Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Perjalanan Panjang Ipsi Oleh O'ong Maryono. Long trip IPSI By O'ong Maryono.

[ in English ] [ in English ]

Aug 21st, 2009 | By | Category: Artikel Silat Visited 1238 times, 1 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By | Category: Articles Silat Visited 1238 times, 1 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku


Kesadaran nasional yang timbul dengan melawan penjajah Belanda membawa penghargaan baru terhadap pencak silat yang dipandang sebagai salah satu corak kebudayaan nenek moyang kita atau menurut Presiden Sukarno sebagai pusaka turun temurun yang menghiasi serta berguna bagi nusa dan bangsa Indonesia. National consciousness that arise with the fight against Dutch invaders brought new appreciation of the martial arts are regarded as one of the cultural patterns of our ancestors or by President Sukarno as an heirloom from generation to generation and use to decorate the home country of Indonesia. Semakin kiat masyarakat kita mencari kebesaran nasional dan kebudayaan sendiri, semakin kiat pula keinginan untuk memahami dan mengembangkan pencak silat. The more tips we find the greatness of the national society and culture itself, the more tips the desire to understand and develop the martial arts.

Usaha melihara pencak silat pada masa awal Republik Indonesia memang diperlukan oleh karena ilmu beladiri khas Melayu ini sedang mengalami krisis. Melihara martial arts business in the early days of the Republic of Indonesia is needed because of the typical Malay martial arts are in crisis. Banyak perguruan yang tidak berfungsi lagi, dan tidak sedikit tokoh dan pendekar yang mengasingkan diri dari dunia persilatan. Many colleges are not working anymore, and not a few leaders and warriors who have fled from the martial world. Hal ini disebabkan oleh ketidakstabilan politik dan ekonomi di negara kita yang baru merdeka. This is due to political and economic instability in our newly independent country. Pengaruh lain tidak adanya rangsangan dari luar yang dapat mendorong perkembangan pencak silat. Another effect of the absence of external stimuli that can stimulate the development of martial arts. Selama penjajahan Belanda dan Jepang pencak silat mempunyai peran yang hakiki di masyarakat sebagai sarana serangan dan beladiri, tetapi dengan perubahan jaman belum ditemukan arti dan fungsi yang sesuai dengan masa perdamaian. During the colonial Dutch and Japanese martial arts have an essential role in society as a means of attack and self-defense, but with the changing times have not found the meaning and function in accordance with the peace.

Dengan timbulnya kesadaran bahwa pencak silat perlu dikembangkan, maka dipandang penting mendirikan sebuah organisasi yang bersifat nasional agar dapat membina kehidupan pencak silat di seluruh Indonesia. With the emergence of consciousness that martial arts should be developed, it is essential to establish a national organization in order to foster the life of martial arts all over Indonesia. Cita mulia ini tidak dapat direalisir dengan mudah, oleh karena banyak perguruan pencak silat yang masih menutup diri, bersaing atau konflik karena perpecahan. This noble ideal can not be easily realized, because many college martial arts that are still shut down, compete or conflict because of the split. Kalangan pendekar juga terpisah karena afiliasi partai atau loyalitas kepada suku yang berbeda. Separate the warriors as well as party affiliation or loyalty to a different tribe. Selain itu masih banyak pendekar yang tidak mau bekerja sama karena merasa jagoan di daerahnya. In addition there are many warriors who do not cooperate because they feel whiz in the region.
Namun pada akhirnya, ungkapan rasa kecintaan terhadap pencak silat dituangkan dalam berdirinya satu organisasi yang mengayomi aliran-aliran pencak silat yang tersebar di Nusantara. But in the end, expressions of love for the martial arts set forth in the establishment of a nurturing organization of martial arts schools are spread across the archipelago. Pada tanggal 18 Mei 1948 didirikan Ikatan Pencak Seluruh Indonesia yang sesudah kurang lebih 25 tahun akan mengganti nama menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). On May 18, 1948 founded the Association of Indonesian Pencak that after approximately 25 years will change its name to Indonesian Pencak Silat Association (IPSI). Pada kongres kedua yang diadakan antara 21-23 December di Yogyakarta diputuskan untuk mengkukuhkan IPSI dan menyusun Pengurus Besar baru sebagai Ketua Umum Mr. At the second congress, held between 21-23 December in Yogyakarta mengkukuhkan IPSI and it was decided to develop a new Executive Board of the Chairman Mr. Wongsonegoro -yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri P Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan (PP dan K, sekarang Depdikbud)- Wongsonegoro-who was then serving as Minister P Education, Teaching and Culture (PP and K, are now MOEC) -
Wakil Ketua Umum Sri Paduka Paku Alam dan Penulis I Sdr. Vice Chairman of the Sri Paduka Paku Alam and author I Br. Rachmad. Rachmad.

