Ada apa dengan Silat Tradisional. What's wrong with traditional Silat.
[ in English ] [ in English ]Dec 3rd, 2009 | By admin | Category: Artikel Silat Visited 1677 times, 1 today [ in English ] Dec 3rd, 2009 | By admin | Category: Articles Silat Visited 1677 times, 1 today [ in English ]
Pendapat bahwa silat traisionil perlu dilestarikan menurut saya adalah pandangan yang salah kaprah, Karena silat bukanlah barangan yang langka. Opinion that the arts need to be preserved traisionil I think is a misguided view, because martial arts is not a rare Barangan. Disemua wilayah negeri tercinta ini , sedikitnya ada satu aliran silat. This beloved country in all areas, at least there is one school of martial arts.
Silat harus lestari dan dicintai di negeri tercinta ini. Arts must be sustainable and be loved in this beloved country. Oleh karena itu hadirnya forum pelestari dan pecinta silat tradisional (FP2ST) adalah langkah maju dan positip dalam upaya membuat silat sebagai olahraga beladiri dan seni menjadi lestari, bahkan memposisikan silat tradisional menjadi asset budaya yang memiliki tingkat keluhuran budi pekerti yang tinggi. Therefore, the presence of conservationists and lovers of the forum of traditional martial arts (FP2ST) is a positive step forward and in an effort to make the arts as a sport and martial art to be sustainable, even the position of traditional martial arts into a cultural asset to have your character level is high.
Tidak satupun warganegara Indonesia yang tidak mengenal silat. None of Indonesian citizens who are not familiar with martial arts. Semuanya kenal. Everything is familiar. Tetapi tidak semuanya dalam artian banyak yang tahu apakah silat itu. But not everything in the sense that many would know whether it's martial arts.
Anggapan bahwa silat adalah olahraga keras, olahraga resiko tinggi, olahraga mematikan, olahraga laga yang difahami masih melekat dan terposisi di benak masyarkat. The notion that the arts is a hard sport, high risk sports, sports lethal sports match that understood still attached and positioned in the minds of the community. Kesan semacam ini terjadi mungkin disebabkan oleh pengaruh media yang menayangkan cerita laga yang penuh kekerasan, sehingga menurunkan citra cita rasa olahraga beladiri secara umum. Such an impression may occur due to the influence of the media that broadcast a story of violent action, thereby reducing the image of sport taste of martial arts in general.
Kalau kita bicara soal resiko tinggi. If we talk about high risk. balap mobil, power boat, akrobat, panjat tebing, memilik resiko yang tidak kalah tingginya dibanding dengan silat. car racing, power boat, acrobatics, rock climbing, choose a high risk of no less than the arts.
Silat sebagai seni dan beladiri kita yakini telah berusia ribuan tahun, dimana ada kehidupan budaya di suatu wilayah negeri kita, dipastikan disitu ada silat. Martial arts as an art and we believe thousands of years old, where there is an area of cultural life in our country, certainly there is a martial art. Oleh karena itu silat adalah produk budaya yang memiliki nilai luhur. Therefore, the martial arts is a cultural product that has a noble values.
Naluri manusia untuk mempertahankan diri untuk tidak di dzalimi oleh spesies lain ( sejenis, atau hewan) adalah sesuatu yang sangat wajar. Human instinct to defend himself from the dzalimi by other species (a type, or animal) is something that is very reasonable. Mengingat dalam diri manusia tidak memiliki senjata. Given the man did not have weapons. Berbeda dengan hewan seperti ular dengan upas yang mematikan, macan dengan cakarnya dan taring yang kuat, gajah dengan tenaga yang kuat. In contrast to animals such as snakes with deadly poison, the tiger with claws and fangs strong, elephants with a strong force. Manusia cuma memiliki tangan, kaki dan kecerdasan. Humans only have hands, feet and intellect. Memanfaat kaki, tangan dan kecerdasan dalam melindung diri agar tidak di dzalimi inilah yang membuat manusia menjadi unggul diantara spesies lain dimuka bumi. Capitalize on the feet, hands and intelligence in order to protect themselves not in dzalimi is what makes human beings into superior among the other species on earth. Omong besarnya manusia menjadi khalifah di planet bumi. By the magnitude of human beings on planet earth a caliph.
