Rd. Rd. Enny Rukmini Sekarningrat,. Enny Sekarningrat Rukmini.
[ in English ] [ in English ]Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Figure Pesilat Visited 1335 times, 1 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Figure fighters Visited 1335 times, 1 today [ in English ]
Rd. Rd. Enny Rukmini Sekarningrat, Enny Sekarningrat Rukmini,
Pejuang Kemerdekaan RI dan Pendekar Pencak Silat Empat Jaman Independence fighters and Pencak Silat Pendekar Four Ages
Sumber : duel Online Sources: Online duel
Menjadi seorang guru dan pemimpin pencak silat dapat dikatakan cukup berat, di samping harus menguasai jurus-jurus dan teknik-teknik seni beladiri pencak silat yang mantap, fisik yang prima, serta mental yang kuat tentunya juga dituntut harus memahami falsafah seni beladiri pencak silat secara mendalam, seperti yang pernah dialami Rd. Being a martial arts teacher and a leader can be quite severe, in addition to the need to master the moves and techniques of martial arts martial arts stable, physically fit, mentally strong and of course are also required to understand the philosophy of martial arts martial arts in depth , as he had experienced Rd. Enny Rukmini Sekarningrat, pakar pencak silat dan pejuang wanita empat zaman, puteri Abah Aleh (1856-1980) pendiri Panglipur. Enny Sekarningrat Rukmini, an expert in martial arts and warrior woman four times, the daughter of Abah Aleh (1856-1980) founder of Panglipur. Abah Aleh adalah seorang maestro seni beladiri pencak silat yang mampu menggabungkan aliran-aliran pencak silat menjadi jurus Panglipur yang indah, luwes, efektif, dan praktis untuk membela diri. Abah Aleh is a martial art maestro is capable of combining martial arts schools of martial arts moves Panglipur a beautiful, flexible, effective, and practical self-defense. Ketika Duel menemui Rd. When the duel meet Rd. Enny Rukmini Sekarningrat, sepertinya ia tak nampak ekspresi seorang tua, pada umumnya. Enny Sekarningrat Rukmini, she did not look like an old expression, in general. Ia masih lantang berbicara, ringan bergerak, jalan dan melompat. He was speaking loudly, moving light, the path and jump. Saat dilakukan pemotretan, ia masih bisa dengan mudah memperagakan sembilan jurus pokok Panglipur, lengkap dengan aplikasinya, ternyata tenaganya masih kuat mendorong dan melemparkan lawannya dengan cepat, kuat dan bertenaga, seperti mengadung ilmu tenaga dalam. When done shooting, he could still easily demonstrate Panglipur nine basic stance, complete with its application, its power was still strong push and throw his opponent with a fast, robust and powerful, such power in mengadung science.
Nama Rd. Name Rd. Enny Rukmini Sekarningrat cukup terkenal dikalanganmasyarakat luas terutama bagi mereka yang mencintai seni beladiri pencak silat. Enny famous Rukmini dikalanganmasyarakat Sekarningrat wide enough, especially for those who love martial arts martial arts. Bahkan namanyapun telah tercatat di PB IPSI sebagai Dewan Pakar Pencak Silat Nasional, sehingga tidaklah mengherankan apabila namanya sudah terkenal sampai ke tingkat Internasional. Namanyapun even been recorded in PB IPSI as the National Board of Experts Pencak Silat, so it is not surprising that his name was well known to the international level. Memang kalau kita belum mengenalnya sekilas terlihat galak apalagi didukung oleh sorot matanya yang tajam, membuat orang yang melihatnya menjadi segan. Indeed, if we do not know him look stern glance let alone supported by the sharp eyes, to make people who see a shrink. Namun semua itu tidak benar, buktinya bila kita sudah terlibat perbincangan dengannya ternyata ia seorang yang ramah, baik, sopan, dan rendah hati. But all was not right, the proof if we are already involved conversation with him was he was a friendly, kind, polite, and humble.