Dengan mendirikan organisasi ini diharapkan bahwa pencak-silat dapat digerakan dan disebarluaskan sampai ke pelosok-pelosok sebagai suatu ekspresi kebudayaan nasional. By establishing this organization is expected that the martial-arts can be mobilized and distributed to all the outposts as an expression of national culture. Masyarakat juga mengharapkan bahwa pencak silat distandarisasi agar dapat diajarkan sebagai pendidikan jasmani di sekolah-sekolah, dan dapat dipertandingkan dalam even-even olah raga nasional. Society also expects that the martial arts to be taught as a standardized physical education in schools, and can be competed in sporting events nationwide. Sesuai dengan keinginan tersebut, langkah pertama yang diusahakan IPSI adalah terbentuknya suatu sistem pencak silat nasional yang dapat diterima oleh seluruh perguruan yang ada di tanah air. In accordance with the desire, the first step is the formation of IPSI cultivated a system of national martial arts that can be accepted by all colleges in the country. Untuk sementara waktu, diadopsikan sebagai 'standaard-system' pelajaran pencak silat dasar yang sudah disusun oleh RMS Prodjosoemitro dan diajarkan di sekolah-sekolah di wilayah Solo dengan dukungan PP dan K Balai Kota Surakarta. For the time being, adopted as a 'Standaard-system' base of martial arts lessons that have been prepared by the RMS Prodjosoemitro and taught in schools in the region of Solo with support PP and K Surakarta City Hall. Hasil dari usaha standarisasi semula ini dapat diamati pada Pekan Olah-Raga Nasional (PON) ke-I yang diadakan pada tanggal 8-12 September 1948 di Solo. The results of the original standardization efforts can be observed at the National Sports Week-Sports (PON) to the-I which was held on 8-12 September 1948 in Solo. Lebih kurang 1000 anak mengadakan satu demonstrasi pencak dengan gerakan yang standar dan sinkronis. Approximately 1000 children held a demonstration of martial with the standards movement and synchronous. Pada even olahraga nasional pertama ini, pencak juga dilombakan sebagai demostrasi dalam kategori solo dan ganda tangan kosong/senjata, suatu tradisi yang akan terus berlangsung sampai PON ke-VII di Surabaya pada tahun 1969. In the first national sporting events, martial also contested as a demonstration in the category of solo and dual bare hands / arms, a tradition that will continue until the PON-VII in Surabaya in 1969.

Di tahun-tahun berikut di beberapa daerah juga disusun paket pelajaran dengan metode-metode baru yang praktis agar pencak silat dapat diajarkan dengan muda kepada segenap lapisan masyarakat. In the following years in some areas also prepared lesson package with new methods to practical martial arts can be taught to young people to all levels of society. Misalnya, di daerah Yogyakarta, pelajaran pencak diberikan melalui gelombang Radio Republik Indonesia (RRI). For example, in the Yogyakarta area, martial lesson administered through the waves of Radio Republik Indonesia (RRI). Tiap hari Senin, Rabu dan Saptu, pukul jam 6,30 pagi, pemirsa dapat mendengar instruksi-instruksi gerak oleh pencipta S. Every Monday, Wednesday and Saptu, at 6.30 o'clock in the morning, viewers can hear the instructions of motion by a creator S. Winadi (1951:3). Winadi (1951:3).

