Seniman Betawi Berharap Pemerintah Lakukan Pembinaan Secara Kontinyu. Hoping Betawi artists Government Do In Continuous Development.
[ in English ] [ in English ]Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 648 times, 2 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 648 times, 2 today [ in English ]
Seniman Betawi Berharap Pemerintah Lakukan Pembinaan Secara Kontinyu Hoping Betawi artists Government Do In Continuous Development
Foto: Wawan Photo: Henry
Di tengah hiruk pikuknya berbagai jenis tontonan sebagai perpaduan antara seni olah vokal dan seni tari di berbagai stasiun televisi swasta ternyata di kota Jakarta masih ada jenis kesenian tradisional yaitu kesenian Betawi. In the midst of the hustle and bustle of the various types of spectacle as a blend of vocal art and the art of dance in various private television station in the city as it turns out there is still a kind of Betawi traditional art is art. Gambang Kromong, Tari Topeng Blanteng, Marawis, Seni Pencak Silat yang dipadukan dengan musik merupakan bagian dari budaya masyarakat Betawi yang masih bertahan di daerah Cagar Budaya Betawi Condet Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramatjati sampai saat ini Gambang Kromong, Mask Dance Blanteng, Marawis, Arts Pencak Silat in combination with music is a part of Betawi culture that still survives in the Heritage Village Balekambang Condet Betawi, District Kramatjati to date
Berbagai harapan dan gagasan dituturkan para pelaku seni budaya betawi tersebut kepada Media Online Jakarta Timur, saat acara Festival Condet dan Cagar Budaya Tahun 2004, Selasa kemarin (30/11). Expectations and the idea spoken actors Betawi arts and culture to the Online Media East Jakarta, during the event and Heritage Festival Condet of 2004 on Tuesday (30/11).
Salah satunya Entong Sapri, warga RT 07/05 Kelurahan Batuampar yang telah menggeluti seni pencak silat sejak dirinya masih remaja dan kini menjabat sebagai ketua Ikatan Pencak Silat Olahraga dan Silaturahmi (Iposi). One of them Entong Sapri, a resident of RT 07/05 Village Batuampar who has been in the art of martial arts since he was a teenager and now serves as chairman of the Association of Pencak Silat Sports and Gathering (Iposi). ?Umur saya sekarang 72 tahun jadi saya berkecimpung di seni pencak silat sudah sekitar 50 tahun,? ? Age I am now 72 years old so I'm dabbling in the art of martial arts is about 50 years,? katanya. he said.
Lebih lanjut dirinya berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan para seniman betawi dengan mengadakan pembinaan dan menggelar berbagi festival rutin setiap tahunnya sebagi ajang kreativitas dan apresiasi seninya. Furthermore, he hoped the government to pay attention to the artists betawi by holding coaching and sharing festival held annually as a routine event creativity and art appreciation. ?Jadi seni budaya betawi tidak hanya tampil di sini (Condet-red) tapi bisa tampil di hotel berbintang,? ? So Betawi culture and art not only appears here (Condet-red) but can appear in a five-star hotel,? ungkapnya. he said.
Entong Sapri atau orang lebih mengenal dengan nama Entong Arek mendalami seni pencak silat dengan maksud untuk menolong orang kecil sesuai dengan yang diajarkan agama yang dianutnya yaitu Islam. Entong Sapri or someone more familiar with the name of art steeped Entong Arek martial arts with a view to helping the little people who are taught in accordance with the Islamic religion. ?Ilmu yang kita miliki untuk diamalkan demi kepentingan orang banyak,? ? Science we have to practiced for the sake of the crowd,? tuturnya. he said.
Bapak dari 5 orang anak laki-laki dan 3 orang perempuan ini lebih lanjut menuturkan mengenai masalah semakin sempitnya lahan di kota Jakarta karena penggusuran. Father of 5 children 3 boys and women is further said that on the limited issue of land in the city because of the eviction. ?Soal penggusuran oleh pemerintah saya sih setuju asalkan demi kemajuan pembangunan yang dapat mengangkat harkat dan martabat orang banyak,? ? Problem eviction by the government as long as I still agree for the sustainable development that can raise the dignity of the crowd,? tuturnya lagi. he said again.
Namun Entong Sapri merasa prihatin terhadap warga asli Jakarta yang menjual warisan keluaraga untuk kesenangan pribadi/berfoya-foya. However Entong Sapri was concerned about the native heritage keluaraga Jakarta that sell for personal enjoyment / pleasure-loving. ?Kalau untuk bersekolah sih itu bagus. ? If it's good to go to school anyway. Alhamdulillah saya memiliki seorang anak yang laki-laki yang bernama Ahmad Zainudin sebentar lagi merampungkan kuliahnya di Universitas Bung Karno (UBK). Thank God I have a male child named Ahmad Zainudin soon completed his studies at the University of Bung Karno (UBK). Kalau Allah mengizinkan anak saya akan jadi seorang arsitek,? If God allowed my son would become an architect? tambahnya. he added.
Sumber : http://www.jaktim.beritajakarta.com/BeritaDetail.asp?Mdl=1&IDKat=4&ID=11779 Sources: http://www.jaktim.beritajakarta.com/BeritaDetail.asp?Mdl=1&IDKat=4&ID=11779
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






