

          Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

          Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

          Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

          Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

          Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

          Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

          H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

          Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

          Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

          Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

          Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

          Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

          Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

          H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

          Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

          Sumber dan Link : Resources and Links:
          Alwi Shahab Alwi Shahab

          http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

          www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



          Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


            - Powered by BING [2012-04-12 09:09] - Powered by BING [2012-04-12 09:09]

            Leave Comment Leave Comment

            You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

            Pencak Silat 'Mustika Kwitang' - Silat Indonesia
            Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

            Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

            [ in English ] [ in English ]

            Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 1104 times, 5 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 1104 times, 5 today [ in English ]
            Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

            Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

            Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the Betawi arts are playing a kemustian.

            Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, who played without knowing the feverish and extort pity.

            Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

            Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

            Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

            Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

            Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

            Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

            Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

            H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

            Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

            Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

            Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

            Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

            Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

            Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

            H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

            Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

            Sumber dan Link : Resources and Links:
            Alwi Shahab Alwi Shahab

            http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

            www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



            Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


              - Powered by BING [2012-04-28 16:01] - Powered by BING [2012-04-28 16:01]

              Leave Comment Leave Comment

              You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

              Pencak Silat 'Mustika Kwitang' - Silat Indonesia
              Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

              Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

              [ in English ] [ in English ]

              Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 1121 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 1121 times, 1 today [ in English ]
              Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

              Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

              Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the Betawi arts are playing a kemustian.

              Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, who played without knowing the feverish and extort pity.

              Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

              Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

              Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

              Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

              Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

              Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

              Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

              H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

              Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

              Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

              Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

              Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

              Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

              Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

              H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

              Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

              Sumber dan Link : Resources and Links:
              Alwi Shahab Alwi Shahab

              http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

              www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



              Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


                - Powered by BING [2012-05-06 07:54] - Powered by BING [2012-05-06 07:54]

                Leave Comment Leave Comment

                You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                Pencak Silat 'Mustika Kwitang' - Silat Indonesia
                Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

                [ in English ] [ in English ]

                Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 1128 times, 2 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 1128 times, 2 today [ in English ]
                Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

                Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the Betawi arts are playing a kemustian.

                Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, who played without knowing the feverish and extort pity.

                Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

                Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

                Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

                Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

                Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

                Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

                Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

                H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

                Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

                Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

                Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

                Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

                Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

                Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

                H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

                Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

                Sumber dan Link : Resources and Links:
                Alwi Shahab Alwi Shahab

                http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

                www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



                Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


                  - Powered by BING [2012-05-10 21:09] - Powered by BING [2012-05-10 21:09]

                  Leave Comment Leave Comment

                  You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                  Pencak Silat 'Mustika Kwitang' - Silat Indonesia
                  Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                  Pencak Silat 'Mustika Kwitang'. Pencak Silat 'Mustika Kwitang'.

                  [ in English ] [ in English ]

                  Aug 26th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 1140 times, 4 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 1140 times, 4 today [ in English ]
                  Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                  Pencak Silat 'Mustika Kwitang' Pencak Silat 'Mustika Kwitang'

                  Pencak silat telah dikenal selama berabad-abad di Tanah Air. Pencak silat has been known for centuries in the country. Bahkan ia telah dipertunjukkan sejak abad ke-16, di saat pesta perkawinan atau khitanan di Jayakarta. In fact, he has performed since the 16th century, when the wedding or circumcision at the Jayakarta. Bagi warga Betawi main silat adalah suatu kemustian. For the Betawi arts are playing a kemustian.

                  Pada tempo doeloe hampir di tiap kampung Betawi terdapat jagoan silat. In the old days almost in every village there Betawi arts whiz. Mereka sangat disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. They are highly respected because of his behavior is commendable. Mereka menggunakan ilmu bela dirinya untuk amar ma'ruf nahi munkar. They use his martial arts knowledge to enjoin evil. Mengajak manusia ke jalan kebaikan dan mencegah kezaliman. Invites people to the path of goodness and prevent injustice. Jauh dari tingkah laku para preman sekarang, yang main palak dan memeras tanpa mengenal kasihan. Far from the behavior of the thugs now, who played without knowing the feverish and extort pity.

                  Di Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, setidaknya sampai tahun 1960-an dikenal sebagai salah gudang jago pencak silat di Ibukota. In Kampung Kwitang, Central Jakarta, at least until the 1960's known as one warehouse in the capital good at martial arts. Di antara belasan jagoan terdapat H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Among the dozens of heroes are Muhammad Djaelani H, which is better known as Mad Djaelani. Ilmu silatnya, Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria (76 tahun). Silatnya science, Mustika Kwitang, now inherited by his grandson, as well as students, H Zakaria (76 years).