Sistim-sistim tersebut belum dapat memenuhi harapan masyarakat, sehingga peralihan pencak silat dari sarana bela diri menjadi sejenis senam jasmani memakan waktu yang cukup lama. These systems can not meet the expectations of society, so that the transition from martial arts martial means to be a kind of physical exercise takes a long time. Tim ahli teknik IPSI yang terdiri dari pakar-pakar dari berbagai aliran harus mempelajari ratusan kaidah dan gerak dan mencoba menyatukan mereka tanpa menghilangkan warna-warni yang khas. IPSI team of technical experts consisting of experts from various streams have to learn hundreds of rules and the motion and try to unite them without losing the distinctive colors. Mereka juga harus menyesuaikan sistim pelajaran tradisional pencak silat yang berpatokan kepada jurus (seri atau kumpulan gerakan) dengan prinsip olah raga 'modern'. They also have to adjust the system of traditional martial arts lessons that adhere to the stance (or a set of motion series) with the principles of sports 'modern'. Selain mengalami kesulitan teknis dalam mengembangkan metode dan sistematika olah raga yang dapat diterima oleh semua pihak, IPSI juga mendapat resistensi dari kalangan pendekar tradisional yang enggan menerima pemikiran-pemikiran baru karena tidak menginginkan reduksi pencak silat hanya kepada satu bentuknya, yaitu olah raga. In addition to the technical difficulties in developing a systematic method of exercise and that is acceptable to all parties, IPSI also received resistance from the traditional warriors who are reluctant to accept new ideas because they do not want a reduction of martial arts only to one form, namely sports. Mereka khawatir bahwa aspek integral yang lain, khususnya aspek seni dan aspek spiritual, akan diabaikan dan tidak dapat dirasakan lagi sebagai unsur-unsur yang saling terkait dalam satu totalitas sosio-kosmik. They worry that the other integral aspects, in particular aspects of the artistic and spiritual aspects, will be ignored and can not be perceived more as elements are interlinked in a socio-cosmic totality.

Kesulitan juga datang dari luar dunia pencak silat, karena persaingan yang ketat dari bela diri impor. The difficulty also comes from outside the world of martial arts, because of the intense competition of martial import. Antara 1960-1966, pada waktu terjadi kemerosotan ekonomi dan politik negara yang menimbulkan ketidakberdayaan IPSI, karate secara resmi masuk Indonesia dan dengan tangkasnya memasuki kalangan pelajar dan ABRI. Between 1960-1966, at the time of economic decline and political powerlessness of the state that pose IPSI, karate was officially entered Indonesia and the tangkasnya entered among students and the Armed Forces. Dari mulanya, karate dan judo dipraktekkan sebagai olah raga dan dipertandingkan di depan umum. From the beginning, karate and judo as a sport practiced and competed in public. Penerimaan yang positif terhadap bela diri asing, memaksa kalangan pencak silat untuk berpikir dan berbuat lebih baik dalam usaha mengembangkan pencak silat olah raga, atau seperti ditulis oleh salah satu koran masa itu kehadiran karate di Indonesia merupakan cambuk yang benar-benar efektif untuk 'membangunkan' kalangan pencak dari tidurnya. Positive reception of the foreign martial, forcing the martial arts to think and do better in an effort to develop a martial arts sport, or as written by one of the newspaper's presence in Indonesia is a whip karate truly effective way to 'wake' the martial from his sleep.
Penggeseran konseptual akhirnya terjadi, meskipun beberapa pendekar keberatan makna pencak silat sebagai unsur kebudayaan dalam arti luas dipersempit agar aspek olah raga dapat diutamakan. Conceptual shift finally occurred, despite some objections meaning of martial arts warriors as a cultural element in the broad sense was narrowed to aspects of the sport can be an advantage. Sesudah 10 tahun lebih IPSI bergantung pada Kementrian PP dan K pada tahun 1961 dipindahkan ke departmen olah raga. After 10 years depending on the Ministry of IPSI PP and K in 1961 moved to the sports department. Sesudah itu dibentuk satu komisi teknis khusus untuk merencanakan sebuah paket pencak silat olah raga untuk dipertandingkan. After that set up a special technical committee to plan a package for martial arts sports contested. Untuk mendapatkan sistim yang paling effektif diadakan beberapa kali uji coba pertandingan full body contact. To obtain the most effective systems are held several times a test match full body contact.
Pada akhirnya IPSI berhasil memasuki pencak silat sebagai cabang olah raga prestasi pada PON VIII yang diselenggarakan pada tanggal 4-15 Augustus 1973 di Jakarta. IPSI eventually managed to enter the martial arts as sports achievements in the PON VIII which was held on August 4-15, 1973 in Jakarta. Jumlah daerah yang ikut bertanding 15 dengan jumlah 128 pesilat terdiri dari 106 putra dan 22 putri. Number of competing regions 15 by the number of fighters made up of 106 128 men and 22 women. Keberhasilan ini akan diulangi lagi sesudah dua tahun, dengan diadakan kejuaraan nasional pencak silat olah raga untuk pertama kali di Semarang, pada tanggal 27 April 1975. This success will be repeated again after two years, with a national championship held sport martial arts for the first time in Semarang, on April 27, 1975. Sistim pertandingan yang menggunakan pelindung dada ini, di tahun-tahun berikutnya akan disempurnakan sampai pada tahun 1980 akan diakui di dunia internasional dan tetap dipergunakan sampai masa kini. Game system that uses this chest protector, in subsequent years will be refined until the year 1980 will be recognized internationally and remain employed until the present.

