Silat tradisional dalam frame kampungan. Traditional martial arts in the frame plebeian.
[ in English ] [ in Bahasa ]Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 799 times, 1 today [ in English ] Aug 26th, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 799 times, 1 today [ in Bahasa ]
Gerakan ? Movement? gerakan jurus memukau sejumlah penonton bahkan pesilat itu sendiri saat menyaksikan Festival silat betawi yang pada umumnya adalah silat aliran tua atau tradisional. stance movement amaze some spectators even fighters themselves while watching the Betawi arts festival which in general is old or traditional martial arts stream. Wajah-wajah berumur tidak mematahkan semangat mereka untuk terus berkarya dan mencintai asset miliknya. Old faces do not discourage them to continue working and loved his assets. Kalau saja kita jeli melihat kekayaan ragam silat yang ada, kita tak akan rela bila asset ini dimiliki oleh bangsa lain. If we were keen to see the rich diversity of martial arts that exist, we would not be willing if the asset is owned by another nation.
Memang kita kurang jeli bahkan seolah masa bodoh, lihat saja peran pemerintah hingga peran swasta ataupun media yang selama ini hanya menyoroti hal-hal yang terkesan modern. Indeed, we are less observant even as ignorant, just look at the role of government to private sector or the role of the media who had only highlight the things that seem modern. Ternyata kejelian kita masih dibawah orang asing yang jauh-jauh datang untuk sekedar ingin mengetahui asal dimana pencak silat itu berkembang di Tanah Air kita ini. Apparently we are still below the foresight strangers who came all the way to just want to know the origin of martial arts where it is grown in this country of ours.
Kejelian mereka di ungkapkan dalam situs, hingga media yang mereka miliki, bahkan kecintaan mereka melebihi sebagian besar anak bangsa ini, bila cinta mereka tulus karena melihat asset yang tak akan ternilai harganya, malah masyarakat kita seolah cinta tapi ada pamrih dibalik itu, entah politis ataupun sekedar cari nama dalam komunitas pencak silat. Foresight they were dictated in the site, until the media they own, even love them more than most children of this nation, if they sincerely love the sight of the assets will not priceless, even people we love but as there are strings attached behind it, whether political or just search for names in the martial arts community.
Peran Media Role of the Media
Sayang memang, harapan media memberikan warna bagi pencak silat nampaknya masih jauh dari keinginan kita, liputan yang bisa kita baca dalam tulisannya pun tidak jauh dari masalah yang klise, bukan lagi bagaimana membentuk citra yang unik dan menarik. Unfortunately indeed, hope the media gives color to the martial arts seems still far away from our desires, coverage can we read in his writings was not much of a problem that cliche, no longer how to shape the image of unique and interesting.
Kejelian hingga kepekaan mereka hanya sebatas pada tulisan yang terkesan modern tapi.. Flair to their sensitivity only in the writings of modern impressed but .. yang nyatanya membuat anak muda kita lupa, bahwa negeri ini memiliki Ribuan peninggalan seni, budaya yang seharusnya mereka gali lebih dalam hingga akar-akarnya, kini seolah mencekoki pemikiran kita bahwa budaya bangsa sendiri adalah Kuno bahkan tak berharga. young people who actually make us forget, that this country has thousands of art, culture they are supposed to dig deeper to the roots, as is now feeding our thinking that the culture of the nation itself was ancient even worthless. Semoga masih ada media yang kritis dan tidak biasa, pasti media itu datang dari orang-orang yang Luar biasa. Hopefully there is still a critical media and unusual, certainly the media is coming from people who are incredible.
By : Raden Bentar By: Raden Bentar
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






