Celik Mata, Cepet Tangan. Celik Eyes, Quick Hands.
[ in English ] [ in English ]Dec 3rd, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 1205 times, 1 today [ in English ] Dec 3rd, 2009 | By admin | Category: Flow Silat Visited 1205 times, 1 today [ in English ]
Celik Mata, Cepet Tangan Celik Eyes, Quick Hands
Koran Tempo, Sabtu, 13 Januari 2007 Koran Tempo, Saturday, January 13, 2007
Sebuah pukulan datang sangat cepat. A blow came swiftly. Mengarah ke muka. Leads to the face. Tapi, lelaki tua itu dengan enteng menepisnya. But the old man lightly dismissed. Serangan berikut tak kalah mengejutkan. Following an attack no less surprising. Lagi-lagi dengan mudah ia tepis. Again he tepis easily.
Berikutnya, tangan kanan kokoh lelaki tua itu menjangkau leher lawan. Next, solid right hand to reach the old man's neck of the opponent. Sang penyerang dibuatnya perlaya. The attackers made perlaya. Ini memang bukan perkelahian sungguhan. This is not a real fight. Tapi toh orang bisa melihat keampuhan jurus silat sang Engkong. But still one can see the power of martial arts moves Engkong.
Di usianya yang menginjak 72 tahun, Salim bin Sinan masih tetap lincah dan bertenaga. At the age of 72 years stepped on, Salim ibn Sinan was still lively and vigorous. Yang penting, celik mata cepet tangan, kata Salim sedikit membuka rahasia jurus silatnya itu. Importantly, Celik eyes cepet hand, said Salim little open secret that silatnya moment.
Yang dimaksud Salim, ketika bertarung mata harus jeli dan tangan bergerak cepat. The meaning of Salim, when the fight should be observant eye and hand move quickly. Ini prinsip yang diajarkan gurunya, Mochammad Soleh. This principle is taught his teacher, Mochammad Soleh. Sang guru, yang wafat sekitar 1978, adalah pendiri aliran Paseban. The teacher, who died around 1978, is the founder of Paseban.
Dinamai Paseban karena sang pendiri memang tinggal di Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Paseban named because the founder was living in Paseban, District Senen, Central Jakarta. M. M. Soleh mengembangkan ajaran Paseban sampai ke beberapa wilayah, termasuk Kebon Kacang, Kebon Melati, dan Tanah Tinggi. Paseban pious teachings to develop several areas, including Kebon Nuts, Kebon Melati, and Highlands. Tak jarang ia mendapat tekanan dari Kompeni Belanda saat mengajari jurus silatnya itu. Not infrequently he is under pressure from the Dutch Company's current teaching silatnya moment.
Salim muda berguru kepada M. Studied the young Salim M. Soleh setelah berkelana dari satu guru ke guru lainnya. Soleh after wandering from one teacher to another teacher. Tapi tak serta-merta ia percaya dengan ilmu calon guru barunya itu. But, does not he believe in his new science teacher candidates.
Ia pun meminta izin untuk menjajal ilmu sang guru. He also asked permission to try out the science teacher. Begitu saya menyerang, tahu-tahu saya terlentang. Once I attack, I knew her back.
Tiap kali mendapat ilmu, Babe saya minta setelan, katanya. Each time got the science, Babe I'm setting, he said. Maksudnya, ilmu yang baru dipelajari dicobanya untuk bertarung melawan Sinan, ayahnya. That is, the newly learned knowledge tried to fight Sinan, his father. Dengan jurus Paseban yang dimilikinya, Salim sempat melempar ayahnya ke luar rumah. Paseban with its stance, Salim had thrown his father out of the house. Babe pesen supaya ilmu ini saya pegang terus sampe mati, katanya mengenang. Babe is a message that science continues to hold until I die, she recalled.
Semenjak itu Salim mengembangkan ilmunya di Depok. Since then Salim develop their knowledge in Depok. Namun bukan tanpa hambatan. But not without a hitch. Beberapa kali ia mendapat tantangan. Several times he got a challenge. Salah satunya dari preman setempat. One of the local thugs. Salim sebenarnya enggan untuk meladeni preman itu. Salim is actually reluctant to serve thug. Tapi akhirnya ia menerima, dengan syarat: yang kalah harus pergi dari Depok. But finally she accepted, provided that: the loser has to go from Depok. Hanya dalam sekali gebrak preman itu pingsan. Only once gebrak thug in fainting. Saya dengar sekarang dia tinggal di Sumatra. I hear now she lives in Sumatra.
Kecepatan tangan memang jadi ciri khas silat Paseban. Hand speed is so characteristic of silat Paseban. Kejelian mata juga. Foresight of the eyes as well. Adapun karakter aliran ini adalah bertahan. The character of this genre is to survive. Serangan baru dilakukan setelah lawan menyerang. New attacks after your opponent attacks. Pukulan pamungkas pisau tangan dan telapak biasanya diarahkan ke leher atau dada lawan. Ultimate punch knife hands and soles are usually directed to the opponent's neck or chest.
Seperti aliran Betawi lainnya, Paseban jarang menggunakan tendangan. As the flow of other Betawi, Paseban rarely use the kick. Kaki hanya digunakan untuk menyapu kaki lawan, kata Agus Suprayogi, salah satu Legs only used to sweep the opponent's legs, said Agus Suprayogi, one
murid Engkong Salim. Salim Engkong students.
Mempelajarinya cukup mudah. Learn it quite easily. Paseban Lama hanya mengenal enam jurus dan 12 langkah. Paseban Lama recognizes only six moves and 12 step. Dari situ bisa menghasilkan kombinasi gerakan yang tak terhingga. From there it can produce an infinite combination of movements. Ilmu ini tak akan habis untuk digali sepanjang umur kita, ucap sang The science is not going to be dug out over the life of us, said the
Engkong. Engkong.
Penulis : Amal Ihsan Authors: Ihsan Charity
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






