Seni beladiri Benjang. Benjang martial arts.
[ in English ] [ in English ]Sep 9th, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 2392 times, 12 today [ in English ] September 9th, 2009 | By admin | Category: Flow Silat Visited 2392 times, 12 today [ in English ]
PADEPOKAN BENJANG MAKALANGAN Padepokan BENJANG MAKALANGAN
SEJARAH SINGKAT DAN PERKEMBANGAN SENI BELADIRI BENJANG A BRIEF HISTORY AND DEVELOPMENT BENJANG Martial Arts
Ada suatu keistimewaan dalam permainan banjang, disamping mempunyai teknik-teknik kuncian yang mematikan, benjang mempunyai teknik yang unik dan cerdik atau pada keadaan tertentu bisa juga dikatakan licik dalam hal seni beladiri, misalnya dalam teknik mulung yaitu apabila lawan akan dijatuhkan ke bawah, maka ketika posisinya di atas, lawan yang di angkat tadi dengan cepat merubah posisinya dengan cara ngabeulit kaki lawan memancing agar yang menjatuhkan mengikuti arah yang akan dijatuhkan, sehingga yang mengangkat posisinya terbalik menjadi di bawah setelah itu langsung yang diangkat tadi mengunci lawannya sampai tidak berkutik. There is a feature in the game banjang, besides having a lock techniques are deadly, benjang have a unique and ingenious techniques or in certain circumstances it could be said to be cunning in terms of martial arts, for example in mulung technique is if the opponent will be dropped down, then when position at the top, opposite the lift earlier in the rapidly changing its position with the opposite foot fishing ngabeulit way to a drop in the direction that will be imposed, so that lifted upside down under a raised immediately after it had locked up his opponent does not move.
Menurut pendapat salah seorang sesepuh benjang yang tinggal di Desa Cibolerang Cinunuk Bandung, bahwa nama benjang sudah di kenal oleh masyarakat sejak tahun 1820, tokoh benjang yang terkenal saat itu, antara lain H. In the opinion of one of the elders who lived in the village benjang Cibolerang Cinunuk Bandung, the name benjang already known by the public since 1820, the famous figure benjang time, among others, H. Hayat dan Wiranta. Hayat and Wiranta. Kemudian ia menjelaskan mengenai asal-usul benjang adalah dari desa Ciwaru Ujungberung, ada juga yang menyebutkan dari Cibolerang Cinunuk, ternyata kedua daerah ini sampai sekarang merupakan tempat berkumpulnya tokoh-tokoh benjang, mereka berusaha mempertahankan agar benjang tetap ada dan lestari, tokoh benjang saat ini yang masih ada, antara lain Adung, Adang, Ujang Rukman, Nadi, Emun, dan masih ada lagi tokoh yang lainnya yang belum sempat penulis catat. Then he explained the origins of the village is Ciwaru benjang Ujungberung, there is also a mention of Cibolerang Cinunuk, that both these areas up until now is a gathering place for luminaries benjang, they tried to keep the benjang remain and sustainable, the current figure benjang that still exist, among others Adung, Adang, Ujang Rukman, Nadi, Emun, and there's more other characters who have not had time to note the authors.
Seperti kita ketahui bahwa negara kita yang tercinta ini kaya dengan seni budaya daerah. As we know that our beloved country is rich with local arts and culture. Ini terbukti masing-masing daerah memiliki kesenian tersendiri (khas), seperti benjang adalah salah satu seni budaya tradisional Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bandung dan ternyata di daerah lainpun ada seni budaya tradisional semacam benjang, seperti di daerah Aceh disebut Gedou ? This is proven each region has its own art (typical), as benjang is one of the traditional cultural arts of West Java, Bandung regency, especially in the area and apparently there is another party benjang such traditional cultural arts, such as in Aceh area called Gedou? gedou, di daerah Tapanuli (Sumut) disebut Marsurangut, di daerah Rembang disebut Atol, di daerah Jawa Timur disebut Patol, di daerah Banjarmasin disebut Bahempas, di daerah Bugis/Sulsel disebut Sirroto, dan di daerah Jawa Barat disebut Benjang. gedou, in Tapanuli (North Sumatra) called Marsurangut, in the Apex area called Atoll, in the East Java area called Patol, in an area called Bahempas Banjarmasin, in the Bugis / Sirroto called Sulawesi and West Java area called Benjang.