Panggilannya pendek saja, boleh dipanggil Ibu atau Ibu Enny, tapi umumnya para pesilat di lingkungan Himpunan Pencak Silat Panglipur memanggilnya mamih. Just a short call, be called Ms. or Mrs. Enny, but most of the fighters in the Association of Pencak Silat Panglipur mamih call. Maklum sebutan terakhir ini merupakan kebiasaan pesilat Panglipur yang sudah dekat dengannya. Understandably this is a habit as the last fighter who has close Panglipur. Pernah ada yang menanyakan, Apakah betul Ibu ada keturunan Belanda? One had asked, Is there really mother of Dutch descent? Saya jawab, tidak, dan memang sebenarnya saya bukan keturunan orang Belanda, tuturnya. I replied, no, and I actually did not descendants of the Dutch, he said. Bahkan pertanyaannya tidak cukup sampai di situ saja, kadang-kadang mereka suka meneruskan dengan pertanyaan lain, Ah masa, buktinya raut muka Ibu mirip Indo? Even the question is not quite up there alone, sometimes they like to continue with another question, Ah period, the proof is similar Indo Mother faces? Mendengar pertanyaan seperti itu saya hanya tersenyum, mungkin karena saya cukup lama bersama-sama dengan orang Belanda, ketika masih sekolah di Zending School. Hear a question like that I just smile, maybe because I am old enough together with the Dutch, while still in school in Zending School. Tidak heran apabila saya terpengaruh oleh kebiasaan orang Belanda, dan kebetulan kulit saya putih, sehingga orang menyangka bahwa saya mirip orang bule. No wonder if I am affected by the habits of the Dutch, and I happen to white skin, so people think that I look like a Caucasian. Padahal saya tidak ada keturunan Indo, ayah saya Abah Aleh keturunan Banten dan Ibu saya Ma Uki asli orang Garut. Though I have no Indo descent, my father's ancestry Abah Aleh Banten and my mother a native of Ma Uki Main Page.
Masa Perjuangan Period of Struggle
Sejak kecil ia sudah menyenangi kesenian daerah dan bahkan pernah belajar tari sunda, termasuk belajar pencak silat hanya tidak sungguh-sungguh dan tidak mendalaminya, cukup asal bisa saja. Since childhood she has loved art and had even learned the dance sunda, including not only learn martial arts and not really in depth, just as long as you have. Setelah menginjak remaja malah senang belajar dansa yaitu sejenis tarian yang suka diperagakan oleh remaja-remaja dari Barat (orang asing). After a teenager was glad to learn ballroom dancing which is a kind of love exhibited by teenagers from the West (foreigners). Walaupun demikian, ayahnya tidak melarang mempelajari dansa, apalagi sampai mempunyai murid mahasiswa, karena kebetulan waktu itu banyak mahasiswa-mahasiswa yang mengontrak (indekos) di rumah, sehingga kesenangan pada dansa semakin kuat. However, his father did not forbid studying dance, let alone to have a pupil student, because it happened at that time a lot of students who signed (outhouse) at home, so fun to dance was stronger.
Puteri pasangan Abah Aleh (pendiri Panglipur) dan Ma Uki, yang dilahirkan di Gg. Abah Aleh daughter pairs (founder Panglipur) and Ma Uki, who was born in Gg. Durman Bandung pada tanggal 17 Agustus 1915 ini, dalam usia 12 tahun sudah menikah. Durman Bandung on August 17, 1915, in the age of 12 are married. Mungkin Abah Aleh merasa khawatir mengingat situasi waktu itu kurang aman. Abah Aleh may feel worried considering the situation was less secure. Pertama dia menikah dengan seorang pemuda bernama Nandung, punya anak satu bernama Etty Sumartini dan mempunyai cucu 12 (dua belas), tinggal di Jakarta. First he married a young man named humming, have one son named Etty Sumartini and grandchildren have 12 (twelve), lives in Jakarta. Abah Aleh mengharapkan ia menjadi seorang istri yang mandiri, sehingga Abah Aleh mengijinkannya untuk melanjutkan sekolah. Abah Aleh expect it to be a wife who is independent, so Abah Aleh allowed to continue their education. Setelah tamat dari Zending School diteruskan ke Darul Mualim 6 tahun, sekitar tahun 1946 keluar dari sana sempat menjadi Guru Agama di bawah pimpinan Ajengan Toha dan Rachmat Sulaeman, mengajar di Madrasah Al Balah dan di Madrasatul Choeriah di Gg Affandi Braga Bandung. After graduating from the School Zending forwarded to the Darul Mualim 6 years, around the year 1946 out of it had become under the leadership of Professor of Religion and Rachmat Sulaeman Ajengan Toha, taught