Silat Kumango Merambah Daratan Eropa. Spreads Kumango Silat Mainland Europe.
[ in English ] [ in English ]Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 1298 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Flow Silat Visited 1298 times, 1 today [ in English ]
Van Den Boom warga negara Belanda yang telah mengambangkan ilmu bela diri silat kumango ke manacanegara dengan mendirikan perguruan kumango di Belanda, dan memasukkan data informasi tentang sejarah dan perkembangan Kumango di Internet, kini kembali ke Batusangkar menambah dan memantapkan ilmu silat yang telah diperoleh. Van Den Boom Dutch citizen who has floated the martial arts to manacanegara kumango kumango with established universities in the Netherlands, and enter data on the history and development of information Kumango on the Internet, now back to Batusangkar increase and stabilize the martial arts that have been obtained.
Setelah masuk Agama Islam 15 tahun yang lalu Van Den Boom murid setia Lazuardi Malin Marajo (Ar Malin), Guru Besar Perguruan Silat Kumango (Persikum) ini mengubah nama panggilannya dengan nama yang Islami yaitu Muhammad Abdul Latif, kini ia mempunyai sebanyak 40 orang mirid yang berasal dari berbagai negara. After entering Islam 15 years ago, Van Den Boom devoted disciple Marajo Blue Malin (Malin Ar), Professor of Education Silat Kumango (Persikum) is changing their nickname to the Islamic name is Muhammad Abdul Latif, he now has as many as 40 people who mirid originating from various countries.
Kedatangan Abdul Latif ke Batusangkar selain untuk menjalin silaturrahmi dengan guru besar dan kawan seperguruannya, Abdul Latif yang beristrikan urang awak ini ingin lagi memperdalam ilmu silat yang pernah dituntutnya selama 3 tahun di perguruan Kumango dibawah asuhan Lazuwardi Malin Marajo untuk dikembangkan di negara Kincir Angin sebagai suatu perbuatan amal baginya, sesuai falsafah dari silat Kumango yaitu ?Lahia mancari kawan dan Bathin mancari amal? The arrival of Abdul Latif to Batusangkar other than to establish silaturrahmi with professors and fellow seperguruannya, Abdul Latif, who was married to urang longer wish to deepen this crew ever demanded of the martial arts for 3 years in college under the care of Lazuwardi Malin Kumango Marajo for Windmills were developed in the country as a for her charitable deeds, according to the philosophy of martial arts Kumango? Lahia mancari Bathin mancari friends and charity? katanya dengan bahasa Minang. he said with Minang language.
Menurut keterangan Abdul Latif yang didampingi pimpinan Persikum, Lazuardi dan Koreografer Sanggar Limpapeh, Lesmandri salah seorang Murid Persikum yang cukup berhasil dalam bidang seni Tari, minggu kemaren mengatakan bela diri Silat Kumango yang dikembangkan di Nederland itu dilaksanakan sesuai dengan yang diamanahkan dan dipelajari di Persikum, jadi tidak merubah sendi-sendi dari Silat Kumango itu sesuai dengan yang diamanahkan guru, ungkapnya. According to the leadership of Abdul Latif, who was accompanied Persikum, Blue and Choreographers Studio Limpapeh, Lesmandri Persikum one student who is quite successful in the field of dance art, said yesterday week Kumango Silat martial arts developed in the Netherlands was carried out in accordance with the mandated and studied in Persikum, so it does not alter the joints of Silat Kumango in accordance with the mandated teacher, he said.
Abdul Latif, Konsultan pada bidang Air minum berbadan tegar ini meskipun pernah mempelajari beberapa silat beladiri di negeri Cina akan tetapi yang cocok baginya adalah silat Kumango yang setiap gerak dan langkah bersendikan kepada ajaran agama Islam disana terdapat kelemahlembutan dan kasih sayang, ungkapnya. Abdul Latif, Consultant in the field of rigid-body water is even if they've learned some martial arts in China but the country is suitable for him is a martial Kumango bersendikan every move and step to the teachings of Islam there was room for gentleness and compassion, he said.
Dikemukakan bahwa di Belanda diperguruannya itu terdapat sekitar 40 orang murid yang belajar silat aliran Komango, mereka terdiri dari berbagai latar belakang agama, budaya dan Negara. It is argued that in the Netherlands diperguruannya that there are about 40 students who studied martial arts Komango flow, they are composed of various religious backgrounds, cultures and countries. Abdul Latif bisa mendirikan perguruan silat dan menjadi guuru silat di Belanda setela mendapatkan sertifikat sebagai guru dari Pengda IPSI Sumbar yang di ketuai oleh M.Shadiq Pasdigoe, yang kini menjadi Bupati Tanah Datar. Abdul Latif could set up a college and become guuru martial arts in the Netherlands setela certified as a teacher from West Sumatra Pengda IPSI is headed by M.Shadiq Pasdigoe, which is now the Regent Tanah Datar.
Sementara itu pimpinan Persikum dan Guru Gadang silek Kumango, Lazuardi Malin Marajo yang populer dipanggil abak Ar Malin mengemukakan bahwa Musid Persekum yang satu ini punya pendirian yang teguh untuk membesarkan silat Kumango dengan berlatih dan memperdalam ilmu silat dan agama lalu mendidikan perguruan di Belanda yang muridnya terdiri dari berbagai bangsa, budaya dan agama. Meanwhile, leaders and teachers Persikum silek Kumango Tower, Blue Malin Marajo known popularly as abak Ar Musid Persekum Malin pointed out that this one has a firm stance to raise Kumango by practicing martial arts and martial arts and religious deepening and mendidikan college students in the Netherlands which consists from various nations, cultures and religions.
Silat Kumango ini, kata Ar Malin boleh dikembangkan kemana saja, asal tidak menyimpang dari ketentuan dan tujuannya, Silat Kumango berorientasi kepada ajaran Agama Islam, dimana silat ini bertujuan untuk mencari kawan, untuk kesehatan badan, menguatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Kumango martial arts, said Malin Ar be grown anywhere, do not deviate from the provisions of origin and destination, Silat Kumango oriented tenets of Islam, which aims to find a martial arts friend, for the health of the body, strengthen the faith and draw closer to God.
Sumber :www.tanahdatar.go.id Sources: www.tanahdatar.go.id
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






