Situs Forum Diskusi Komunitas pencak silat Indonesia. Community Discussion Forum Site Pencak Silat Indonesia.
[ in English ] [ in English ]Dec 29th, 2009 | By admin | Category: Sahabat Silat Visited 1180 times, 2 today [ in English ] Dec 29th, 2009 | By admin | Category: Friends of Silat Visited 1180 times, 2 today [ in English ]
Situs Forum Diskusi Komunitas pencak silat Indonesia Community Discussion Forum Site Pencak Silat Indonesia
Kalau dipikir-pikir berapa banyak sih pesilat di Indonesia, dan berapa pula yang aktif di Internet sehingga di perlukannya web forum khusus pencak silat. Come to think of how many fighters still in Indonesia, and how many are active on the Internet so that the web perlukannya special martial arts forum. Jawabnya adalah tidaklah terlalu banyak pesilat yang aktif di dunia maya, itupun dalam jumlah yang belum fantastis. The answer is not too many fighters are active in cyberspace, and even then the amount that has not been fantastic. Seperti Milis dan juga forum diskusi, memang lebih ramai oleh pesilat asing, mengapa? As well as discussion forums and mailing list, it is more crowded by foreign fighters, why? Silahkan jawab sendiri. Please answer itself.
Tapi sepertinya usaha komunitas pencak silat yang bernaung di bawah bendera silatindinesia.com ( silatindonesia network) berserta jajaran Forum Pecinta Pelestari Silat Tradisional (FP2TS) atau “sahabat silat” tetap bersemangat membuka wahana dunia Silat di jalur maya. But it seems that the business community of martial arts that shelter under the banner of silatindinesia.com (silatindonesia network) along with the ranks of Conservation Lovers Forum Traditional Silat (FP2TS) or "friend of the arts" to stay motivated to open vehicle in the path of the virtual world of Silat.
Tidak sedikit yang meragukan mereka, tapi keraguan ini sudah mulai terjawab, dengan pembuktian komitment mereka dalam dunia maya maupun dalam kegiatan hariannya. Not a few who doubt them, but doubts have started answered, with proof of their commitment in the virtual world and in daily activities. Tidak ada fanatic ke perguruan tertentu menyebabkan anggota komunitas ini selalu terbuka dengan hal-hal baru disekitar mereka. No specific college fanatic to lead members of this community is always open to new things around them. Karena dengan bekomunitas identitas perguruan yang pernah mereka ikuti juga tidak akan luntur bahkan mungkin akan semakin bertambah wawasannya. Because the identity bekomunitas they ever follow the college will not fade even probably will increasingly view.
Sayangnya banyak kawan-kawan pesilat yang belum menyadari arti pentingnya berkomunitas dalam artian bergaul di luar lingkungan perguruannya, sehingga konsep pemikiran sebagain pesilat masih tertuju pada loyalitas perguruan, padahal kalau mau jujur dan berpikir terbuka, akan banyak kegiatan yang dapat dilakukan bersama dan akan menguntungkan semua pihak, dan ini juga tidakakan mengurangi sikap loyal kepada perguruan dimana ia berasal. Unfortunately many of my friends fighter who has not realized its importance in community in terms of hanging out perguruannya environment, so the concept of thought sebagain fighters still on college loyalty, but to be honest and open mind, a lot of activities to do together and will benefit all parties, and this also reduces tidakakan loyal attitude to the college where he came from.
Tapi bagaimanapun juga kita tetap menghargai mereka yang masih menutup diri (bukan perguruan yang menutup diri, tapi dirinya sendiri yang tertutup dengan alasan loyalitas perguruannya tadi) dalam bincang-bincang dengan orang nomor satu di jajaran IPSI dan PERSILAT juga di akui bahwa pesilat di Indonesia umumnya kurang begitu peduli dengan silat lainnya, pada umumnya akan begitu fanatic dengan perguruannya. But somehow we still appreciate those who are still shut down (not the college is shut down, but covered himself with loyalty excuse perguruannya earlier) in a talk with the number one in the ranks of IPSI and PERSILAT also be recognized that the fighters in Indonesia generally not so concerned with other arts, in general, be so fanatic with perguruannya.