at Madrasah Al Balah and in Madrasatul Choeriah in Gg Affandi Braga Bandung. Tidak lama setelah itu suami tercinta meninggal dunia. Not long after that my dear husband died. Lalu menikah dengan Lurah Cimahi, tidak lama meninggal dunia juga. Then married to Ward Cimahi, soon died as well. Kemudian menikah lagi dengan seorang pejuang kemerdekaan bernama Bunjali, kebetulan ia seorang tokoh silat sehingga Abah Aleh sangat senang kepadanya, mungkin karena nasib, tidak lama setelah itu Bunjali ditangkap oleh Belanda ketika sedang pengajian (mengajar membaca Al Qur?an). Then married a freedom fighter named Bunjali, he found himself a prominent martial arts so that Abah Aleh very pleased him, probably because of fate, not long after it was captured by the Dutch Bunjali while teaching (teaching reading Al Qur? An). Ibu Enny sempat mencari sang suami mudah-mudahan bisa bertemu lagi, lalu ikut menggabungkan diri sebagai wanita pejuang dengan pasukan pangeran papak di Wanaraja Garut, di bawah pimpinan Mayor Kosasih. Enny mother was looking for her husband, hopefully see you again, then go join the army as a woman warrior prince in Wanaradja Garut flat, under the command of Major Kosasih. Nama Sekarningrat juga diberi oleh Laskar Pangeran Papak. Sekarningrat name was also given by Laskar Prince flat. Berkat kesabaran dan ketabahan hati, akhirnya ia bertemu juga dengan suami tercinta, sehingga waktu itu bisa bersama-sama berjuang mempertahankan kemerdekaan. Thanks to the patience and determination, he eventually met also with husband, so that time can together strive to maintain independence. Tidak lama setelah itu masing-masing mendapat tugas, ia ditugaskan ke Ciniru dan suaminya ditugaskan ke Cipakem Kuningan Ternyata setelah kembali dari tugas, suami saya meninggal dunia saat berjuang. Not long after that each gets a job, he was assigned to Ciniru and her husband was assigned to Cipakem Brass turned out after returning from work, my husband died while fighting. Hati saya begitu sedih, mungkin sudah nasib dan saya menyadari bahwa ini merupakan takdir Allah SWT, tuturnya. My heart is so sad, maybe it was fate and I realize that this is the destiny of Allah SWT, he said.
Pada tahun 1947, ibu Enny bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh Letkol Abimanyu dan Mayor U. In 1947, the mother Enny join forces led by Lieutenant Colonel and Major Abhimanyu U. Rukman sampai hijrah ke Yogya dan di sana bertemu dengan seorang perwira TNI bernama Tabrani, ketika itu ia masih berpangkat kapten, lalu kembali ke Jawa Barat dan berhenti sebagai pejuang, dan akhirnya kembali ke masyarakat. Rukman to move to Yogya and there met a military officer named Tabrani, when he was still a captain, and then returned to West Java and quit as a fighter, and eventually return to society. Tahun 1950, pengembaraan di hutan belantara berakhir dengan turunnya para pengungsi ke kota Bandung, yang sebelumnya berjuang memakai senjata, namun sekarang perjuangan itu dilakukan dalam bentuk lain. In 1950, wandering in the wilderness ended with the decline of the refugees to the city of Bandung, who previously fought using weapons, but now the fight is done in other forms. Kemudian saya menikah dengan Kapten Tabrani dan mempunyai anak laki-laki bernama Djadja Widjayakusumah. Then I married Captain Tabrani and had sons named Djadja Widjayakusumah. Waktu itu pimpinan Panglipur oleh Abah Aleh dipercayakan kepada kakak ibu Enny, Letnan AURI Udi. At that time the leadership Panglipur by Abah Aleh Enny entrusted to the mother's brother, Air Force Lt. Udi. Lalu untuk mengenang masa perjuangan, ia mencoba membuat drama pencak silat yang menceritakan perjuangannya dengan suami dari mulai awal pertemuan sampai selesai. And to commemorate the struggle, he tried to make a martial arts drama that tells of her struggle with her husband from the initial meeting through to completion. Penulisan naskah, skenario, dan sutradara diatur oleh ibu Enny. Screenwriting, screenwriter, and director is set by the mother Enny. Waktu sedang latihan, saya berusaha untuk tegar dan kuat tetapi ternyata dalam pelaksanaannya saya tidak kuasa menahan rasa sedih dan merasa tidak kuat sampai saya jatuh pingsan, tuturnya. Time is exercise, I try to be tough and strong but in practice it turns out I did not hold back a sense of sadness and felt strong until I fainted, he said.
