Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

IPOSI – Silat Silau Macan dari tanah Condet. IPOSI - Silat Macan Glare from the ground Condet.

[ in English ] [ in English ]

Sep 9th, 2009 | By | Category: Artikel Silat Visited 1664 times, 1 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Articles Silat Visited 1664 times, 1 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Tulisan ini hasil penelusuran kami saat berkunjung ke daerah condet, kawasan ini pernah menjadi daerah konservasi budaya betawi, oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1975, melihat kehijaun dan udaranya yang sejuk, daerah ini memang dikenal sebagai daerah penghasil buah salak dan duku hingga saat ini. This paper the results of our search when visiting the area Condet, this area was once a conservation area Betawi culture, by the Governor Ali Sadikin in 1975, saw kehijaun and the air is cool, this area is known as the producer of fruits and duku today.

Condet yang terbagi dalam tiga kelurahan Bale Kambang, Batu Ampar, dan Kampung Gedung gagal menjadi cagar budaya dan kini telah dipindahkan ke Setu Babakan oleh pemerintah DKI Jakarta, namun bila melihat sejarah panjang daerah ini, sejak 3.000 sampai 4.000 tahun lalu di kawasan yang berbatasan dengan Kramatjati ini sudah ada kehidupan. Condet is divided into three sub Bale Kambang, Batu Ampar, and the Village House failed to cultural heritage and has now moved to the Setu Babakan by the Jakarta administration, but if you see a long history of this area, from 3,000 to 4,000 years ago in the region bordering Kramatjati This is no life. Ditemukan kapak batu, gerabah, dan lampu perunggu di sini. Found stone axes, pottery, and bronze lamps here. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Budayawan Ridwan Saidi (Koran Republika-red) bahwa dahulu condet pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Salaksana pada tahun 120M, nama-nama yang menjadi sejarah seperti seperti Bale Kambang dan Batu Ampar. This is reinforced by the statement Cultural Ridwan Saidi (Republika newspaper-red) that formerly had been a center of government Condet Salaksana kingdom in 120M, names such as the history of Bale Kambang and Batu Ampar. Bale Kambang adalah tempat pesanggrahan raja-raja, sedangkan Batu Ampar merupakan batu besar tempat meletakkan sesaji (sesajen). Bale Kambang guesthouse is the place of the kings, while Batu Ampar is putting a big rock offerings (offerings).

Namun ada catatan yang tertinggal disana, bahwa condet tidak hanya sebuah kawasan yang memiliki ciri khas betawi namun juga budaya yang masih tertinggal dan tetap dijaga oleh penduduk asli betawi disana. But there is no record left, that Condet not just an area that has a typical betawi but also the culture that still remain and be maintained by the natives betawi there.

Sore itu kami bertiga ( Saya dan kedua teman dari milis pendaki) berniat bersilaturahmi dengan salah satu tokoh dari condet yang sudah tidak asing lagi, selain sebagai pemerhati budaya betawi, tokoh kita ini juga pandai bersilat, itulah Entong H. That afternoon the three of us (I and two friends of the climbers mailing list) intends to stay in touch with one of the leaders of Condet which is not foreign, but as an observer of Betawi culture, our hero is too clever strive, that Entong H. Sapri salah satu cucu dari Entong Gendut dirumah kediamannya. Sapri grandson of one of the Fat Entong home residence. Kami bertiga diterimanya dengan baik, usianya memang sudah 75 tahun namun semangatnya terpancar dari wajahnya. The three of us received very well, he was already 75 years old, but his spirit radiated from his face. Beberapa penghargaan dari pemerintah DKI Jakarta terpampang di dinding rumahnya yang sederhana, dengan halaman rumah yang ditumbuhi oleh pohon yang rimbun Several awards from the Jakarta administration was on the wall of his modest home, with an overgrown yard by green tree

Karena malam itu H. H. Because the night Sapri cukup lelah akhirnya kami pamit dan beliau mengajak kami untuk hadir pada malam rabu untuk melihat latihan silatnya, sayangnya undangan tersebut batal kami laksanakan karena ada kesibukan lain yang tidak bisa dihindari. Sapri pretty tired we finally said goodbye and he invited us to attend on Wednesday night to see silatnya practice, unfortunately, we have entered the invitation was canceled because there are other activities that can not be avoided.

