GERAK SAKA Bergerak Sesukanya dengan Rasa. MOTION Saka Moving pleases with taste.
[ in English ] [ in Bahasa ]Dec 3rd, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 2067 times, 1 today [ in English ] Dec 3rd, 2009 | By admin | Category: Flow Silat Visited 2067 times, 1 today [ in Bahasa ]
Cobalah untuk memukulnya. Try to hit it. Dijamin tangan lelaki berusia 58 tahun itu akan berkelebat cepat. Guaranteed 58-year-old man's hand will be flashed quickly. Tangan kiri menangkis serangan berbarengan dengan tangan kanan menerjang muka lawan. The left hand parry attacks coincided with a crashing right hand face of the opponent.
Cash and carry. Cash and carry. Kalau diserang, langsung kite bayar kontan, ujar Muhammad Sani sembari tertawa. If attacked, the kite directly pay cash, Muhammad Sani said, laughing.
Itulah karakter khas Gerak Saka. That the distinctive character of Motion Saka. Aliran silat ini berasal dari Jawa Barat. Flow is derived from the martial arts of West Java. Ini semula memang bela diri internal keluarga menak Sunda keturunan Prabu Siliwangi, kata Sani. It originally was a family of internal martial descendant of King Siliwangi marvelous Sunda, Sani said.
Raden H Muhammad Sjafe'i (1931-2001) adalah orang yang membawa bela diri tradisional ini ke Jakarta. Raden Muhammad Sjafe'i H (1931-2001) was the one who brings this traditional martial to Jakarta.
Bang Pe'i, demikian Muhammad Sjafe'i biasa disapa, belajar dari salah seorang kerabat istrinya, Raden Widarma. Pe'i bang, so Muhammad Sjafe'i usually called, learned from one of his relatives of his wife, Raden Widarma. Meski keturunan bangsawan Pandeglang, Pe'i semula juga tak diperkenankan untuk mempelajarinya. Though highborn Pandeglang, originally Pe'i also not allowed to learn it.
Ki Sura (nama aslinya tidak diketahui), salah seorang paman istri Bang Pe'i, akhirnya memberi izin Pe'i muda untuk memperdalam ilmu silat ini. Sura Ki (real name unknown), one of his uncle's wife Pe'i Bang, young Pe'i finally gave permission to deepen this martial arts.
Pe'i juga diizinkan untuk mengajarkan ilmu ini kepada orang di luar lingkungan keluarga, asalkan mengubah nama alirannya. Pe'i also allowed to teach this science to people outside the family, provided that the flow is changing the name. Aslinya bernama Gerak Gulung Pribumi, kata Sani. Originally named Motion Roll Natives, said Sani.
Ketika mengembangkannya di Petojo, Jakarta Selatan, Pe'i mengubah namanya menjadi Gerak Saka. When expanding in Petojo, South Jakarta, Pe'i changed its name to Motion Saka. Singkatan dari Sakadaekna (bahasa Sunda) yang artinya sesukanya, kata Sani. Abbreviations of Sakadaekna (Sundanese), which means they choose, said Sani.
Maksudnya, ketika bertarung, gerakan aliran silat ini memiliki fleksibilitas bagaimana melumpuhkan lawan. That is, when fighting, martial arts movement flow has the flexibility of how to paralyze the opponent. Kena matanya bisa, mau serang kemaluan boleh, mau ambil ulu hati juga nggak apa-apa, ujarnya. Taxable eyes could, would attack the pubic should, want to take the solar plexus is also okay, he said.
Selain Sani, dua ahli waris lainnya adalah H Abdullah di Condet dan H Nunung di Rawa Belong, yang lalu membentuk Gerak Sanalika. Sani addition, two other heirs are H and H Abdullah in Condet Nunung in Rawa Belong, which then form the Motion Sanalika.
Kesederhanaan dan fleksibilitas menjadi ciri khasnya. The simplicity and flexibility become his trademark. Aliran ini tidak memiliki kembang dan hanya memiliki lima jurus. This flow has no flowers and only has five moves. Jurus-jurus ini sebenarnya hanya merupakan gerakan-gerakan dasar yang dalam aplikasinya berkembang sesuai dengan situasi pertarungan dan kondisi lawan. These moves are really just basic movements that the application developed in accordance with the situation of the fight and the opposite conditions.
Ilmu silat ini memang khusus untuk bertarung. This is a special martial arts to fight. Ketika menyerang, tangan digunakan hanya untuk menjangkau dan memukul daerah berbahaya lawan, seperti mata, leher, ulu hati, dan kemaluan. When attacked, the hand is used only to reach out and hit the opponent a dangerous area, such as eyes, neck, solar plexus, and genitals.
Dalam ilmu ini kita memang diajarkan harus melumpuhkan lawan secepat mungkin, ucap Sani. In science we are taught should paralyze the opponent as quickly as possible, said Sani.
Tak seperti aliran silat lain yang lebih menekankan pada kecepatan dan kekuatan, ilmu bela diri ini bertumpu pada rasa, yakni sensitivitas untuk membaca sirkulasi pergerakan dan tenaga lawan lewat sentuhan tangan. Unlike other martial arts stream more emphasis on speed and strength, this martial arts based on taste, namely the sensitivity to read the movement and energy circulation through the touch of your opponent's hand. Makanya ilmu ini juga disebut Gerak Rasa. So science is also called Motion Sense.
Rasa penting dalam perkelahian karena tangan yang terlatih akan memiliki kepekaan dan secara otomatis mengantisipasi gerakan lawan tanpa melihat. Feel is important in a fight because of the hands of trained will have the sensitivity and automatically anticipate the opponent's movements without seeing.
Ketika bertarung, wajah kita justru berpaling dari musuh dan hanya melihat lawan lewat sudut mata, kata Sani. When fighting, we just turn away the face of the enemy and just look at your opponent from the corner of the eye, said Sani. Unik, bukan? Unique, no?
Penulis : Author:
AMAL IHSAN CHARITY IHSAN
Koran Tempo Koran Tempo
Edisi : Sabtu, 24 Februari 2007 Issue: Saturday, February 24, 2007
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






