Mengajak anak-anak mencintai silat. Took the kids loved the martial arts.
[ in English ] [ in English ]Nov 30th, 2009 | By admin | Category: Cover Story Visited 1144 times, 1 today [ in English ] November 30th, 2009 | By admin | Category: Cover Story Visited 1144 times, 1 today [ in English ]
Tak semua kita yang mencintai silat mau menembus kesulitan melanjutkan generasi silat kepada anak-anak kita. Not all of us who love martial arts like silat generation went through the trouble to our children. Padahal kalau kita tak menurunkan kegemaran silat maka silat saya pastikan akan punah digempur nilai budaya asing memalui multi jalur. And if we do not lose the martial arts craze I am sure will become extinct battered alien cultural values memalui multi track.

Industri kreatif kita sama sekali tak pernah menghadirkan silat dalam menu permainan anak-anak, cerita bergambar atau apapun. Creative industries we did not have to bring arts in children's games menu, picture or anything. Para guru kitta tak mengenal silat apa lagi mengajarkannya. Kitta teachers do not know what else to teach martial arts. Para ustadz yang dulu selalu menyisipkan pelajaran silat setelah mengaji di surau-surau tak pernah lagi terdengar keberadaannya. The cleric who used to always insert the following martial arts lessons in the Koran, mosque mosque was never again heard of its existence. Film atau sinetron silat hanya mengekspose ceritera balas dendam – meniru mentah-mentah film Hongkong – dan jauh dari ajakan mencintai nilai-nilai luhur dan seni dalam silat. Martial arts movies or soap operas only expose the revenge story - raw emulate Hong Kong films - and away from the call to love the noble values and the art of silat.
Maka mengajak anak kita sendiri untuk mencintai silat adalah benteng terakir untuk melestarikan silat. Then invite children to love our own martial arts is to preserve the fort terakir silat. Sebagai orang tua kita bisa memotivasi anak dan mendaftarkan ke klub-klub silat. As parents we can motivate children and enroll all martial arts clubs. Atau jika perlu mensponsori pelatih silat dan membuka tempat latihan silat baru. Or if you need to sponsor a martial arts trainer and opening a new martial arts gym. Tentu saja dana menjadi faktor penting untuk membangkitkan lagi semangat silat. Of course money is an important factor to resurrect the spirit of martial arts. Saya kira ini dapat kita lakukan, sambil menunggu gerakan lebih besar untuk mendorong perkembangan silat dan kecintaan bangsa ini kepada silat dan segala nilai luhur yang dikandungnya. I think this can be done, pending a larger movement to encourage the development of the arts and love for this nation to the arts and all the noble values they contain.
Anda setuju? Do you agree?
Sumber : http://satrianaga.wordpress.com/ Sources: http://satrianaga.wordpress.com/
Gambar : www.silatperisaidiri.com Picture: www.silatperisaidiri.com






