Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

[ in English ] [ in English ]

Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2193 times, 1 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2193 times, 1 today [ in English ]

KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts guru is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
Engkong Nur Nur Engkong
dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


    - Powered by BING [2012-02-01 04:26] - Powered by BING [2012-02-01 04:26]

    Leave Comment Leave Comment

    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

    Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
    Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

    Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

    [ in English ] [ in English ]

    Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2202 times, 4 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2202 times, 4 today [ in English ]
    Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

    KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
    Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
    BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

    Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

    Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

    Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts guru is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

    Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

    Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

    Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
    Engkong Nur Nur Engkong
    dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

    Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

    H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

    Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

    Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

    Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

    Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

    Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



    Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


      - Powered by BING [2012-02-06 12:55] - Powered by BING [2012-02-06 12:55]

      Leave Comment Leave Comment

      You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

      Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
      Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

      Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

      [ in English ] [ in English ]

      Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2216 times, 5 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2216 times, 5 today [ in English ]
      Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

      KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
      Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
      BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

      Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

      Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

      Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts guru is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

      Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

      Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

      Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
      Engkong Nur Nur Engkong
      dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

      Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

      H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

      Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

      Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

      Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

      Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

      Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



      Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


        - Powered by BING [2012-02-10 06:34] - Powered by BING [2012-02-10 06:34]

        Leave Comment Leave Comment

        You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

        Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
        Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

        Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

        [ in English ] [ in English ]

        Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2237 times, 5 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2237 times, 5 today [ in English ]
        Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

        KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
        Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
        BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

        Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

        Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

        Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts guru is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

        Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

        Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

        Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
        Engkong Nur Nur Engkong
        dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

        Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

        H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

        Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

        Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

        Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

        Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

        Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



        Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


          - Powered by BING [2012-02-14 02:15] - Powered by BING [2012-02-14 02:15]

          Leave Comment Leave Comment

          You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

          Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
          Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

          Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

          [ in English ] [ in English ]

          Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2257 times, 5 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2257 times, 5 today [ in English ]
          Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

          KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
          Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
          BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

          Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

          Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

          Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts guru is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

          Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

          Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

          Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
          Engkong Nur Nur Engkong
          dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

          Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

          H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

          Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

          Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

          Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

          Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

          Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



          Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


            - Powered by BING [2012-02-22 02:07] - Powered by BING [2012-02-22 02:07]

            Leave Comment Leave Comment

            You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

            Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
            Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

            Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

            [ in English ] [ in English ]

            Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2284 times, 4 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2284 times, 4 today [ in English ]
            Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

            KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
            Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
            BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

            Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

            Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

            Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts guru is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

            Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

            Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

            Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
            Engkong Nur Nur Engkong
            dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

            Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

            H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

            Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

            Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

            Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

            Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

            Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



            Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


              - Powered by BING [2012-02-26 00:01] - Powered by BING [2012-02-26 00:01]

              Leave Comment Leave Comment

              You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

              Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
              Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

              Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

              [ in English ] [ in English ]

              Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2306 times, 5 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2306 times, 5 today [ in English ]
              Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

              KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
              Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
              BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

              Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

              Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

              Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts guru is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

              Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

              Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

              Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
              Engkong Nur Nur Engkong
              dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

              Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

              H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

              Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

              Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

              Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

              Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

              Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



              Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                - Powered by BING [2012-03-01 13:09] - Powered by BING [2012-03-01 13:09]

                Leave Comment Leave Comment

                You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                [ in English ] [ in English ]

                Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2323 times, 3 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2323 times, 3 today [ in English ]
                Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                Engkong Nur Nur Engkong
                dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                  - Powered by BING [2012-03-05 01:55] - Powered by BING [2012-03-05 01:55]

                  Leave Comment Leave Comment

                  You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                  Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                  Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                  Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                  [ in English ] [ in English ]

                  Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2338 times, 7 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2338 times, 7 today [ in English ]
                  Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                  KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                  Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                  BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                  Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                  Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                  Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                  Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                  Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                  Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                  Engkong Nur Nur Engkong
                  dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                  Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                  H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                  Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                  Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                  Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                  Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                  Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                  Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                    - Powered by BING [2012-03-09 03:13] - Powered by BING [2012-03-09 03:13]

                    Leave Comment Leave Comment

                    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                    Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                    Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                    Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                    [ in English ] [ in English ]

                    Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2353 times, 5 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2353 times, 5 today [ in English ]
                    Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                    KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                    Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                    BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                    Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                    Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                    Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                    Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                    Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                    Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                    Engkong Nur Nur Engkong
                    dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                    Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                    H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                    Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                    Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                    Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                    Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                    Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                    Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                      - Powered by BING [2012-03-13 07:24] - Powered by BING [2012-03-13 07:24]

                      Leave Comment Leave Comment

                      You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                      Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                      Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                      Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                      [ in English ] [ in English ]

                      Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2369 times, 3 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2369 times, 3 today [ in English ]
                      Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                      KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                      Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                      BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                      Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                      Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                      Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                      Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                      Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                      Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                      Engkong Nur Nur Engkong
                      dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                      Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                      H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                      Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                      Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                      Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                      Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                      Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                      Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                        - Powered by BING [2012-03-17 04:23] - Powered by BING [2012-03-17 04:23]

