Tiga Berantai Putra Betawi. Three Chain Son of Betawi.
[ in English ] [ in English ]Dec 3rd, 2009 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 1873 times, 1 today [ in English ] Dec 3rd, 2009 | By admin | Category: Flow Silat Visited 1873 times, 1 today [ in English ]
Tiga Berantai Putra Betawi Three Chain Son Betawi
Koran Tempo, Sabtu, 21 Oktober 2006. Koran Tempo, Saturday, October 21, 2006.
Penulis : Amal Ihsan Authors: Ihsan Charity
Anda tahu letak jalan Pangeran Jayakarta? You know where Prince Jayakarta street? Jalan yang terletak di wilayah Kota itu diabadikan untuk mengenang perjuangan Ahmad Djakerta atau Pangeran Jayakarta III, keturunan Fatahillah, pendiri kota Jakarta. The road is located in the city was dedicated to the memory of the struggle or the Prince Jayakarta Djakerta Ahmad III, a descendant of Fatahillah, founder of the city.
Ketika Pangeran Jayakarta III berkuasa, armada Maskapai Perdagangan Belanda (VOC) menyerang Jakarta pada 1619. When Prince Jayakarta III came to power, the Dutch Trading Company fleet (VOC) attacked Jakarta in 1619. Pada waktu itu, istana Jayakarta terletak di kawasan yang sekarang disebut Mangga Dua. At that time, White Rose is located in the palace which is now called Mango Two. Ketika istananya diserang, Pangeran Djakerta berhasil meloloskan diri. When the palace was attacked, Prince Djakerta managed to escape.
Untuk mengelabui tentara kompeni Belanda, pangeran melempar jubahnya ke dalam sumur, untuk mengesankan ia sudah tewas dan mayatnya dibuang ke sumur.bBelanda pun mengira demikian. Dutch Company to defraud the army, the prince threw his cloak into the well, to impress he was dead and his body was thrown into sumur.bBelanda think so. Setelah Jayakarta dikuasai Belanda, Gubernur Jenderal Jan Pieterzoen Coen mengubah nama kota menjadi Batavia. Having mastered Jayakarta Dutch Governor General Jan Coen Pieterzoen change the city name into Batavia.
Sedangkan Pangeran Jayakarta dan pengikutnya bertahan di hutan jati di wilayah timur Jakarta. Meanwhile, Prince Jayakarta and his followers survive in teak forests in eastern Jakarta. Wilayah itu lantas disebut Jatinegara, yang bermakna negara Region was then called Jatinegara, which means the state
atau pemerintahan (Jakarta) yang sejati. or government (Jakarta) is true.
Di wilayah ini pula Pangeran Djakerta menggalang kekuatan untuk melawan Belanda. In this region also Prince Djakerta join forces to fight the Dutch. Ia menyamar sebagai rakyat jelata dan terus bergerilya hingga akhir He was disguised as ordinary people and continue until the end of the guerrilla
hayatnya. his life. Anak keturunannya juga terus hidup dan menyembunyikan identitasnya. Offspring have also continued to live and hide his identity.
Cirinya, adalah nama depan Ateng yang sebenarnya berarti Raden. Character, is the first name that actually means Raden Ateng. Bukan cuma nama yang diwariskan keturunan Pangeran Jayakarta, tetapi juga permainan Not just the name of Prince Jayakarta descendants inherited, but also the game
pencak silat. martial arts. Salah satu keturunannya yang mewarisi ilmu silat adalah Haji Ateng Abdulrahim (1885-1970). One of his descendants who inherited the martial arts is Ateng Haji Abdulrahim (1885-1970).
Ateng Abdulrahim yang setelah menunaikan haji dipanggil H. Ateng Abdulrahim that after performing the hajj is called H. Ibrahim pada masanya dikenal jago Mester,Jatinegara. Ibrahim in his time known candidate Mester, Jatinegara. Ia belajar ilmu silat dari ayahnya, Ateng Abdul Hamid dan pamannya Ateng Arwah dan Ateng Damis, juga dari banyak guru silat lainnya seperti Ki Asnawi dan H. He learned martial arts from his father, Abdul Hamid and his uncle Ateng Ateng Spirits and Ateng Damis, also from many other martial arts teachers such as Ki Asnawi and H. Solihin. Solihin.