Benjang merupakan suatu bentuk permainan tradisional yang tergolong jenis pertunjukan rakyat. Benjang is a form of traditional games that are categorized as types of folk performances. Permainan tersebut berkembang (hidup) di sekitar Kecamatan Ujungberung, Cibolerang, dan Cinunuk yang mulanya kesenian ini berasal dari pondok pesantren, yaitu sejenis kesenian tradisional yang bernapaskan keagamaan (Islam), dihubungkan dengan religi, benjang dapat dipakai sebagai media atau alat untuk mendekatkan diri dengan Kholiqnya sebab sebelum pertunjukan, pemain benjang selalu melaksanakan tatacara dengan membaca do?a – do?a agar dalam pertunjukan benjang tersebut selamat tidak ada gangguan. The game is growing (living) around the District Ujungberung, Cibolerang, and Cinunuk the beginning of this art comes from the boarding school, which is a kind of traditional art of breathing religion (Islam), connected with religion, benjang can be used as a medium or tool to get closer to Kholiqnya because before the show, players benjang always carry out the procedure by reading do? a - do? a benjang show that in the survivors there is no interference. Adapun alat yang digunakan dalam benjang terdiri dari Terbang, Gendang (kendang), Pingprung, Kempring, Kempul, Kecrek, Terompet (Tarompet), dan dilengkapi pula dengan bedug dan lagu sunda. The tools used in benjang consists of Flying, drum (drums), Pingprung, Kempring, kempul Kecrek, trumpet (Tarompet), and is also equipped with drum and song Sunda.
Dari pondok pesantren, kesenian ini menyebar ke masyarakat biasanya di masyarakat diselenggarakan dalam rangka memperingati upacara 40 hari kelahiran bayi, syukuran panen padi, maulid nabi, upacara khitanan, perkawinan, dan hiburan lainnya, dan dapat pula mengiringi gerak untuk dipertontonkan yang disebut ?DOGONG?. Of the boarding school, this art spread to the community generally in the community held a ceremony to commemorate the 40th birth day, thanksgiving harvest, the prophet's birthday, circumcision ceremonies, marriages, and other entertainment, and can also accompany the motion for reassembly called? DOGONG? .
Dogong adalah suatu permainan saling mendorong dengan mempergunakan alu (kayu alat penumbuk padi). Dogong is a game of pushing each other by using a pestle (wooden rice pestle). Dari Dogong berkembang menjadi ?SEREDAN? Of Dogong develop into? SEREDAN? yang mempunyai arti permainan saling mendesak tanpa alat, yang kalah dikeluarkan dari arena (lapangan); kemudian dari Seredan berubah menjadi adu mundur, ini masih saling mendesak untuk mendesak lawan dari dalam arena permainan tanpa alat, memdorong lawan dengan pundak, tidak diperkenankan menggunakan tangan, karena dalam permainan ini pelanggaran sering terjadi terutama bila pemain hampir terdesak keluar arena. meaning that the game has urged each other without tools, which lost out of the arena (field); later than Seredan turned into fighting back, is still urging each other to push the opponent out of the playing field without tools, memdorong opponent with his shoulder, not allowed to use the hand, because in this game violations are common, especially when the player is almost forced off the field. Dengan seringnya pelanggaran dilakukan maka permainan adu mundur digantikan oleh permainan adu munding. With the frequent violation is done then the game was replaced by shoot-down shoot-munding game.
Permainan benjang sebenarnya merupakan perkembangan dari adu munding atau adu kerbau yang lebih mengarah kepada permainan gulat dengan gerakan menghimpit lawan (piting). Benjang game is actually an outgrowth of a penalty shoot-munding or buffalo are more directed to the game of wrestling with your opponent squeeze motion (light socket). Sedangkan pada adu munding tidak menyerat – menyerat lawan keluar arena melainkan mendorong dengan cara membungkuk (merangkak) mendesak lawan dengan kepalanya seperti munding (kerbau) bertarung. While the race is not menyerat munding - menyerat opponent off the field but rather encouraged by bending (crawl) urged the opponent with his head like munding (buffalo) to fight. Namun gerakan adu mundur, maupun adu munding tetap menjadi gaya seseorang dalam permainan benjang. But the movement fights back, or shoot someone munding remain a force in the game benjang. Permainan adu munding dengan menggunakan kepala untuk mendesak lawan, dirasakan sangat berbahaya, sekarang gaya itu jarang dipakai dalam pertunjukan benjang. Munding fighting game using the head to force the opponent, felt very dangerous, now that style is rarely used in the show benjang. Peserta permainan benjang sampai saat ini baru dimainkan oleh kaum laki-laki terutama remaja (bujangan), tetapi bagi orang yang berusia lanjutpun diperbolehkan asal mempunyai keberanian dan hobi. Participants benjang game until now only played by men, especially adolescents (bachelors), but for people aged lanjutpun have allowed the origin of courage and hobbies.