                  Kakek 40 cucu, enam cicit, dari 14 anak itu, sampai kini masih aktif mengajar dan melatih pencak silat sekalipun usianya sudah cukup gaek. Grandfather 40 grandchildren, six great-grandchildren, of 14 children, up to now still actively teaching and practicing martial arts even though he was already quite aging. Bahkan, ketika saya mendatangi kediamannya di Kramat Buntu, Kwitang, belakang toko buku Gunung Agung, H Zakaria masih tampak segar. In fact, when I went to his residence in Kramat dead end, Kwitang, behind Mount Agung bookstore, Zakaria H still looks fresh. ”Saya belajar silat langsung dari kakek saat revolusi fisik, tahun 1945-1949,” katanya. "I learned martial arts from his grandfather when direct physical revolution, in 1945-1949," he said. Kakeknya wafat pada tahun 1969. His grandfather died in 1969.

                  Berkat gemblengan kakeknya itu, pada PON II di Jakarta (1952), ia menjadi juara pencak silat dan mengantongi medali emas untuk kontingan Ibukota. Thanks to his grandfather's gemblengan, the PON II in Jakarta (1952), he became a martial arts champion and pocketed the gold medal for contingent capital. Sedangkan pada PON III di Medan (1953) sebagai pelatih ia membawa kontingan pencak silat DKI meraih sukses dengan sejumlah medali. While in the PON III in Medan (1953) as a coach he brought martial arts contingent DKI success with a number of medals.

                  Tampaknya, meskipun sudah lebih setengah abad menekuni dan menjadi pelatih pencak silat, dia semakin bergairah mengembangkan warisan budaya nenek moyang ini. Apparently, despite being over half a century and a coach to his martial arts, he was more excited to develop this ancestral heritage. Entah berapa ratus, mungkin ribuan, mudirnya tersebar bukan hanya di tanah air, tapi juga di manca negara. Who knows how many hundreds, perhaps thousands, mudirnya spread not only in the homeland, but also in foreign countries. Saat saya datangi, misalnya, H Zakaria memakai kaos bertuliskan United Kingdom International Championships 12-13 June 2004. When I went to, for example, H Zakaria wearing shirts bearing the United Kingdom International Championships June 12-13, 2004.

                  Dalam kejuaraan pencak silat di London itu, dia diminta datang, sekaligus jadi pelatih pencak silat Mustika Kwitang yang kini sudah berkembang di Inggris. In martial arts championships in London, he was asked to come, at once so Mustika Kwitang martial arts coaches who are now grown in England. ”Saya juga diminta mengembangkan pencak silat Mustika Kwitang di Paris oleh warga Prancis keturunan Aljazair. "I also asked to develop the martial arts in Paris Mustika Kwitang by descendants of French Algeria. Mereka juga meminta saya untuk melatih pencak silat di Aljazair.” They also asked me to train martial arts in Algeria. "

                  Tapi, bagaimanapun, waktunya terbatas. But, however, time is limited. Untungnya, dalam usianya yang sudah mendekati kepala delapan ini, ia dibantu sejumlah asistennya. Fortunately, in the age of eight is already close to the head, he assisted a number of assistants. Melihat besarnya animo masyarakat untuk mempelajari ilmu silat dari Indonesia, tidak heran kalau H Eddy Nalapraya — mantan wagub DKI Jakarta — menjadi Presiden Pencak Silat Dunia. Given the scale of the public interest to study the martial arts of Indonesia, do not be surprised if H Eddy Nalapraya - former Deputy Governor of DKI Jakarta - President of the World Pencak Silat.

                  Di Kwitang sendiri, tempat kelahirannya, dia seminggu dua kali (Ahad malam dan Rabu malam) bertempat di Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, melatih para pemuda maen pukulan. In Kwitang own, his birthplace, he was twice a week (on Sunday nights and Wednesday nights) at the Assembly Taklim Habib Ali Kwitang, train the youth maen blow. Termasuk beberapa orang asing. Including some foreigners.

                  H Zakaria, yang kini menjadi pakar pencak silat di IPSI — Ikatan Pencak Silat Indonesia — dalam hidupnya yang cukup panjang punya pengalaman yang tak terlupakan. H Zakaria, who is now a martial arts expert in the IPSI - Pencak Silat Association of Indonesia - in his life long had an unforgettable experience.

                  Peristiwanya terjadi pada tahun 1960-an. It happened in the 1960s. Ketika itu, pasukan pengawal Presiden Soekarno, Tjakrabirawa, mendatangkan suhu (gurubesar) karate dari Jepang, yakni Prof Nakagama yang telah meraih Dan-7. At that time, President Sukarno's guards, Tjakrabirawa, bringing the temperature (professor) of Japanese karate, namely Prof Nakagama who have achieved and-7. Ia datang disertai mahaguru karate dari AS, Donn F Dragen. It comes with karate Grand Master of the United States, Donn F Dragen.

