SEJARAH BANDARKARIMA. HISTORY BANDARKARIMA.
[ in English ] [ in English ]Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 1234 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Flow Silat Visited 1234 times, 1 today [ in English ]
SEKILAS PANDANG VIEW AT A GLANCE
PERGURUAN SENI PENCAK BANDARKARIMA ARTS EDUCATION PENCAK BANDARKARIMA
LATAR BELAKANG SEJARAH HISTORICAL BACKGROUND
Tersebutlah seorang bangsawan bernama Rd. Tersebutlah a nobleman named Rd. Ateng Alimudin, seorang tokoh dan jago silat yang sudah malang melintang di Cianjur pada awal abad ke 20. Ateng Alimudin, a prominent and martial arts champion who is poor across the Cianjur in the early 20th century. Seorang diri beliau pernah menumpas kerusuhan yang ditimbulkan oleh para jagoan Cina pengawal kereta pengiriman barang (Piawsu). Alone he never quell the unrest caused by the Chinese hotshot guard rail freight (Piawsu).
Rd. Rd. Ateng Alimudin memiliki adik ipar bernama Rd. Ateng Alimudin have younger brothers named Rd. H. H. Ibrahim, sekaligus merupakan muridnya yang paling cemerlang. Ibrahim, as well as the most brilliant students. Setelah mewarisi semua ilmu Rd. After inheriting all the sciences Rd. Ateng Alimudin, kemudian Rd. Ateng Alimudin, then Rd. H. H. Ibrahim memperkaya ilmunya dengan berguru kepada Bang Madi, Bang Ma?ruf, dan Bang Kari di Batavia. Ibrahim enrich their knowledge by studying with the Madi Bang, Bang Ma? Ruf, and Bang Kari in Batavia. Dari merekalah Rd. From them Rd. H. H. Ibrahim menyempurnakan karakter kecepatan gerak dan kekuatan lahir bathin ilmu silatnya. Ibrahim perfecting the character's movement speed and power of science silatnya mentally and physically.
Selesai berguru di Batavia, Rd. Done studied in Batavia, Rd. H. H. Ibrahim kembali ke kampung halamannya di Cikalong dan kemudian mengajarkan ilmunya di kalangan terbatas, yaitu para bangsawan Cianjur. Ibrahim returned to his hometown in Cikalong and then taught science in a limited circle, ie the nobles Cianjur. Rd. Rd. H. H. Ibrahim menyadari bahwa pada tingkatan yang tinggi, latihan pertempuran menjadi sangat berbahaya bagi para muridnya. Ibrahim realized that at a high level, the battle became very dangerous exercise for the students. Kemudian dengan pemikirannya yang brilian, diciptakanlah metode latihan yang aman namun efektif, yaitu metode usik dan tapelan. Then a brilliant thought, was created a safe method but effective practice, the method and tapelan usic.
Suatu ketika, takdir mempertemukan murid-murid Rd. One time, destiny brings the students Rd. H. H. Ibrahim dengan H. Ibrahim by H. Muhammad Kosim, seorang pendekar pengelana dari Padang. Muhammad Kosim, a wandering swordsman of Padang. HM Kosim merupakan pelatih silat dikalangan keluarga kerajaan Pagaruyung. HM Kosim a martial arts trainer Pagaruyung among the royal family. Karena melanggar pantangan kerajaan, yaitu mengajarkan silat ke luar lingkungan istana, maka HM Kosim kemudian dikucilkan dan dibuang dari lingkungan kerajaan Pagaruyung. For violating the prohibition of the kingdom, which teaches martial arts to the outside of the palace, the HM Kosim later excommunicated and banished from the kingdom Pagaruyung environment. Dalam pengembaraannya, sampailah HM Kosim di kampung Sabandar, Cianjur. In his wanderings, arrived in the village Sabandar Kosim HM, Cianjur. Disinilah HM Kosim mulai memberikan pengaruhnya dan memperkaya karakter ilmu silat murid-murid Rd. This is where HM Kosim began to influence and enrich the character of the martial arts students Rd. H. H. Ibrahim, yaitu karakter gerak yang lentur dan efisien. Ibrahim, the character of motion of flexible and efficient.