Kira-kira tahun lima puluhan, Letnan AURI Udi yang dipercaya oleh Abah Aleh untuk mengurus perguruan pencak silat Panglipur, meninggal dunia. About the fifties, Air Force Lt. Udi is trusted by Abah Aleh to take care of Panglipur martial arts college, has died. Kemudian Abah Aleh memanggilnya dan berkata, Eneng, sabada Kang Udi pupus, taya deui nu katoong ku Abah pikeun neruskeun jadi sesepuh paguron teh iwal ti Eneng, saurna lemah lembut. Abah Aleh then called him and said, Eneng, Udi dashed sabada Kang, taya deui nu katoong Abah pikeun neruskeun my elders so ti Eneng paguron iwal tea, gentle saurna. (Neng, setelah Kak Udi meninggal dunia, tidak ada lagi yang terlihat oleh Abah yang mampu meneruskan menjadi pemimpin perguruan pencak silat panglipur, hanya Enny, katanya serius). (Neng, after Kak Udi's death, there is no longer seen by Abah who could carry a martial arts colleges panglipur leader, just Enny, he said, seriously). Ketika mendengar ucapan seperti itu, hati saya merasa kaget bercampur bingung, tuturnya, karena saya merasa belum mendalami sungguh-sungguh tentang masalah pencak silat, dan putra-putri Abah Aleh itu ada empat orang termasuk saya, Kak Udi, Kak Eyon, dan Kak Dati. When he heard words like that, my heart was shocked confused mix, he said, because I was not steeped in earnest on the subject of martial arts, and the sons and daughters Abah Aleh that there were four people, including me, Udi Kak, Kak Eyon, and Kak Dati . Saya tidak mengerti mengapa Abah Aleh memilih saya untuk menggantikannya. I do not understand why Abah Aleh chose me to replace him. Setelah berpikir panjang timbul perasaan dalam hati saya, mungkin Abah Aleh merasa yakin bahwa saya mempunyai kemampuan untuk menjalankannya, sehingga saya tidak bisa menolaknya, tuturnya tegas. After much thought the feeling in my heart, may Abah Aleh feel confident that I have the ability to run, so I can not resist it, he said firmly. Ternyata ibu berparas cantik ini dulunya tergolong anak yang taat dan patuh kepada orang tua, rasa hormat kepada kedua orang tua sudah tertanam sejak ia masih kecil, jangankan menolak keinginan orang tua, dimarahi dengan tidak merasa bersalahpun saya tidak berani membantahnya apalagi sampai melawan pada orang tua. Apparently the mother was formerly classified as flawless in a devout and obedient children to parents, respect for parents has been planted since he was a child, let alone resist the desire of parents, being scolded by not feeling bersalahpun I dare not deny it let alone to fight in the elderly . Akhirnya tawaran itu dia terima dengan lapang dada. Eventually he accepted the offer gracefully.
Memimpin Panglipur Leading Panglipur
Pada tahun 1950, Abah Aleh secara resmi menyerahkan tapuk pimpinan Panglipur kepada Ibu Enny, sebagai pewaris yang diangggap mampu memimpin Panglipur, demi perkembangan dan kemajuan Panglipur di masa yang akan datang. In 1950, Abah Aleh officially handed over the leadership pockmark Panglipur to Mrs. Enny, as heir to the diangggap Panglipur able to lead, to the development and advancement Panglipur in the future. Walaupun anggapannya masih mentah dalam masalah persilatan, namun Ibu Enny berusaha sekuat tenaga untuk memimpin panglipur bersama-sama dengan para tokoh Panglipur yang lain. Although the presumption is still raw in the martial problems, but Mrs. Enny trying hard to lead panglipur together with other leaders Panglipur.
Ketika memperhatikan Abah Aleh sedang melatih pencak silat, saya suka bertanya, kenapa jurus-jurus Panglipur suka diberi nomor, dan semuanya tidak dibeda-bedakan, alangkah baiknya setiap tingkatan dibeda-bedakan, katanya memberi pertanyaan pada Abah Aleh. When attention Abah Aleh was training martial arts, I like to ask, why moves like Panglipur are numbered, and all undifferentiated, it is good to all levels of an undifferentiated, he gave the question on Abah Aleh.
Untuk ciri khas Panglipur, supaya ada keseragaman, katanya sambil tersenyum. For typical Panglipur, so there is uniformity, he said, smiling. Buktinya terasa oleh saya, ketika melatih 1600 pesilat untuk menyambut Konperensi Asia Afrika tahun 1955. The proof was by me, when the train fighters to welcome the 1600 Asian-African Conference in 1955. Dengan gerakan yang sudah diseragamkan sehingga tidak sulit untuk melatihnya, tuturnya. With a movement that has been made uniform so it is not difficult to train, he said. Ibu Enny merasa kagum kepada Abah Aleh yang bisa menyeragamkan gerakan yang begitu rumit dan bermacam-macam. Enny mother was amazed to Abah Aleh uniform motion can be so complex and diverse.
Ada yang bertanya, Apakah silat dari Abah Aleh dibarengi dengan ilmu tenaga dalam? Some are asking, What arts of Abah Aleh coupled with the power of science? Saya menjawab tidak, karena memang saya tidak belajar ilmu tenaga dalam, paling juga saya suka tirakat. I said no, because I did not study science in the energy, I also liked the penance. Saya pernah mengalami dikurung di dalam kamar oleh Abah Aleh selama tiga hari tiga malam, selama di dalam kamar itu hanya disediakan sepiring kentang rebus dan segelas air putih. I've had locked in a room by Abah Aleh for three days and three nights, while in the room provided only a plate of boiled potatoes and a glass of water. Oleh karena itu, tidak heran apabila saya makan hanya dua hari sekali atau tiga hari sekali. Therefore, do not be surprised if I eat only every other day or three days.
