Riwayat Singkat Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo. A Brief History Ngabei Ki Ageng Soerodiwirdjo.
[ in English ] [ in Bahasa ]Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Figure Pesilat Visited 1233 times, 1 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Figure fighters Visited 1233 times, 1 today [ in Bahasa ]
Friday, August 12, 2005 23:15:48 Friday, August 12, 2005 23:15:48
Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo nama kecilnya adalah Muhamad Masdan, yang lahir pada tahun 1876 di Surabaya putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo (mantri cacar di ngimbang kab: jombang Ki ngabei Soeromihardjo adalah saudara sepupu RAA Soeronegoro (bupati Kediri pada saat itu). Ki Ageng soerodiwirdjo mempunyai garis keterunan batoro katong di Ponorogo, beliau kawin dengan ibu sarijati umur 29 tahun di surabaya dari perkawinan itu dianugrahi 3 anak laki-2 dan 2 anak perempuan namun semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil. Ki Ageng Ngabei Soerodiwirdjo Masdan name was Mohammed, who was born in 1876 in Surabaya's oldest son Ki Ngabei Soeromihardjo (orderlies smallpox in ngimbang kab: jombang Ki ngabei Soeromihardjo were cousins RAA Soeronegoro (Kediri regent at the time). Ki Ageng soerodiwirdjo have keterunan line Batoro Katong in Ponorogo, he married the mother sarijati age 29 years of marriage in Surabaya was awarded 3-2 boys and 2 girls but they all died as a child.
Pada usia 14 tahun (th 1890) beliau lulus SR sekarang SD kemudian diambil putra oleh pamanya (wedono di wonokromo) dan tahun 1891 yaitu tepat berusia 15 tahun ikut seorang kontrolir belanda di pekerjakan sebagai juru tulis tetapi harus magang dahulu (sekarang capeg). At the age of 14 years (yr 1890) SR now he graduated elementary school and then taken by pamanya son (wedono in Wonokromo) and 1891, ie, just 15 years old participated in a controller dutch hired as a clerk but had to intern before (now capeg). Pada usia yang relatif masih muda Ki Ageng Soerodiwirdjo mengaji di pondok pesantren tibu ireng jombang, dan disini lah beliau belajar pencak silat pada tahun 1892 pindah ke bandung tepatnya di parahyangan di daerah ini beliau berksempatan menambah kepandaian ilmu pencak silat. At the relatively young age of Ki Ageng Soerodiwirdjo Koran in the boarding school tibu ireng jombang, and here he was studying martial arts in 1892 moved to Bandung parahyangan precisely in this area, he adds flair berksempatan martial arts science. Ki Ageng Soerodiwirdjo adalah seorang yang berbakat, berkemauan keras dan dapat berfikir cepat serta dapat menghimpun bermacam-macam gerak langkah permainan. Ki Ageng Soerodiwirdjo is a talented, strong-willed and able to think quickly and be able to collect the various steps of the game. Pencak silat yang di ikuti antar lain: Pencak silat which followed among others:
* Cimande * Cimande
* Cikalong * Cikalong
* Cibaduyut * Cibaduyut
* Ciampea * Ciampea
* Sumedangan * Sumedangan
Tahun 1893 beliau pindah ke jakarta, di kota betawi ini hanya satu tahun tetapi dapat mempergunakan waktunya untuk menambah pengetahuan dalam belajar pencak silat yaitu: In 1893 he moved to Jakarta, the city betawi is only one year but can use the time to increase knowledge in learning martial arts are:
* Betawian * Betawian
* Kwitangan * Kwitangan
* Monyetan * Monyetan
* Toya * Toya
Pada tahun 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo pindah ke bengkulu karena pada saat itu orang yang di ikutinya (orang belanda) pindah kesana.di bengkulu permainanya sama dengan di jawa barat, enam bulan kemudian pindah ke padang. In 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo moved to Bengkulu because at that time people in the followed (the netherlands) moved kesana.di bengkulu permainanya same as in western Java, six months later moved to the desert. Di kedua daerah ini Ki Ageng Soerodiwirdjo juga memperdalam dan menambah pengetahuannya tentang dunia pencak silat. In both these areas of Ki Ageng Soerodiwirdjo also deepen and increase knowledge about the world of martial arts. Permainan yang diperolehnya antara lain : minangkabau The game earned include: Minangkabau