Satu tahun kemudian ada rasa kangen dengan H. One year later there is a sense of missed with H. Entong Sapri, dan bersama Mas Faried dari milis pendaki, saya dan Mas Ezra dari Milis Silatbogor akhirnya sepakat kembali menemuinya di rumahnya. Entong Sapri, and along with Mas Faried climbers from the mailing list, me and Mas Ezra of Mailing Silatbogor finally agreed to back him in his home. Namun kabar duka mengurungkan niat kami bertiga, H. But the sad news we were all discouraged, H. Entong Sapri sudah meninggal dunia satu tahun yang lalu tepatnya sebelum bulan puasa tahun 2005. Entong Sapri had died exactly one year ago before the fasting month of 2005. ujur keluarga H.Sapri family ujur H.Sapri

Rasa duka yang mendalam menyelimuti kami, rasanya pertemuan waktu itu adalah pertemuan terakhir dengannya, hanya doa yang bisa kami berikan padanya agar Amal Ibadahnya diterima oleh Allah SWT. A sense of deep sorrow enveloped us, it's time the meeting was the last meeting with him, only prayers we can give him to worship Amal accepted by Allah SWT.

Memang ada rasa kecewa karena tidak bisa lagi bertemu dengan Babeh Sapri, tapi rasa tersebut dapat terobati dengan hadirnya mas Didi (Ahmad Zainudin ) salah satu putra H. It does have a sense of disappointment because it could no longer meet with Babeh Sapri, but the flavor can be remedied by the presence of mas Didi (Ahmad Zainudin) one of the sons of H. Entong Sapri, saat ini ia masih kuliah di salah satu Universitas di Jakarta, sebagai orang betawi ia paham betul arti sebuah pendidikan, karena melalui pendidikan inilah kami warga betawi bisa membangun citra pada orang betawi lainnya. Entong Sapri, this time he was a student at one university in Jakarta, the Betawi people it knew the meaning of an education, because it is through education we can build the image of the Betawi people in other Betawi people.

Mas didi cukup terbuka dan nampaknya ia pun menyadari arti sebuah pelestarian budaya, hingga iapun kini masih merintis sebuah buku tentang H. Mas didi quite open and it seems that he was aware of the meaning of a cultural preservation, until he also pioneered a book is still on H. Entong Sapri baik sebagai pribadi maupun dalam organisasinya di pesilatan. Sapri Entong both as individuals and the organization in pesilatan. IPOSI (Ikatan Pencak Silat Olahraga dan Silaturahmi) itulah nama perkumpulan silat H. IPOSI (Pencak Silat Association of Sport and Gathering) silat association's name H. Entong Sapri. Entong Sapri.

Ia pun tak segan-segan memperagakan sedikit ciri khas jurus dari pencak silat yang ia pelajari, apalagi kami sebelumnya telah mengetahui aliran silat IPOSI ini, kadang-kadang mas didi sempat bertanya dari mana kalian bisa tahu..? He did not hesitate to demonstrate the characteristic bit of martial arts moves he had learned, moreover we have seen earlier this IPOSI arts stream, sometimes mas didi had to ask where can you know ..? ya tentunya dari babeh anda sendiri waktu itu. yes babeh course of your own time.