                  Saat itu, Zakaria, pemuda Betawi dari Mustika Kwitang, diminta untuk memperlihatkan teknik bermain silat kepada kedua mahaguru karate itu. At that time, Zakaria, the youth of Mustika Kwitang Betawi, be required to demonstrate the technique to play martial arts karate guru's. Zakaria, yang kala itu masih muda, dengan lihainya memperagakan jurus-jurus bermain senjata dan memecahkan batu dengan menggunakan pergelangan tangan. Zakaria, who was then still young, with expert move demonstrating the moves to play with guns and break stones using a wrist. Jago silat dari Kwitang ini juga menunjukkan kemahirannya memainkan pisau dengan kecepatan tinggi. Master of arts Kwitang also shows a knife with a skillful play at high speed.

                  Atraksi itu mengundang kekaguman master karate dari Jepang tersebut. Places that invite admiration of Japanese karate master. Ia mengatakan pada Bung Karno, ”Mengapa Anda memiliki pemain sebagus ini kok pemuda-pemudinya kurang menyukai. He said at the Bung Karno, "Why do you have as good a player is really young pemudinya disliked. Justru lebih suka bela diri dari Jepang.” Was more like martial arts of Japan. "

                  Ketika menuturkan kisah ini, Zakaria mengatakan masih banyak orang Indonesia yang menganggap rendah pencak silat dan dianggap mainan kampung. When told this story, Zakaria said Indonesia was still a lot of people who look down on martial arts and is considered a toy village. Padahal, di Eropa dan Asia, kini banyak yang mempelajarinya. In fact, in Europe and Asia, is now much to learn.

                  Pada zaman Belanda, katanya, pemerintah kolonial tak mengizinkan pencak silat. In the Dutch period, he said, the colonial government did not allow the martial arts. Karenanya, pada masa itu warga belajar silat secara ngumpet-ngumpet, mulai pukul 02.00 dini hari sampai pagi. Therefore, in those days people learn martial arts to hide, hide, starting at 2:00 in the morning until the morning. Alasan Belanda kala itu, karena para pemberontak adalah ahli-ahli silat, seperti si Pitung, si Jampang, H Murtado. The reason the Dutch at that time, because the rebels are experts in martial arts, such as the Pitung, the Jampang, H Murtado.

                  Pada masa revolusi, sejumlah ahli silat Betawi dan para ulamanya pun bahu membahu memimpin barisan melawan Belanda. During the revolutionary period, a number of martial arts expert and clerical Betawi were shoulder to shoulder to lead the line against the Dutch. Sedangkan H Irwan Sjafiie (75), pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi, menuturkan bahwa Mad Djaelani guru dan kakek H Zakaria pernah dihukum seumur hidup oleh Belanda. While H Irwan Sjafiie (75), the board of Betawi Cultural Institute, said that teachers and grandparents Mad Djaelani H Zakaria been sentenced to life imprisonment by the Dutch. Sebabnya, sekitar 1940-an ia membunuh seorang konsul Jepang di Batavia. Why, around the 1940's he killed a Japanese consul in Batavia. Di sangkanya seorang Cina kaki tangan Belanda. But thought a Chinese foot in Dutch hands. Ia dibebaskan Barisan Pelopor pada masa revolusi fisik. He was released on the Pioneer line of physical revolution.

                  H Zakaria, yang aktif dalam FORKABI (Forum Komunikasi Betawi), bersama para anggota FORKABI dari kecamatan Senen, merasa prihatin atas maraknya premanisme di pasar tertua di Jakarta itu. H Zakaria, who is active in Forkabi (Forum Betawi), along with other members of the district Forkabi Monday, was concerned about the rise of gangsterism in the oldest market in Jakarta. Mereka melakukan berbagai kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak. They perform a variety of crimes that have been very disturbing society. Karena itu FORKABI mendukung Pemda DKI menertibkan keamanan di situ. Therefore supports the government of Jakarta Forkabi security discipline there. Dulu preman tidak ada. First there is no thug. Bahkan pada masa Bung Karno juga belum ada preman. Even at the Bung Karno also no thugs.

                  Meskipun sudah lebih setengah abad menjadi pemain dan pelatih pencak silat, tapi kemampuan ekonominya jauh dari cukup. Although it has been over half a century into the players and coaches martial arts, but the ability of its economy is far from enough. Kediamannya masuk ke gang sempit yang tidak dapat dilalui motor. Residence into a narrow alley that can not be passed by the motor. Boleh dibilang ia dan keluarganya hampir tidak memiliki perabot apapun. You could say she and her family have hardly any furniture. ”Sejauh ini yang dapat penghargaan hanya atletnya. "So far, only athletes who can award. Sedang pelatihnya hampir tidak mendapat apa-apa,” katanya. Was his coach almost did not get anything, "he said.

                  Sumber dan Link : Resources and Links:
                  Alwi Shahab Alwi Shahab

                  http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=213769&kat_id=84

                  www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com



                  Artikel Pencak Silat 'Mustika Kwitang' yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Pencak Silat article 'Mustika Kwitang' which 'may' be linked at other sites:


                    - Powered by BING [2012-05-14 00:21] - Powered by BING [2012-05-14 00:21]

                    Leave Comment Leave Comment

                    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.