* Permainan padang Pariaman * Fields Games Pariaman
* Permainan padang Sidempoan * Fields Games Sidempoan
* Permainan padang Panjang * The game field length
* Permainan padang Pesur / padang baru * Games Pesur field / new field
* Permainan padang sikante * Fields Games sikante
* Permainan padang alai * Fields Games alai
* Permainan padang partaikan * Fields Games partaikan
Permainan yang di dapat dari bukit tinggi yakni : The games can be from a high hill that is:
* Permainan Orang lawah * Games People Lawah
* Permainan lintang * Games latitude
* Permainan solok * Games gift
* Permainan singkarak * Games Festival
* Permainan sipei * Games sipei
* Permainan paya punggung * Games paya back
* Permainan katak gadang * Games frogs gadang
* Permainan air bangis * Games Bangis water
* Permainan tariakan * Games tariakan
Dari daerah tersebut salah satu gurunya adalah Datuk Rajo Batuah. From the area one of the teachers is Datuk Rajo HB. Beliau disamping mengajarkan ilmu kerohanian. He taught science in addition to spirituality. Dimana ilmu kerohanian ini diberikan kepada murid-murid beliau di tingkat II. Where is the science of spirituality was given to his disciples at level II.
Pada tahun 1898 beliau melanjutkan perantuanya ke banda aceh, di tempat ini Ki Ageng Soerodiwirdjo berguru kepada beberapa guru pencak silat, diantarnya : In 1898 he went to Banda Aceh perantuanya, in this place to Ki Ageng Soerodiwirdjo studied several martial arts teachers, among which:
* Tengku Achamd mulia Ibrahim * Tengku Ibrahim noble Achamd
* Gusti kenongo mangga tengah * Gusti kenongo middle mango
* Cik bedoyo * CIK Bedoyo
Dari sini diperoleh pelajaran ? Lessons gained from here? pelajaran, yakni: lesson, namely:
* Permainan aceh pantai * Games Aceh coast
* Permainan kucingan * Games kucingan
* Permainan bengai lancam * Games bengai lancam
* Permainan simpangan * Games deviation
* Permainan turutung * Games turutung
Pada tahun 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai anggota polisi dengan pangkat mayor polisi. In 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo returned home and worked as a police officer with the rank of major police. Tahun 1903 di daerah tambak Gringsing untuk pertama kali Ki Ageng Soerodiwirdjo mendirikan perkumpulan mula-mula di beri nama ?SEDULUR TUNGGAL KECER? 1903 in the pond area for the first time Gringsing Ki Ageng Soerodiwirdjo association founded originally named? Sedulur SINGLE intelligence? dan permainan pencak silatnya bernama ? and games Pencak silatnya named? JOYO GENDELO? JOYO GENDELO? . .
Pada tahun 1917 nama tersebut berubah, dan berdirilah pencak silat PERSAUDARAAN SETIA HATI, (SH) yang berpusat di madiun tujuan perkumpulan tersebut diantaranya, agar para anggota (warga) nya mempunyai rasa Persaudaraan dan kepribadian Nasional yang kuat karena pada saat itu Indonesia sedang di jajah oleh bangsa belanda. In 1917 the name was changed, and stand up martial arts BROTHERHOOD FAITHFUL HEART, (SH), based in madison purpose of the assembly of them, so that its members (citizens) it has the flavor of the National Fraternity and strong personality because at that time Indonesia was in jajah by the Dutch. Ki Ageng Soerodiwirdjo wafat pada hari jum`at legi tanggal 10 nopember 1944 dan di makamkan di makam Winongo madiun dalam usia enam puluh delapan tahun (68). Ki Ageng Soerodiwirdjo died on Good Friday legi dated 10 november 1944 and was buried in the tomb Winongo madison at the age of sixty-eight (68).
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