Berkat kerja keras dan kepeawean pengurus IPSI bermula dari periode kepengurusan Mr.Wongsonegoro (1948-1973), Tjokropranolo (1973-1978), dan Eddie M. Thanks to hard work and kepeawean IPSI board Mr.Wongsonegoro stewardship begins with a period (1948-1973), Tjokropranolo (1973-1978), and Eddie M. Nalapraya (1978-1998), serta dukungan pemerintah dan Presiden Republik Indonesia Suharto sebagai Pembina Utama, IPSI dengan cepat menyebar luas ke dalam maupun luar negeri. Nalapraya (1978-1998), as well as government support and the President of the Republic of Indonesia President Suharto as a coach, IPSI quickly spread to the country and overseas. Di dalam negeri, pada tahun 1970an IPSI mendirikan cabang di tiap wilayah, dan mulai mengorganisir even-even pencak silat olahraga dan seni pada tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. In the country, in the 1970s IPSI establish a branch in each region, and began organizing events martial arts sports and arts in the district, provincial, and national levels. Walaupun intensitas kegiatan sangat bervariasi antara wilayah, kehadiran IPSI sudah menjadi bagian dari pemerintahan daerah. Although the intensity of activity varied greatly between regions, the presence of IPSI has become part of local government.
Penyebaran nasional ini diteruskan sejak tahun 1975 ke luar negeri. This national deployment in 1975 passed out of the country. Menindak lanjuti upaya ketua terdahulu, yang memulai ekspor sistim pencak silat olahraga ke negeri seberang Malaysia dan Singapore dengan mendapat sambutan tangan terbuka, Eddie M. Follow up previous chairman of the effort, which started exporting to the exercise system of martial arts across the country Malaysia and Singapore with open arms received, Eddie M. Nalapraya banyak membuat kebrakan-kebrakan baru dengan memperkenalkan dan menyebarkan pencak silat ke seluruh benua di dunia. Nalapraya much make-kebrakan kebrakan new to martial arts to introduce and spread across the continent in the world. Upaya ini diawali pada tanggal 11 Maret 1980 dengan pembentukan Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (PERSILAT) bersama dengan negara sumber pencak silat, yaitu Malaysia, Singapore dan Brunei Darussalam dengan tujuan mengarahkan dan menkordinasikan usaha dan kegiatan melestarikan, mengembangkan dan menyebarkuaskan pencak silat di seluruh dunia serta menjadikan pencak silat sebagai sarana untuk membina persahabatan antara bangsa dan perdamaian dunia. This effort was initiated on March 11, 1980 with the establishment of Inter-Nation Alliance Pencak Silat (PERSILAT) along with the source state of martial arts, namely Malaysia, Singapore and Brunei Darussalam with the aim of directing and menkordinasikan efforts and activities to preserve, develop and menyebarkuaskan martial arts around the world and make the martial arts as a vehicle to foster friendship among nations and world peace. Atas initiatipnya dalam mendirikan wadah internasional ini, dan sekaligus sebagai pengakuan pada perannya dalam memelihara pencak silat dunia, Eddie M. Top initiatipnya in setting up this international forum, as well as recognition of its role in maintaining the martial arts world, Eddie M. Nalapraya terpilih sebagai Ketua Presidium PERSILAT dibantu oleh Oyong Karmayuda sebagai Sekretaris Jenderal. Nalapraya elected as Chairman of the Presidium PERSILAT Oyong Karmayuda assisted by a Secretary General. Di bawah kemimpinannya anggota PERSILAT terus menambah dan kini berjumlah 27 negara. Under kemimpinannya PERSILAT members continue to increase and now numbering 27 countries.