Apabila kita membandingkan perkembangan benjang zaman dahulu dengan sekarang pada prinsipnya tidak ada perbedaan yang begitu mencolok, hanya pertandingan benjang zaman dahulu, apabila pemain benjang masuk ke dalam arena biasanya suka menampilkan ibingan dengan mengenakan kain sarung sambil diiringi musik tradisional yang khas, kemudian setelah berhadapan dengan musuh mereka membuka kain sarung masing-masing, berikut pakaian yang ia pakai di atas panggung, yang tersisa hanya celana pendek saja menandakan dirinya bersih, tidak membawa suatu alat (sportif). If we compare the development of ancient benjang by now, in principle, no differences were so striking, the only game benjang ancient times, when the players enter the arena benjang usually like to show by wearing a sarong ibingan while accompanied by distinctive traditional music, then after dealing with enemy they opened their sarongs, following which he was wearing underwear on stage, the only remaining shorts just indicating he was clean, did not bring an instrument (sportsmanship). Setelah itu, penabuh alat-alat musik benjang dengan penuh semangat membunyikan tabuhannya dengan irama Bamplang (semacam padungdung dalam irama pencak silat), maka setelah mendengar musik dimulailah pertandingan benjang, dalam pertandingan ini karena tidak ada wasit mungkin saja di antara pemain ada yang licik atau curang sehingga bisa mengakibatkan lawannya cidera. After that, musicians musical instruments sounds benjang tabuhannya vigorously with rhythm Bamplang (a kind of rhythm padungdung in martial arts), then after hearing the music begins benjang game, in this game because there is no referee may be among the players there is a cunning or so could lead to cheating his opponent injury. Apabila ada seorang pemain benjang posisinya sudah berada di bawah pertandingan seharusnya diberhentikan karena lawannya sudah menyerah. If there is a player benjang position is under the match should be dismissed because his opponent had given up. Namun, karena tidak ada yang memimpin pertandingan (wasit) akhirnya lawan dikunci sampai tidak bisa mengacungkan tangan yang berarti lawannya bermain curang, apabila pemain benjang yang curang itu ketahuan oleh pihak yang merasa dirugikan akan menimbulkan keributan (ricuh) terutama dari penonton, tetapi apabila pemain benjang itu bertanding dengan bersih dan sportif maka pihak yang kalah akan menerimanya walaupun mengalami cidera, sebab sebelumnya sudah mengetahui peraturan pertandingan benjang apabila salah seorang mengalami cidera tidak akan ada tuntutan. However, because no one leading the match (referee) finally locked up the opponent can not stick my hand, which means his opponent cheating, if players are cheating benjang was discovered by those who feel aggrieved will cause a commotion (uproar), especially from the audience, but if the players benjang it competed with a clean and fair then the losers will accept it even though injured, because the game already know the rules benjang when one is injured there will be no charges. Seorang pemain benjang dinyatakan kalah setelah berada di bawah dalam posisi terlentang, melihat tanda seperti itu wasit langsung memberhentikan pertandingan dan lawan yang terlentang tadi dinyatakan kalah (sekarang). A player is declared lost after benjang under the supine position, see a sign like that game and the referee immediately dismiss the supine opponent was declared lost (now). Pertandingan benjang seperti zaman dahulu sudah tidak dilakukan lagi, sebab sekarang sudah ada wasit yang memimpin pertandingan, dan dilaksanakan di atas panggung yang memakai alas semacam matras sehingga tidak begitu membahayakan pemain benjang (tukang benjang). Benjang like the ancient game is not done anymore, because now there are referees who led the game, and performed on stage wearing a sort of mattress pads that are not so dangerous to the players benjang (handyman benjang).