Melihat gerakannya IPOSI memang khas betawi dengan kuda-kuda yang rendah dan gerakan tangan yang cepat memberikan penekanan pada penyerangan dan juga bertahan, menurut H. Looking at the movement's distinctive IPOSI betawi with horses low and fast hand movements to emphasize the attack and also survive, according to H. Entong Sapri semasa Hidup kepada penulis bahwa silat ini punya maenan Cikalong seperti Suliwa, Silau macan, dan cimande. Entong Sapri Life during the author that this martial art has maenan Cikalong like Suliwa, Glare tiger, and Cimande. Gerakan jurus cikalongnya halus namun bertenaga dan sewaktu diperagakan jurus silau macan oleh mas didi, saya sempat teringat dengan salah satu perguruan silat betawi di acara festival silat betawi di Cibubur tahun 2006 lalu. Movement cikalongnya subtle but powerful tricks and tactics as demonstrated by the mas tiger glare didi, I was reminded by one of the Betawi arts colleges in the Betawi arts festival in Cibubur in 2006. Silau macan itulah jurus yang sering disebut ? Tiger's glare step that is often called? sebut oleh H. call by H. Entong sapri, dan malalui mas didi jelas sekali bahwa gerakan Silau macan layaknya macan yang akan menerkan musuhnya. Entong Sapri, didi and mas malalui clear that the movement of tigers as tigers glare that would menerkan enemies.

?Silat ini bertujuan untuk silaturahmi, babeh diusia tuanya masih melatih ke Tanah Abang hingga ke Cibinong, ? ? Silat is intended for the friendship, old age babeh still train to Tanah Abang up to Cibinong,? ujur Mas Didi. Mas ujur Didi. Sepeninggal babeh, kakak lelaki saya yang mewarisi dan menjaganya, dan tentunya kelaurga kami juga turut menjaga warisan ini. After the death babeh, my older brother who inherits and guarded it, and of course we kelaurga also maintain this legacy.

Belajar silat IPOSI unsure agama Islam juga cukup kental terasa dimana, seseorang wajib menjalankan syariat islam dengan benar, bukan bertujuan mencari kesaktian tapi mencari iman melalui silat. Learn silat IPOSI elements of Islam which is also quite thick felt, someone must run properly Islamic Shari'a, not aimed at seeking supernatural powers but find faith through the arts. Karena tujuan kita hidup ini untuk beribadah jadi ya berlatih silat juga Ibadah karena mensyukuri nikmat sehat. Because our goal is to serve life so yes Worship practicing martial arts as well as ingratitude towards healthier.

Diceritakan juga bahwa condet merupakan basisnya pendekar dan juga alim ulama, dan salah satu pendekar yang cukup tersohor namanya adalah ayah kakeknya sendiri yaitu Entong Gendut, sepak terjangnya kepada Kompani belanda menjadi cerita sendiri yang menjadi sejarah daerah ini. Condet was told also that the base of warriors and scholars, and one which is quite famous warrior name is the father of his own grandfather is Entong Fat, Dutch soccer KOMPANI terjangnya to be his own story into the history of this area.

Untuk itu, sebaiknya kita kembali dulu pada keadaan ratusan tahun sebelumnya. For that, we should go back to the state for hundreds of years earlier. Di ujung Jl Condet Raya terdapat sebuah gedung tua yang kini tinggal kerangka di bagian depannya karena terbakar pada 1985. At the end of Jl Raya Condet there is an old building that now lives on the front frame by fire in 1985. Gedung yang terletak di Jl Tanjung Timur (Tanjung Oost) yang kala itu dinamakan gedung Grooneveld merupakan rumah tuan tanah terbesar yang pernah dibangun di Batavia (1756) yang letaknya jauh di luar kota. The building is located on the East Cape Road (Cape Oost), which was then called Grooneveld building is home to the largest landowner ever built in Batavia (1756) that is located far outside the city. Waktu itu, untuk mencapai gedung megah ini diperlukan lima jam dari pusat kota (Pasar Ikan) dengan kereta kuda. At that time, to achieve this magnificent building takes five hours from the city center (Fish Market) with horse-drawn carriage. Adanya gedung ini menjadikan kawasan tersebut hingga sekarang dinamakan Kampung Gedung. The existence of this building makes to the region now called the Village Building.