Pernah ada kejadian aneh waktu saya berumur 40 tahun tiba-tiba gigi saya merasa linu dan seolah-olah terasa menjadi panjang, kemudian diperiksa ke dokter katanya tidak ada penyakit. Been a strange thing happened when I was 40 years old my teeth suddenly felt pains and felt like a long, then checked into the doctor said there was no disease. Malam jum?at ternyata gigi saya rontok semua sehingga sampai sekarang gigi saya menjadi ompong. Num tonight? At my teeth were falling out all my teeth so to this day to be toothless. Saya tidak mempunyai pikiran yang bukan-bukan, atau mempunyai sangkaan negatip terhadap orang lain, mungkin gigi saya rontok itu disebabkan oleh penyakit, katanya. I do not have a mind to do with it, or have a negative allegation against another person, maybe my teeth falling out was caused by the disease, he said.
Sejak berdirinya PPSI di Jawa Barat pada tahun 1957, di bawah pimpinan Pangdam Siliwangi, Jendral Kosasih, Ibu Enny berusaha sekuat tenaga mengembangkan seni beladiri pencak silat. Since the establishment of ITS in West Java in 1957, under the leadership of Siliwangi military commander, Gen. Kosasih, Mrs. Enny exert every effort to develop martial arts martial arts. Namun dalam pelaksanaannya tidak semudah apa yang kita bayangkan, sebab waktu itu bantuan dari pemerintah maupun dari masyarakat belum bisa diandalkan. However, the implementation is not as easy as what we imagine, it's time for help from the government and the community can not be relied upon. Apalagi yang namanya pencak silat, setiap orang banyak yang ingin memiliki kepandaian ini, tapi sedikit sekali yang mau mengeluarkan uang atau dana untuk itu. Moreover, the name of martial arts, all the people who want to have this skill, but very few are willing to spend money or funding for it. Walaupun demikian, Rd. However, Rd. Enny Rukmini Sekarningrat dan kawan-kawan seperguruan seperti Rd. Enny Sekarningrat Rukmini et al seperguruan such Rd. H. H. Adang Mohammad Moesa (alm), Harun (alm), Tarmedi (alm), Kol. Adang Mohammad Moesa (late), Aaron (late), Tarmedi (late), Kol. H. H. MSTA. MSTA. Jhonny (alm), M. Jhonny (late), M. Umbit (alm), Bakri, Udi, dan yang lainnya berjuang untuk melestarikan seni beladiri pencak silat, khususnya Panglipur sebagai warisan Abah Aleh yang sebelumnya telah berjuang tanpa pamrih. Umbit (late), Bakri, Udi, and others fought to preserve the martial arts martial arts, especially as an inheritance Panglipur Abah Aleh who previously have struggled with no strings attached. Dan terbukti Panglipur telah diakui oleh pemerintah sebagai organisasi yang terdaftar sebagai anggota PPSI maupun IPSI. And proven Panglipur been recognized by the government as an organization registered as a member of ITS and IPSI.
Di kota Bandung saja waktu itu sudah ada lima cabang panglipur, antara lain cabang Bandung Barat diketuai oleh H. In the city alone at that time there were five branches panglipur, including the West London branch is headed by H. Basuni (alm), Pagarsih diketuai oleh Abah Bakri (alm), Ciwidey diketuai oleh Lurah Prawira (alm), Babakan Jati diketuai oleh H. Basuni (late), chaired by Abah Pagarsih Bakri (late), chaired by the village chief Ciwidey Butler (late), chaired by H. Babakan Jati Basuki (alm), Lembang diketuai oleh Aki Tarmedi (alm), dan Buah Batu diketuai oleh Bah Soma (alm), Kopo diketuai oleh Bah Omi, Oyi, dan Bah Udi, serta banyak lagi tokoh-tokoh yang lainnya. Basuki (late), chaired by Aki Tarmedi Lembang (late), and Stone Fruit Bah chaired by Soma (late), chaired by Bah Kopo Omi, Oyi, and Bah Udi, and many other luminaries. Cabang-cabang Panglipur di luar Bandung, antara lain Majalengka, Talaga, Kuningan, Garut, Cianjur. Panglipur branches outside London, among others Majalengka, Talaga, Brass, Garut, Cianjur. Semua cabang-cabang tersebut harus berada dalam pengawasan Panglipur Pusat yang dipimpin olehnya. All branches must be in control Panglipur Center led by him. Sampai detik ini Panglipur terus berkembang dengan pesat, baik di dalam maupun di luar negeri. Until now Panglipur continues to grow rapidly, both within and outside the country.