Hal inilah salah satu penyebab silat di Indonesia kurang begitu berkembang, satu sama lain, tidak saling membantu apalagi bersilaturahmi padahal kalau di selidiki hampir semua aliran silat dahulunya bersaudara ( satu rumpun) sebut saja silat cimande, Cikalong, Sabandar, karimadi, cikaret, silek toa, dan masih banyak aliran lainnya yang berasal dari rumpun Nusantara. This is one cause of silat in Indonesia is less developed, each other, do not help each other stay in touch especially if the probe but almost all of the schools used to be brothers martial arts (one family) name it Cimande silat, Cikalong, Sabandar, karimadi, cikaret, silek toa , and many other streams that originate from clumps of the archipelago.
Mengapa kita harus berdiri sendiri, mengapa kita harus membusungkan dada, mengapa sulitnya bergaul dengan perguruan lainnya, kalau asal-usulnya perguruan tersebut adalah satu rumpun, atau takut rahasinya terbongkar? Why do we have to stand alone, why do we have chests puffed out, why is difficult to get along with other universities, colleges if their origin is one family, or fear rahasinya uncovered? atau ilmunya di curi? or knowledge is stolen? atau dan atau lainnya. or and or others. Banyak juga yang salah kaprah dengan silat tradisional yang kesannya tertutup, nyatanya umumnya mereka terbuka, ini dibuktikan dengan hasil pertemuan-pertemuan dengan pewaris silat dari betawi, sebut saja, silat Sabeni, Silat Cingrik, silat Paseban, dan masih banyak lainnya. Many are mistaken impression with traditional martial closed, in fact, generally they are open, is evidenced by the results of meetings with the heir of the Betawi arts, you name it, Sabeni arts, Silat Cingrik, Paseban arts, and many others. Kalau saja pewarisnya saja terbuka kenapa yang sudah menjadi organisasi (perguruan) kesannya lebih menutup diri ?, ada apa dengan perguruan silat di Indonesia. If the beneficiary only has to be open why the organization (college) felt more shut down?, What's wrong with arts education in Indonesia.
Oleh sebab itu dibutuhkan saluran komunikasi yang jujur, terbuka dan saling menguntungkan, melalui media online salah satunya, dimana seorang pesilat dapat berinteraksi dengan pesilat lainnya, bertukar informasi yang berguna dan saling mendukung satu sama lainnya. Therefore necessary channels of communication which is honest, open and mutually beneficial, through one online media, where a fighter can interact with other fighters, exchanging useful information and support each other. Apalagi sekarang jamannya globalisasi jadi apapun, dimanapun informasi begitu cepatnya. Especially now so any globalization era, where information is so fast. Dimana beladiri lain telah berlari kencang didukung oleh organisasi dan anggota-anggotanya, perguruasn silat kita malah sibuk menutup diri dan tidak mau bergaul. Where other arts have been running hard backed by the organization and its members, our silat perguruasn is busy closing down and do not want to hang out. Melalui media Forum Diskusi dibuka seluas-luasnya aliran informasi yang masuk, yang dapat dicerna oleh semua orang dan harapannya informasi tersebut menjadi bagian silaturahmi yang memperkuat jatidiri pencak silat, karena para pecintanya begitu peduli dan bangga dengan seni beladiri bangsanya. Through the media Discussion Forum opened as wide as possible inflow of information, which can be digested by everyone and hope the information into the relationship that strengthens the identity of martial arts, because the lover was so caring and proud nation with martial arts.
Yang tidak kalah pentingnya ternyata banyak simpati dari pengemar beladiri lain yang mendukung Komunitas Online ini, karena selama ini banyak yang tidak tahu apa sesungguhnya pencak silat itu sebenarnya, apakah ilmu klenik semata atau ada Intan dan berlian di dalam pencak silat yang tidak diketahui. Equally important was a lot of sympathy from other martial Pengemar Online Community supports this, because during the many who do not know what it's actually the real martial arts, whether alone or any occult Diamond and diamond in the martial arts are not known.
Akhir kata, mohon maaf bila tulisan ini agak menggurui, ini hanyalah konsep semata dimana kita sebagai pesilat yang mencintai pencak silat, agar dapat membuka diri kita masing-masing, tujuannya agar pesilat dapat duduk manis bersama-sama dan melakukan kegiatan yang bermanfaat, karena pendekar sejati tidak hanya dikenal di lingkungan dimana dia lahir, tapi bagaimana seorang pendekar mampu mengamalkan ilmunya untuk masyarakat banyak. Finally, this paper apologize if somewhat patronizing, this is simply the concept that we as a fighter who loves martial arts, in order to open up to each of us, the goal that fighters can sit together and do something useful, because the warriors true not only known in the neighborhood where he was born, but what a warrior is able to practice their knowledge to society. Amin(Yanweka) Amin (Yanweka)