Tentu saja Rd. Of course Rd. H. H. Ibrahim dapat mengetahui perubahan karakter gerak murid2nya. Abraham may know the character of motion changes murid2nya. Kemudian Rd. Then Rd. H. H. Ibrahim mengundang HM Kosim untuk mengadu ilmu di perkebunan kelapa miliknya di kampung Sabandar. Ibrahim HM Kosim invited to try his science in his coconut plantation in the village Sabandar. Setelah bertempur beberapa jurus, akhirnya keduanya menyadari kehebatan ilmu masing-masing. After fighting a few moments, they finally realized the greatness of science respectively. Sejak itulah HM Kosim mulai disegani di kalangan pendekar Cianjur dan di kemudian hari beliau lebih dikenal sebagai Mamak Sabandar. Since then, HM Kosim respected among the warriors began Cianjur and later on he was better known as Mamak Sabandar.
SEJARAH BANDARKARIMA HISTORY BANDARKARIMA
Bpk. Cpc. HM Yosis Siswoyo dilahirkan di Bandung, 25 Nopember 1943. HM Yosis Siswoyo born in Bandung, 25 November 1943. Lahir dan tumbuh di tengah-tengah kancah perang kemerdekaan dan revolusi, menjadikan beliau seorang pemuda yang pemberani dan pantang menyerah. Born and raised in the middle of the arena of the war of independence and revolution, he made a brave young man and never give up.
Ayahanda Pak Yosis yang arif, Pak Anwar, kemudian menyalurkan kesenangan berkelahi dan energi anaknya yang meluap-luap dengan mengirim Pak Yosis kepada beberapa guru silat ternama. Mr. Yosis a wise father, Mr. Anwar, then channeled his energy to fight and pleasure overflowing with Pak Yosis sent to several well-known martial arts teacher. Pak Anwar adalah seorang perwira polisi dan juga ketua pendekar Gagak Lumayung pada saat itu. Mr. Anwar was a police officer and also chairman of the Crow warriors Lumayung at the time. Sejak itulah Pak Yosis menimba ilmu silat dari satu guru ke guru lainnya. Since then Mr. Yosis studying martial arts from one teacher to another teacher. Dari belasan tokoh2 silat yang telah menurunkan ilmunya, terdapat dua tokoh silat yang sangat besar pengaruhnya dalam membentuk ilmu silat Pak Yosis, yaitu Den Popo dan Den Karta Ateng. Of the dozens of arts tokoh2 that has lowered his knowledge, there are two prominent arts and the most influential in shaping the martial arts Yosis Pak, the Popo and Den Den Ateng Karta.
Awalnya Pak Yosis digembleng oleh murid2 Den Popo, yaitu Pak Casmedi dan Pak Yayat. Initially trained by Pak Yosis murid2 Den Popo, namely Pak and Pak Yayat Casmedi. Barulah setelah dirasa cukup, Pak Yosis kemudian diajar langsung oleh Den Popo. It was only after it is enough, sir Yosis then taught by Den Popo. Den Popo adalah anak seorang tokoh silat yang bernama Gan Utuk. Den Popo is the son of a martial character named Gan Utuk. Berdasarkan silsilahnya, Gan Utuk merupakan murid dari murid Rd. Based on genealogy, Gan Utuk a disciple of the disciple Rd. H. H. Ibrahim. Ibrahim. Jadi dari garis Den Popo mengalirlah ilmu silat Sabandar dan Cikalong kepada Pak Yosis. So flows the line of martial arts Den Sabandar Popo and Cikalong to Mr. Yosis.
Kemudian Pak Yosis melengkapi ilmu silatnya dengan berbagai ilmu olah bathin dan olah kanuragan dari Den Karta Ateng. Then Pak Yosis silatnya complete science with a variety of spiritual and physical science if kanuragan of Karta Ateng Den. Den Karta Ateng merupakan jawara silat yang ditakuti karena kesaktiannya. Den Karta Ateng a martial arts champion who is feared for his power. Bola matanya berwarna merah darah, ilmunya segudang dari berbagai aliran. Blood-red eyes, his knowledge a myriad of different schools. Karakter ilmunya yang luar biasa sempat mempengaruhi satu episode kehidupan Pak Yosis pada masa mudanya. Exceptional character of their knowledge could affect the life of Mr. Yosis episode in his youth.
Setelah itu Pak Yosis terus memperkaya dan mematangkan ilmu silatnya, sehingga pada akhirnya berhasil merangkum dan merumuskan kembali karakter ilmu silat yang efektif dan efisien. After that Mr. Yosis continue to enrich and ripen silatnya science, so in the end managed to summarize and reformulate martial arts character of an effective and efficient.
