Silat Beksi – H. Silat Beksi - H. Hasbullah, Berbakti dengan Pukulan Besi. Hasbullah, Dutiful with Iron Blow.
[ in English ] [ in English ]Sep 9th, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 2193 times, 1 today [ in English ] September 9th, 2009 | By admin | Category: Flow Silat Visited 2193 times, 1 today [ in English ]
KORAN TEMPO, KORAN TEMPO,
Ahad, 21 Januari 2007, Halaman B7 Sunday, January 21, 2007, page B7
BEKSI (H. Hasbullah) BEKSI (H. Hasbullah)
Berbakti dengan Pukulan Besi. Devoted to the Iron Blow. Sebuah pukulan meluncur deras ke arah mukanya, tapi lelaki itu dengan gesit memutar bahunya. A heavy blow to the sliding face, but he deftly rolled his shoulders. Menghindar. Avoided. Lalu giliran kepalan tangannya yang mendarat di wajah lawan. Then turn the fist landed on the opposite face. Cepat. Fast. Keras bak besi. Hard like iron.
Beksi emang ngandelin power dan kecepetan tangan, ujar H Basyir Bustomi, 38 tahun, dengan logat Betawi yang kental. Beksi emang ngandelin kecepetan power and hand, said Bashir Bustomi H, 38 years, with a thick Betawi dialect. Basyir adalah ketua perguruan silat Betawi, Beksi Haji Hasbullah. Bashir is the chairman of the Betawi arts college, Beksi Haji Hasbullah.
Ditahbiskannya nama sang guru ada ceritanya. There he consecrated the name of the teacher's story. dikisahkan, guru besar asal bela diri ini justru seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Ceng Oek. told, the origin of martial arts guru is actually a Chinese descent named Lie Ceng wnnh. Ia tinggal di Kampung Dadap, Tangerang. He lived in Kampung Dadap, Tangerang.
Lie memiliki seorang pegawai bernama Ki Marhali. Lie to have an employee named Ki Marhali. Ketika itu, Marhali kerap melihat tuannya berlatih kungfu. At that time, Marhali often seen practicing kung fu master. Lantas ia mencoba gerakan-gerakan sang tuan. Then he tried to master the movements. Lie, yang melihat Marhali memiliki bakat, lantas mengajarinya. Lie, who saw Marhali have the talent, then teach him.
Suatu waktu Marhali bertemu dengan H. A time to meet with H. Marhali Ghozali dari Petukangan, Jakarta Selatan. Ghozali of Petukangan, South Jakarta. Ghozali, yang mendengar Marhali seorang ahli ilmu bela diri, lantas menjajalnya. Ghozali, who heard Marhali a martial arts expert, then tried it. Marhali menang. Marhali win. Ghozali dan keponakannya, H. Ghozali and his nephew, H. Hasbullah, akhirnya belajar ilmu bela diri baru ini. Hasbullah, ultimately learning new martial arts.
Selain Hasbullah, Ghozali juga memiliki dua murid lainnya. In addition to Hasbullah, Ghozali also has two other students. Maka jadilah tiga perguruan Beksi yang ada sekarang dengan menasbihkan nama gurunya masing-masing: H. Then be three college Beksi menasbihkan present with each teacher's name: H. Hasbullah, Hasbullah,
Engkong Nur Nur Engkong
dan Engkong Simin. and Engkong Simin.
Kami masih sering bertemu dan bersilaturahmi. We still meet and stay in touch. Terakhir kami mengadakan festival dan Beksi H. Finally we had a festival and Beksi H. Hasbullah keluar sebagai juara, kata Basyir, sambil menunjuk piala bergilir di ruang tamu rumahnya. Hasbullah out as champion, Bashir said, pointing to the trophy in her living room.
H. H. Hasbullah (1896-1989) mengembangkan ilmunya, terutama di Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, dan Pondok Aren. Hasbullah (1896-1989) developed his knowledge, especially in Petukangan, Kebayoran Lama, Ulujami, and Pondok Aren. Murid-muridnya lantas mengembangkannya hingga ke lima wilayah Jakarta. His students then expand it up to the five areas of Jakarta.
Beksi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Beksi itself actually comes from China, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie artinya empat. Bie means of defense and Sie means four. Maknanya, pertahanan empat penjuru. Meaning, the four corners of the defense. Dalam lidah Betawi, akhirnya menjadi Beksi. In the tongue Betawi, eventually becoming Beksi. Oleh Hasbullah, lantas diberi makna baru: Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan. By Hasbullah, then given a new meaning: To Each Other Berbaktilah You Insan.
Ciri khas Beksi adalah pukulan kepalan terbalik dengan sisi lengan dalam menghadap ke atas. Beksi characteristic is reversed with a fist punch in the arm side facing up. Pukulan ini harus dilakukan dengan mengerahkan tenaga. This should be done with a blow to exert power. Ketika menyerang, tulang buhul jari menjadi ujung pukulan. When attacked, a tip of the finger bone knot blow. Jadi pukulan kite ada matanye, kata Basyir. So there matanye kite blow, Bashir said.
Pukulan kepalan terbalik ini dibarengi dengan goleng atau gerak bahu untuk meningkatkan kekuatan pukulan. Fist reverse punch is accompanied by goleng or shoulder motion to increase the strength of the blow. Selain tentu menambah jangkauan tangan, ujarnya. In addition to naturally increase the reach of the hand, he said.
Selain itu, pukulan sikut menjadi ciri khas Beksi, lagi-lagi dengan landasan tenaga. In addition, elbow blows characterizes Beksi, again with a power base. Bertarung dengan jarak rapat, lawan dijamin babak belur. Fight with the distance meeting, opponents battered guaranteed. Siapa berani mencoba? Who dare to try?
Penulis : Amal ihsan Authors: Amal charity