Dengan pembentukan PERSILAT jalan terbuka untuk mengadakan even-even internasional. With the formation of the open road PERSILAT to hold international events. Tahun 1982 pencak silat olah raga mulai dipertandingan pada tingkat internasional dengan Invitasi Pencak silat Internasional yang beberapa tahun kemudian akan diganti nama menjadi Kejuraan Dunia. In 1982 martial arts sports start dipertandingan at the international level with international invitational Pencak silat few years later would be renamed the World Kejuraan. Sejak 1987 pencak silat juga dipertandingkan secara resmi pada SEAGAMES. Since the 1987 martial arts also competed officially in SEAGAMES.

Tugas IPSI tetapi belum selesai, karena tuntutan jaman terus bertambah. IPSI but not yet completed the task, because the time demands continue to grow. Sebagai reaksi kepada dominasi pencak silat olahraga dalam agenda IPSI, muncul lagi permintaan untuk melengkapi kembali pencak silat dengan memperhatikan aspek seni dan aspek spiritual. As a reaction to the dominance of sport martial arts on the agenda IPSI, appeared again to complete the request back to the aspect of martial arts and spiritual aspects of art. Masyarakat sangat mengharapkan bahwa pencak silat seni dilestarikan dan jika bisa distandarisasi, agar dapat dipertandingan pula di even nasional dan internasional -satu permintaan yang sudah mulai dipenuhi oleh IPSI. Society expects that the martial arts is the art can be preserved and if standardized, in order to dipertandingan also in national and international events-a demand that has begun to be met by IPSI. Lahirnya pada Kejuaran Dunia di Kuala Lumpur bulan April 1997 satu pendekatan baru yang mengabungkan pertandingan pencak silat olahraga, seni-beladiri dan jurus wiraloka sangat membantu upaya untuk mengembangkan pencak silat secara seutuhnya. Birth of the World Championship in Kuala Lumpur in April 1997 a new approach mengabungkan martial arts sports games, and martial arts moves wiraloka-help efforts to develop a complete martial arts. Namun, sampai sekarang belum jelas bagaimana aspek spiritual yang menjadi kekayaan perguruan-perguruan Nusantara dapat dikelola, dan jika perlu dirasionalisasikan, oleh IPSI. However, until now not clear how the spiritual aspects of the wealth of the archipelago of universities can be managed, and if need be rationalized, by IPSI. Dengan begitu cita-cita IPSI belum sepenuhnya tercapai. That way the ideals of IPSI has not been fully achieved.