Gedung ini dibangun oleh Vincent Riemsdijk, anggota Dewan Hindia, sebagai perkebunan dan sekaligus peristirahatan. This building was built by Vincent Riemsdijk, members of the Council of the Indies, as well as plantation and retreat. Setelah kematiannya, putranya Daniel van Riemsdijk, seorang petani andal, benar-benar mengurus perkebunan Tanjung Timur dan mengelolanya dengan baik. After his death, his son Daniel van Riemsdijk, one farmer reliable, really take care of plantations of East Cape and manage it properly. Pada waktu itu, 6.000 ekor sapi digembalakan di perkebunan ini, tempat yang sekarang berdiri gedung-gedung megah dan jalan raya dari Tanjung Timur ke Terminal Kampung Rambutan. At that time, 6,000 head of cattle grazed on the farm, the place where now stands the magnificent buildings and highways of the Eastern Cape to Terminal Kampung Rambutan.

Di gedung ini pada 1749 pernah berlangsung pertemuan antara Gubernur Jenderal Von Imhoff dan Ratu Syarifah Fatimah, wali sultan Banten. In this building in 1749 never took place a meeting between the Governor-General Von Imhoff and Queen Syarifah Fatimah, guardian sultan of Banten. Syarifah, wanita terdidik dan cerdas, pada 1720 menjadi istri Pangeran Mahkota Banten, Zainul Arifin. Syarifah, educated and intelligent woman, in 1720 the wife of Crown Prince Bantam, Zainul Arifin. Ia sangat berpengaruh terhadap suaminya ketika menjadi sultan Banten (1733). He was very influential on her husband when he became sultan of Banten (1733). Tapi, Syarifah sendiri meninggal dengan merana karena dibuang ke Pulau Edam di Kepulauan Seribu, akibat pemberontakan Kyai Tapa (1750). But, Syarifah himself died miserably because banished to the island of Edam in the Thousand Islands, due to rebellion Kyai Tapa (1750). Ia ditangkap akibat ambisinya untuk mengangkat Syarif Abdullah, yang menikah dengan keponakannya, untuk dijadikan pangeran mahkota Kesultanan Banten. He was arrested due to his ambition to lift Sharif Abdullah, who is married to his nephew, to be the crown prince of the Sultanate of Banten.

Gedung yang juga dikenal dengan Vila Nova itu telah beberapa kali berganti pemilik. The building is also known as Vila Nova has changed owners several times. Menurut Ran Ramelan dalam Condet Cagar Budaya Betawi tiap penggantian tuan tanah ini, diadakan peraturan baru yang memberatkan rakyat Condet. According to Ran Ramelan in Batavia Heritage Condet landlords each replacement, the new rules are burdensome held Condet people. Terhadap tiap pemuda Condet yang telah menginjak dewasa dikeluarkan kompenian atau pajak kepala sebesar 25 sen (nilainya kira-kira 10 liter beras). To every young man who has stepped up Condet issued kompenian or head tax by 25 cents (worth about 10 liters of rice). Karena banyak petani yang tidak sanggup membayar blasting (pajak) yang sangat memberatkan itu, tuan tanah sering membawa petani yang tak sanggup membayar ke landraad (pengadilan). Because many farmers who can not afford blasting (taxes) that is very burdensome, the landlord often bring farmers who can not afford to Landraad (court). Dan tuan tanah di Condet kelewat getol dalam membikin perkara. And landlords in Condet make too industrious in the case. Akibatnya banyak petani yang bangkrut, rumahnya di%@!#$&, atau tak jarang yang dibakar. As a result, many farmers went bankrupt, his home in% @! # $ &, Or not infrequently burned. Penduduk yang belum membayar blasting hasil sawah dan kebunnya tidak boleh dipanen. Residents who have not paid blasting the fields and gardens should not be harvested.