Sedangkan mengenai teknik dan teori benjang dari zaman dahulu sampai sekarang tetap sama tidak berubah, teknik dan teori benjang yang biasa dilaksanakan oleh tukang benjang, antara lain : While the techniques and theory benjang from ancient times until now remained the same unchanged, techniques and theories benjang commonly implemented by an benjang, among others:
1. A. Nyentok (hentak) kepala Nyentok (pounding) head
2. 2. Ngabeulit Ngabeulit
a. a. Beulit Gigir, Beulit ridge,
b. b. Beulit Hareup, Beulit Hareup,
c. c. Beulit Bakung, Beulit Bakung,
3. 3. Dobelson Dobelson
4. 4. Engkel Mati Dead ankle
5. 5. Angkat Lift
6. 6. Dengkekan Dengkekan
7. 7. Hapsay(ngagebot), dan lain-lain Hapsay (ngagebot), etc.
Dalam pertunjukan benjang di masyarakat, jumlah anggota kelompok pemain benjang berkisar antara 20 sampai 25 orang yang terdiri dari satu orang pemimpin benjang, 9 orang penabuh, dan sisanya sebagai pemain. In benjang performances in the community, the number of players benjang group members ranged from 20 to 25 people consisting of one leader benjang, 9 of drummers, and the rest as a player. Inti dalam grup benjang ini 15 orang yang tediri atas 9 orang penabuh, 1 pemimpin, 4 pemain, dan 1 wasit. Benjang this core group consisting of 15 musicians on 9 people, one leader, 4 players and 1 referee.
Walaupun benjang dikatakan sepi tetapi ada beberapa orang pemain benjang yang mencoba terjun ke dunia olahraga gulat dan mereka berhasil menjadi juara, di antaranya: Although said to be quiet benjang but there are some people who tried to jump benjang players into the world of wrestling, and they managed to become champions, among them:
1.Adang Hakim, tahun 1967 ? 1.Adang Judge, in 1967? 1988 asal Desa Cinunuk 1988 from the Village Cinunuk
2.Abdul Gani, tahun 1969 ? 2.Abdul Gani, in 1969? 1970 asal Desa Ciporeat 1970 from the Village Ciporeat
3.Emun, tahun 1974 ? 3.Emun, in 1974? 1977 asal Desa Cinunuk 1977 from the Village Cinunuk
4.Ii, tahun 1978 ? 4.Ii, in 1978? 1979 asal Desa Cinunuk 1979 from the Village Cinunuk
5.Taufik Ramdani 1979 ? Ramdani 5.Taufik 1979? 1988 asal Desa Cinunuk 1988 from the Village Cinunuk
6.Asep Burhanudin tahun 2000 asal Desa Cinunuk 6.Asep Burhanudin of 2000 from the Village Cinunuk
7.Tohidin, tahun 2000 asal Desa Cinunuk kategori anak-anak 7.Tohidin, 2000 from Village Cinunuk category of children
Ada pengalaman menarik dari Adang Hakim, bahwa ia pernah dikeroyok oleh beberapa orang pemuda yang tidak dikenal, tiba-tiba mereka menyerang mempergunakan pukulan dan tendangan, Adang Hakim dengan tenang dan penuh percaya diri mampu menyelamatkan diri dengan mempergunakan teknik bantingan, sehingga pemuda tadi tidak berkutik dan yang lainnya melarikan diri takut dibanting seperti temannya. There is an interesting experience of Adang Hakim, that he had been beaten by some young people who are not known, they suddenly attacked the use punches and kicks, Adang judge calmly and confidently able to save themselves by using the technique dings, so that the young man does not move and the other fled like frightened slammed his friend. Teknik benjang yang selama ini ia geluti, ternyata bisa digunakan untuk membeladiri di alam terbuka, bukan hanya di arena pertandingan saja. Benjang technique that during the time he wrestled, it can be used to membeladiri in the open, not just in the arena match. Oleh kerena itu seorang pemain benjang harus selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diri kita selamat dimanapun berada dan selain itu pemain benjang harus selalu ingat pada motto benjang yaitu ?jangan sombong dengan kemenangan, dan jangan sedih apabila mengalami kekalahan?. By the ingredients that a player must always benjang draw closer to God Almighty that we are safe wherever located and in addition benjang players should always remember the motto benjang that? Not arrogant in victory, and do not be sad when defeat?.
