Sejarah Tapak Suci. History of the Holy Footprint.
[ in English ] [ in English ]Sep 9th, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 2277 times, 8 today [ in English ] September 9th, 2009 | By admin | Category: Flow Silat Visited 2277 times, 8 today [ in English ]
Tradisi pencak silat sudah berurat-berakar di kalangan masyarakat Indonesia sejak lama. Martial arts traditions have deep-rooted among the people of Indonesia for a long time. Sebagaimana seni beladiri di negara-negara lain, pencak silat yang merupakan seni beladiri khas Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang dikembangkan untuk mewujudkan identitas. As martial arts in other countries, martial arts which is a typical Indonesian martial art has its own characteristics which are developed to realize the identity. Demikian pula bahwa seni beladiri pencak silat di Indonesia juga beragam dan memiliki ciri khas masing-masing. Similarly, the martial art of Pencak Silat in Indonesia are also diverse and has the characteristic of each.
Tapak Suci sebagai salah satu varian seni beladiri pencak silat juga memiliki ciri khas yang bisa menunjukkan identitas yang kuat. Holy Footprint as one variant of martial arts martial arts also have characteristics that could indicate a strong identity. Ciri khas tersebut dikembangkan melalui proses panjang dalam akar sejarah yang dilaluinya. Characteristic were developed through a lengthy process in its historical roots in its path.
Berawal dari aliran pencak silat Banjaran di Pesantren Binorong Banjarnegara pada tahun 1872, aliran ini kemudian berkembang menjadi perguruan seni bela diri di Kauman Yogyakarta karena perpindahan guru (pendekarnya), yaitu KH. Starting from a stream at the boarding school of martial arts Banjaran Binorong Banjarnegara in 1872, the flow is then developed into a martial arts school in Yogyakarta Kauman because the displacement of teachers (pendekarnya), the KH. Busyro Syuhada, akibat gerakan perlawanan bersenjata yang dilakukannya sehingga ia menjadi sasaran penangkapan yang dilakukan rezim kolonial Belanda. Busyro Martyrs, due to the armed resistance movement was doing so he became the target of arrests of the Dutch colonial regime. Di Kauman inilah pendekar KH. In this Kauman KH swordsman. Busyro Syuhada mendapatkan murid-murid yang tangguh dan sanggup mewarisi keahliannya dalam seni pencak silat. Busyro Martyrs get students a strong and able to inheriting his skill in the art of martial arts. Perguruan seni pencak silat ini didirikan pada tahun 1925 dan diberi nama Perguruan cik auman yang dipimpin langsung oleh Pendekar MA Wahib dan Pendekar A. Art martial arts college was founded in 1925 and was named College cik roar led by the Supreme Swordsman Swordsman Wahib and A. Dimyati, yaitu dua orang murid yang tangguh dari KH. Dimyati, the two students a respite from KH. Busyro Syuhada. Busyro Martyrs. Perguruan ini memiliki landasan agama dan kebangsaan yang kuat. This college has a religious foundation and a strong nation. Perguruan ini menegaskan seluruh pengikutnya untuk bebas dari syirik (menyekutukan Tuhan) dan mengab-dikan perguruan untuk perjuangan agama dan bangsa. This confirms all his college to be free from shirk (associating partners with God) and college-educated devoting attention to the plight of religion and nation.
Perguruan Cikauman banyak melahirkan pendekar-pendekar muda yang akhirnya mengembangkan cabang perguruan untuk memperluas jangkauan yang lebih luas dengan nama Perguruan Seranoman pada tahun 1930. College Cikauman many birth-warrior young swordsman who eventually developed a branch college to expand to a wider range of universities Seranoman name in 1930. Perkembangan kedua perguruan ini semakin hari semakin pesat dengan pertambahan murid yang cukup banyak. The development of these two universities are increasingly rapidly with the increase of students is quite a lot. Murid-murid dari perguruan ini kemudian banyak menjadi anggota Laskar Angkatan Perang Sabil (APS) untuk melawan penjajah, dan banyak yang gugur dalam perlawanan bersenjata. Students from these universities and many members of the Armed Forces Laskar Sabil (APS) to fight the invaders, and many are killed in armed resistance.