Melihat penderitaan rakyat yang demikian itulah, Entong Gendut meradang. Seeing that is the suffering of the people, Entong Fat inflamed. Ia kumpulkan sejumlah warga Condet. He collected a number of Condet. Panji perang dikibarkan. Unfurled the banner of war. Dengan meneriakkan Allahu Akbar, Entong Gendut mengobarkan semangat jihad fi sabililah. By shouting Allahu Akbar, Entong Fat rekindle the spirit of jihad fi sabililah. Saat itulah, pada 5 April 1916 perang berkobar di Vila Nova yang ditempati Lady Lollinson dan para centengnya. That's when, on 5 April 1916 war broke out in Vila Nova occupied Lollinson Lady and the centengnya. Entong Gendut bersama para pemuda Condet, bersamaan dengan pertunjukan Tari Topeng menyerbu tempat itu. Fat Entong Condet with the youth, along with the Mask Dance performances stormed it.

”Allahu Akbar ….. "Allahu Akbar ..... Sabililah ….. Sabililah ..... gue enggak takut ame kompeni”, teriak Entong Gendut dan kawan-kawannya. I fear baseball ame Company ", shouted Entong Fat and his friends. Namun setelah datang bantuan dari Batavia, pemberontakan itu ditumpas. But after coming relief from Batavia, the rebellion was crushed. Haji Entong Gendut pun syahid tertemnbus timah panas. Haji was martyred tertemnbus Entong Fat hot lead. Ada berbagai versi tentang kematiannya. There are different versions about his death. Haji Sapri, salah satu cucunya yang tinggal di Condet kepada penulis beberapa waktu lalu mengatakan, kakeknya ditembak Belanda bukan di Kampung Gedong, tapi di Batu Ampar. Haji Sapri, one of her grandchildren who live in Condet to the author some time ago said that his grandfather was shot not in Kampung Gedong Netherlands, but in Batu Ampar. ”Saat beliau hendak melewati sungai ketika dikejar kompeni.” Versi lain menyebutkan, jenazahnya diangkut kompeni, kemudian diceburkan ke laut. "When he was about to cross the river when pursued by the Company." Another version says, his body was transported the Company, then plunged into the sea. Nama pahlawan ini pernah diabadikan untuk sebuah jalan di Condet. This hero's name to a street once immortalized in Condet. Sayangnya, entah karena apa kini diganti menjadi Jl Ayaman, nama salah satu tuan tanah. Unfortunately, for whatever reason is now changed to Jl Imitation Key Chain, the name of one of the landlords. (Koran Haraoan) (Koran Haraoan)

Dari cuplikan kisah tadi mungkin kita akan bertanya, mengapa kita sebagai warga betawi (Jakarta) membiarkan kekayaan budaya ini menghilang, dan tentunya melalui tulisan ini, kami berharap anda sebagai generasi muda memiliki rasa percaya diri bahwa silat adalah budaya dan asset kita bersama. Footage of the story before we might ask, why do we as citizens of the Betawi (Jakarta) let's rich culture is disappearing, and of course through this paper, we hope that you as young people have the confidence that the culture and the arts is our common asset.

Penulis : Yanweka Author: Yanweka
Team : ( Faried, Ezra, Yans) Team: (Faried, Ezra, Yans)

Disarikan dari : Excerpted from:
-Alwi Shahab (Republika) Alwi Shahab-(Reuters)
-Nugroho Notosusanto (Balai Pustaka) -Nugroho Notosusanto (Central Library)
-Kelurga H. H.-families Entong Sapri ( Mas Didi) Entong Sapri (Mas Didi)



Artikel IPOSI – Silat Silau Macan dari tanah Condet yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: IPOSI article - Glare Silat Macan of land Condet the 'probably' related to the other sites:


- Powered by BING [2012-05-16 09:32] - Powered by BING [2012-05-16 09:32]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.