H. H. Ibrahim mewariskan ilmu silatnya kepada anak angkatnya, H. Ibrahim bequeath knowledge to his adopted son silatnya, H. Ahmad Bunawar dan muridnya, H. Bunawar Ahmad and his student, H. Deddy Setiadi, yang kemudian mendirikan perguruan pencak Deddy Setiadi, who later founded the institution of martial
silat Tiga Berantai pada 1975. Three Chain arts in 1975.
Menurut H. According to H. Ahmad, perguruannya disebut Tiga Berantai karena ada tiga aliran besar ilmu silat yang diajarkan yakni Si Macan, Si Tembak dan Si Karet. Ahmad, called the Three Chain perguruannya because there are three major streams of the martial arts are taught the Tiger Si, Si and Si Rubber Shoot.
Si Macan adalah ilmu silat yang diwariskan Pangeran Jayakarta. The Tiger is a martial arts handed down Prince Jayakarta. Cirinya adalah serangan jari tangan cakar dengan landasan tenaga dalam yang kuat. Characteristics is an attack with a claw fingers in a strong grounding force. Dalam pertarungan, cakar digunakan untuk menyerang titik lemah musuh seperti mata dan tenggorokan. In the fight, claw is used to attack enemy weak points such as the eyes and throat.
Adapun Si Tembak adalah ilmu silat yang diwariskan Pangeran Sugiri, kerabat Pangeran Jayakarta. The Shoot The martial arts are passed on Sugiri Prince, Prince Jayakarta relatives. Ciri khasnya adalah menyimpan pukulan telapak tangan kanan yang dialiri tenaga dalam untuk kemudian dilepaskan sebagai pukulan pamungkas. His trademark is to save right-hand punch that power flowed in to and then released as the final blow.
Yang ketiga, adalah Si Karet, ilmu silat yang merupakan penggabungan dari berbagai aliran seperti aliran Kebon Manggis dari H. Third, is the Si Rubber, martial arts which is an amalgamation of various streams such as flow Kebon Manggis of H. Solihin, Cikaret dari Bogor, aliran Mak Inem Pengasinan dari Kerawang dan Serak dari Pak Muhin di Tenabang. Solihin, Cikaret of Bogor, the flow of Kerawang Mak Inem salting and Hoarseness of Pak Muhin in Tenabang.
Selain itu, aliran silat Si Sabar dari Kebon Sirih dan Giek Sao dari Cina Utara. In addition, The Patience of the arts stream Kebon Sirih and Sao GIEK of North China. Si Sabar diajarkan kakek saya, Engkong Musa dan Giek Sao diajarkan ayah saya, H. The grandfather taught me patience, and GIEK Sao Engkong Moses taught my father, H. Muhasim, kata H. Muhasim, said H. Ahmad. Ahmad.
Dengan warisan aliran silat yang begitu kaya, tidak heran Tiga Berantai menjadi perguruan silat yang disegani. With a heritage so rich in arts stream, no wonder the Three Chain into a respected arts college. Tiga Berantai yang juga salah satu Three Chain is also one
perguruan pendiri Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), seringkali menguasai turnamen pencak silat dalam dan luar negeri dan telah mencetak banyak juara. college founders Pencak Silat Indonesia Institute (IPSI), often mastering martial arts tournament at home and abroad and has scored a lot of champions.
Selain itu, Tiga Berantai juga merupakan pendiri Persatuan Pencak Silat Betawi yang mewadahi 80 aliran silat di Jakarta. In addition, the Three Chain is also the founder of the Association of Pencak Silat Betawi arts accommodate 80 streams in Jakarta. (Amal Ihsan) (Ihsan Charity)
www.silatindonesia.com www.silatindonesia.com






