Silat Tradisi Minangkabau Terancam Punah. Endangered Silat Minangkabau tradition.
[ in English ] [ in Bahasa ]Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 855 times, 2 today [ in English ] Aug 21st, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 855 times, 2 today [ in Bahasa ]
Sumber : kompas Sources: compass
Rabu, 24 Desember 2003 Wednesday, December 24, 2003
Silat Tradisi Minangkabau Terancam Punah Silat Minangkabau Endangered Tradition
Padang, Kompas – Silat tradisi Minangkabau terancam punah karena kurangnya animo generasi muda untuk mempelajarinya. Padang, Compass - Silat Minangkabau tradition threatened with extinction due to lack of interest of the younger generation to learn it.
Generasi muda lebih tertarik mempelajari ilmu bela diri yang berasal dari luar karena dengan mudah bisa dikuasai. The younger generation is more interested in studying martial arts originating from the outside because it can easily be mastered. Adapun seni silat tradisi Minang dinilai sangat rumit, filosofinya tinggi, bahkan sang guru (pandeka atau tuo silek) tak jarang dinilai pelit memberikan ilmu terbaiknya. As for martial arts tradition of Minang considered to be very complicated, high philosophy, even the teacher (or tuo pandeka silek) not infrequently considered stingy provide the best science.
Ironisnya, perguruan silat tradisi Minang di luar negeri malah berkembang pesat, dengan jumlah murid mencapai lebih dari 20.000 orang. Ironically, traditional arts colleges abroad instead Minang growing rapidly, with the number of students reached more than 20,000 people.
Kalau hal ini tidak disadari, beberapa tahun ke depan orang Minang akan berguru ke luar negeri. If this is not realized, several years into the future people will Minang studied abroad. Apalagi umumnya pandeka/tuo silek yang ada di sejumlah daerah di Sumatera Barat usianya sudah uzur dan jumlahnya pun terus berkurang, kini sekitar 70 orang. Moreover, generally pandeka / tuo silek in some areas in West Sumatra, he was already elderly and the number continues to decrease, now about 70 people.
Sebelum hal ini terjadi, Perhimpunan Aliran Silat Tradisi Minangkabau (PASTI Minangkabau) harus berupaya membuat program yang dapat menumbuhkembangkan silat tradisi Minangkabau. Before this happens, the Association of Traditional Silat Flow Minangkabau (SURE Minangkabau) should seek to create programs that can foster the martial tradition of the Minangkabau.
Demikian dikemukakan budayawan Edy Utama dan pegiat seni tradisi Minang, Indra Catri, saat berbincang-bincang dengan Kompas di Bukittinggi dan Padang, Selasa (23/12). This statement was made Edy Main cultural and arts activist Minang tradition, Indra Catri, while chatting with Compass in Bukittinggi and Padang, Tuesday (23/12).
Silat itu adalah ibu dari banyak kesenian tradisi Minang. Silat is the mother of many arts tradition Minang. Gerakannya mengilhami banyak karya tari, randai, dan sebagainya. His movements inspired many works of dance, Randai, and so on. Bila tidak dimulai dengan gebrakan baru untuk menumbuhkembangkannya, tak berapa lama lagi silat tradisi Minang akan punah, kata Edy Utama. If not start with a new breakthrough for menumbuhkembangkannya, not how much longer tradition of martial arts Minang be extinct, said Edy Main.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pandeka/tuo silek di Sumatera Barat sepakat untuk mewariskan ilmu silatnya kepada generasi muda, yang akan difasilitasi PASTI Minangkabau, yang terbentuk di Bukittinggi belum lama ini, dan keberadaannya diakui Pengurus Pusat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). As reported previously, a number of pandeka / tuo silek in West Sumatra silatnya agreed to pass on knowledge to younger generations, which will be facilitated SURE Minangkabau, which formed in London recently, and its existence is recognized Executive Committee of the Association of Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Menurut Harris Syofyan, pengurus PASTI Minangkabau, saat ini pihaknya baru menghimpun 21 aliran silat tradisi Minangkabau, dengan jumlah pandeka/tuo silek atau guru besar sekitar 79 orang. According to Harris Syofyan, administrators SURE Minangkabau, now it collects 21 new arts flow Minangkabau tradition, with the number pandeka / tuo silek or professor of approximately 79 people.
Edy Utama menjelaskan, PASTI Minangkabau secepatnya menggelar festival silat tradisi Minang. Main Edy explained, SURE Minangkabau arts festival held immediately Minang tradition. Tujuannya, selain menggalakkan olahraga dan seni silat tradisi, juga untuk pendokumentasiannya. The goal, in addition to promoting sports and martial arts tradition, is also to pendokumentasiannya.
Kalau perlu, perguruan silat tradisi Minang di luar negeri yang ada di sejumlah negara seperti di Spanyol, Belanda, Australia, Amerika, dan sebagainya itu kita undang. If necessary, Minang traditional arts college abroad in several countries like in Spain, the Netherlands, Australia, America, and so it is our law. Untuk mencapai tingkat tertinggi (pendekar), murid-murid dari perguruan silat di luar negeri harus dilaksanakan di Sumatera Barat, ungkapnya. To achieve the highest level (warriors), the pupils of overseas arts college should be conducted in West Sumatra, he said.
Indra Catri menambahkan, pekerjaan besar yang harus segera dilakukan PASTI Minangkabau adalah pendokumentasian aliran silat tradisi Minang yang kini terancam punah tersebut. Indra Catri add, great work should be done immediately SURE Minangkabau is documenting the flow of Minang martial tradition that is now endangered them.
Agar tidak punah, setiap aliran silat yang jumlahnya mencapai seratus itu harus didokumentasikan melalui audio-visual dan dibukukan. In order not to become extinct, each kungfu flow that amounted to one hundred should be documented through audio-visual and recorded.
Hanya dengan cara demikian, aliran silat itu bisa diketahui sejarahnya, bagaimana gerakannya, filosofi gerakannya, dan sebagainya. Only in this way, the flow of martial arts that can be known of its history, how his movements, philosophy movements, and so on. Kalau generasi muda kita menyadari, sebenarnya silat tradisi Minang itu hebat dan bisa mengungguli ilmu bela diri mana pun, dan itu sudah pernah dilakukan oleh guru-guru silat ketika diuji oleh ilmu bela diri lain seperti karateka, taekwondo, judo. If our younger generation to realize, in fact Minang martial tradition was great and could outperform any martial arts, and it's already been done by teachers of martial arts when tested by other martial arts such as karate, taekwondo, judo. Bahkan, banyak di antaranya yang tertarik mendalami ilmu silat tradisi Minang ini, katanya. In fact, many of whom are interested in martial arts tradition steeped Minang, he said.
Catri menjelaskan, silat tradisi Minang tidak mengandalkan tenaga seperti ilmu bela diri lain, tetapi mengandalkan akal, bagaimana menghindari dan menangkis serangan lawan dengan sedikit gerakan, sigap dan tangkas, yang terkadang bagaikan secepat kilat. Catri explains, the tradition of martial arts do not rely Minang like other martial arts, but relied on common, how to avoid and deflect opponent's attack with little movement, swift and agile, which is sometimes like a flash. Filosofi silat Minang itu; lahir silat mencari kawan, batin silat mencari Tuhan. Minang martial arts philosophy that; born martial arts looking for friends, inner martial arts seek God. (NAL) (NAL)
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