Di samping sebagai seorang pimpinan Panglipur, ternyata Rd. In addition, as a leader Panglipur, apparently Rd. Enny Rukmini Sekarningrat, temasuk juga sebagai seorang guru silat atau pelatih yang aktif, ia pernah melatih anggota tentara Rindam VI Siliwangi, Kompi Protokol Pimpinan Kapten. Enny Sekarningrat Rukmini, including the martial arts as well as a teacher or coach who is active, he has coached members of the army Rindam Siliwangi VI, Company Chairman Captain Protocol. H. H. MSTA. MSTA. Jhonny (alm, terakhir berpangkat Kolonel), melatih anggota tentara BDI II Siliwangi Pangalengan pimpinan Letkol. Jhonny (addr, last held the rank of Colonel), to train soldiers BDI II Siliwangi Pangalengan Lieutenant Colonel. Suryamin, melatih pemuda-pemuda putus sekolah, pernah melatih di SMP, SMA, SPG dan Mahasiswa, serta siswa-siswa Dodiklat Polri dan anak-anak CPM di Cimahi, melatih orang-orang asing yang sengaja datang untuk berguru di Panglipur. Suryamin, train youths drop out of school, he coached at the junior high school, SPG and students, and students Dodiklat Police and CPM in children Cimahi, train the foreigners who had come to sit in Panglipur. Bahkan pernah mendirikan organisasi tukang becak yang diberi nama Himpunan Pengendara Becak Indonesia (HPBI), kemudian tukang Becak tersebut dikursuskan setir mobil sampai mereka, menjadi sopir Bemo di Cicendo Bandung. Even had founded an organization named pedicab Pedicab Riders Association of Indonesia (HPBI), then the worker is dikursuskan Pedicab to their steering wheel, a driver Cicendo Bemo in Bandung.
Disela-sela latihan ia sering diberi wejangan oleh Abah Aleh, berupa amanat yang diberikan kepadanya antara lain, Eneng, boh dina hirup, boh dina penca, teangan pikaresepeun batur, ulah neangan pikangewaeun batur, saurna. Sidelines of the exercise he was often given a sermon by Abah Aleh, a mandate given to him, among others, Eneng, BoH breathing dina, dina boh on Disabled, teangan pikaresepeun shelf, shelf pikangewaeun neangan act, saurna. (Neng, dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam penca, harus selalu mencari yang membuat orang senang (menyenangkan orang lain) bukan sebaliknya mencari sesuatu yang membuat orang tidak suka atau tidak disukai oleh orang lain, katanya). (Neng, in everyday life, as well as in on Disabled, should always look for what makes people happy (to please others) rather than looking for something that makes people dislike or disliked by others, he says). Sesuai dengan falsafah Panglipur yang merupakan singkatan dari: In accordance with the philosophy that stands Panglipur:
1. A. Pek Aranjeun Neangan Guru Luhung Ilmuna, Poma Ulah Ria (Takabur). Pek Aranjeun Neangan Ilmuna superb teacher, Poma-made Ria (arrogant).
Artinya dalam bahasa Indonesia : Silakan kalian mencari guru yang tinggi ilmunya, tetapi jangan sombong (takabur). This means that in Indonesian: Please you looking for a high science teacher, but not conceited (arrogant).
2. 2. Pek Aranjeun Neangan Guru Luhung Ilmuna Pikeun Udageun Rasa. Pek Aranjeun Neangan superb teacher Ilmuna Pikeun Udageun Rasa.
Artinya dalam bahasa Indonesia : Silakan kalian mencari guru yang tinggi ilmunya untuk kejaran rasa. This means that in Indonesian: Please you seek the high science teacher for the pursuit of flavor.