Pada era tahun 60-an beladiri asing berkembang dengan pesat di Indonesia. In the era of the '60s foreign martial arts is growing rapidly in Indonesia. Prihatin dengan kondisi tersebut, Pak Yosis terdorong untuk mengangkat pamor Pencak Silat sebagai budaya asli Indonesia yang bernilai tinggi dan harus dikembangkan. Concerned with the condition, Mr. Yosis compelled to raise the prestige of Pencak Silat Indonesia as indigenous cultures are valuable and should be developed. Maka pada bulan Juni 1967 dibentuklah unit latihan Bandarkarima di SMAN 3 Bandung dengan anggota pertama sebanyak 60 orang. So in practice the unit was formed in June 1967 in SMAN 3 Bandung Bandarkarima the first member of as many as 60 people. Sejak itulah secara resmi lahir Perguruan Seni Pencak Bandarkarima, dan tanggal 6 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Bandarkarima. Since that was officially born Pencak Bandarkarima College of Arts, and set June 6 as the anniversary of Bandarkarima.
Bandarkarima adalah akronim dari Sabandar, Kari dan Madi, yaitu tiga aliran utama yang melandasi karakter PSP Bandarkarima. Bandarkarima is the acronym of Sabandar, Kari and Madi, the three main streams that underlie character Bandarkarima PSP. Sabandar memiliki karakter gerak yang lentur dan efisien. Sabandar have the character of motion of flexible and efficient. Kari lebih menekankan karakter gerak yang cepat dan keras. Kari emphasize the character of the motion is fast and hard. Madi membangun karakter gerak yang bertenaga penuh dengan kekuatan. Madi motion to build a powerful character full of strength.
Pendekar Bandarkarima digembleng untuk menjadi petarung ulung di bidangnya masing-masing. Bandarkarima warrior was trained to be a master fighter in their respective fields. Tidak heran mereka umumnya menjadi pribadi-pribadi yang unggul di lingkungannya. No wonder they are generally to be persons who excel in their environment. Para pendekar senior angkatan-angkatan awal mampu mencapai posisi-posisi puncak dalam karir mereka, baik di militer, perusahaan, maupun pemerintahan. Warriors senior early generations were able to achieve top positions in their careers, both in the military, corporate, and government. Namun sayang pertarungan dalam karir telah menyita seluruh waktu mereka, sehingga perhatian terhadap kelangsungan dan perkembangan perguruan menjadi terlupakan. But unfortunately the fight in his career has taken all of their time, so attention to the continuation and development of the college to be forgotten. Setelah mengalami masa puncaknya di tahun 80 an, kegiatan perguruan nyaris vakum di tahun 90 an. After having a peak in the 80's, college activities almost vacuum in the 90's. Untuk mengisi kekosongan, Pak Yosis mendirikan Sasana Tinju Anak Bandung yang kemudian melahirkan pendekar tinju kebanggaan Indonesia, Alfaridzi dan Arief Almahdi. To fill the vacancy, Mr. Yosis founded Bandung Sasana Boxing Children who later gave birth to warriors boxing pride of Indonesia, Arief Alfaridzi and Almahdi.
Memasuki milenium baru ini, beberapa orang pendekar senior terpanggil untuk kembali merintis pengembangan Bandarkarima, sebagai wujud kepedulian mereka terhadap pendidikan anak bangsa. Entering the new millennium, some senior warriors are called to re-pioneer the development of Bandarkarima, as a manifestation of their concern for the child's education. Melalui penggemblengan fisik dan mental di lingkungan keluarga besar Bandarkarima, diharapkan akan lahir pribadi-pribadi unggul seperti tertuang dalam Sifat Pendekar Bandarkarima: Through physical and mental penggemblengan in a large family environment Bandarkarima, expected to be born superior persons as set out in Nature Bandarkarima Swordsman:
Pendekar itu: Warriors that:
Kuat lahir dan bathin Strong spiritual and physical
Pemberani dan ksatria Brave and knightly
Bijaksana dan sopan santun Wise and good manners
Berbudi luhur dan kasih sayang Virtuous and affectionate
Penuh cinta dan berbakti pada Tuhan, Full of love and devotion to God,
Bangsa dan tanah air, dan peri kemanusiaan Nation and fatherland, and humanity
Salam Pendekar! Greetings Swordsman!
Taufan Prasetya Taufan Prasetya
Sekjen IP Bandarkarima Secretary General of IP Bandarkarima
[email protected] [Email protected]
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