Lahirnya pendekar-pendekar muda hasil didikan perguruan Cikauman dan Seranoman memungkinkan untuk mendirikan perguruan-perguruan baru, yang di antaranya ialah Perguruan Kasegu pada tahun 1951. The birth of the young warrior warrior-school upbringing and Seranoman Cikauman possible to establish new universities, some of which is Kasegu College in 1951. Atas desakan murid-murid dari Perguruan Kasegu inilah inisiatif untuk menggabungkan semua perguruan silat yang sealiran dimulai. At the urging of students from the University Kasegu this initiative to combine all the like-minded arts college begins. Pada tahun 1963, desakan itu semakin kuat, namun mendapatkan tentangan dari para ulama Kauman dan para pendekar tua yang merasa terlangkahi. In 1963, the pressure was getting stronger, but it gets the opposition of the clergy Kauman and the old warrior was terlangkahi. Dengan pendekatan yang intensif dan dengan pertimbangan bahwa harus ada kekuatan fisik yang dimiliki ummat Islam menghadapi kekuatan komunis yang melakukan provokasi terhadap ummat Islam, maka gagasan untuk menyatukan kembali kekuatan-kekuatan perguruan yang terserak ke dalam satu kekuatan perguruan dimulai. With an intensive approach and the consideration that there must be a physical force that Muslims have to face the communist forces that provocation against Muslims, then the idea to reunite the forces scattered colleges into a single force begins college. Seluruh perangkat organisasional dipersiapkan, dan akhirnya disepakati untuk menggabungkan kembali kekuatan-kekuatan perguruan yang terserak ke dalam satu kekuatan perguruan, yaitu mendirikan Perguruan Tapak Suci pada tanggal 31 Juli 1960 yang merupakan keberlanjutan sejarah dari perguruan-perguruan sebelumnya. Throughout the organizational set up, and finally agreed to rejoin the college forces scattered forces into one college, the university established the Holy Footprint on July 31, 1960 which is the historical continuity of the previous colleges.
Pada perkembangan selanjutnya, Perguruan Tapak Suci yang berkedudukan di Yogyakarta akhirnya berkembang di Yogyakarta dan daerah-daerah lainnya. In further development, College of the Holy Footprint is based in Yogyakarta in Yogyakarta and eventually develop other areas. Setelah meletusnya pemberontakan G30 S/PKI, pada tahun 1966 diselenggarakan Konferensi Nasional I Tapak Suci yang dihadiri oleh para utusan Perguruan Tapak Suci yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. After the uprising G30 S / PKI, in 1966 I organized the National Conference of the Holy Footprint attended by the representatives of the Holy Footprint universities spread across various regions in Indonesia. Pada saat itulah berhasil dirumuskan pemantapan organisasi secara nasional, dan Perguruan Tapak Suci dikem-bangkan lagi namanya menjadi Gerakan dan Lembaga Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah. It was then that the establishment had formulated a national organization, and College of the Holy Footprint developed another name to the Movement and the Indonesian Institute of Martial Arts College of the Holy Footprint Son Muhammadiyah. Dan pada Sidang Tanwir Muham-madiyah tahun 1967, Tapak Suci Putera Muhammadiyah ditetapkan menjadi organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah, karena Tapak Suci Putera Muham-madiyah juga mampu dijadikan wadah pengkaderan Muhammadiyah. And the Muhammadiyah Tanwir Assembly in 1967, Muhammadiyah Son Holy Footprint is set to be an autonomous organization within the Muhammadiyah, because the Son of the Holy Footprint of Muhammadiyah also be used as a container capable cadre of Muhammadiyah.
sumber : www.muhammadiyah.or.id source: www.muhammadiyah.or.id
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