Memimpin Tim Galih Pakuan Jawa Barat Leading a team of West Java Galih Pakuan
Ada pengalaman yang menarik selama ibu Enny memimpin Panglipur, ketika membawa rombongan Panglipur ke Singapura pada tahun 1980, dengan H. There is an interesting experience for the mother Enny lead Panglipur, when brought into Singapore Panglipur group in 1980, with H. Suhari Sapari (Ketua IPSI/PPSI) Jawa Barat. Suhari Sapari (Chairman IPSI / ITS), West Java. Ketika mengadakan pementasan di Singapura, setelah sampai di lokasi baru teringat bahwa alat yang akan dipakai untuk peragaan tertinggal di penginapan, padahal waktu untuk pementasan tinggal beberapa menit lagi. When hosting a gig in Singapore, after arriving at a new location that will be remembered that the tool used to show left at the inn, and time for staging a few minutes. Saat itu tiba-tiba saya teringat pada sobrah (sejenis rambut wanita yang panjang, digunakan untuk sanggul) yang dapat mengganti alat yang tertinggal tadi. At that moment I suddenly remembered the sobrah (a type of female hair long, used for the bun) that can replace tools that had been left behind. Ternyata pementasan tersebut mampu memukau penonton dan mereka merasa puas, orang menyangka bahwa sobrah itu merupakan kreasi baru, katanya sambil tersenyum. It turned out that the staging is able to amaze the audience and they are satisfied, people thought that sobrah it is a new creation, he said, smiling. Selanjutnya ia mengingatkan, Oleh karena itu, peralatan atau senjata yang dipakai untuk pencak silat itu bukan hanya Golok, Gobang (Pedang), Trisula, Toya, Alu (halu), Tongkat, Limbuhan (sejenis senjata pendek) yang bisa dipakai dalam peragaan, sobrah pun bisa dipakai untuk demo. He further reminded, therefore, the equipment or weapons used for martial arts is not just a machete, Gobang (Sword), Trident, Toya, Alu (halu), sticks, Limbuhan (a type of short weapon) that can be used in the demonstration, sobrah can be used to demo. Jadi harus kreatif apabila kebetulan alat-alat tersebut ketinggalan atau hilang. So when the chance to be creative tools were left behind or lost. Bahkan benang rafiapun bisa dipakai sebagai alat membela diri, tuturnya menambahkan. Rafiapun yarn can be used even as a tool to defend himself, he said adding.
Selanjutnya ia menyinggung tentang masalah kostum pencak silat, yang tidak lepas dari perhatiannya. Next he touched on the subject of martial arts costume, which did not escape the attention. Pesilat umumnya mempergunakan pakaian warna hitam, tetapi untuk keperluan pentas tidak selalu harus hitam, warna lain pun bisa dipakai, disesuaikan dengan ibing yang akan ditampilkan, supaya anak-anak kelihatan cantik, indah, dan tidak memalukan. Fighters generally use black clothes, but for the purposes of the stage does not always have a black, other colors can be used, adapted to ibing to be displayed, so that the kids look beautiful, beautiful, and not embarrassing. Kostum ini saya pakai ketika Panglipur ditunjuk sebagai anggota Galih Pakuan Jawa Barat oleh Gubernur H. I wear this costume when Panglipur Galih Pakuan appointed as a member of West Java Governor H. Aang Kunaefi (alm) dari tahun 1978 sampai tahun 1985, antara lain ketika menyambut Konperensi Asia Afrika (1985), Parasamya Purna Karya Nugraha, dan sebagainya. Aang Kunaefi (late) from 1978 to 1985, among others, while welcoming the Asian-African Conference (1985), Full Parasamya Nugraha work, and so forth. Selama menjadi Tim Protokoler Jawa Barat (Galih Pakuan Jawa Barat), Panglipur telah puluhan kali mentas di Istana Bogor, bersama-sama dengan kesenian lain seperti Tari, Dogdog Lojor, Sisingaan, Buncis, Jaipongan, dan lain-lain di bawah pimpinan Enoh Atmadibrata, Nugraha, Indrawati Lukman, Yeti Mamat, Irawati Durban, Gugum Gumbira, Tati Saleh, dan seniman sunda yang lainnya, tutur tokoh yang pandai merias pengantin ini, Bahkan saya pernah mencoba menampilkan ibing pencak silat dengan pakaian kebaya ternyata berhasil dan dapat diterima oleh masyarakat pencak silat sebagai pementasan yang baik dan indah, tanpa mengurangai nilai-nilai dan kaidah seni beladiri pencak silat yang sebenarnya. During a team of West Java Protocol (Galih Pakuan West Java), Panglipur has dozens of orders yet in Bogor Palace, together with other arts such as dance, dogdog lojor, Sisingaan, Beans, Jaipongan, and others under the leadership of Enoh Atmadibrata, Nugraha, Indrawati Lukman, Yeti Mamat, Irawati Durban, Gugum Gumbira, Tati Saleh, and other artists sunda, said the figures are good at this bridal makeup, even I've tried to show ibing martial arts with kebaya outfit proved successful and acceptable by the society of martial arts as a good and beautiful staging, without lessen the values and principles of martial arts martial arts really are. Maksudnya yaitu dalam keadaan apapun, seorang pesilat tidak harus selalu memakai seragam silat, khususnya bagi seorang perempuan memakai pakaian kebayapun bisa membela diri dan menampilkan gerakan silat dengan baik, tandasnya. It means that under any circumstances, a fighter does not have to wear martial arts uniforms, especially for a woman to wear could kebayapun self-defense and martial arts displays with good movement, he said.