                        Leave Comment Leave Comment

                        You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                        Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                        Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                        Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                        [ in English ] [ in English ]

                        Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2384 times, 2 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2384 times, 2 today [ in English ]
                        Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                        KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                        Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                        BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                        Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                        Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                        Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                        Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                        Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                        Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                        Engkong Nur Nur Engkong
                        dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                        Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                        H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                        Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                        Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                        Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                        Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                        Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                        Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                          - Powered by BING [2012-03-21 02:45] - Powered by BING [2012-03-21 02:45]

                          Leave Comment Leave Comment

                          You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                          Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                          Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                          Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                          [ in English ] [ in English ]

                          Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2404 times, 1 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2404 times, 1 today [ in English ]
                          Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                          KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                          Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                          BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                          Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                          Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                          Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                          Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                          Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                          Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                          Engkong Nur Nur Engkong
                          dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                          Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                          H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                          Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                          Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                          Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                          Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                          Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                          Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                            - Powered by BING [2012-03-25 02:15] - Powered by BING [2012-03-25 02:15]

                            Leave Comment Leave Comment

                            You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                            Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                            Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                            Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                            [ in English ] [ in English ]

                            Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2433 times, 1 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2433 times, 1 today [ in English ]
                            Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                            KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                            Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                            BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                            Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                            Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                            Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                            Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                            Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                            Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                            Engkong Nur Nur Engkong
                            dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                            Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                            H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                            Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                            Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                            Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                            Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                            Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                            Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                              - Powered by BING [2012-03-29 01:42] - Powered by BING [2012-03-29 01:42]

                              Leave Comment Leave Comment

                              You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                              Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                              Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                              Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                              [ in English ] [ in English ]

                              Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2467 times, 6 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2467 times, 6 today [ in English ]
                              Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                              KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                              Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                              BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                              Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                              Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                              Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                              Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                              Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                              Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                              Engkong Nur Nur Engkong
                              dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                              Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                              H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                              Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                              Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                              Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                              Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                              Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                              Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                                - Powered by BING [2012-04-06 01:24] - Powered by BING [2012-04-06 01:24]

                                Leave Comment Leave Comment

                                You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                                Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                                Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                                Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                                [ in English ] [ in English ]

                                Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2488 times, 4 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2488 times, 4 today [ in English ]
                                Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                                KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                                Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                                BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                                Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                                Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                                Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                                Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                                Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                                Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                                Engkong Nur Nur Engkong
                                dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                                Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                                H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                                Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                                Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                                Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                                Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                                Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                                Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                                  - Powered by BING [2012-04-10 12:15] - Powered by BING [2012-04-10 12:15]

                                  Leave Comment Leave Comment

                                  You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                                  Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                                  Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                                  Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                                  [ in English ] [ in English ]

                                  Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2540 times, 9 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2540 times, 9 today [ in English ]
                                  Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                                  KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                                  Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                                  BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                                  Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                                  Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                                  Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                                  Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                                  Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                                  Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                                  Engkong Nur Nur Engkong
                                  dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                                  Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                                  H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                                  Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                                  Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                                  Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                                  Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                                  Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                                  Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                                    - Powered by BING [2012-04-22 03:17] - Powered by BING [2012-04-22 03:17]

                                    Leave Comment Leave Comment

                                    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                                    Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                                    Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                                    Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                                    [ in English ] [ in English ]

                                    Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2599 times, 1 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2599 times, 1 today [ in English ]
                                    Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                                    KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                                    Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                                    BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                                    Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                                    Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                                    Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                                    Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                                    Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                                    Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                                    Engkong Nur Nur Engkong
                                    dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                                    Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                                    H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                                    Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                                    Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                                    Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                                    Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                                    Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                                    Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                                      - Powered by BING [2012-05-08 13:28] - Powered by BING [2012-05-08 13:28]

                                      Leave Comment Leave Comment

                                      You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                                      Silat Beksi - H. Hasbullah, Dutiful with Iron Punch - Silat Indonesia
                                      Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                                      Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.

                                      [ in English ] [ in English ]

                                      Sep 9th, 2009 | By | Category: Aliran Silat Visited 2626 times, 2 today [ in English ] September 9th, 2009 | By | Category: Flow Silat Visited 2626 times, 2 today [ in English ]
                                      Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                                      KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
                                      Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
                                      BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)

                                      Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.

                                      Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.

                                      Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts teacher is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.

                                      Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.

                                      Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.

                                      Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
                                      Engkong Nur Nur Engkong
                                      dan Engkong Simin. and Engkong Simin.

                                      Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.

                                      H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.

                                      Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.

                                      Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.

                                      Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.

                                      Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?

                                      Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity



                                      Artikel Silat Beksi – H. Silat Beksi article - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: Hasbullah, Dutiful with the Iron Blow 'possibly' related to the other sites:


                                        - Powered by BING [2012-05-16 07:44] - Powered by BING [2012-05-16 07:44]

                                        Leave Comment Leave Comment

                                        You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.