Benjang dan Gulat Benjang and Wrestling
Penulis sangat tertarik sekali melihat teknik-teknik beladiri benjang yang hampir sama dengan gulat, tetapi sebenarnya antara gulat dengan benjang masing-masing mempunyai persamaan dan perbedaan, dalam gulat waktu pertandingan dibatas hanya 6 menit, diperbolehkan mengambil kaki lawan seperti gulat gaya bebas, dalam gulat sebelum bertanding diadakan penimbangan badan lebih dahulu, dipertandingkan dengan berat badan yang sama, dan lain sebagainya, gulat sudah mempunyai induk organisasi PGSI, dan dilaksanakan di atas matras. The author is very interested to see benjang self-defense techniques similar to wrestling, but it is actually between wrestling with benjang each have similarities and differences, in a wrestling match when dibatas only 6 minutes, allowed to take the opponent's leg like a free-style wrestling, the wrestling before the match was held in advance of weighing bodies, competed with the same weight, and so forth, wrestling already have a parent organization PGSI, and carried out on the mat.
Sedangkan dalam pertandingan benjang pelaksanaannya masih bebas, tidak ada penimbangan badan lebih dahulu asal pemain benjang (Tukang Benjang) berani menghadapi lawan yang masuk ke arena pertandingan tidak dihiraukan apakah ia badannya besar, tinggi, pendek, gemuk, dan sebagainya harus dihadapi, bahkan sebaliknya apabila ia tidak berani menghadapi lawan yang lebih besar, silakan keluar dari arena pertandingan atau mengundurkan diri (kalau zaman dahulu arena pertandingannya di atas tanah yang kering dan keras), dalam benjang tidak diperbolehkan mengambil kaki lawan tetapi boleh kaki main sama kaki dan tidak ada batas waktu sepanjang pemain benjang itu fisiknya masih kuat dan mampu mengalahkan lawan ia akan tetap berdiri di dalam arena pertandingan. While the game benjang implementation is still free, no weighing of bodies from the player first benjang (Junior Benjang) face opponents who dare enter the arena if he ignored his big, tall, short, fat, and so must be faced, on the contrary if he did not dare to face a larger opponent, please get out of the arena or resign (if ancient arena game on the ground is dry and hard), in benjang not allowed to take the opponent's legs, but may play the same distance away and there is no time limit throughout the player's physical benjang still strong and able to defeat the opponent he will stand in the arena game.
Persamaannya baik dalam benjang maupun gulat dilarang atau tidak diperbolehkan, mencolok mata, mencekik, menggigit, dan lain sebagainya yang dianggap membahayakan salah seorang pemain benjang atau gulat. Similarities both in benjang and wrestling prohibited or not allowed, striking eyes, choking, biting, etc. are considered dangerous to one of his players benjang or wrestling.
Seni beladiri tradisional Indonesia yang satu ini ternyata sampai sekarang masih ada dan tetap eksis, hanya gaungnya tidak seperti seni beladiri lain misalnya pencak silat atau beladiri asing yang saat ini semakin menjamur di mana-mana. Indonesia's traditional martial art that this one was still there and still exist, only the echoes do not like other martial arts such as martial arts or martial foreigners are increasingly mushrooming everywhere. Walaupun seni beladiri benjang belum mempunyai induk organisasi yang menjadi wadah penampungan para tokoh-tokoh benjang, tetapi ternyata sampai saat ini benjang masih hidup dan disenangi oleh masyarakat terutama masyarakat yang mencintai jenis kesenian tradisional warisan nenek moyang bangsa Indonesia ini di samping kesenian lain di Indonesia. Although martial arts benjang parent organization does not have a container holding the benjang figures, but it was far benjang still alive and loved by the people, especially people who love the kind of traditional art heritage of Indonesia is in addition to other arts in Indonesia. (AIS) (AIS)
Sumber : Padepokan Benjang Makalangan Sources: Padepokan Benjang Makalangan
Sekretariat : Cibolerang, Cinunuk Secretariat: Cibolerang, Cinunuk
Kabupaten Bandung – Jawa Barat Regency Bandung - West Java
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