Ibu yang satu ini ternyata tergolong ketat dalam menerapkan disiplin di Panglipur, misalnya antara anak laki-laki dan anak perempuan di perguruan harus seperti kakak dan adik, saling melindungi, saling menyayangi, dan saling membantu apabila masing-masing mempunyai kesulitan. Mother of this one turned out quite strict in discipline in Panglipur, for example between boys and girls in college should be like brother and sister, to protect each other, love each other and help each other when each of them has trouble. Saya tidak memberikan ijin ada hubungan lebih dari saudara seperguruan, apalagi sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. I do not give permission to have a relationship over seperguruan brother, let alone all things happen that are not desirable. Saya memperbolehkan murid perempuan menikah dengan dengan murid laki-laki seperguruan asal benar-benar bisa membangun rumah tangga dengan baik dan benar-benar sesuai dengan ajaran Agama Islam. I am allowed to marry girls with boys seperguruan origin could actually build a home properly and completely according to the tenets of Islam. Alhamdulillah, peraturan ini sampai sekarang belum ada yang melanggarnya, apalagi sampai menimbulkan retaknya hubungan kekeluargaan di Panglipur, tuturnya serius. Alhamdulillah, this rule until now no one has violated, let alone to cause the breakdown of family relationships in Panglipur, he said seriously.
Tahun 1997, Rd. In 1997, Rd. Enny Rukmini Sekarningrat dan Rd. Enny Rukmini Sekarningrat and Rd. H. H. Adang Mohammad Moesa ditunjuk oleh PB IPSI berangkat ke Malaysia sebagai tokoh dan pakar pencak silat Jawa Barat, selanjutnya berangkat lagi dengan E. Adang Mohammad Moesa appointed by PB IPSI went to Malaysia as a leader and expert martial arts of West Java, then set off again with E. Kusnadi ke Trengganu, Malaysia sebagai peninjau pada Kejuaraan Pencak Silat Nusantara. Kusnadi to Trengganu, Malaysia as an observer in the Championship Pencak Silat Nusantara.
Sebagai tokoh dan pakar pencak silat, sikap pergaulannya yang luwes ternyata mampu membawa Panglipur menembus pergaulan pencak silat secara Internasional sehingga dikenal di kalangan pakar-pakar pencak silat mancanegara. As a leader and martial arts expert, a flexible attitude interaction was able to bring Panglipur penetrate the international martial arts association that is known among experts of martial arts world. Selain itu, ia telah berhasil membawa Panglipur sebagai perguruan pencak silat yang mampu mempertahankan keasliannya. In addition, he has managed to bring Panglipur as a martial arts colleges are able to maintain its authenticity.
Selama 91 tahun (1909-2001) Panglipur telah dipelajari oleh pecinta pencak silat dari dalam maupun luar negeri, seperti Asia, Eropa, dan Amerika. Over the past 91 years (1909-2001) has been studied by Panglipur martial arts lovers from home and abroad, such as Asia, Europe, and America. Dari waktu ke waktu Panglipur tetap eksis, prestasi dan dedikasi Panglipur tak pernah absen dalam mengikuti pagelaran-pagelaran atau kejuaraan-kejuaraan yang resmi yang diselenggarakan oleh Pengda IPSI maupun PB IPSI, baik di tingkat Nasional maupun Internasional/Dunia. From time to time Panglipur still exist, achievement and dedication Panglipur never miss the following performances or performances-the official championships organized by Pengda IPSI IPSI and PB, both at National and International / World. Terakhir, ia mendapat undangan dari PB IPSI sebagai pakar pencak silat dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat X dari tanggal 14 sampai 20 Nopember 2000, di Jakarta. Finally, he got an invitation from the PB IPSI as a martial arts expert in Pencak Silat World Championship X from 14 to 20 November 2000, in Jakarta. Panglipur Cabang Belanda tampil sebagai wakil dari Panglipur Indonesia. Panglipur Dutch Branch Panglipur appear as the representative of Indonesia.
Alhamdulillah selama saya memimpin perguruan pencak silat Panglipur, rasanya murid-murid Panglipur belum pernah ada yang mengecewakan, bahkan cabang-cabang Panglipur terus bertambah dan berkembang sampai ke mancanegara, antara lain Belanda, Amerika, Austria, dan lain sebagainya, tuturnya bangga. I thank God for leading universities Panglipur martial arts, it Panglipur students has never been disappointing, even Panglipur branches continue to grow and expanded to many countries, including Holland, America, Austria, and so forth, he said proudly. (AIS) (AIS)
sumber : http://duel.melsa.net.id/04ennyrs.html source: http://duel.melsa.net.id/04ennyrs.html
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