Menyadari atas keterbatasan manusia, baik jangkauan dan tenaga maka diperlukan pengaturan gerak yang efisien, Gilbreth seorang penemu teori industrial engineering, menyatakan bahwa dari 17 gerak dasar manusia, hanya 8 gerak saja yang memiliki nilai tambah. Recognizing the limitations of humanity, both the range and power it would require an efficient motion settings, Gilbreth an inventor of industrial engineering theory, states that of the 17 basic human motion, the motion is only 8 who have added value. Kelak dikemudian hari dikenal dengan istilah Therblig analisys. Later, later known as Therblig ANALISYS.
Dengan menggunakan gerak yang memiliki nilai tambah maka disipasi tenaga bisa dikurangi secara significant. By using a motion that has the added value the power dissipation can be reduced significantly. Tidak keras tetapi efisien. Not hard but efficient. Dan ini merupakan seni / arts dari silat. And it's an art / arts of silat.
Pertanyaanya dimana letak seninya ? The question is where lies the art?
Disipasi (penghamburan) tenaga akan menurunkan kecepatan gerak dan memandulkan reflek. Dissipation (scattering) energy will reduce the speed of motion and reflexes spay. Letak seninya berada pada menurunkan keterampilan gerak yang tidak perlu… (susah kan membayanginya). The location of his art is at lower motor skills are not necessary ... (my hard shadows). Yang lebih penting adalah bagaimana gerak silat memanfaatkan gerak yang tidak perlu sebagai gerak untuk menghindari benturan fisik. Even more important is how to utilize the motion martial arts movements that do not need a motion to avoid a physical collision. Disitulah letak seninya. Therein lies the art. Tidak diperlukan tapi dipulung agar memiliki manfaat tinggi. Not required but dipulung to have high benefits.
Setiap gerak silat memiliki harmony / selaras dengan lingkunganya, seperti tepak 2 (tarik, tahan), tepak 3 ((pukul (maju), tarik (mundur), tahan (diam)), menjadikan gerak silat terlihat indah, akan lebih terasa indah jika di iringi musik yang di aransemen sesuai dengan ritme gerak. Sehingga menimbulkan sensasi yang spesifik. Every movement arts have harmony / aligned with lingkunganya, such as slap 2 (drag, hold), slap 3 ((at (forward), drag (backwards), hold (dwell)), makes the motion look beautiful martial arts, it would be wonderful if in the accompanying music in the arrangement according to the rhythm of motion. Thus the specific sensation.
Benang emas yang ingin dipaparkan disini, adalah bagaimana memposisikan silat tradisional sebagai seni dan olahraga beladiri agar dicintai oleh masyarakat kita. Golden thread that wants are described here, is how to position the arts as a traditional martial art and sport that is loved by our society. Jauh dari kesan gagah2an, jauh dari kesan kekerasan, jauh dari kesan pede yang berkelebihan. Far from suggesting gagah2an, far from being violent, far from being confident that surplus.
Kalau kita bicara soal cinta, maka rasa yang ada didalam sini, adalah rasa keindahan, rasa ayom, rasa memperoleh pengakuan, Oleh karena itu, kalau kita cinta pada silat tradisional, kita harus mengenalkan silat tradisional dengan cita rasa keindahan, cita rasa ayom, cita rasa untuk diakui, sebagai penetrasi kebutuhan dasar seperti yang disebut pada hierarki Maslow yang menyatakan bahwa kebutuhan rasa aman (security feeling) adalah kebutuhan berikutnya setelah kebutuhan dasar, dan kebutuhan untuk diakui telah dicapai. If we talk about love, the sense that there is in here, is the sense of beauty, taste ayom, a sense of recognition, therefore, if we love the traditional martial arts, we must introduce the traditional arts with the taste of beauty, taste ayom, dreams feeling to be recognized, as the penetration of basic needs such as those referred to Maslow's hierarchy stating that the security requirements (security feeling) is following the basic needs, and needs to be recognized has been achieved.
Wassalam Yours respectfully
Bambang Sarkoro Bambang Sarkoro
http://www.margaluyu-pusat.net http://www.margaluyu-pusat.net
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