Untuk memperkuat organisasinya agar dapat menghadapi tantangan-tantangan baru dan mengantisipasi perkembangan masa mendatang, IPSI dengan dukungan Menpora Haryono Isman, baru saja selesai membangun padepokan pencak silat nasional di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, bersebelahan dengan Taman Angrek Indonesia. To strengthen the organization in order to face new challenges and anticipate future developments, with the support of IPSI Haryono Isman Affairs, has just finished building a national martial arts hero's mansion in the Taman Mini Indonesia Indah, adjacent to the park Angrek Indonesia. Tanah seluas 5,5 ha adalah sumbangan Almarhumah Ibu Negara Tien Soeharto. Land area of ​​5.5 ha is deceased donation Lady Tien Soeharto. Beliau juga yang meletakan batu pertama pada 27 November 1994 dan memonitor arsitektur kompleks bangunan yang mayoritas bernafaskan Jawa modern ini. He is also the first major milestone on 27 November 1994 and monitor the complex architecture of the building that the majority of modern Java breath. Para pendukung IPSI ini mengharapkan bahwa padepokan dapat menampung pesilat-pesilat dari mancanegara yang mau mendalami ilmu pencak silat. Proponents hope that this IPSI can accommodate hermitage-fighters from foreign fighters who want to explore the science of martial arts. Dengan begitu, mereka ingin mengangkat martabat seni bela diri nenek moyang kita di mata internasional, dan mengonsolidasi posisi Indonesia sebagai negara pelopor pencak silat. That way, they want to raise the dignity of the martial arts of our ancestors in the international eye, and consolidating the position of Indonesia as the country's pioneers of martial arts. Pencak silat adalah milik bangsa Melayu namun kenyataannya pencak silat yang menyebar ke seluruh mancanegara, kebanyakan adalah aliran yang bersumber dari Indonesia. Pencak Silat is a Malay nation's martial arts but in fact are spread throughout many countries, most of the flow that originates from Indonesia. Oleh karena itu Indonesialah tempatnya di mana khalayak peminat dapat mengetahui dan meneliti pencak silat sesuai aspek yang dipilihnya. Therefore Indonesia that place where the public interest to know and examine aspects of the martial arts according to his choice.
Bangunan sangat megah yang sudah diangan-angankan oleh para pendekar pencak silat kini menjadi kenyataan. Very stately buildings already be imagined by the warriors martial arts has now become a reality. Sebuah harapan bahwa dengan meningkatkan pemahaman mengenai pencak silat serta terus-menurus mencari masukan dan kajian baru, IPSI dapat menjawab masalah-masalah di atas, maupun persoalan-persoalan lainnya. A hope that by increasing understanding of the martial arts as well as on-menurus seeking input and a new study, IPSI can answer the above issues, as well as other issues. Sebagai organisasi berskala nasional, IPSI perlu melakukan perencanaan yang terpadu dan mengaktifkan kembali seluruh bagian organisasi dari pusat sampai daerah agar dapat mewakili beraneka ragam aliran yang dibinanya. As a national organization, IPSI need to do integrated planning and re-enable all parts of central and local organizations in order to represent the flow of the cultivated variety. Mewujudkan semua ini merupakan tantangan bagi para pencinta pencak silat di bawah bimbingan IPSI agar menyumbangkan kegiatan sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya: alam sudah tersedia bisakah kita memanfaatkannya? Realizing all this is a challenge for the lovers of martial arts under the guidance of IPSI to donate activities in accordance with its disciplines: nature is available can we use it? Selamat ulang tahun dan selamat bekerja IPSI! Happy birthday and congratulations to work IPSI!
O'ong Maryono O'ong Maryono
Peneliti dan pengamat bela diri Researchers and observers martial

www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com

Wednesday, July 20, 2005 16:00:12 Wednesday, July 20, 2005 16:00:12



Artikel Perjalanan Panjang Ipsi Oleh O'ong Maryono yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Long Travel articles IPSI By O'ong Maryono that 'might' be linked at other sites:


    - Powered by BING [2012-05-17 01:24] - Powered by BING [2012-05-17 01:24]

    Leave Comment Leave Comment

    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.